Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

FORMULASI MASKER GEL PEEL-OFF MINYAK BIJI KELOR (Moringa Oleifera) Arviani, Arviani; Dwi Larasati; Melinda Fitriani
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.835 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v13i2.278

Abstract

Minyak biji kelor (Moringa oleifera) mengandung senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan yang dapat melawan bahaya toksik serta oksidasi radikal bebas. Masker gel peel-off merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk merawat wajah dan memiliki keunggulan yaitu mudah dalam penggunaan dan dapat dibersihkan dengan cara melepaskan film dari kulit wajah sekitar 15-30 menit pemakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak biji kelor dapat diformulasikan dalam bentuk masker gel peel-off melalui evaluasi sifat fisik masker gel peel-off minyak biji kelor. Konsentrasi minyak biji kelor yang digunakan yaitu 7,5%, 10% dan 12,5%. Pengujian yang dilakukan terhadap sediaan masker gel peel-off yang dibuat meliputi uji homogenitas, organoleptis, pH, daya mengering dan uji tipe emulsi. Hasil penelitian terhadap sifat fisik masker gel menunjukkan bahwa minyak biji kelor dengan dapat diformulasikan dalam sediaan masker gel peel-off peel-off minyak biji kelor dan memiliki tipe emulsi minyak dalam air (m/a).
Skrining Fitokimia dan Penentuan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Limbah Kulit Pisang (Musa acuminata Colla) Dwi Larasati; Filu Marwati Santoso Putri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i1.330

Abstract

Kulit pisang umumnya dianggap sebagai limbah sampah yang tidak digunakan. Senyawa aktif yang terkandung di dalam kulit pisang diantaranya senyawa flavonoid dan fenol yang bersifat antioksidan. Flavonoid merupakan bagian dari senyawa turunan polyphenolic yang terdapat pada tumbuhan. Tanin merupakan senyawa polifenol yang dimiliki kulit pisang. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk menentukan kadar flavonoid ektrak etanol kulit pisang. Ekstrak etanol kulit pisang dihasilkan melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil identifikasi kualitatif dari ekstrak etanol kulit pisang mengandung senyawa diantaranya flavonoid, steroid dan tanin galat. Penetapan kandungan flavonoid dilakukan panjang gelombang maksimum 435 nm berdasarkan metode AlCl3. Kandungan flavonoid yang  dihasilkan yaitu 0,175%.
Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Tikus Putih Jantan (Ratus norvegicus) Galur Sprague-Dawley Arviani; Helda Nurfitriana; Muhammad Fariez Kurniawan; Dwi Larasati
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v14i1.316

Abstract

Prevalensi penyakit asam urat di Indonesia cukup tinggi, yaitu sebesar 7,3 %. Penderita asam urat umumnya mencari pengobatan alternatif, salah satunya adalah herba Seledri. Seledri adalah salah satu tanaman yang berpotensi untuk menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya adalah menurunkan kadar asam urat. Seledri mengandung berbagai senyawa kimia seperti flavonoid, saponin dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol herba Seledri dalam menurunkan kadar asam urat pada tikus putih jantan dan menentukan dosis ekstrak etanol herba Seledri yang efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada tikus putih jantan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Sampel penelitian menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor. Model hewan dibuat hiperurisemia menggunakan penginduksi kalium bromat dengan dosis 111 mg/kgBB. Kelompok I (kontrol negatif) diberi suspensi Na CMC 0,5 %. Kelompok II (kontrol positif) diberi suspensi Allopurinol 5,4 mg/kgBB. Kelompok III, IV, dan V diberi ekstrak etanol herba Seledri masing-masing dengan dosis 25 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, dan 75 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba Seledri (Apium graveolens L.) pada dosis 25 mg/kgBB, 50 mg mg/kgBB, dan 75 mg/kgBB memiliki aktivitas antihiperurisemia terhadap tikus putih jantan (Rattus norvegicus).
Elimination of the Ultraviolet Spectrophotometric-Based Limitation on the Quantification of Metformin HCl in Acid-Stage Medium for a Comparative Dissolution Testing Syaiful Choiri; Dwi Larasati; Ilham Kuncahyo
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 20 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/jfi.v20i1.2150

Abstract

Herein, this work aimed to develop an ultraviolet spectrophotometric assay for metformin HCl in comparative dissolution testing along with the acid stage medium due to low molar absorptivity. Metformin HCl was incorporated into the immediate tablet formulation to mimic the analytical matrix system. The dissolution validation procedure was carried out by linearity, accuracy, precision, the limit of quantification, filter compatibility, and aliquot stability that fulfil the USP method for validation of dissolution procedure, particularly assay of the analyte.The results revealed that metformin HCl had difficulty quantifying in acid pH due to the absence UV-band peak. The addition of pH-shifting agents promoted better performance for metformin quantification. Therefore, the method was successfully developed along with R2, predicted R2, accuracy, and precision of 0.9999, 0,9998, 100.57%, and 1.27%, respectively. In addition, it had the minimum placebo interference (0.47%) and was stable for long-term storage under determined conditions.
Antibacterial Potential of Kaempferia parviflora Rhizome Extract against Staphylococcus aureus ATCC 25923 Leswara, Dianita Febrina; Larasati, Dwi
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 12, No 3 (2024): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.17977

Abstract

Bacteria are one of the organisms that cause infectious diseases. One of the bacteria that can cause infection is Staphylococcus aureus. Treatment of bacterial infections is by using antibiotics, but using the antibiotics for a long term can cause resistance. It is necessary to look for alternative compounds that can inhibit the growth of Staphylococcus aureus. In the bioprospecting process of medicinal plants, it is not only necessary to rely on empirical information but also to have scientific evidence proven through scientific testing. One of the plants with potential as a medicine is black ginger (Kaempferia parviflora). The aim of this study is to determine the effectiveness of Kaempferia parviflora rhizome in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The concentrations of the Kaempferia parviflora extract tested were 25%, 50%, 75%, and 100%. Based on the results, it can be concluded that the ethanol extract of Kaempferia parviflora rhizome has antibacterial activity against the growth of Staphylococcus aureus ATCC 25923 at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%, with strong antibacterial inhibition. This study is expected to contribute to the field of health in general and pharmacy in particular by developing the potential of Indonesian medicinal plants. The findings of this study will be directed toward the development of formulations with antibacterial activity.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Padat Alami Berbasis Daun Kelor dan Minyak Zaitun Larasati, Dwi; Rahayu, Budi; Okta Viyani, Ari; Sunarsih, Tri; Sarmin, Sarmin; Mona Airin, Claude; Soffan, Alan; Puji Astuti, Endah; Fit Ari Shanti, Elvika
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.209

Abstract

Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun padat alami berbasis daun kelor dan minyak zaitun bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi produk ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Pelatihan ini dilaksanakan pada 8 November 2024 dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang. Metode yang digunakan adalah pendekatan praktis dengan memberikan materi teori dan diikuti dengan praktik langsung pembuatan sabun. Teknik analisis dilakukan dengan membandingkan hasil evaluasi sebelum dan setelah pelatihan serta melakukan observasi terhadap produk yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 21,16%, dengan produk sabun alami yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dalam hal kesehatan kulit dan ramah lingkungan. Pelatihan ini berhasil mencapai tujuan pemberdayaan masyarakat dan dapat menjadi dasar untuk pengembangan produk yang lebih luas serta peluang usaha bagi masyarakat.
Mengenal Gejala Nyeri dan Solusi Melalui Pendekatan Tradisional dan Medis Larasati, Dwi; Andriani, Yuni; Hidiyaningtyas, Luthfi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1963

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang dapat mengganggu kualitas hidup seseorang. Penanganan nyeri yang tepat, baik secara medis maupun tradisional, sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, sebagian masyarakat masih mengandalkan pengobatan sendiri atau swamedikasi tanpa pemahaman yang memadai, sehingga berisiko menimbulkan efek samping atau memperburuk kondisi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait nyeri, penyebabnya, serta penatalaksanaan yang tepat menggunakan pendekatan medis dan tradisional. Kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan kadar asam urat, penyuluhan, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan nyeri, termasuk pentingnya konsultasi medis dan penerapan gaya hidup sehat.
Peningkatan Rasionalitas Swamedikasi Melalui Sosialiasi Gerakan Sadar Obat Bebas DAGUSIBU Lutfi Hidiyaningtyas; Larasati , Dwi
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 6 No 2 (2024): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v6i2.1406

Abstract

. Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 melaporkan persentase masyarakat yang melakukan swamedikasi di Provinsi DI. Yogyakarta sebesar 82,74%. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan persentase tahun 2021 yaitu sebesar 80,68%. Tingginya tingkat swamedikasi dan adanya banyak faktor yang mendasari seseorang melakukan swamedikasi harus menjadi perhatian bagi seorang apoteker. Kesalahan dalam pengobatan (medication error) merupakan permasalahan yang banyak terjadi di kalangan masyarakat pada swamedikasi. Salah satu hal yang mendukung terjadinya peristiwa tersebut karena kurangnya edukasi yang memadai kepada masyarakat terkait informasi mengenai cara mendapatkan obat dengan benar, menggunakan obat dengan benar, menyimpan obat dengan benar dan membuang obat dengan benar. Masyarakat Dukuh Medelan, Kelurahan Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul merupakan salah satu masyarakat yang sering melakukan swamedikasi pada kondisi-kondisi yang ringan seperti demam, batuk, dan diare dengan membeli obat di warung atau apotek terdekat. Dari hasil observasi diketahui bahwa tingkat pengetahuan tentang penggunaan dan pengelolaan obat masyarakat Dukuh Medelan masih rendah, sehingga perlu adanya pemberian edukasi kepada masyarakat Dukuh Medelan tentang pentingnya menggunakan obat dengan benar, meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih dan menggunakan obat secara benar, dan akhirnya akan meningkatkan penggunaan obat secara rasional dalam swamedikasi.
Formulasi Sediaan Emulgel Minyak Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum L.,) Sebagai Antiinflamasi Tsalasani, Nanda; Larasati, Dwi
JOURNAL OF PHARMACEUTICAL (JOP) Vol. 2 No. 2, Special Edition (2024): Journal of Pharmaceutical (JOP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jop.v2i2, Special Edition.1467

Abstract

Bacground: The use of natural ingredients has been widely used in the world of health for treatment, one of which is the clove plant (Syzygium aromaticum L.,). The clove plant is a plant from the Myrtaceae family, a dried simplicia which is widely used, for example as a food ingredient and for use in the pharmaceutical sector. Emulgel consists of two phases, namely a large phase of organic molecules that penetrate water in the form of a gel and a small oil phase. The presence of an oil phase in it makes emulgel superior compared to gel preparations. Obhjective: The aim objective this research is to determine the composition of the combined emulsifier, namely Tween 80 and Span 80, to obtain a good emulgel preparation. Method: The method used was experimental with 3 formulas with different emulsifier compositions and the physical properties of the preparations were evaluated. Result: Based on the experimental results, clove flower oil emulsion was obtained with a clear brownish yellow organoleptic form, the pH value of the three formulas met SNI requirements, namely 6.0 - 6.2; Spreadability ranges from 5.67 - 8.95, viscosity meets SNI standards and minimum content > 90%. Conclusion: Based on research, a good clove flower oil emulgel formula was obtained, namely formula III with a pH value of 6.2 ± 0.3, a viscosity of 22,926 CPs and a spreadability of 8.95 ± 0.03. Formula III also shows that it meets the minimum content test requirements as required by the Indonesian Pharmacopoeia Edition VI
Inovasi Pemanfaatan Daun Sirsak Dalam Formulasi Masker Gel Peel-Off Sebagai Sediaan Kosmetik Larasati, Dwi; Fatkhunisa , Wulan; Bingar Hernowo , Bingar; Tsalasani Zulfaidah , Nanda
JOURNAL OF PHARMACEUTICAL (JOP) Vol. 2 No. 2, Special Edition (2024): Journal of Pharmaceutical (JOP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jop.v2i2, Special Edition.1468

Abstract

Tanaman sirsak (Annona muricata L.) diklasifikasikan sebagai spesies botani yang kaya akan flavonoid, sehingga memiliki sifat antioksidan yang penting yang membantu mengurangi kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas pada sel-sel kulit wajah. Masker gel peel-off mewakili formulasi kosmetik yang dirancang untuk perawatan wajah, dan memiliki keuntungan, yaitu mudah digunakan dan dapat dibersihkan setelah dilepaskan dari kulit wajah dalam waktu 15 hingga 30 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah daun sirsak dapat digunakan untuk membuat masker gel peel-off dan untuk mengevaluasi sifat fisik masker tersebut. Proses maserasi menggunakan etanol 70% dengan perbedaan konsentrasi 1%, 2% dan 4%. Pengujian yang dilakukan terhadap sediaan masker gel peel-off yang dibuat meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering, daya lekat, dan uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak dengan perbedaan konsentrasi 1%, 2%, dan 4% dapat diformulasikan dalam sediaan masker gel peel-off. Masker gel peel-off ekstrak daun sirsak memiliki penampilan fisik, pH, homogenitas, daya sebar, waktu kering, daya lekat yang baik sesuai dengan persyaratan. Formulasi terbaik untuk ekstrak daun sirsak dalam bentuk gel peel-off berdasarkan uji kesukaan adalah pada formulasi 1 dengan konsentrasi 1%.