Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Model Team Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPAS Kelas V SDN 015 UjungBatu Lusi Aprili Wahyuni; Leny Julia Lingga
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS setelah diterapkan Model Tipe Team Games Tournament (TGT) di kelas V SDN 015 Ujungbatu. Penelitian ini menggunakan semacam penelitian tindakan kelas. Pada penelitian ini menggunakan dua jenis data: data kuantitatif dan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Subjek pada penelitian ini yaitu wali kelas V dan siswa kelas V SDN 015 Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu. Teknik pengumpulan data melalui tes dan observasi. Hasil dari penelitian ini, menghasilkan produk e-modul berbasis Technological Knowledge yang dapat digunakan pada jenjang SD sebagai bahan ajar atau pegangan buku ajar peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan berupa data kualitatif dan kuantitatif yaitu analisis data tahap pendahuluan dan analisis data validasi. Kesimpulan penelitian ini adalah Perencanaan pembelajaran IPAS dengan menggunakan model Team Games Tournament (TGT) dibuatkan kedalam bentuk perangkat pembelajaran yang disusun sesuai dengan langkah-langkah model TGT. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran TGT terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pelaksanaan dengan penerapan model TGT dilaksanakan dengan langkah-langkah yakni Presentasi di kelas, Pembentukan tim, Melakukan permainan, Melakukan tournament dan Memberikan rekognisi.Penilaian hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS dengan penerapan model TGT di siklus I mendapatkan nilai rata-rata sebesar 51 dan di siklus II mendapatkan nilai sebesar 71,3. Artinya pada pelaksanaan siklus II hasil belajar siswa sudah dikatakan meningkat berdasarkan interval keberhasil yang sudah ditentukan. Penilaian pembelajaran IPAS menggunakan model TGT dilakukan dengan penilaian hasil ulangan harian siswa. Penilaian pembelajaran IPAS dengan menggunakan model TGT mengalami peningkatan dimana siklus I rata-rata kelasnya 66,4 sedangkan siklus II rata-rata kelasnya 83,59.
Pendampingan Literasi Digital Bertanggung Jawab bagi Siswa Sekolah Dasar : Pengabdian Leny Julia Lingga; Febrina Dafit; Purba Andy Wijaya; Elpri Darta Putra; Laili Rahmi; Egi Primanda; Tika Annisa Maharani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.4862

Abstract

Perkembangan teknologi digital memengaruhi pola belajar dan perilaku siswa SD, sehingga perlu penguatan literasi digital yang tidak hanya teknis, tetapi juga berbasis nilai karakter dan keislaman. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital bertanggung jawab pada siswa SDIT Bunayya Pekanbaru melalui pelatihan terstruktur dan partisipatif dengan pendekatan deskriptif-partisipatif pada siswa kelas IV–VI. Kegiatan dilaksanakan 27 Mei 2025 melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan-evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan. Materi meliputi privasi dan keamanan data, etika komunikasi digital, kemampuan membedakan hoaks dan fakta, serta integrasi nilai karakter dan keislaman. Data diperoleh dari pre-test dan post-test, observasi, refleksi siswa, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek: privasi (42%→78%), etika (45%→80%), literasi hoaks (40%→76%), dan integrasi nilai (48%→82%), seluruhnya melampaui target minimal 70%. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis pengalaman langsung, media interaktif, dan nilai keislaman efektif meningkatkan pemahaman, sikap, dan kesadaran siswa dalam menggunakan media digital secara aman dan bertanggung jawab.
The Effect of Using Powtoon Media on Elementary School Students' Motivation Fanny Nelviandra; Leny Julia Lingga
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i1.1201

Abstract

The integration of technology-based media into elementary education has the potential to enhance students’ motivation to learn, particularly in science subjects. This study aimed to examine the effect of Powtoon media on the learning motivation of elementary school students in Pekanbaru City. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group was employed, involving 59 students divided into an experimental group (n = 30) and a control group (n = 29). Learning motivation was measured using a validated questionnaire administered before and after the intervention. Data were analyzed using normality and homogeneity tests, paired and independent samples t-tests, and N-gain calculations. Results indicated a significant increase in learning motivation in the experimental group, with mean scores rising from 59.03 to 84.63 and an N-gain of 0.60 (moderate to high). A significant difference was also observed between the experimental and control groups (t = 5.625; p < 0.05). These findings suggest that Powtoon media is an effective digital learning tool for enhancing elementary students’ motivation in science education. The study contributes to educational practice by demonstrating that animation-based media can create engaging, interactive, and student-centered learning environments, particularly in schools with limited technological resources.