Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JCRS (Journal of Community Research and Service)

Pelatihan Copy Writing dan Travel Writing untuk Promosi Pariwisata Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu Bagi Generasi Milenial Nasution, Sukma Septian; Kusumoriny, Laksmy Ady; Fitria, Sari; Siregar, Hendrik Fasco; Fania, Frieda
Journal of Community Research and Service Vol 5, No 2: July 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v5i2.28505

Abstract

Desa Ciemas merupakan salah satu dari beberapa desa di Kecamatan Ciemas yang merupakan wilayah penggerak perekonomian Kabupaten Sukabumi pada sektor pariwisata. Dinas Pariwisata setempat mencatat bahwa sekitar 6.000 wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung setiap tahunnya.. Jumlah wisatawan ini sebenarnya masih terbilang rendah jika dilihat dari potensi sumber daya alam yang ada. Hasil wawancara dengan salah satu pemangku kepentingan di pemerintah daerah Sukabumi menemukan bahwa sedikitnya ada tiga masalah yang dihadapi oleh Desa Ciemas dalam meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara, yaitu (1) belum adanya upaya pemberdayaan sumber daya masyarakat generasi milenial; (2) keterbatasan kemampuan berbahasa Inggris; (3) pengelolaan teknologi informasti yang belum tepat sasaran. Maka program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pemberdayaan generasi milenial melalui pelatihan Copy Writing dan Travel Writing penting dilaksanakan guna mempromosikan paiwisata di Desa Ciemas kepada masyarakat dunia. Dengan metode pelatihan berbasis blended learning, pengabdian ini berhasil meningkatkan kemampuan milenial dalam (1) kemampuan Copy Writing dan Travel Writing dalam mempromosikan pariwisata di Desa Ciemas melalui media sosial yang mereka miliki; dan (2) kemampuan untuk mengoperasikan aplikasi digital untuk mempromosikan tempat wisata di Desa Ciemas.
ENGLISH FOR TOURISM UNTUK PEDAGANG DI KAWASAN PANTAI BANDULU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI JUAL BELI Nasution, Sukma Septian; Kusumoriny, Laksmy Ady; Sitepu, Setiana Sri Wahyuni
Journal of Community Research and Service Vol 6, No 2: July 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v6i2.37495

Abstract

Community service underpinned within English for tourism is rarely conducted to the practitioners. Whereas, it is urgent to do that residents living in the tourism spots and are intensely mingled in the tourism services need knowledge and skills in both communication and tourism insights. These skills will be helpful for them to interact more potential tourists to come. One of them is the tourist attraction of Bandulu beach, Anyer, Banten. In connection with this, concrete steps to provide practical English training for residents around the tourist area must be implemented immediately to improve English proficiency which is one of the reasons why the tourists visit the tourist attraction. Local government data states that only 1-5% of visitors to Bandulu beach tourism are foreign tourists. That is, if in 1 month there are 1000 visitors then only 10 to 50 foreign tourists. In fact, Wiyatno (2013) stated that foreign tourist visits to Indonesia have increased almost every year. The potential number of foreign tourists should be supported by human resources with tourism insight and proficiency in foreign languages, especially good English so that communication with general English in the tourism sector can be carried out. Master, P. (1998,) said the need for mastery of English is increasing along with the need for professionals in the tourism sector. From the results of a brief interview with one of the food vendors on Bandulu Beach, communication failures often occur when foreign tourists ask for information on traditional Betawi food available around this tourist spot. The limitations of the surrounding community to communicate in English made foreign tourists not get a satisfactory answer. This problem will have a negative impact in the form of a lack of interest in the tourist attraction, especially for foreign tourists. therefore, English for Tourism for traders in Bandulu Beach is urgent to be implemented.
TEKNIK BERCERITA UNTUK MENINGKTKAN KEMAMPUAN KOSAKATA SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 KOTA DEPOK Kusumoriny, Laksmy Ady; Fitria, Sari; Nasution, Sukma Septian
Journal of Community Research and Service Vol 7, No 1: January 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v7i1.43244

Abstract

Kosakata sebagai elemen vital dalam komunikasi merupakan salah satu hambatan bagi penutur bahasa kedua dan atau bahasa Asing. Untuk bahasa Inggris sebagai bahasa asing, masyarakat Indonesia memiliki hambatan dalam kosakata dikarenakan kemampuan mengingat yang rendah. Hal tersebut juga dialami oleh siswa kelas X  SMA Negeri 10 Depok. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris bagi siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Depok melalui teknik bercerita. Teknik bercerita melibatka konteks yang dapat membuat siswa mampu mengingat dan memahami diksi sehingga kosakatanya akan meningkat. SMAN 10 Depok sebagai salah satu sekolah unggulan di kota Depok merupakan salah satu mitra pengabdian masyarakat program studi Sastra Inggris Universitas Pamulang. Pengabdian yang dilaksanakan selama 3 hari ini melibatkan 5 mahasiswa Sastra Inggris terpilih yang ditugaskn langsung untuk bercerita dan melakukan serangkaian aktivitas terstruktur. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 10 Depok mampu menikmti teknik bercerita dan mengikuti alur cerita dengan baik walaupun kemampuan koakata masih terbatas. Hal ini dikarenakan teknik becerita melibatkan konteks yang holistic dan membantu pemahaman terhadap kosakata yang masih terasa asing. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik bercerita merpakan teknik meningkatkan kosakata yang baik bagi siswa sehingga disarankan untuk para guru dalam mengajar kosakata agar dapat melibatkan konteks seerti halnya teknik bercerita.
Pelatihan Copy Writing dan Travel Writing untuk Promosi Pariwisata Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu Bagi Generasi Milenial Nasution, Sukma Septian; Kusumoriny, Laksmy Ady; Fitria, Sari; Siregar, Hendrik Fasco; Fania, Frieda
Journal of Community Research and Service Vol. 5 No. 2: July 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v5i2.28505

Abstract

Desa Ciemas merupakan salah satu dari beberapa desa di Kecamatan Ciemas yang merupakan wilayah penggerak perekonomian Kabupaten Sukabumi pada sektor pariwisata. Dinas Pariwisata setempat mencatat bahwa sekitar 6.000 wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung setiap tahunnya.. Jumlah wisatawan ini sebenarnya masih terbilang rendah jika dilihat dari potensi sumber daya alam yang ada. Hasil wawancara dengan salah satu pemangku kepentingan di pemerintah daerah Sukabumi menemukan bahwa sedikitnya ada tiga masalah yang dihadapi oleh Desa Ciemas dalam meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara, yaitu (1) belum adanya upaya pemberdayaan sumber daya masyarakat generasi milenial; (2) keterbatasan kemampuan berbahasa Inggris; (3) pengelolaan teknologi informasti yang belum tepat sasaran. Maka program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pemberdayaan generasi milenial melalui pelatihan Copy Writing dan Travel Writing penting dilaksanakan guna mempromosikan paiwisata di Desa Ciemas kepada masyarakat dunia. Dengan metode pelatihan berbasis blended learning, pengabdian ini berhasil meningkatkan kemampuan milenial dalam (1) kemampuan Copy Writing dan Travel Writing dalam mempromosikan pariwisata di Desa Ciemas melalui media sosial yang mereka miliki; dan (2) kemampuan untuk mengoperasikan aplikasi digital untuk mempromosikan tempat wisata di Desa Ciemas.
ENGLISH FOR TOURISM UNTUK PEDAGANG DI KAWASAN PANTAI BANDULU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI JUAL BELI Nasution, Sukma Septian; Kusumoriny, Laksmy Ady; Sitepu, Setiana Sri Wahyuni
Journal of Community Research and Service Vol. 6 No. 2: July 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v6i2.37495

Abstract

Community service underpinned within English for tourism is rarely conducted to the practitioners. Whereas, it is urgent to do that residents living in the tourism spots and are intensely mingled in the tourism services need knowledge and skills in both communication and tourism insights. These skills will be helpful for them to interact more potential tourists to come. One of them is the tourist attraction of Bandulu beach, Anyer, Banten. In connection with this, concrete steps to provide practical English training for residents around the tourist area must be implemented immediately to improve English proficiency which is one of the reasons why the tourists visit the tourist attraction. Local government data states that only 1-5% of visitors to Bandulu beach tourism are foreign tourists. That is, if in 1 month there are 1000 visitors then only 10 to 50 foreign tourists. In fact, Wiyatno (2013) stated that foreign tourist visits to Indonesia have increased almost every year. The potential number of foreign tourists should be supported by human resources with tourism insight and proficiency in foreign languages, especially good English so that communication with general English in the tourism sector can be carried out. Master, P. (1998,) said the need for mastery of English is increasing along with the need for professionals in the tourism sector. From the results of a brief interview with one of the food vendors on Bandulu Beach, communication failures often occur when foreign tourists ask for information on traditional Betawi food available around this tourist spot. The limitations of the surrounding community to communicate in English made foreign tourists not get a satisfactory answer. This problem will have a negative impact in the form of a lack of interest in the tourist attraction, especially for foreign tourists. therefore, English for Tourism for traders in Bandulu Beach is urgent to be implemented.
TEKNIK BERCERITA UNTUK MENINGKTKAN KEMAMPUAN KOSAKATA SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 KOTA DEPOK Kusumoriny, Laksmy Ady; Fitria, Sari; Nasution, Sukma Septian
Journal of Community Research and Service Vol. 7 No. 1: January 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v7i1.43244

Abstract

Kosakata sebagai elemen vital dalam komunikasi merupakan salah satu hambatan bagi penutur bahasa kedua dan atau bahasa Asing. Untuk bahasa Inggris sebagai bahasa asing, masyarakat Indonesia memiliki hambatan dalam kosakata dikarenakan kemampuan mengingat yang rendah. Hal tersebut juga dialami oleh siswa kelas X  SMA Negeri 10 Depok. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris bagi siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Depok melalui teknik bercerita. Teknik bercerita melibatka konteks yang dapat membuat siswa mampu mengingat dan memahami diksi sehingga kosakatanya akan meningkat. SMAN 10 Depok sebagai salah satu sekolah unggulan di kota Depok merupakan salah satu mitra pengabdian masyarakat program studi Sastra Inggris Universitas Pamulang. Pengabdian yang dilaksanakan selama 3 hari ini melibatkan 5 mahasiswa Sastra Inggris terpilih yang ditugaskn langsung untuk bercerita dan melakukan serangkaian aktivitas terstruktur. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 10 Depok mampu menikmti teknik bercerita dan mengikuti alur cerita dengan baik walaupun kemampuan koakata masih terbatas. Hal ini dikarenakan teknik becerita melibatkan konteks yang holistic dan membantu pemahaman terhadap kosakata yang masih terasa asing. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik bercerita merpakan teknik meningkatkan kosakata yang baik bagi siswa sehingga disarankan untuk para guru dalam mengajar kosakata agar dapat melibatkan konteks seerti halnya teknik bercerita.