Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Karajata Engineering

Formulasi Insentif Tenaga Kerja Berdasarkan Waktubaku Pada Pembuatan Paving Blok: Studi kasus US.Sinar Abadi Andi Bustan Didi; Saputra, Darmawan; Robintiar, Robintiar
Jurnal Karajata Engineering Vol. 1 No. 1 (2021): 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.37 KB) | DOI: 10.31850/karajata.v1i1.700

Abstract

Dengan adanya upah insentif ini, maka pendapatan buruh akanbertambah, sehingga diharapkan dapat memotivasi buruh didalammelakukan pekerjaan dan produktivitas buruh juga akan semakin meningkat dengan tetap memprioritaskan kualitas hasil produksi. Dan halini akan mengakibatkan ongkos buruh persatuan produk menurun danefisiensi perusahaan bertambah tinggi. Dalam merancang sistem upah insentif ini dipilih rencana pemberian upah insentif dengan menggunakan metoda halsey dengan kombinasi sistem kelompok kerja. Dengan metodaini pekerja akan mendapatkan upah minimum yang dijamin, ditambah dengan upah insentif yang sebanding dengan waktu yang dihemat. Mandor memegang peranan penting dalam menaikan presentase kerja buruh, karena itu mandor harus dilibatkan dalam sistem upah insentif yang diperoleh oleh suatu kelompok kerja, dan pendistribusiannya diperuntungkan kepada masing-masing dalam melakukan pekerjaan yang meliputi : kesungguhan kerja, disiplin kerja sama, dan kehadiran kerja. Upah insentif yang diberikan juga merupakan presentase dari tarip upah (p%),dimana harga juga merupakan presentase tarip upah buruh persatuan produk. Dengan menetapkan kenaikan produksi dan penurunan upah buruh persatuan produk yang diharapkan, maka akan diperoleh harga p. Dimana p% ditetapkan sebesar 0,75 yang digunakan untuk perhitungan upah insentif pada setiap jenis pekerjaan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PENYELESEIAN PROYEK KONSTRUKSI PENINGKATAN JALAN DI KABUPATEN ENREKANG Rusli, Andi; Bustan Didi, Andi
Jurnal Karajata Engineering Vol. 2 No. 2 (2022): 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.604 KB) | DOI: 10.31850/karajata.v2i2.2015

Abstract

Suatu proyek cenderung akan mengalami keterlambatan apabila perencanaan dan pengendalian tidak dilakukan dengan tepat. Berbagai hal dapat terjadi dalam proyek konstruksi yang dapat menyebabkan bertambahnya waktu pengerjaan sehingga penyelesaian proyek menjadi terlambat terutama proyek-proyek yang berada di kawasan daerah. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan faktor-faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi di Kabupaten Enrekang menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2022 dengan hasil yang diperoleh yaitu faktor-faktor hasil ekstraksi analisis data adalah ketidaktepatan waktu pemesanan material di proyek konstruksi, penentuan waktu durasi kerja yang tidak saksama dan keterlambatan pengiriman atau penyediaan peralatan konstruksi.
ANALISIS PENJADWALAN PEKERJAAN KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD) STUDI KASUS PEMBANGUNAN PLAZA KULINER REST AREA MAIWA A. Aldi Syarifuddin; Adnan; Bustan Didi, Andi
Jurnal Karajata Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v3i1.2053

Abstract

Pembangunan Plaza Kuliner Rest Area Maiwa sedang mengalami kendala keterlambatan waktu dan dalam pelaksanaan proyek ini sudah menggunakan penjadwalan konvensional. Untuk mengembalikan jadwal kemajuan proyek sesuai dengan durasi yang direncanakan, maka perlu dilakukan analisis durasi yang optimal dan logika ketergantungan untuk mendapatkan durasi impelementasi yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan perbandingan waktu penyelesaian proyek yang berlokasi di desa Pattondon Salu menggunakan penjadwalan Critical Path Method. Metode Kuantitatif dilaksanakan Maret-April 2022 dengan hasil durasi yang dijadwalkan proyek sesuai kontrak perjanjian 159 hari sedangkan waktu realisasi di lapangan 150 hari. Setelah dianalisis proyek dapat diselesaikan dalam waktu 114 hari yang artinya proyek dapat dikerjakan lebih cepat 36 hari dari jadwal yang telah direncanakan.
EVALUASI EFISIENSI PENGGUNAAN AIR IRIGASI BENDUNG TO’MONTO DESA PONGKO KEC. WALENRANG UTARA KAB. LUWU Nilwan, Muhammad; Rahmawati; Andi Bustan Didi
Jurnal Karajata Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v3i2.2311

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi tingkat efisisiensi pengelolaan air dan kebutuhan air dikabupaten luwu kecamatan walenrang utara. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar tingkat efisiensi pada saluran irigasi D.I To’monto dan mengetahui kebutuhan air di daerah irigasi To’monto dengan Software Cropwat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis hidrologi yang menggunakan data curah hujan sebagai objek perhitungan dan Software Cropwat sebagai alat bantu untuk menghitung efisiensi pengelolaan air dan kebutuhan air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai efisiensi saluran D.I To’Monto pada saluran induk BTM.1 kesaluran sekunder BTM.1.1 efisien karena mencapai 92% dalam menyalurkan air kearea l persawahan, sedangkan pada saluran induk BTM.1 kesaluran induk BTM.2 efisien karena mencapai 93% dalam menyalurkan air keareal persawahan, kemudian pada saluran induk BTM.2 kesaluran induk BTM.3 inefisien karena hanya mencapai 76% dalam menyalurkan air kearea l persawahan. Ini menunjukkan bahwa tingkat efisiensi saluran untuk BTM.1 dan BTM.2 tergolong baik sedangkan untuk BTM.3 tergolong kurang baik dalam menyalurkan air. Dimana efisiensi saluran irigasi untuk saluran induk dan sekunder adalah 90% dan Dari hasil analisis perhitungan menggunakan Software Cropwat didapatkan kebutuhan air di daerah irigasi D.I To’monto adalah 520.2mm/dec dengan total hujan efektif adalah 221.6mm/dec dan Irr.Req adalah 465.6mm/dec, untuk mengairi areal persawahan sebesar 385 Ha.
Evaluasi Kapasitas Jaringan Irigasi Lanrae Pada Kebutuhan Air Sawah di Kabupaten Barru Muhlis; Rahmawati; Andi Bustan Didi
Jurnal Karajata Engineering Vol. 4 No. 1 (2024): 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v4i1.3112

Abstract

Irrigation is an infrastructure to increase land productivity and increase the intensity of annual harvests, the availability of adequately controlled irrigation water is an input to increase crop production. The Lanrae irrigation area which has 1400 Ha of agricultural rice fields that need water, Lanrae is one of the areas located in Nepo Village, Mallusetasi District, Barru Regency. This research aims to meet the needs of irrigation water for farmers who usually experience crop failure due to lack of irrigation water and to increase the potential of existing agricultural products in the Lanrae area in particular and in Barru Regency in general as well as to overcome complaints from farmer groups who experience a lack of water to increase yields. harvest. This research was conducted in the Lanrae Area, Mallusetasi District, Barru Regency, which was carried out from January to March 2017 using quantitative methods. The results of the research on weirs and irrigation in the Lanrae area of Barru Regency showed that the availability of water in the Lanrae river is currently still sufficient to meet the needs for irrigation water in the Lanrae irrigation area and the utilization of irrigation networks for irrigation water services is not optimal and the efficiency of irrigation water use is very low. As well as the use of irrigation water in the upstream areas tends to be excessive and the use of irrigation water in the middle and even downstream areas is very short of water.
Pengendalian Limpasan Pada Lahan Miring Menggunakan Metode Ekodrainase Awaluddin; Rahmawati; Didi, Andi Bustan
Jurnal Karajata Engineering Vol. 4 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v4i2.3128

Abstract

The drainage concept common mistake that often occurs is dumping stagnant water into the river which will exceed the river's capacity, resulting in flooding. The eco drainage system can be a more environmentally friendly solution by absorbing as much surface runoff as possible into the soil naturally or channeling the water into rivers without exceeding the river's capacity limits. This research aims to determine how much water runoff is on sloping land, the effectiveness of the eco drainage method in controlling water runoff and its effect in increasing soil infiltration on sloping land. This experimental research was tested using a Rainfall Simulator with slopes of 13° and 20° and dead-end drainage holes. On a land slope of 13⁰ with rainfall of 3.67 L/minute, the amount of runoff with dead-end drainage is 3.71 L/minute and without which is 4.14 L/minute. Meanwhile on a land slope of 20⁰ with rainfall of 3.99 L/minute, the amount of runoff with dead-end drainage is 8.4 L/minute and without which is 9,63 L/minute. Providing dead-end drainage on sloping land can reduce the speed of surface runoff which will then enter the soil in the form of infiltration water.