Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

Rebranding Dakwah Konvensional Menuju Online pada Komunitas Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Bantul Imam Suprabowo; Cahyo Setiadi Ramadhan; Wulan Noviani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.56.915

Abstract

Imam Suprabowo[1], [2], [3] Email: Imamsuprabowo@umy.ac.id; cahyosetiadi@umy.ac.id, Wulan.n@umy.ac.id Abstrak Perubahan teknologi berpengaruh kepada manusia. Salah satu dampak positif media ialah dapat menjadi media pembelajaran. Di sisi lain, terdapat dampak buruk media yang juga menyasar remaja. Remaja juga menghadapi tantangan berupa munculnya fenomena kenakalan remaja yang mengarah kepada kriminalitas. Kondisi tersebut sudah memerlukan pertahatian di wilayah Yogyakarta. Terdapat pula remaja yang beruasaha memanfaatkan media baru yang ada untuk mengajak kepada kebaikan. Ajakan tersebut diistilahkan sebagai dakwah. Dakwah menggunakan media baru oleh remaja dapat menjadi faktor protektif bagi remaja. Di Yogyakarta, terdapat banyak komunitas remaja yang menggunakan media baru sebagai media dakwah, di antaranya podcast Keramat Bantul yang dikelola angkatan muda Muhammadiyah Bantul. Keduanya fokus pada media yang berbeda dan memiliki keinginan untuk mengembangkan kegiatan mereka, yakni rebranding dakwah konvensional menuju dakwah online, tetapi menghadapi permasalahan yang sama. Keduanya menghadapi permasalahan pengetahuan, keterampilan, jaringan sosial, dan sarana. Untuk menjawab permasalahan tersebut, sebagai upaya menjawab kekhawatiran akan kondisi remaja, pengusul akan melakukan upaya transfer pengetahuan dan keterampilan. Keduanya akan menjadi bekal untuk melaksanakan upaya dakwah melalui media baru. Pelaksanaan tersebut akan memunculkan masalah jaringan dan sarana. Untuk menghadapi masalah tersebut, pengusul akan berperan menjadi konsultan menjadi sumber informasi.
Penerapan Teknologi Penelusuran Sumber Rujukan Dakwah Melalui Software Maktabah Syamilah Pada Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pocosari Timur, Srandakan Imam Suprabowo; Ahmad Hermawan; Wulan Noviani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.56.928

Abstract

Tuntutan perkembangan teknologi menuntut para dai untuk mengembangkan skill mereka di bidang teknologi informasi. Dai sebagai corong umat harus mampu menggunakan sarana IT untuk mengakses referensi dakwah. Dakwah di era digital sudah tidak lagi memadai apabila hanya mengadalkan referensi-referensi konvesnional. Maktabah Syamilah merupakan wujud nyata perkembangan teknologi dalam ranah kepustakaan Islam. Kecepatan akses dan efektivitas penggunaan digital library sangat membantu dalam menelusuri referensi-referensi dakwah yang valid dan akurat sebagai bahan materi dakwah di masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode pelatihan dan pendampingan, pengabdi bermaksud untuk mendemonstrasikan pentingnya Maktabah Syamilah sekaligus melatih para dai di PRM Pocosari dalam menelusuri referensi tafsir dan hadits sebagai bekal berdakwah di tengah masyarakat. Materi-materi dakwah Islam sudah saatnya untuk dirujuk dari sumber rujukan ilmiah yang sahih, valid, dan berkualitas agar masyarakat tercerahkan guna semakin baik dalam kehidupan agamanya. Dakwah yang tidak bersumber pada rujukan agama yang sahih dan valid justru dapat menyesatkan masyarakat dan membuat mereka semakin jauh dari Islam. Melalui pelatihan Maktabah Syamilah, terbukti bahwa para pendakwah di PRM Poncosari semakin memiliki kualitas dan keilmuan yang baik dalam menyajikan pesan dakwahnya di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
PENERAPAN PENDAMPINGAN DAN MOTIVASI MASYARAKAT DESA SINGOPADU, KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN WONOSOBO DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI MELANJUTKAN PENDIDIKAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA MELALUI OPAK KOIN KHAS WONOSOBO Imam Suprabowo; Wulan Noviani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.981

Abstract

Desa Glagah terdiri dari tiga pedukuhan, yaitu Dukuh Mangunsari, Dukuh Sicantik, dan Dukuh Singopadu. Berdasarkan observasi diketahui terdapat tiga masalah utama masyarakat, yaitu motivasi bagi anak dan remaja dalam melanjutkan pendidikan, pengelolaan sampah, dan permasalahan kewirausahaan. Selain itu, keterbatasan lahan serta tidak adanya lahan persawahan menjadi permasalahan bagi masyarakat dalam mengenal model pertanian. Tiga program yang kami rancang untuk menjawab solusi dari tiga permasalahan tersebut adalah perancangan sosialisasi gerakan bank sampah, gerakan semangat berwirausaha, dan gerakan melanjutkan pendidikan bagi anak-anak dan remaja. Terkait bank sampah, sudah beberapa kali kepala dusun membuat sosialisasi mengenai edukasi bank sampah. Namun, terkendala sejak tahun 2019 Kepala Dusun telah mengusulkan kepada Kepala Desa untuk pembuatan pembuangan tempat akhir sampah atau biasa kita kenal TPA agar masyarakat tidak membuang sampah pada sungai yang seharusnya bersih, tetapi justru dipenuhi dengan sampah. Akan tetapi, sampai hari ini untuk mendapatkan dana dalam pembuatan bank sampah masih belum dikonfirmasi dari atasan. Guna mencapai target dalam tiga tahapan, yaitu tahap membangun motivasi bersekolah ke jenjang yang lebih baik, sadar pentingnya pengelolaan sampah dan berwirausaha, mempraktikkan cara berwirausaha dengan melibatkan masyarakat mitra dan melatih promosi serta mempromosikan hasil usaha masyarakat. Dari hasil ini diharapkan dapat direkomendasikan untuk dibuatkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau koperasi desa agar masyarakat lebih mandiri dalam mengelola keuangan desa.