Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ABREVIASI BAHASA PRANCIS PADA MEDIA SOSIAL TWITTER: SUATU KAJIAN MORFOLOGI Pratiwi, Widianti Eka; Sofyan, Agus Nero
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v8i1.8706

Abstract

ABSTRACTThis research has a purpose to describe a morphological process called abbreviation. Abbreviation is a shortened form of a written word or phrase used in place of the whole word or phrase. This research uses descriptive qualitative method. The data are tweets in French which were taken on November 10 from Twitter. Overall, from the tweets those were found, there are twenty tweets which contain some words in abbreviated form. The result shows that there are five kinds of abbreviations that exist in those forty tweets, there are apocope, aphérèse, syncope, siglè, and acronyme. The most used abbreviation form is apocope which can be found in 14 tweets, meanwhile the least used one is aphérèse which is available in 4 of forty tweets.
Proses Pemerolehan Bahasa Huruf Vokal Anak Tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Merangin Julita, Ranti; Krisniawati, Ekaning; Ratnasari, Dewi; Sofyan, Agus Nero
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diksa.v10i1.24998

Abstract

The problem of this research is how is the language acquisition process in deaf children, especially in vowel phonemes and how is it realized. The purpose of this study is to describe how deaf children acquire vocal phonemes and explain how deaf children realize them. The subjects of this study were Alex in grade 10 at SLB Marangin and Ratna at grade 12 at SLB Marangin. The method used is descriptive analysis with a qualitative approach using observation and note taking techniques. The researcher obtained the data by listening to and recording a video that was uploaded to YouTube by Nelly entitled 'speech development assessment of deaf children in expressing vowels' which was conducted at SLB Negri Merangin. The results showed that in the pronunciation of the vowels Ratna and Alex were not clear enough in pronouncing the vowel phonemes /o/ and /i/ but the type of phonemes /o/ flanked by the phonemes /b/ and /l/ Ratna and Alex could pronounce them clearly as in the word 'ball'. Alex and Ratna also had difficulty deciphering the words 'bucket' and 'shrimp'. In the word 'ember', Ratna and Alex could not pronounce the phoneme /r/ clearly and in the word prawn, Alex and Ratna could not pronounce the consonant /ng/.
PEMBELAJARAN DAN PELATIHAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERBASIS BUDAYA LOKAL DI DESA SINDULANG KECAMATAN CIMANGGUNG KABUPATEN SUMEDANG Sofyan, Agus Nero; Permadi, R Yudi; Pakpahan, Ferry P
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.54249

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini berjudul, “Pembelajaran dan Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Berbasis Budaya Lokal di Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang”. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh tim yang terdiri atas ketua, anggota, dan tenaga lapangan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat lebih utamanya para remaja atau generasi muda  tentang pentingnya pengetahuan dan pengelolaan lingkungan berbasis budaya lokal di Kabupaten Sumedang, lebih khusus di Kecamatan Cimanggung Desa Sindulang. Selain itu, pengabdian ini pun bertujuan agar masyarakat generasi muda mengetahui, mencintai, dan berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan berbasis budaya lokal yang berada di Desa Sindulang Kabupaten Sumedang khususnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode penyuluhan  pengelolaan lingkungan berbasis budaya lokal. Pemilihan tempat pengabdian di lokasi tersebut didasrkan pada Program Unpad Bermanfaat, yaitu bahwa kehadiran Unpad harus memberikan kontribusi bagi lingkungan terdekat. Penyuluhan pengabdian dapat berupa pembelajaran dan pelatihan terkait dengan teras hijau (apotek hidup), pengelolaan sampah,   penambahan jumlah MCK dan sefiteng, serta kebersihan-keindahan lingkungnan.
KOMPOSITUM BAHASA INDONESIA DALAM MEDIA SOSIAL DARING: SUATU KAJIAN MORFOLOGIS Sofyan, Agus Nero
Metahumaniora Vol 14, No 3 (2024): METAHUMANIORA, DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v14i3.56387

Abstract

Penelitian ini berjudul, “Kompositum Bahasa Indonesia dalam Media Sosial Daring: Suatu Kajian Morfologis.” Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Sumber data yang digunakan adalah surat kabar yang ada di media sosial daring, yaitu Kompas, Republika, Detikcom, Sindonews, dan Antaranews yang terbit pada tahun 2021--2024. Penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih) dengan pendekatan morfologis. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah morfem, kata, dan proses morfologis. Masalah yang dikaji pada penelitian ini adalah karakteristik kompositum, pembentukan kompositum, dan klasifikasi kompositum. Berdasarkan analisis data, ditemukan 5 kompositum berdasarkan karakteristik, 7 kompositum berdasarkan pembentukannya, dan 22 kompositum berdasarkan klasifikasinya, yaitu 5 kompositum yang satu unsur terikat pada unsur yang lain, 12 kompositum, yaitu kedua unsurnya sudah padu, dan 5 kompositum, yaitu kedua unsurnya dapat berdiri sendiri (ditulis terpisah). Kompositum-kompositum itu dapat dideskripsikan secara konstruktif, yaitu dasar-dasar (tas ransel), dasar-turunan, (meja belajar), dan turunan-dasar (penghapus pensil). Selain itu, dapat diungkapkan pula secara kategorial, yaitu nomina-verba (meja makan), nomina-nomina (mobil listrik), nomina-numeralia (Pulau Seribu), nomina-adjektiva (pakaian dalam), verba-nomina (cuci tangan), adjektiva-nomina (mahasiswa), dan adjektiva-verba (sukarela).
REGENERASI SENI SAMRAH KHAS BETAWI WILAYAH UTARA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT: REGENERASI SENI SAMRAH KHAS BETAWI WILAYAH UTARA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT Sofyan, Agus Nero
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i3.275

Abstract

Kelangsungan eksistensi seni Samrah sebagai sebuah bentuk karya seni harus terus dilestarikan agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Sistem regenerasi merupakan salah satu cara upaya untuk melestarikan keterampilan pementasan seni Samrah Bekasi. Permasalahan utamanya adalah sistem regenerasi dan proses regenerasi kesenian Samrah melalui sistem transmisi vertikal dan sistem transmisi horizontal. Penelitian ini bertujuan menganalisis regenerasi kesenian Samrah di Bekasi. Regenerasi terjadi baik dalam pengaturan tradisional maupun kontemporer. Pendekatan etnografi digunakan dengan metodologi penelitian deskriptif kualitatif, yakni menggunakan media wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data. Triangulasi adalah metode validitas data. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dilakukan bersamaan dengan prosedur analisis data dalam penelitian ini. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa hubungan darah memiliki peran genetik dalam proses regenerasi seni Samrah, baik melalui sistem tradisional maupun melalui sistem kontemporer digunakan dalam proses regenerasi bentuk kesenian Samrah di Bekasi. Sistem regenerasi secara tradisional berlangsung dalam konteks keluarga dan masyarakat. Sistem regenerasi secara kontemporer ialah pengunaan media sosial, pelatihan, dan pertunjukan pementasan seni Samrah di Bekasi. Hal ini bertujuan pula untuk mempromosikan seni Samrah kepada hal layak umum dengan jangkauan yang lebih luas melalui peran generasi penerus para pelaku seni khususnya yang berperan aktif dalam pelestarian seni Samrah khas Betawi di Wilayah Utara Bekasi Provinsi Jawa Barat.
KRISIS KETELADANAN DALAM PERIBAHASA SUNDA “CAI TI HILIR MAH KUMAHA TI GIRANGNA” Permadi, R. Yudi; Sofyan, Agus Nero
KABUYUTAN Vol 3 No 3 (2024): Kabuyutan, Nopember 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i3.288

Abstract

Tulisan yang bertopik krisis keteladanan dalam peribahasa Sunda “ Cai ti hilir mah kumaha ti girangna” ini merupakan gambaran sifat manusia yang mengalami krisis keteladanan. Krisis keteladanan yang terjadi diakibatkan oleh tidak adanya suri teladan dari para pemimpin atau penguasa yang seharusnya menjadi anutan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif deskriptif. Peribahasa merupakan objek penelitian yang mengandung nilai-nilai kehidupan dan dapat dijadikan sebagai norma bagi masyarakat untuk dilaksanakan. Nuilai-nilai yang terkandung di dalam peribahasa selanjutnya akan dideskripsikan sehingga makna peribahasa tersebut menjadi terang benderang. Adapun makna yang terungkap dalam peribahasa “Cai ti hilir mah kumaha ti girangna” yaitu krisis keteladanan yang terjadi pada seorang pemimpin/penguasa akan berdampak serupa pada rakyat atau masyarakatnya.. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa keteladanan merupakan cara yang ideal bagi seorang pemimpin/penguasa untuk dicontoh oleh rakyatnya.
KONTRIBUSI PARAGRAF PADA MEDIA MASSA DARING Sofyan, Agus Nero
KABUYUTAN Vol 4 No 1 (2025): Kabuyutan, Maret 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i1.309

Abstract

Penelitian ini berjudul, “Kontribusi Paragraf pada Media Massa Daring”. Keberadaan paragraf dalam pelbagai tulisan di media massa daring, misalnya, artikel umum, laporan penelitian, skripsi yang diunggah pada media massa daring merupakan conditio sine qua non ‘kondisi yang mutlak harus ada’. Pada hakikatnya, bahwa semua tulisan yang berada pada media massa daring itu dituangkan/diwujudkan dalam bentuk (kumpulan) paragraf. Paragraf itu merupakan medium, sarana, alat untuk menyampaikan pelbagai tulisan. Paragraf merupakan hasil tulisan/penelitian yang memiliki satu ide, setiap kalimat yang membangun paragraf satu dengan yang lain berkaitan, dan mengungkapkan makna yang utuh. Paragraf dapat dikaji dari pelbagai kategori, yaitu dari format, unsur pembentuk, syarat, dan kategori paragraf yang bervariatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Sumber data yang digunakan adalah surat kabar yang ada di media massa daring, yaitu Kompas, Republika, Tempo, dan Pikiran Rakyat. Penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih). Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah format, unsur, syarat, dan kategori paragraf. Masalah yang dikaji pada penelitian ini adalah pendeskripsian aspek-aspek paragraf pada pelbagai tulisan, terutama artikel umum. Berdasarkan analisis data, diungkapkan bahwa umumnya paragraf pada media masa daring itu sudah menerapkan aspek-aspek keparagraan, yaitu format, unsur, syarat, dan kategori paragraf.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PERAJIN DAN PENGUSAHA BATIK DI KABUPATEN GARUT Nur, Tajudin; Nugraha, Tb. Chaeru; Sofyan, Agus Nero; Sunarni, Nani; Indrayani, Lia Maulia; Ismail, Nany; Abdul Malik, M. Zulfi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i1.44832

Abstract

Produksi batik Garut yang dikenal dengan batik Garutan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat generasi penerus pada usaha batik tulis, ketidaktersediaan bahan dan modal, serta lemahnya strategi pemasaran dan juga munculnya batik mesin printing. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan pendampingan kepada para perajin batik Garutan. Metode edukasi dan pendampingan yang digunakan adalah metode pemetaan sosial, yaitu rapid appraisal dan participatory appraisal. Pelaksanaan rapid appraisal  diawali dengan melakukan wawancara informan kunci, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD). Adapun pelaksanaanparticipatory appraisaldengan langkah sebagai berikut: pelatihan, pembinaan, pendampingan, dan kaji tindak. Berdasarkan kegiatan edukasi dan pendampingan yang telah dilakukan, terdapat animo dan apresiasi yang besar dari para peserta perajin batik di Kabupaten Garut. Ke depan, kegiatan tersebut dilakukan secara berkesinambungan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para perajin batik di Kabupaten Garut sehingga mereka semangat dalam mengembangkan usahanya.
PROSES VERBALISASI PADA SYAIR KARYA SYIHABUDDIN DAN AL-BUNI DALAM KITAB SYAMSUL MA’ARIF (KAJIAN MORFOLOGI) Alawi, Zamzam Mugni; Sofyan, Agus Nero; Sunarni, Nani; Soemantri, Ypsi Seoria
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4 No 1 (2021): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.13044

Abstract

ABSTRAKSyair merupakan bagian dari karya sastra di dalamnya terdapat berbagai macam proses pembentukan verba salah satunya yaitu seperti yang terdapat pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali dan syair karya Imam Al-Buni yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan terjadinya proses verbalisasi pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali dan syair karya Imam Al-Buni yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kepustakaan (Library Research). Adapun dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu dengan menelaah dan mengkaji sumber data pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali dan syair karya Imam Al-Buni yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif. Teori pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan morfologi atau taṣrīf bahasa Arab menurut Ahmad Al-Hamalawi. (1953). Jumlah bayt pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali terdiri dari 13 bayt dan syair karya Imam Al-Buni terdiri dari 12 bayt. Dengan demikian seluruhnya berjumlah 25 bayt yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif. Dapat disimpulkan yaitu bahwa proses verbalisasi pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali dan syair karya Imam Al-Buni yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif di antaranya meliputi: prefiks (al-sawabiq) berjumlah sebanyak 16 data, sufiks (al-lawahiq) berjumlah sebanyak 6 data, dan konfiks (al-muzdawijah) berjumlah sebanyak 2 data.
EKSISTENSI PERNIKAHAN SEKUFU PADA KALANGAN SYARIFAH GENERASI Z KETURUNAN BA-’ALAWI DI PURWAKARTA: EKSISTENSI PERNIKAHAN SEKUFU PADA KALANGAN SYARIFAH GENERASI Z KETURUNAN BA-’ALAWI DI PURWAKARTA Firmansyah, Eka Kurnia; Hasanah, Maulida; Sofyan, Agus Nero
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.176

Abstract

Dalam penelitian yang berjudul “Eksistensi Pernikahan Sekufu Pada Kalangan Syarifah Generasi Z Keturunan Ba-’Alawi di Purwakarta” ini memaparkan informasi mengenai eksistensi pernikahan sekufu pada kalangan syarifah generasi z di Purwakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tradisi pernikahan pada kalangan Ba-’Alawi di Purwakarta, faktor apa saja yang menimbulkan pernikahan amalgamasi antara syarifah dengan non-sayyid, motivasi yang melatar belakangi pernikahan sekufu pada kalangan Ba-’Alawi, dan pendapat syarifah generasi z di Purwakarta perihal pernikahan sekufu serta eksistensi pernikahan sekufu saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengisian kuesioner, serta studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rangkaian acara pernikahan pada kalangan Ba-’Alawi merupakan bagian dari tradisi dan bukanlah sebuah kewajiban. Rangkaian tradisi pernikahan tersebut terdiri atas khitbah, fatihah, lamaran, malam pacar, akad nikah, resepsi, jalsah gahwa, malam gambus, dan unduh mantu. Kemudian pernikahan amalgamasi antara syarifah dengan non-sayyid dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pola pikir orang tua yang moderat, tidak mengetahui jati diri mereka sebagai keturunan Rasulullah SAW, tidak bersosialisasi antar sesama kalangan Ba-’Alawi, ego yang tinggi, dan mendapat informasi palsu mengenai latar belakang sayyid akibat pemalsuan identitas oleh laki-laki yang mengaku sebagai sayyid keturunan Rasulullah SAW. Selanjutnya, pernikahan sekufu pada kalangan Ba-’Alawi bertujuan untuk menjaga garis keturunan yang berasal dari Rasulullah SAW serta mempererat hubungan kekeluargaan antar sesama keturunan Rasulullah SAW. Terakhir, kalangan syarifah generasi z di Purwakarta menganggap pernikahan sekufu pada kalangan Ba-’Alawi masih eksis dan relevan di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.