Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SAW-Based Optimization of Order Distribution on the SR12forLife Multi-Level Sales Platform Yori Adi Atma; J. Prayoga
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 10 No. 1 (2026): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2026
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v10i1.27048

Abstract

The rapid expansion of digital commerce has increased the need for efficient and fair product distribution systems, particularly in multi-level sales platforms where customer orders must be assigned to appropriate agents. Determining the best agent is a complex task because the decision should simultaneously consider delivery efficiency, stock availability, and balanced transaction opportunities among agents. This study proposes and evaluates the use of the Simple Additive Weighting (SAW) method to optimize product order distribution on the SR12forLife platform. The proposed model assesses candidate agents using four criteria: distance between customer and agent, available stock, number of previous received orders, and agent activity status. The study employed an operational test dataset consisting of 20 active agents located in several areas of West Sumatra and 105 customer transactions. Implementation and testing were conducted through a web-based system supported by Jupyter Notebook analysis. The experimental results confirmed that the proposed model performed effectively in allocating customer orders. All 105 transactions were successfully assigned to eligible agents, resulting in a 100% allocation success rate without stock shortages. Furthermore, all 20 active agents participated in the allocation process, indicating balanced workload distribution across the sales network. The model also achieved 92.38% regional suitability, where most customer orders were assigned to agents located in the same city or nearest area. These findings demonstrate that the SAW method is effective in producing objective, efficient, and fair order allocation decisions. These results indicate that the proposed model can improve both allocation fairness and operational efficiency in multi-level sales systems. Therefore, the proposed model can be considered an effective and scalable solution for optimizing order distribution in web-based multi-level sales platforms.
Analysis of Student GitHub Repository Activity Patterns in Web Framework Programming Courses using K-Means Clustering Yori Adi Atma; Andrew Kurniawan Vadreas
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 7 No 2 (2026): July 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v7i2.10084

Abstract

Instructors in project-based web framework courses frequently lack objective mechanisms to monitor individual student development progress, particularly when engagement occurs asynchronously across multiple weeks and repository activity is not systematically analyzed. This study aims to identify distinct behavioral engagement profiles among students using GitHub repository activity data, and to demonstrate the utility of unsupervised machine learning as a scalable progress monitoring tool for project-based programming courses. The K-Means Clustering algorithm was applied to analyze repository activity patterns of 73 students enrolled in a Web Framework Programming course using Laravel at a vocational higher education institution. Five behavioral features were extracted from each student's GitHub repository, namely total_commit, active_days, avg_commit_per_day, weekend_commit, and last_commit_gap. Following data normalization using StandardScaler, the optimal number of clusters was identified as k=3 using the Elbow Method. The clustering analysis revealed three distinct behavioral profiles: Cluster 0 (51 students, 69.86%) as Passive Learners characterized by low commit activity and a high last_commit_gap indicating deadline-driven development behavior; Cluster 2 (20 students, 27.40%) as Productive Learners demonstrating substantially higher commit intensity and broader repository engagement; and Cluster 1 (2 students, 2.74%) as Highly Consistent Learners exhibiting stable, multi-session repository interaction throughout the project period. As an initial validation of clustering quality, the Silhouette Score of 0.4041 confirms a moderate yet meaningful partition structure within the dataset. The primary contribution of this study lies in demonstrating that mandatory GitHub repository submissions, already required in most project-based programming courses, can be repurposed into an objective, low-cost behavioral monitoring instrument without additional data collection burden. This contributes a replicable, repository-based learning analytics framework that enables instructors to objectively classify student project engagement, supporting early instructional intervention and more process-oriented assessment strategies in software engineering education.
Digitalisasi Tulisan Adat: Pengembangan E-Book Berbasis Teknologi untuk Pelestarian Budaya Lokal di Nagari Lasi Ilhami Arsyah, Ulya; Atma, Yori Adi; Jihan SY, Yulia; Pratiwi, Mutiana; Kurnia, Rahmi Putri; Arsyah, Rahmatul Husna
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i5.1283

Abstract

Tim pengabdian Politeknik Negeri Padang bekerja sama dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lasi di Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, melaksanakan program pelestarian budaya melalui digitalisasi tulisan adat. Aktivitas ini mengubah karya tulis adat yang sebelumnya berbentuk cetak menjadi e-book interaktif, memadukan tradisi dan teknologi modern agar warisan budaya dapat diakses dengan lebih mudah dan menarik. Sebanyak 15 dokumen adat berhasil didigitalisasikan dalam program ini sebagai langkah konkret pelestarian dan dokumentasi budaya lokal. Selain itu, dilaksanakan pula pelatihan sosialisasi yang diikuti oleh 20 orang peserta, terdiri dari ketua KAN Nagari Lasi dan perangkat adat, guna meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menjaga keberlanjutan budaya. Inisiatif ini menekankan pentingnya inovasi dalam menjaga identitas budaya lokal sekaligus merespons tantangan era digital. Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi model pelestarian budaya yang adaptif dan dapat menginspirasi nagari-nagari lain di Sumatera Barat untuk melakukan transformasi digital serupa. Melalui pendekatan ini, nilai-nilai adat tidak hanya terjaga keberlanjutannya, tetapi juga mampu memperkuat daya saing dan eksistensi budaya masyarakat di era globalisasi.
Analisis Kinerja Sistem Informasi Pesantren pada Shared Hosting Menggunakan Apache JMeter Yori Adi Atma; Raemon Syaljumairi
Jurnal Rekayasa Teknologi Informasi (JURTI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Rekayasa Teknologi Informasi (JURTI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jurti.v10i3.26981

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Pesantren (SIP) rentan terhadap lonjakan akses pengguna secara bersamaan, terutama pada periode kritis seperti pendaftaran santri baru dan pengumuman nilai. Namun, kajian empiris terkait kinerja SIP pada lingkungan shared hosting dengan keterbatasan sumber daya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja dan skalabilitas SIP berbasis web yang diimplementasikan pada layanan shared hosting dengan spesifikasi Single Core CPU dan 1 GB RAM. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimental kuantitatif melalui load testing dan stress testing menggunakan Apache JMeter. Skenario pengujian dibagi menjadi tiga tingkat beban, yaitu 20, 50, dan 100 pengguna simultan yang mengakses lima halaman utama sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada beban 20 pengguna sistem berjalan stabil dengan rata-rata waktu respons sebesar 3.452 ms, throughput 5,23 request/second, dan tingkat kesalahan 0%. Pada beban 50 pengguna terjadi penurunan performa dengan waktu respons meningkat menjadi 6.763 ms, throughput menurun menjadi 3,62 request/second, dan error rate sebesar 0,457%. Pada skenario 100 pengguna, sistem mengalami kegagalan signifikan dengan error rate mencapai 43,367% serta throughput sebesar 4,77 request/second, yang mengindikasikan keterbatasan sumber daya server. Penelitian ini menyimpulkan bahwa shared hosting hanya optimal untuk penggunaan skala kecil, serta merekomendasikan penggunaan Virtual Private Server (VPS) untuk menangani lonjakan akses secara simultan.