Een N. Walewangko, Een N.
Unknown Affiliation

Published : 74 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN RUMAH TANGGA DI SULAWESI UTARA Jacobus, Elvira Handayani; Kindangen, Paulus; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 3 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32744.19.3.2018

Abstract

ABSTRAKKemiskinan adalah suatu keadaan yang menyangkut ketidakmampuan dalam memenuhi tuntutan kehidupan yang paling minimum, khususnya dari aspek  konsumsi dan pendapatan. Masalah kemiskinan ini sangatlah kompleks dan bersifat multidimensional, dimana berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan aspek lainnya. Masalah kemiskinan pada rumah tangga miskin kronis bisa menyebabkan rumah tangga tersebut terjerat ”Poverty  Traps”. Rumah tangga miskin akan semakin sulit keluar dari poverty traps jika terdapat masalah struktural pada rumah tangga tersebut. Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tidak luput dari masalah kemiskinan rumah tangga, yaitu kemiskinan yang dialami oleh rumah tangga desil 1 atau kondisi rumah tangga yang benar-benar sangat miskin. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, kesehatan dan kepemilikan aset terhadap kemiskinan rumah tangga di Sulawesi Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian yang didapat pendidikan berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan rumah tangga. Kesehatan berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan rumah tangga. Kepemilikan aset berpengaruh positif signifikan terhadap kemiskinan. Kata Kunci     : Pendidikan, Kesehatan, Kepemilikan Aset dan Kemiskinan  ABSTRACTPoverty is a state of inability to meet the minimum demands of life, particularly in terms of consumption and income. The problem of poverty is very complex and multidimensional, which is related to social, economic, cultural, and other aspects. The problem of poverty in chronically poor households can cause the household to become entangled "Poverty Traps". Poor households will be more difficult to get out of poverty traps if there are structural problems in the household. North Sulawesi is one of the provinces in Indonesia that does not escape the problem of household poverty, that is poverty experienced by households of desil 1 or very poor household conditions. The purpose of the study was to determine the effect of education, health and asset ownership on household poverty in North Sulawesi. The analysis technique used is multiple regression analysis. The result of the research that got the education had a significant negative effect on household poverty. Health has a significant negative effect on household poverty. Asset ownership has a significant positive effect on poverty. Keywords         : Education, Health, Asset Ownership and Poverty
PENGARUH BELANJA MODAL, PENYALURAN KREDIT DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI SULAWESI UTARA Lantemona, Indira Avhisa; Koleangan, Rosalina A.M; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 2 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32820.21.2.2020

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal, kredit dan tingkat suku Bungan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara. Belanja Modal (Halim. 2008:101) adalah bagian dari belanja pemerintah yang termasuk dalam APBN atau APBD dengan tujuan kepentingan masyarakat. sehingga berdasarkan penelitian (Arini S. 2016) bahwa belanja modal memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi (Yunus, Amirullah. 2019). Bank mempunyai fungsi dalam rangka menunjang sarana pembangunan industri dan peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan penyaluran kredit kepada masyarakat sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi (Rosita, dkk. 2020). Suku bunga tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam jangka pendek, namun berpengaruh negatif dalam jangka panjang (Astuti. 2014). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, untuk pengujian ekonometrika dilakukan uji asumsi klasik. Adapun hasil yang diperoleh adalah Belanja Modal secara parsial berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Artinya, semakin besar Belanja Modal akan meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi, ceteris paribus. Kredit secara parsial berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Artinya, semakin besar Kredit akan meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi, ceteris paribus. Tingkat Bunga secara parsial tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Artinya, jika terjadi perubahan Tingkat Bunga tidak akan menaikkan atau menurunkan Pertumbuhan Ekonomi, ceteris paribus. Belanja modal, kredit, dan tingkat bunga secara Bersama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Modal, Kredit, Tingkat Suku Bunga. ABSTRACTThis research aims to analyze the effect of capital expenditure, credit and interest rates on economic growth in North Sulawesi. Capital Expenditures (Halim. 2008: 101) is a part of government expenditure which is included in the APBN or APBD with the aim of public interest, so based on research (Arini S. 2016) capital expenditure has influenced on economic growth (Yunus, Amirullah. 2019). Banks have a function in order to support industrial development facilities and increase economic growth through lending to the public as a driving force for economic growth (Rosita, et al. 2020). Interest rates have no effect on economic growth in Indonesia in the short term, but have a negative effect in the long run (Astuti. 2014). The data used in this research is secondary data, the analysis method used is multiple linear regression, for econometric testing used classical assumption test. The results obtained that capital expenditure partially has a positive effect on economic growth in North Sulawesi Province. Means, the more the capital expenditure will increase the economic growth, ceteris paribus. Credit partially has a positive effect on economic growth in North Sulawesi Province. Means, the more the credit will increase the economic growth, ceteris paribus. Interest rates partially has no effect on economic growth in North Sulawesi Province. Means, if there’s a change in the Interest Rate it will not increase or decrease the Economic Growth, ceteris paribus. Capital expenditure, credit, and interest rates simultaneously affect the economic growth in North Sulawesi Province. Keyword: Economic Growrth, Capital Expenditure, Credit, and Interest rate
ANALISIS PERANAN SEKTOR BASIS DAN NON BASIS DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA (STUDI KASUS EMPAT KOTA DI SULAWESI UTARA) Lapong, Peggy R.; Kindangen, Paulus; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 4 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32770.19.4.2018

Abstract

ABSTRAKBerubahnya struktur perekonomian dari sentralisasi menjadi desentralisasi menjadi jalan bagi pemerintah daerah untuk lebih maksimal dalam memanfaatkan dan mengelola sumber-sumber ekonomi yang dimilikinya, meskipun tidak sedikit masalah yang dihadapi dalam pelaksanaannya  Kegiatan ekonomi daerah dari sudut pandang konsep basis ekonomi dikelompokkan ke dalam dua sektor yakni sektor basis dan sektor non basis. Pengelolaan perekonomian masing-masing daerah secara tepat berdasarkan pada pengelolaan sektor basis dan sektor non basis, baik dalam kebijakan maupun dalam masalah penganggaran selanjutnya akan membuat sektor-sektor perekonomian yang dimiliki dapat secara langsung maupun tidak langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara agar kesejahteraan masyakat dapat ditingkatkan adalah dengan membuka lapangan usaha baru atau meningkatkan penyerapan tenaga kerja di daerah. Hasil penelitian dengan analisis LQ yaitu: Pertama, di Kota Manado terdapat sebelas sektor basis dan enam sektor non basis dari tujuh belas sektor ekonomi yang ada, sektor basis yang paling dominan di Kota Manado adalah sektor jasa. Kedua, Kota Bitung hanya terdapat tiga sektor basis dan sisanya empat belas sektor non basis dari tujuh belas sektor ekonomi yang ada, sektor basis yang paling dominan di Kota Bitung adalah sektor industri. Ketiga, di Kota Tomohon terdapat delapan sektor basis dan sembilan sektor non basis dari tujuh belas sektor ekonomi yang ada, sektor basis di Tomohon cukup beragam mulai dari sektor pertambangan hingga sektor jasa. Sedangkan yang terakhir, di Kota Kotamobagu terdapat sembilan sektor basis dan delapan sektor non basis dari tujuh belas sektor ekonomi yang ada, sektor basis di Kotamobagu lebih dominan pada sektor jasa.Sedangkan hasil shift shere keempat kota memiliki perekonomian yang tumbuh cepat, maju,Kota  Manado, Kota Bitung dan Kota Tomohon memiliki daya saing tinggi sedangkan Kota Kotamobagu memiliki daya saing yang rendah tetapi kinerja perekonomian daerah keempat kota unggul. Kata Kunci: Sektor Basis, Location Quotient (LQ), Shift Share(SS) ABSTRACTThe changing structure of the economy from centralization to decentralization has become a way for local governments to be more maximal in utilizing and managing their economic resources, although not a few problems are faced in implementing regional economic activities from the standpoint of economic base concepts grouped into two sectors, namely sectors base and non base sector. The proper management of the economies of each region based on the management of the base sector and the non-base sector, both in policy and in budgeting issues will then make the economic sectors owned directly or indirectly improve the welfare of the community. One way to improve people's welfare is by opening new business fields or increasing employment in the region. The results of the LQ analysis are: First, in Manado City there are eleven basic sectors and six non-base sectors from seventeen existing economic sectors, the most dominant base sector in Manado City is the service sector. Second, Bitung City has only three basic sectors and the remaining fourteen non-base sectors out of seventeen economic sectors exist, the most dominant base sector in Bitung City is the industrial sector. Third, in Tomohon City there are eight basic sectors and nine non-base sectors out of seventeen economic sectors, the base sector in Tomohon is quite diverse ranging from the mining sector to the service sector. While the last, in Kotamobagu City there are nine basic sectors and eight non-base sectors from seventeen economic sectors, the base sector in Kotamobagu is more dominant in the service sector. While the results of the shift shere are four cities that have fast-growing, advanced economies, Manado City , Bitung City and Tomohon City have high competitiveness while Kotamobagu City has low competitiveness but the economic performance of the four cities is superior. Keywords: Base Sector, Location Quotient (LQ), Shift Share (SS)
PENGARUH APLIKASI KAS DAERAH ONLINE VERSI 2.0 BANK SULUTGO TERHADAP EFEKTIFITAS PENGELOLAAN KAS DAERAH DI KOTA BITUNG Kumurur, Meiske Rola; Rotinsulu, Debby Ch.; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 1 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32779.20.1.2019

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi kas daerah Online Versi 2.0 Bank Sulut terhadap efektivitas pengelolaan Keuangan Daerah Kota Bitung dan hambatan dari penerapan aplikasi kas daerah Online Versi 2.0 Bank Sulut terhadap pengelolaan Keuangan Daerah Kota Bitung. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuisioner dan data sekunder, yaitu data yang sudah diolah dan diterbitkan atau digunakan oleh suatu lembaga atau instansi yang berkaitan dengan judul penulisan ini. Sumber data berasal dari Dinas/Badan, Bagian Sekretaris Daerah, Rumah Sakit Umum, Puskesmas, Kecamatan, sekolah Negeri yang ada di Kota Bitung dan Bank SulutGo. Penelitian ini menggunakan analisa regresi sederhana dengan bantuan program SPSS 14. Hasil dari penelitian ini adalah (1) aplikasi Kasda online memiliki hubungan yang linear terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah Kota Bitung. Arah koefisien regresi hubungan variabel bertanda positif. Hal ini berarti bahwa penilaian prinsip aplikasi Kasda online akan meningkatkan Efektivitas pengelolaan keuangan daerah Kota Bitung. (2) Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah pada pada setiap Instansi Pemerintah Kota Bitung termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. (3) Hasil analisis koefisien korelasi person antara aplikasi Kasda online dan Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah menunjukan hubungan yang sedang yaitu 0,405, berdasarkan koefisien determinasi menunjukan bahwa pengaruh aplikasi Kasda online terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara aplikasi Kasda online terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah. Kata kunci:  aplikasi kas daerah online versi 2.0, Bank SulutGo, efektifitas, dan pengelolaan kas daerah ABSTRACTThis study aims to determine the effect of the application of regional cash Online Version 2.0 Bank Sulut on the effectiveness of Regional Financial Management in the City of Bitung and the obstacles of the application of regional cash applications Online Version 2.0 Bank Sulut to the management of Regional Finance in the City of Bitung. This study uses primary data obtained through questionnaires and secondary data, namely data that has been processed and published or used by an institution or agency related to this writing title. Sources of data come from the Office / Agency, Regional Secretary Section, General Hospital, Health Center, District, State schools in the City of Bitung and SulutGo Bank. This study uses simple regression analysis with the help of SPSS 14. The results of this study are (1) Kasda online application has a linear relationship to the effectiveness of financial management in the Bitung City area. The direction of the regression coefficient variable relationship is positive. This means that the principle assessment of the Kasda online application will increase the effectiveness of the financial management of the Bitung City area. (2) Effectiveness of Regional Financial Management at each Bitung City Government Agency is included in the "Very Good" category. (3) The results of the person correlation coefficient analysis between the application of Kasda Online and the Effectiveness of Regional Financial Management show a moderate relationship which is 0.405, based on the coefficient of determination shows that the effect of Kasda online application on the effectiveness of regional financial management shows that there is an influence between Kasda online application to Financial Management Effectiveness Area. Keywords: online regional cash application version 2.0, SulutGo Bank, effectiveness, and regional cash management
EVALUASI PENGANGGARAN KEUANGAN DAERAH DENGAN ANALISIS STANDAR BELANJA (ASB) TAHUN 2015-2017 (STUDI KASUS INSPEKTORAT KOTA BITUNG) Winerungan, Tressje; Rumate, Vekie A.; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 2 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32727.19.2.2018

Abstract

ABSTRAK ASB mendorong penetapan biaya dan pengalokasian anggaran kepada setiap aktivitas unit kerja menjadi lebih logis dan mendorong dicapainya efisiensi secara terus-menerus karena adanya perbandingan (benchmarking) biaya per unit setiap output dan diperoleh praktek-praktek terbaik (best practices) dalam desain aktivitas. Dengan kata lain, Analisis Standar Belanja (ASB) merupakan salah satu komponen yang harus dikembangkan sebagai dasar pengukuran kinerja keuangan dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahun bagaimanakah Analisis Standar Belanja Inspektorat Kota Bitung Tahun 2015-2017 Dan untuk mengetahui berapakah nilai minimum,  maksimum dan prosentase alokasi belanja setiap kegiatan Inspektorat Kota Bitung Tahun 2015-2017?Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan tentang Evaluasi Penganggaran Keuangan Daerah dengan Analisis Standar Belanja (ASB) di Inspektorat Kota Bitung. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Standar Belanja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  analisis Standar Belanja Inspektorat Kota Bitung Tahun 2015-2017 terdiri dari persentase/alokasi masing – masing belanja terhadap total belanja, diperoleh nilai minimum dan nilai maksimum untuk standar belanja. Persentase/alokasi masing – masing belanja terhadap total belanja memiliki nilai maksimum yaitu pada kegiatan/ belanja Tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja dan memiliki nilai minimum yaitu pada kegiatan pembulatan gaji. Kata kunci : Anggaran Berbasis Kinerja, Analisis Standar Belanja ABSTRACT ASB encourages costing and budget allocation for each work unit becomes more important and continuous to benchmark cost per unit per output and best practices in the design of activities. In other words, Standard Spending Analysis (ASB) is one of the components that should be developed as a basis for performance-based budget performance. The purpose of the study is to know how the Analysis of Spectrum Expenditure Standard of Bitung City 2015-2017 And to find out what is the minimum, maximum and percentage of spending funds per activity Inspektorat Kota Bitung Year 2015-2017?This type of research is descriptive research. In this research that is describe about Evaluation of Local Budgeting (ASB) at Inspectorate of Bitung City. Data analysis used is Analysis of Shopping Standard. The results show that the Analysis of Bitung City Standard Expenditure 2015-2017 Year consists of the amount of each spending total, minimum minimum and maximum value for standard spending. Percentage / each - each spending on total spending has a maximum value that is on activities / shopping. Minimum cost and minimum cost at time of rounding of salary. Keywords: Performance-based budgeting, standard cost analysis
ANALISIS RENCANA PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN MINAHASA (Studi Kasus Penggunaan Dana Desa di Desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan) Libuang, Djemsi Stefi; Koleangan, Rosalina A.M; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 1 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32774.20.1.2019

Abstract

ABSTRAKMembangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan merupakan salah satu agenda “Nawacita” dari Presiden Joko Widodo untuk pembangunan desa di Indonesia. Penting bagi para perencana kebijakan pembangunan desa memperhatikan prinsip-prinsip keberlangsungan, keterbukaan dan pertanggung jawaban sehingga aspek-aspek ini pun mendukung pada pengunaan dana desa. Membangun kemandirian desa dalam kerangka Desa Membangun harus dimulai dari proses perencanaan desa yang baik, dan diikuti dengan tatakelola program yang baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menilai dampak perencanaan pembangunan desa di Kabupaten Minahasa dalam mendukung pengunaan dana desa di Desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan. Untuk mengetahui peran strategis evaluasi pengunaan dana desa, dalam mendukung perencanaan pembangunan Kabupaten Minahasa.Rancangan penelitian yang digunakan berupa deskriptif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Dalam penelitian ini direncanakan observasi non-behavioral dan behavioral akan dilakukan. Pengamatan akan dilakukan pada physical, process maupun secara spatial analysis. Mempertimbangkan analisis data yang akan diperoleh melalui wawancara semi-structure dan observasi, content analysis dipilih menjadi teknik analisis data. Konten sumber data yang di analisis dapat berupa konten tertulis, rekaman suara dan video dari hasil wawancara maupun hasil pengamatan observasi. Kata Kunci: Pembangunan Desa, Pengunaan Dana Desa, Perencanaan dan Evaluasi, Content Analysis ABSTRACK              Building Indonesia from the periphery by strengthening regions and villages within the framework of a unitary state is one of the "Nawacita" agendas of President Joko Widodo for village development in Indonesia. It is important for village development policy planners to pay attention to the principles of sustainability, openness and accountability so that these aspects also support the use of village funds. Building village independence within the framework of the Village Building must begin with a good village planning process, followed by good program management. This study aims to describe and assess the impact of village development planning in Minahasa                 District in supporting the use of village funds in Manembo Village, South Langowan District. To find out the strategic role of evaluating the use of village funds, in supporting Minahasa District's development planning.The research design used was descriptive. The analytical method used in this study is qualitative analysis. In this study planned non-behavioral and behavioral observations will be carried out. Observations will be made on the physical, process and spatial analysis. Considering data analysis to be obtained through semi-structure and observation interviews, content analysis is chosen as a data analysis technique. The content of the data sources analyzed can be in the form of written content, sound recordings and videos from the results of interviews and observational observations. Keywords: Village Development, Village Fund Use, Planning and Evaluation, Content Analysis
PENGARUH PENDIDIKAN, JUMLAH ANGGOTA KELUARGA DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN MINAHASA Rungkat, Jeine Silvane; Kindangen, Paulus; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 3 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32826.21.3.2020

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis  pengaruh pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan pengalaman kerja terhadap pendapatan rumah tangga di kabupaten Minahasa. Dengan menggunakan sampel rumah tangga di kecamatan Langowan Barat dengan total responden sebanyak 156 rumah tangga.Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan variabel bebas adalah tingkat pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan pengalaman kerja dan variabel terikatnya adalah tingkat pendapatan rumah tangga di kecamatan Langowan Barat kabupaten Minahasa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan rumah tangga di kecamatan Langowan Barat kabupaten Minahasa. Sebaliknya, jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh. Secara simultan tingkat pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan pengalaman kerja kepala keluarga memberikan pengaruh signifikan pada peningkatan pendapatan rumah tangga di kecamatan Langowan Barat kabupaten Minahasa.Variasi perubahan naik turunnya pendapatan rumah tangga secara signifikan dipengaruhi oleh variasi perubahan pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan pengalaman kerja kepala keluarga di kecamatan Langowan Barat kabupaten Minahasa. Kata kunci: Pendidikan, Jumlah anggota keluarga, Pengalaman kerja, Pendapatan                    rumah tangga. ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the effect of education of the head family, number of family members and work experience on household income in kabupaten Minahasa. By using a sample of households in the kecamatan West Langowan with a total respondents of 156 household.The analytical method used multiple regression with the independent variable is the level of education of the head of the family, the number of family members and work experience and the dependent variable is the level of household income in kecamatan Langowan Barat, kabupaten Minahasa.The research results showed that partially education and work experience have a significant effect on household income in the kecamatan Langowan Barat kabupaten Minahasa. Conversely, the number of family members has no effect. Simultaneously the level of education of the head of the family, the number of family members and work experience of the head of the family have a significant influence on increasing household income in the kecamatan Langowan Barat kabupaten Minahasa. The variation of the dependent variable changes 48.13% due to the variation of the independent variable changes. Keywords: Education, Number of family members, Work Experience, Household                    Income
ANALISIS PERTUMBUHAN PAJAK DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI PROVINSI SULAWESI UTARA Pantouw, Jimmy Albert; Rumate, Vekie A.; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 4 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32761.19.4.2018

Abstract

ABSTRAKPajak daerah sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) memegang peranan penting dalam rangka membiayai urusan rumah tangga daerah, baik dalam pelaksanaan tugas-tugas umum pemerintah maupun tugas pembangunan. Dapat dikatakan penting karena tanpa pajak daerah maka otonomi daerah tidak dapat terselenggara secara nyata dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, sudah sewajarnya pemerintah daerah secara terus-menerus mengadakan pemikiran untuk meningkatkan pendapatan asli daerah terutama dari sektor pajak daerah dan retribusi daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah Pajak BBN-KB, Pajak KB dan Pajak BBKB berpengaruh terhadap PAD Provinsi Sulawesi Utara. Analisis yang digunakan ialah model Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Sulawesi Utara. variabel Pajak Kendaraan Bermotor (PBBKB) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Sulawesi Utara. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Sulawesi Utara. Kata Kunci : BBNKB, PKB, BBKB dan PAD  ABSTRACT               Regional taxes as one of the sources of Regional Original Revenue (PAD) are not well accessed in order to burden the office, both in the form of business and development projects. Can be used because there is no controlled and responsible tax. Therefore, it is only natural that local governments are continuously needed to increase regional income from the regional tax and regional levies sector. The purpose of this study was to see whether the BBN-KB Tax, KB Tax and BBKBilangan Tax on North Sulawesi Province PAD. The analysis is the Ordinary Least Square (OLS) model. The results of the study show that the variable Motor Vehicle Name Transfer (BBNKB) has a positive and significant effect on Regional Original Income (PAD) in North Sulawesi. the negative and significant motor vehicle tax (PBBKB) variable on Regional Original Income (PAD) in North Sulawesi. Motor Vehicle Fuel Tax (PBBKB) has a positive and significant effect on Regional Original Income (PAD) in North Sulawesi. Keywords: BBNKB, PKB, BBKB and PAD
ANALISIS PENGARUH PENDIDIKAN, JAM KERJA DAN PENGELUARAN NON KONSUMSI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN SITARO Makanoneng, Sherly Grace; Kindangen, Paulus; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 2 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32791.20.2.2019

Abstract

ABSTRAKPembangunan ekonomi daerah merupakan suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumber daya-sumber daya yang ada, dengan menjalin pola-pola kemitraan antara pemerintah daerah dan pihak swasta guna penciptaan lapangan kerja, serta dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah yang bersangkutan (Suparmoko, 2002). Pertumbuhan ekonomi menjadi target utama dalam pembangunan yang harus mencerminkan perubahan secara total masyarakat atau  kebutuhan dasar dan keinginan individual maupun kelompok kelompok sosial yang ada didalamnya untuk bergerak maju menuju suatu kondisi kehidupan  yang serba lebih baik, secara material maupun spiritual (Todaro, 2003:21). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis apakah pendidikan, jam kerja dan pengeluaran non komsumsi berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pendidikan, jam kerja dan pengeluaran produktif berpengaruh positif terhadap pendapatan rumah tangga. Kata Kunci : Pendapatan Rumah Tangga, Pendidikan, Jam Kerja dan Pengeluaran Non Komsumsi ABSTRACTRegional economic development is a process whereby local governments and communities manage existing resources, by establishing partnership patterns between local governments and the private sector for employment creation, and can stimulate economic growth in the region concerned (Suparmoko, 2002 ) Economic growth is the main target in development that must reflect the total changes in society or the basic needs and desires of individuals and social groups within it to move forward towards a better, material and spiritual living conditions (Todaro, 2003: 21) . The purpose of this study is to analyze whether education, working hours and non-consumption expenditures affect household income in the Siau Tagulandang Biaro Islands Regency. The analysis technique used is multiple regression analysis. The results of the study show that the variables of education, working hours and productive expenditures have a positive effect on household income. Keywords: Household Income, Education, Working Hours and Non-Consumption Expenditures
PENGARUH DESENTRALISASI, PERTUMBUHAN PAD DAN KEMANDIRIAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA DI PROVINSI SULUT TAHUN 2009-2017 Walintukan, Veybe; Kindangen, Paulus; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 3 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32798.20.3.2019

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh desentralisasi, pertumbuhan pad dan kemandirian terhadap pertumbuhan ekonomi Kota di Provinsi Sulut tahun 2009-2017. Jenis penelitian adalah penelitian assositif. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) secara simultan desentralisasi, pertumbuhan PAD dan kemandirian berpengaruh signifikan terhadap pertubuhan ekonomi Kota-kota di Sulawesi Utara, (2) secara parsial desentralisasi berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota-kota di Sulawesi Utara, (3) secara parsial pertumbuhan PAD tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota-kota di Sulawesi Utara dan (4) secara parsial kemandirian berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota-kota di Sulawesi Utara.Kata kunci: desentralisasi, pertumbuhan PAD, kemandirian, pertumbuhan ekonom ABSTRACTEconomic growth is the process of continuously changing a country's economic condition towards a better condition for a certain period. The existence of economic growth is an indication of the success of economic development in people's lives. The purpose of this study was to determine the effect of decentralization, pad growth and independence on the economic growth of the City in North Sulawesi Province in 2009-2017. This type of research is positive research. The data analysis method used is multiple linear regression analysis. The results showed that: (1) simultaneous decentralization, PAD growth and independence had a significant effect on the economic growth of cities in North Sulawesi, (2) partially decentralization had an effect on the Economic Growth of Cities in North Sulawesi, (3) partially PAD growth does not affect the Economic Growth of Cities in North Sulawesi and (4) partially independence affects the Economic Growth of Cities in North Sulawesi.Keywords: decentralization, PAD growth, independence, economic growth
Co-Authors Adelina Agnes Lapian, Adelina Agnes Ambar, Anggaharianto Anderson G. Kumenaung, Anderson G. Arina, Ade Irma Seska Bua, Ronaldi Rembang Bugis, Widyawati Daisy S.M. Engka, Daisy S.M. Dama, Yustinus Dangeubun, Kristy Grindy Dennij Mandeij Feronika, Bato Gabriel, Cindilina T. Gobel, Meilanti Gosal, Elsie Hanna Elisabeth Hengkeng, Jerry Andreas Idham, Nurfajriyati Irawaty Masloman Jacobus, Elvira Handayani Keintjem, Noldy Kogoya, Yemin Koleangan, Rosalina A.M Kondoy, Asri Imelda Kumurur, Meiske Rola Lamatenggo, Olivia Fictoria Lantemona, Indira Avhisa Lantemona, Indira Avisha Lapong, Peggy R. Layuck, Imelda A.C Lengkong, Susye Marlen Ketsy Libuang, Djemsi Stefi Lintang, Sunshine K.F Logor, Tirza Londa, Albert T. Londa, Albert T. Lumi, Angela N. M. Lumintang, Michael Nelsen Makalew, Victoria Natali Makanoneng, Sherly Grace Maliangga1, Marhein Mamengko, Meriska Manueke, Joy Daniel Alexcius Lefrand Marentek, Yuke K. Masinambow, Vecky A.J. Niode, Audie O. Niode, Audie O. ONTORAEL, HORNAL KENAL Palenewen, Thembry O. M. Pantouw, Jimmy Albert Pantouw, Jimmy T.A. Paulus Kindangen Pelengkahu, Syaloom Syenny Polla, Enike Fina Posuma, Lidya J.F. PRATAMA, RISKY Putri Ramadhani, Putri Rompas, Wensy F. Israel Rorong, Ita Pingkan F. Rosalina A.M. Koleangan, Rosalina A.M. Rotinsulu, Debby Ch. RUMATE, VEKIE A Rumate, Vekie A. Rumate, Vekie Adolf Rungkat, Jeine Silvane SAKUL, LINDSAY A.P. Sibarani, Widya Ustani Simbala, Mahendra Sipota, Giofano Johanes Siwu, Hanly F. Dj. Steffi Iksan, Steffi Sugawa, Sri Indriani Sumual, Jacline I. Sumual, Jacline I. Sutomo Wim Palar, Sutomo Wim Talinusa, Alesandro Theo Tololiu, Rifando J. Tolosang, Krest D. Tri Oldy Rotinsulu Tumangkeng, Steeva Y. L. Tumangkeng, Steeva Y.L Tumangkeng, Steeva Y.L. Tumilaar, Richard L H Turere, Roy S.I. Turere, Roy Stevensen Iver Walintukan, Veybe Wauran, Patrick C. Wehantouw, Denny Valentino Wiku, Firda Wilar, Ariance Winerungan, Tressje Wuaten, Erlina Nathania