Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : e-CliniC

HUBUNGAN TAPSE DENGAN GGT PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KRONIK DI BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM RSUP PROF DR. R. D. KANDOU MANADO Patandean, Alvionita; Wantania, Frans E. N.; Rotty, Luciana
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.10978

Abstract

Abstract: Right ventricular dysfunction is associated with chronic heart failure prognosis. TAPSE is one of the right ventricular systolic function tests which is routinely performed and adds prognostic information in patients with chronic heart failure (CHF). Gamma-glutamyl transferase (GGT) is a liver enzyme used to assess hepatobiliary dysfunction with high sensitivity. GGT is related to the severity of CHF and right ventricular dysfunction. This study aimed to determine the relationship of TAPSE and GGT in patients with CHF. This was an observational analytical study with a cross sectional design, conducted to CHF patients at Internal Medicine Department of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. The results showed 25 samples, aged 30-79 years. There were more males than females. The bivariate analysis showed the value of r = -0.212 and P = 0.156. Conclusion: There was no association between TAPSE and GGT in patients with chronic heart failure. Keywords: CHF, TAPSE, GGT, right ventricular dysfunction Abstrak: Disfungsi ventrikel kanan berhubungan dengan prognosis jangka panjang gagal jantung. TAPSE merupakan salah satu pemeriksaan fungsi sistolik ventrikel kanan yang rutin dilakukan dan menambah informasi prognostik pada pasien gagal jantung kronik (CHF). Gamma-glutamyl transferase (GGT) merupakan enzim hati untuk menilai fungsi hepatobiliaris dengan sensitifitas tinggi. GGT berhubungan dengan beratnya CHF dan disfungsi ventrikel kanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan TAPSE dan GGT pada pasien gagal jantung kronik. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang terhadap pasien gagal jantung kronik di Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Prof. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian mendapatkan 25 sampel, usia 30-79 tahun. Jenis kelamin laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai r = -0,212 dan nilai P = 0,156 >0,05. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara TAPSE dan GGT pada pasien gagal jantung kronik.Kata kunci: gagal jantung kronik, TAPSE, GGT, disfungsi ventrikel kanan
Adenokarsinoma Kolon: Laporan Kasus Padang, Mersy S.; Rotty, Luciana
e-CliniC Vol 8, No 2 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v8i2.30539

Abstract

Abstract: Colorectal cancer (CRC) is a malignancy originated from the colon tissue which starts in the large intestine and rectum. In 2018, colorectal cancer was ranked fourth of the total malignancy in Indonesia with the number of cases of 30,017 (8.6% of the total cancer cases in Indonesia). We reported a case of colon cancer (adenocarcinoma) in a female aged 34 years. Diagnosis was based on anamnesis of the presence of liquid bowel movements along with blood, intermittent abdominal pain, and change of defecation pattern. Physical examination obtained tenderness in epigastric and hypochondriac right button regions. Colonoscopy was performed and revealed a colonic tumor suspicious of adenocarcinoma, suspected chronic colitis, and internal hemorrhoid. Pathological examination of the tumor tissue resulted in colonic adenocarcinoma (moderate differentiation). The management of this patient was extensive resection with anastomosis and was planned for adjuvant therapy.Keywords: adenocarcinoma colon cancer, colorectal cancer Abstrak: Kanker kolorektal (KKR) adalah keganasan yang berasal dari jaringan usus besar, yang menyerang usus besar dan rektum. Di Indonesia pada tahun 2018, kanker kolorektal menduduki posisi keempat dari keseluruhan diagnosis kanker dengan jumlah kasus 30.017 (8,6% dari seluruh kasus kanker di Indonesia). Kami melaporkan sebuah kasus kanker kolon (adenokarsinoma) pada seorang perempuan usia 34 tahun. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis adanya buang air besar cair diserta darah, nyeri perut hilang timbul, perubahan pola defekasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan epigastrium dan nyeri tekan bagian hipocondria kanan. Pada pemeriksaan penunjang dilakukan kolonoskopi dan didapatkan hasil tumor kolon curiga adenocarcinoma, kolitis kronik curiga kolitis ulseratif, dan hemoroid interna. Hasil patologi anatomi dari kolonoskopi yaitu kolitis kronis dengan displasia kolon ascenden dan hasil patologi anatomi jaringan tumor berupa adenokarsinoma kolon (diferensiasi sedang). Tatalaksana yang diberikan untuk pada pasien ini berupa tindakan reseksi luas dengan anastomosis dan direncanakan untuk terapi adjuvan.Kata kunci: adenokarsinoma kolon, kanker kolorektal