Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Membina Interaksi Sosial Siswa di SMPN 1 Simpati Kabupaten Pasaman Siti Nurfatirah; Muhiddinur Kamal; Afrinaldi Afrinaldi; Dodi Pasila Putra
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6959

Abstract

Penelitian ini memfokuskan kepada Peranan Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Membina Interaksi Sosial Siswa Di Smp N 1 Simpati Kabupaten Pasaman. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peranan Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Membina Interaksi Sosial Siswa Di Smp N 1 Simpati Kabupaten Pasaman. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metodologi penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu dengan menggambarkan kejadian yang terjadi dilapangan. Teknik yang peneliti pilih adalah snowball sampling yaitu informan diambil secara acak. Satu informan dapat memberikan informasi-informasi yang akan dikembangkan. Informan kunci adalah dua guru bimbingan dan konseling dan informan pendukung adalah lima orang siswa SMP N 1 Simpati. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang penulis gunakan adalah reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa peran yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling memperbaiki interaksi sosial siswa yaitu dengan menyusun program bimbingan dan konseling, melaksanakan program bimbingan dan konseling dalam mengatasi intetraksi sosial siswa dengan memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Evaluasi layanan bimbingan dan konseling dilakukan dengan memberikan layanan segera, hasil analisis dan tindak lanjut dilakukan dengan memberikan layanan konseling perorangan kepada siswa. Pembinaan guru bimbingan dan konseling ini telah terlaksana dengan baik.
Pengaruh Harapan terhadap Kecenderungan Residivis pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Lubuk Basung Joni Candra; Dodi Pasila Putra
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7217

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini ditemukan tingkat kecenderungan redivis di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Lubuk Basung masih tinggi. Terlihat dari beberapa narapidana yang sudah dibebaskan mengulangi kejahatan kembali dengan kasus yang sama sehingga ditahan kembali, hal ini sebabkan oleh masih rendahnya harapan untuk berubah dalam diri narapidana tersebut. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya Pengaruh Harapan Terhadap Kecenderungan Residivis Pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Basung. Penelitian ini tergolong penelitian kuantitaif dengan pendekatan regresi yaitu melihat pengaruh dua buah variabel yang berbeda. Populasi penelitian ini adalah seluruh narapidana yang mengalami kasus residivis sebanyak 38 orang narapidana. Sampel penelitian sejumlah 38 orang yang diambil menggunakan teknik total samplimg. Data dikumpulkan menggunakan metode skala dengan instrument skala likert dan kemudian diolah dengan teknik analisis data menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25. Hasil uji hipotesis pada penelitian ini didapatkan bahwa didapatkan Fhitung > Ftabel (11,192 > 4,11) dengan koefisien determinasi 23,7% dengan 76,3 dipengaruhi oleh faktor lain, dimana dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara harapan terhadap kecenderungan residivis pada narapidana Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Lubuk Basung.
Upaya Guru dalam Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Ampek Angkek Anne Gustri Mahardika; Dodi Pasila Putra; Iswantir M; Hidayani Syam
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7317

Abstract

Penelitian ini membahas tentang upaya guru dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa (SLB) Negeri 1 Ampek Angkek. Guru sebagai pendidik memiliki peranan yang besar dalam mendidik dan mengembangkan rasa kepercayaan diri anak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri 1 Ampek Angkek. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) bersifat deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan suatu fenomena/peristiwa yang terjadi di lapangan yang kemudian dianalisis. Dalam penelitian yang menjadi informan kunci adalah guru dan yang menjadi informan pendukung adalah kepala sekolah. Untuk memperolah data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan untuk pengolahan data peneliti menggunakan metode reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil peneliti dilapangan yaitu dimana hasil upaya yang dilakukan guru dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak dapat dikategorikan sangat baik, dan dari hasil wawancara peneliti menunjukan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam menumbuhkan percaya diri anak adalah dengan memberikan pujian dan perhatian. Pemberian pujian dan perhatian pada anak memberikan pengaruh yang postif dalam proses menumbuhkan percaya dirinya. Pujian dan perhatian dari guru, orang tua dan lingkungan menjadi motivator bagi anak untuk berani menampilkan dirinya dan terhindar dari rasa takut. Pujian dan perhatian juga menjadi pemenuhan atas kebutuhan dasarnya yang berupa penghargaan, perasaan tersebut akan membawa anak untuk mampu mencapai aktualisasi dirinya yang ditampilkan melalui rasa percaya diri.
Pengaruh Teknik Desensitisasi Sistematik terhadap Kecemasan Siswa dalam Menghadapi Ujian Dimasa Pendemi Covid-19 Di SMPN 1 Sungai Pua Gita Febriani; Dodi Pasila Putra; Afrinaldi Afrinaldi; Fadhilla Yusri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8526

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada SMPN 1 Sungai Pua yang menunjukkan bahwasanya didapati siswa mengalami kecemasan saat menghadapi ujian. Siswa merasa tidak tenang dan tidak rileks saat detik-detik akan menghadapi ujian dikarenakan siswa banyak yang tidak belajar di rumah, saat waktu akan dilaksanakannya ujian mereka sibuk membaca catatan dan membahas soal-soal yang di berikan guru sebelumnya. Ketika siswa melakukan ujian di dalam kelas terdapat siswa yang sangat gelisah, cemas, terlihat ragu dalam menjawab soal ujian, tidak berkonsentrasi saat ujian. Untuk mereduksi kecemasan kecemasan siswa menghadapi ujian semester tersebut guru BK berupaya mengatasinya melalui beberapa jenis teknik konseling salah satunya dengan teknik desensitisasi sistematik. Peneliti mencoba melakukan teknik desensitisasi sistematik dalam layanan konseling individual. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penggunaan teknik desensitisasi sistematik untuk mengurangi kecemasan siswa dalam menghadapi ujian semester dimasa pandemi covid-19 di SMPN 1 Sungai Pua. Penelitian ini tergolong pre eksperimen model One Group Pretest Postest Design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 98 orang, sedangkan teknik yang dipakai dalam pengambilan sampel adalah teknik Non Random Sampling yaitu Purposif Sampling dimana pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu, sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 8 orang. Instrument pengumpulan data adalah skala likert. Data tentang kecemasan menghadapi ujian semester dikumpulkan melalui skala, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Rank Test dengan bantuan SPSS 23. Hasil penelitian yang telah diketahui dari hasil nilai uji Z (Wilcoxon) menunjukkan perbedaan antara nilai pretest dan postest. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh nilai Z sebesar -2,524. Berdasarkan ketentuan yang berlaku diketahui hasil uji Wilcoxon sig p-value sebesar 0,012 <?(? = 0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan kecemasan siswa menghadapi ujian semester dimasa pandemi covid-19 untuk pretest dan postest melalui teknik desensitisasi sistematik.
Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menangani Siswa yang Kecanduan Game Online di SMPN 3 Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Tiara Afiah; Dodi Pasila Putra; Deswalantri Deswalantri; Fadhillah Yusri
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i3.1464

Abstract

The purpose of this study was to find out what the guidance and counseling teacher's efforts are in dealing with students who are addicted to online games in students of SMPN 3 Harau District, Fifty City District. The purpose of this research is to add insight into the efforts of guidance and counseling teachers in dealing with students who are addicted to online games. This type of research is field research (Field Research) with a qualitative descriptive method, namely research that produces descriptive data in the form of written or spoken words from people and the observed behavior. The informants in this study were divided into two, namely key informants and supporting informants. Guidance and counseling teacher key informants, four student support informants. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Based on the results of the study, it shows that the efforts of guidance and counseling teachers in dealing with students who are addicted to online games are using curative efforts. Curative effort is an activity or a series of treatment activities to overcome a problem that occurs. In curative efforts there is an alleviation function, where the alleviation function is an effort made to overcome problems through guidance and counseling services with the aim that deviant behavior does not occur again. Curative efforts are provided through basic services with individual counseling strategies, providing educational punishments to students and collaborating with related parties.
UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MENGATASI PERILAKU PORNOGRAFI PADA SISWA DI SMP NEGERI 1 PALUPUH KABUPATEN AGAM Esa Yusni Saputri; Dodi Pasila Putra; Deswalantri; Alfi Rahmi
KOLONI Vol. 1 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.81 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i1.29

Abstract

The main problem in this study is a problem related to deviant behavior, namely student cellphones containing pornographic images and videos, known by the search history on their smartphones. They save pornographic video sites and view them when the teacher is not around. There are students who cannot limit their association with the opposite sex and so on. The purpose of this study was to find out what the guidance and counseling teacher's efforts were to overcome pornographic behavior in students at SMP Negeri 1 Palupuh, Agam Regency. This type of research is a field research (Field Research) with a qualitative descriptive method, namely research that produces descriptive data in the form of written or spoken words from people and observable behavior. Informants in this study were divided into two, namely key informants and supporting informants. The key informant is the guidance and counseling teacher, the supporting informant is six students. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Based on the results of the study indicate that the efforts made by the guidance and counseling teachers to overcome pornographic behavior in students are using curative efforts. Curative effort is an activity or series of treatment activities to overcome a problem that occurs. In curative efforts there is an alleviation function where the alleviation function is an effort made to overcome problems through guidance and counseling services with the aim that deviant behavior does not occur again. Curative efforts are provided through basic services with individual counseling strategies, providing educational punishments to students and cooperating with related parties. Keyword: Guidance and Counseling Teacher Efforts, Pornographic Behavior
Penerapan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Autis di Sekolah Luar Biasa Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak Bukittinggi Betty Rahmadani; Dodi Pasila Putra
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 4 No. 1 (2021): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Novembe
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.03 KB) | DOI: 10.38035/rrj.v4i1.429

Abstract

Dari hasil observasi dan wawancara penulis dengan kepala sekolah, dapat diketahui bahwa sebelumnya belum pernah dilakukan penelitian pada sekolah ini. Kepala sekolah juga menyampaikan bahwa siswa autis yang memiliki kepercayaan diri yang rendah adalah siswa autis dalam kategori ringan. Kepala sekolah menjelaskan berbagai macam tingkah yang dilakukan oleh siswa autis dalam kategori ringan ini, seperti merasa takut saat bertemu dengan orang baru, mereka memiliki persepsi bahwa setiap orang baru itu akan menyakitinya sehingga siswa autis cenderung bersembunyi dan menyendiri. Ada juga siswa autis yang selalu ingin ditemani oleh orang tua atau salah satu dari anggota keluarganya saat berada di sekolah, dikarenakan siswa autis akan merasa aman dengan kehadiran orang terdekatnya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa autis di sekolah atau tidak. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Jenis penelitian eksperimen ini adalah Pre-Experimental Design (eksperimen pura-pura) yang model penelitiannya yaitu One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa autis yang ada di Sekolah Luar Biaya Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak Bukittinggi dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu siswa autis yang mempunyai rasa kepercayaan diri yang tergolong rendah. Cara pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan teknik Purposive Sampling, dan instrumen yang digunakan berupa Skala Likert. Sedangkan uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon dalam SPSS 20. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui bahwa adanya perbedaan antara nilai pretest dan nilai posttest. Pada nilai pretest terdapat 10 siswa autis dalam kategori sedang dengan persentase 100%. Sementara itu, setelah diberi perlakuan berupa layanan bimbingan kelompok, maka nilai posttest mengalami peningkatan sebanyak 9 siswa autis dalam kategori tinggi dengan persentase 90%. Dari hasil tes statistic dapat diketahui bahwa nilai Z -2,80 dan Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,005. Karena nilai 0,005 lebih kecil dari < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa “hipotesis diterima” artinya ada perbedaan antara hasil kepercayaan diri siswa autis untuk pretest dan posttes sehingga bisa disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan metode bimbingan kelompok terhadap kepercayaan diri siswa autis.