Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Techno

PENGARUH SERAT LIMBAH KARPET TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON RINGAN DARI ALWA Yanuar Haryanto
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 17, No 2 (2016): Techno Volume 17 No 2, Oktober 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v17i2.1170

Abstract

ABSTRAK Artificial Lightweight Aggregate atau biasa disebut ALWA dapat digunakan sebagai agregat kasar untuk mendapatkan beton ringan. Di sisi lain, salah satu cara mengingkatkan kinerja beton adalah dengan menambahkan serat pada campuran adukan beton. Makalah ini membahas pengaruh serat limbah karpet terhadap kuat lentur balok beton ringan dari ALWA. Pengujian dilakukan terhadap balok beton berukuran 15 cm x 15 cm x 60 cm dengan variasi volume fraksi serat limbah karpet 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1,00%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa serat limbah karpet mampu meningkatkan kuat lentur balok beton ringan dari ALWA sampai dengan 1,09 MPa atau meningkat sebesar 7,15%. Kadar serat limbah karpet yang optimum untuk mencapai kuat lentur yang maksimum adalah 0,47%. Dengan adanya serat limbah karpet, keruntuhan tidak terjadi secara tiba-tiba dengan nilai defleksi mengalami pengurangan sampai dengan 24,32%. Kata kunci : ALWA, Beton ringan, Defleksi, Keruntuhan, Kuat lentur ABSTRACT Artificial Lightweight Aggregate or so-called ALWA can be used as coarse aggregate to obtain lightweight concrete. On the other hand, one way to improve the performance of concrete is by adding fiber to the concrete mix. This paper discusses the effect of waste carpet fiber to the flexural strength of ALWA lightweight concrete beams. Tests carried out on concrete beams measuring 15 cm x 15 cm x 60 cm with a variety of volume fraction of waste carpet fiber 0%, 0.25%, 0.50%, 0.75% and 1.00%. The test results showed that the waste carpet fiber can improve the flexural strength of ALWA lightweight concrete up to 1.09 MPa, an increase of 7.15%. Optimum volume fraction of carpet wate fiber to achieve the maximum flexural strength is 0.47%. With the carpet waste fiber, the failure does not occur suddenly with a value of deflection experienced a reduction of up to 24.32%. Key word: ALWA, Lightweight concrete, Deflection, Failure, Flexural strength
Karakteristik Batako Self Compacting Concrete (SCC) Limbah Ban Bekas untuk Material Dinding Bangunan Ramah Lingkungan Nastain Nastain; Yanuar Haryanto
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 24, No 2 (2023): Techno Volume 24 NO.2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v24i2.18252

Abstract

Batako merupakan salah satu material alternatif dinding yang murah, kuat, dan mudah dalam pengerjaannya. Tetapi mempunyai kelemahan antara lain berat dan mudah pecah. Penggunaan potongan limbah ban bekas dalam campuran batako diharapkan dapat meningkatkan ketahanan batako, sehingga ringan dan tidak mudah pecah. Metode penelitian dilakukan menggunakan benda uji dinding dengan ukuran batako 34,5 x 12 x 9 cm. Campuran batako antara semen : agregat adalah 1 : 6 dengan mengunakan fas 0,6.  Sedangkan kadar % volume ban bekas divariasi sebesar 50%, 55%, 60%, 65%, 70% dan 75% tehadap volume agregat. Kelecakan campuran ditingkatkan dengan penambahan superplasticizer sebesar 0,5% terhadap berat semen sehingga didapatkan campuan beton SCC. Karakteristik fisik dan mekanik dinding batako diketahui dengan melakukan pengujian berat satuan, kuat tekan, kuat lentur dan kuat geser terhadap benda uji berdasarkan SNI 03-0348-1989, SNI 03-4165-1996 dan SNI 03-4166-1996. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat satuan batako SCC adalah sebesar 913,02 kg/m3 sehingga termasuk kategori batako ringan atau menurun 52,9% dibandingkan batako tanpa ban bekas. Sedangkan nilai kuat tekan, kuat lentur dan kuat geser dinding batako akan menurun dengan meningkatnya penambahan kadar ban bekas.