Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) STAD TERHADAP KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI TEKS DONGENG FANTASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 LUBUKLINGGAU Robinsyah; Ramadan Lazuardi, Dian; Juwati
Linggau Jurnal Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2025): Linggau Jurnal Language Education and Literature
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tuntas atau tidaknya hasil belajar melalui model pembelajaran Student teams achievement devision (STAD) terhadap kemampuan mengidentifikasi teks dongeng fantasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperimental dengan desain eksperimen yang akan digunakan berbentuk desain One Group pre-test dan post-test Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Tahun pelajaran 2023/2024. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII.1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Pada teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis uji –t dan uji homogenitas. Hasil penelitan ini setelah diterapkan model pembelajaran Student teams achievement devision (STAD) dapat menuntaskan hasil belajar siswa dalam materi mengidentifikasi teks dongeng fantasi pada siswa kelas VII.1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau hal ini berdasarkan nilai rata-rata pretest sebesar 51,65% dan nilai postest sebesar 70,56%. Data tes yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji –t diperoleh thitung (23.322) > ttabel 44,98% untuk taraf signifikan 95% hal ini berarti ho ditolak dan ha diterima, dengan kata lain hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Student teams achievement devision (STAD) secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan siswa mengidentifikasi teks dongeng fantasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENULIS PUISI BERBANTUAN GAMBAR DI SDN 20 LUBUKLINGGAU Juwati; Hartati, Meri; Marlina, Leni
Linggau Jurnal Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2025): Linggau Jurnal Language Education and Literature
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis puisi melalui pemanfaatan media gambar. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus di kelas V SDN 20 Lubuklinggau. Data dikumpulkan melalui observasi, tes menulis puisi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa menulis puisi berbantuan gambar. Hal ini diketahui dari rata-rata nilai siswa mengalami peningkatan dari 64,17 pada pra siklus menjadi 68,88 pada siklus I dan 76,11 pada siklus II. Jumlah siswa yang belum mencapai KKM juga menurun dari 9 orang pada pra siklus, menjadi 6 orang pada siklus I, dan hanya 2 orang pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media gambar efektif dalam membantu siswa menuangkan ide secara kreatif dalam bentuk puisi. Selain dilihat dari hasil belajar siswa peningkatan hasil belajar juga dilihat dari keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Terjadi peningkatan signifikan dalam partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran. Pada pra siklus hanya 16,66% siswa yang terlibat aktif, meningkat menjadi 38,88% pada siklus I, dan mencapai 77,77% pada siklus II. Sebaliknya, jumlah siswa yang tidak terlibat menurun drastis dari 38,88% pada pra siklus menjadi hanya 11,11% pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa media gambar mampu memicu minat dan partisipasi siswa secara positif dalam proses pembelajaran menulis puisi.
PRINSIP KERJA SAMA DALAM FILM NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI KARYA ANGGA DWIMAS SASONGKO Cindi Oktari; Satinem; Juwati
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/kastral.v2i3.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk prinsip kerja sama dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Angga Dwimas Sasongko. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskritif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan pada dialog film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Angga Dwimas Sasongko. Sumber data dalam penelitian ini yaitu didapatkan dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Angga Dwimas Sasongko. Analisis data dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip kerja sama dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Angga Dwimas Sasongko yaitu paling dominan dalam penelitian ini yakni maksim relevansi berjumlah 93 kutipan, maksim kuantitas berjumlah 78, maksim kualitas 24, dan yang paling sedikit yaitu maksim cara atau pelaksanaan 22.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 5 LUBUKLINGGAU: PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA EDUKATIF YANG MENARIK DAN EFEKTIF Nugroho, Agung; Cekman; Puspita Sari, Inda; Lazuardi, Dian Ramadan; Juwati
Bakti Nusantara Linggau: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Bakti Nusantara Linggau
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/bnl.v5i1.841

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru-guru di SMA Negeri 5 Lubuklinggau dalam merancang dan mengembangkan media pembelajaran yang edukatif, menarik, dan efektif. Permasalahan yang dihadapi oleh guru di sekolah ini adalah keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi dan kreativitas dalam penyusunan media pembelajaran, sehingga pembelajaran cenderung bersifat monoton dan kurang interaktif. Melalui program pelatihan dan pendampingan yang terstruktur, guru dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan membuat media pembelajaran berbasis digital maupun non-digital yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi ajar. Metode pelaksanaan meliputi workshop, praktik langsung, diskusi kelompok, dan evaluasi hasil karya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru membuat media yang menarik dan relevan, serta antusiasme tinggi untuk mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Program ini diharapkan dapat mendukung transformasi pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada peserta didik.
PENYULUHAN STOP BULLYING DI SD NEGERI 56 LUBUKLINGGAU Yuli Febrianti; Fitria Lestari; Juwati; Ivoni Susanti
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i2.8122

Abstract

Bullying atau dikenal dengan perundungan menjadi bahan hangat dalam pendidikan dewasa ini dan anak-anak rentan terhadap kejadian ini serta sekolah menjadi lokasi yang sering ditemui terjadinya bullying. Kasus bullying yang membudaya menjadikan siswa terkadang tidak menyadari bahwa bisa saja menjadi pelaku atau korban dari bullying. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SD Negeri 56 Lubuklinggau terkait Bullying atau dikenal dengan istilah perundungan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dalam bentuk sosialisasi informasi pada siswa. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 5 SD Negeri 56 Lubuklinggau sebanyak 58 orang. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya partisipasi aktif dari siswa berupa pertanyaan, serta siswa mampu menjawab pertanyaan dari narasumber terkait bullying dalam bentuk permainan atau games. Disimpulkan bahwa penyuluhan terkait bullying ini sangat bermanfaat dan sangat perlu untuk diinformasikan untuk menghindari terjadinya bullying dan bahkan bisa menjadi benteng anak agar secara tidak sadar menjadi pelaku ataupun korban bullying itu sendiri.
Pengembangan Modul Menulis Pantun Siswa Kelas X SMA Xaverius Lubuklinggau Juwati
Linggau Jurnal Language Education and Literature Vol. 2 No. 1 (2022): Lingggau Journal Language Edcation And Literature
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa modul yang dapat digunakan siswa kelas X SMA Xaverius Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan metode research and development dengan mengadaptasi model pengembangan Jolly & Bolitho dan Dick, Carey & Carey. Untuk memperoleh informasi kelayakan bahan ajar, dilakukan validasi oleh para ahli dan uji lapangan terbatas. Validasi dilakukan terhadap kelayakan materi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikaan oleh 3 orang dosen ahli. Data dalam uji lapangan diperoleh melalui tes tertulis. Subjek dalam uji lapangan terbatas terdiri dari 25 siswa kelas X SMA Xaverius Lubuklinggau. Berdasarkan analisis hasil validasi ahli, bahan ajar berbentuk modul Mari Menulis Pantun yang dikembangkan dapat dikategorikan baik atau layak. Hasil tes menulis pantun memperlihatkan peningkatan rata-rata dari 66,88 menjadi 80,76 (selisih 13,88). Dengan demikian, modul Mari Menulis Pantun hasil pengembangan memberikan efek potensial dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis pantun dan layak digunakan di SMA Xaverius Lubuklinggau.
Penerapan Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Memahami Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau Kiki Maryani; Inda Puspita Sari; Juwati
Linggau Jurnal Language Education and Literature Vol. 2 No. 3 (2022): Linggau Jurnal Language Education and Literature
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/ljlel.v2i3.323

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan secara signifikan kemampuan memahami teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, yaitu penelitian yang meneliti hanya satu kelas. Sebagai populasinya adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau yang terdiri dari 277 siswa dan sebagai kelas sampel adalah kelas X MIA 3. Kelas tersebut dipilih secara acak dengan jumlah 35 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, yaitu pre-test dan post-test. Kemudian data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan dari hasil uji hipotesis dan analisis data uji “t” menggunakan perhitungan SPSS versi 20, nilai uji “t” (5,506) dengan Sig (2-tailed) yaitu 0,000<0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan model discovery learning, kemampuan memahami teks negosiasi signifikan dapat mencapai ketuntasan.Kata Kunci: Discovery Learning, Kemampuan Memahami Teks Negosiasi.
Efektivitas Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Drama Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Lubuklinggau Wahyuning Prati, Lamia; Nugroho, Agung; Juwati
Linggau Jurnal Language Education and Literature Vol. 2 No. 3 (2022): Linggau Jurnal Language Education and Literature
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/ljlel.v2i3.388

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan media audio visual terhadap kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik drama siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen one-group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa X yang berjumlah 287 siswa terdiri dari 9 kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dan kelas yang dipilih sebagai sampel penelitian ini adalah kelas X-VIII-1 yang berjumlah 32 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian dengan penggunaan teknik tes dan angket. Teknik analisis data hasil dari tes pada penelitian ini dengan langkah yang menentukan nilai rata-rata dan simpangan baku, uji normalitas data, dan uji “t”. Sementara teknik analisis data angket dengan menggunakan presentase frekuensi relatif. Berdasarkan dari hasil penelitian yang sudah didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa media audio visual efektif terhadap kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik drama pada siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Hal ini terbukti dari hasil penelitian perhitungan uji t, diperoleh nilai thitung = 813> ttabel = 2,04. Selanjutnya didukung dengan angket respon positif siswa yang menunjukkan bahwa sangat setuju 2,94% dengan kategori baik, setuju 4,25% dengan kategori sangat baik, tidak setuju 2,34% dengan kategori kurang baik, dan sangat tidak setuju 0,46% dengan kategori tidak baik. Sedangkan rata-rata respon negatif siswa menunjukkan bahwa dengan sangat setuju 1,22% dengan kategori kurang baik, setuju 3,09% dengan kategori baik, tidak setuju 2,16% dengan kategori kurang baik, dan sangat tidak setuju 0,65% dengan kategori tidak baik.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP KEMAMPUAN MENELAAH STRUKTUR TEKS FABEL SISWA KELAS VII MTS AL-MANSHURIAH SUNGAI BAUNG Apriani, Mirda; Effendi, M. Syahrun; Juwati
Linggau Jurnal Language Education and Literature Vol. 3 No. 2 (2023): Linggau Jurnal Language Education Literature
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/-.v3i2.448

Abstract

PENDAHULUAN Sastra merupakan suatu ungkapan atau gagasan ide yang menjadi sebuah karya. Aisyah,dkk (Ihsania , dkk 2020:83) sastra yaitu sarana bagi pengarang dalam mengungkapkan ide dan gagasannya. Pembelajaran sastra dalam kurikulum 2013 (K13) di mana siswa harus mencoba, mengolah, dan menyajikan dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang). Salah satunya pembelajaran yang diajarkan adalah menelaah struktur teks fabel. Fitriani, dkk (2020: 35) cerita atau fiksi adalah cerita yang berisi rekaan atau khayalan yang tidak berdasarkan kenyataan. Artinya cerita fiksi dilihat dari bentuk cerita dan pengarangnya.