Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Gambaran Resiliensi Anak Asuh di Panti Asuhan Marsal Yunas Muliadi Hasibuan; Afrinaldi Afrinaldi; Wahidah Fitriani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9692

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena anak asuh yang dimasukkan ke panti asuhan dengan memiliki orangtua lengkap namun karena masalah finansial mereka harus hidup di panti asuhan dan tidak mendapatkan kasih sayang dari orangtua, dan mendapatkan stresor tambahan yaitu ejekan dari teman sehingga anak merasa terpukul, mudah marah dan berpikir irasional terhadap lingkungannya.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan resiliensi anak asuh dan faktor yang mendukung terbentuknya resiliensi anak asuh di panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif pengumpulan data dalam penelitian ini penulis memperoleh melalui observasi dan wawancara. Pada penelitian ini menggunakan 8 orang informan kunci yaitu anak asuh dan 1 orang informan pendukung yaitu ibu asuh. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan untuk keabsahan data penulis menggunakan triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi anak asuh di Panti Asuhan Hanifa 3 Kampung Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam dilihat dari tujuh aspek kemampuan resiliensi yang diteliti terdapat lima hasil kemampuan resiliensi yang dipenuhi oleh anak asuh yaitu optimisme, self efficacy, analisis kausal, empati, reaching out (pencapaian) dan ada satu orang anak asuh yang memenuhi ketujuh aspek individu yang resilien yaitu regulasi emosi, impulse control, optimisme, self efficacy, empati dan reaching out. aspek yang belum terpenuhi dengan baik adalah kemampuan regulasi emosi dan impulse control. Selanjutnya pada faktor yang mendukung resiliensi anak asuh ada tiga yaitu budaya, dukungan sosial, spiritual dari faktor tersebut mayoritas anak asuh menjalankan dengan baik dengan mengambil nilai-nilai dari budaya seperti tutur bahasa dan cara bersikap, dari dukungan sosial seperti meneruskan pendidikan, menjalankan informasi yang diberikan untuk menjadikan diri lebih berkualitas, dan pada faktor terakhir anak asuh memiliki kepercayaan dengan Tuhan (Allah) sebagai penolong dari kesulitan hidup.
Analisis Problematika Pelaksanaan Komponen Layanan Bimbingan dan Konseling Marsal Yunas Muliadi Hasibuan; Tri Putri Amelia; Masril Masril
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2022): Volume 7 Nomor 2 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v7i2.6693

Abstract

The background of this research is the lack of facilities and infrastructure for the implementation of guidance and counseling services so that it creates obstacles for students to get services from guidance and counseling teachers. The purpose of this study is that researchers want to examine in depth the problematic components of guidance and counseling services. This study used a descriptive qualitative method, with research subjects being guidance and counseling teachers. The techniques used to collect data in this study were observation and in-depth interviews. Data analysis uses the theory of Miless & Huberman, and test the validity of the data using triangulation. The results of the study found that first the lack of facilities and infrastructure became an obstacle for students to get responsive services in the form of individual counseling, students often felt uncomfortable and uncomfortable. Students also think that those who enter the BK room are people with problems. The second obstacle to the guidance and counseling service component is that there are counseling teachers who do not have an undergraduate counseling background, so they do not understand the implementation of guidance and counseling services. For the basic service component, individual planning and system support are going well, which is marked by students who are happy to get education, get more insight for career planning and have the confidence for further study. Collaboration between school stakeholders is going well for the advancement of guidance and counseling, namely supporting counseling teachers to continue further studies from bachelor to master's degree to support an increase in guidance and counseling teacher resources which have an impact on improving the quality of implementing guidance and counseling in schools.
HISBAH: MODEL KONSELING ISLAM KLASIK DALAM IMPLEMENTASI DI SEKOLAH UNTUK MENGATASI KRISIS SPIRITUAL Tri Putri Amelia S; Marsal Yunas Muliadi Hasibuan; Dasril Dasril
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v8i1.7446

Abstract

This study aims to explore the implementation of the classical Islamic counseling model in education. The classical Islamic counseling model is also known as hisbah which was first implemented during the time of Khalifah Umar bin Khattab. Hisbah is seen as important and relevant to be applied in modern era school settings, especially for alleviating the spiritual crisis in adolescents as an implication of globalization. The research method uses descriptive qualitative methods and uses data collection techniques in the form of observation and in-depth interviews. The results of this study indicate that the implementation of hisbah in school settings has been carried out in the form of: 1) giving advice, 2) individual guidance, 3) individual counseling, and 4) mass counseling. The problem being addressed is the spiritual crisis caused by the various impacts of globalization today. Based on the results of the study, it can be concluded that hisbah has been implemented properly and is in accordance with current developments due to the various values, principles and aspects that underlie the process of integrated guidance and counseling services in schools to alleviate the spiritual crisis which is an achievement or target in counseling in schools. 
Strategi Penerapan Layanan bimbingan dan Konseling Karir Pada Sekolah Menegah Atas Berbasis Islam Di Kurikulum Merdeka Marsal Yunas muliadi; Tri Putri Amelia; Masril Masril
Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan Vol 7 No 1 (2023): Ghaidan Jurnal Bimbingan Konseling Islam & Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ghaidan.v7i1.18069

Abstract

This research originates from the phenomenon of guidance and counseling teachers who experience problems with suitable techniques in implementing career guidance and counseling in schools. The aim of the research is to describe the strategy for implementing career guidance and counseling in senior high schools in the independent curriculum. Methods in research using qualitative. The instrument in this study was the researcher as the key, then the informants in the research were guidance and counseling teachers. Data processing techniques in this study used data reduction, data display, and drawing conclusions. Testing the validity of the data using triangulation from sources. KEYWORDS: Strategy, guidance and counseling, career, independent curriculum
DIALOG BIMBINGAN DAN KONSELING PERSPEKTIF AL-ASR AYAT 3 Marsal Yunas Muliadi; Irman Irman
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i2.11140

Abstract

The study of dialogue in counseling is the main factor in the counseling process which contains positive values that are transferred to clients. The purpose of this study is to describe dialogue in counseling guidance that will be discussed in accordance with the perspective of Al –Asr Paragraph 3. The research method used in this research is the study of literature. The results of the study show that dialogue in guidance and counseling is in accordance with the principles in Al-Asr verse 3, namely "Except for those who believe and do good deeds and advise advising them to obey the truth and advice advising them to remain patient." Referring to the purpose of Islamic guidance and counseling is to help clients to create himself becomes fully human in order to reach the world and the hereafter
DINAMIKA SUPERVISI DALAM MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH Marsal Yunas Muliadi Hasibuan; Roiz Zulhadi; Dasril Dasril
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i1.13218

Abstract

The aim of this research is to describe the dynamics of implementing guidance and counseling supervision management. The research method employed is literature review. Content analysis is used as the data analysis method. The research findings reveal that the implementation of guidance and counseling supervision experiences various dynamics such as mismatched qualifications of supervisors, inconsistency in conducting supervision, and lack of motivation and support in its implementation.
Urgensi Asesmen Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Tri Putri Amelia S; Marsal Yunas Muliadi Hasibuan; Jamiatul Ilmi; Wahidah Fitriani
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4877

Abstract

Program BK yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tahapan tugas perkembangannya tentu akan meningkatkan kemampuan siswa untuk memiliki wawasan dan kesadaran diri untuk mengembangkan potensi pada aspek pribadi, sosial, belajar dan karir ini berdasarkan literasi yang di baca penulis.  Dalam penelitian ini menggunakan metode Literature Review (kepustakaan) yang bertujuan untuk menghimpun dan menganalisis hasil penelitian terkait urgensi asesmen BK di sekolah.  Hasil penelitian ditemukan konselor sekolah terburu buru dalam melakukan penilaian (assessment) dan merumuskan program bimbingan konseling yang berdampak pada efektivitas, efisiensi dan capaian layanan yang diharapkan. Konselor sekolah harus memahami urgensi asesmen BK di sekolah. Evaluasi dapat dilaksanakan untuk meningkatkan profesionalitas konselor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen BK di sekolah memiliki kedudukan yang penting terutama dalam penyusunan program BK, pelaksanaan layanan BK dan evaluasi kinerja. Hasil penelitian banyak ditemukan konselor sekolah terburu buru dalam melakukan assessment, merumuskan program BK yang berdampak pada efektivitas, efisiensi dan capaian layanan yang diharapkan. Kata kunci: urgensi asesmen, program bimbingan dan konseling, sekolah
KARAKTERISTIK RESILIENSI PADA PENDERITA SKOLIOSIS Marsal Yunas Muliadi; Irman
Psikodidaktika Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v8i2.3280

Abstract

Penelitian ini dipicu oleh pengalaman diskriminasi yang dialami oleh individu dengan skoliosis pada fase awal dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kemampuan karakteristik resiliensi yang ditunjukkan oleh penderita skoliosis. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang menitikberatkan pada respons subjek yang mengalami skoliosis di Bukittinggi. Pengumpulan data melibatkan observasi dan wawancara mendalam. Analisis data mengacu pada teori Miles & Huberman, dan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan beberapa hal kunci. Pertama, dalam hal regulasi emosi, subjek menghadapi kesulitan dalam mengontrol emosi akibat skoliosis dan seringkali mengalami diskriminasi dari teman sebaya, yang menyebabkan perasaan kesal. Kedua, dua subjek dalam penelitian ini menunjukkan sifat resilien dengan memperlihatkan aspek positif seperti kontrol impuls, optimisme, empati, self-efficacy, analisis sebab-akibat, dan mencari dukungan, yang memungkinkan mereka beradaptasi secara positif dengan lingkungan sekitar.
RADIKALISME MULTIPERSPEKTIF DALAM KAITANNYA DENGAN STRATEGI PENDIDIKAN KONSELING RELIGIUS Marsal Yunas , Marsal Yunas; Yuhendara, Depi; Ardimen, Ardimen
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 5 No 1 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v5i1.1209

Abstract

This research has a very important purpose in understanding and addressing the phenomenon of radicalism. A multidisciplinary approach from the perspectives of psychology, sociology, and theology provides comprehensive insights into the factors influencing the development of radicalism. The research method used is a literature review that focuses on the analysis and synthesis of existing sources such as books, journal articles, research reports, and other sources related to the research topic. Data analysis involves the process of reading, understanding, and synthesizing information from various literary sources.The research results that identify triggers of radicalism from psychological, sociological, and theological perspectives are a crucial initial step. This provides a foundation for the development of more effective prevention strategies. The implementation of religious counseling programs with a holistic approach, including introspection, Tazkiyatun Nafs, Tadabur Qur'an, and Ta'aruf, shows that this research provides concrete solutions to address radicalism. These findings have significant implications for the development of interventions that focus on the root causes of radicalism. By understanding the factors influencing individuals towards radicalism, more accurate and targeted approaches can be developed for the prevention and handling of radicalism cases in society.
Urgensi Asesmen Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Tri Putri Amelia S; Marsal Yunas Muliadi Hasibuan; Jamiatul Ilmi; Wahidah Fitriani
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4877

Abstract

Program BK yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tahapan tugas perkembangannya tentu akan meningkatkan kemampuan siswa untuk memiliki wawasan dan kesadaran diri untuk mengembangkan potensi pada aspek pribadi, sosial, belajar dan karir ini berdasarkan literasi yang di baca penulis.  Dalam penelitian ini menggunakan metode Literature Review (kepustakaan) yang bertujuan untuk menghimpun dan menganalisis hasil penelitian terkait urgensi asesmen BK di sekolah.  Hasil penelitian ditemukan konselor sekolah terburu buru dalam melakukan penilaian (assessment) dan merumuskan program bimbingan konseling yang berdampak pada efektivitas, efisiensi dan capaian layanan yang diharapkan. Konselor sekolah harus memahami urgensi asesmen BK di sekolah. Evaluasi dapat dilaksanakan untuk meningkatkan profesionalitas konselor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen BK di sekolah memiliki kedudukan yang penting terutama dalam penyusunan program BK, pelaksanaan layanan BK dan evaluasi kinerja. Hasil penelitian banyak ditemukan konselor sekolah terburu buru dalam melakukan assessment, merumuskan program BK yang berdampak pada efektivitas, efisiensi dan capaian layanan yang diharapkan. Kata kunci: urgensi asesmen, program bimbingan dan konseling, sekolah