Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengukuran Tingkat Kebisingan dan Analisis di Ruang Kuliah Fakultas MIPA Universitas Palangka Raya Muhammad Naufaldi Abdul Ghani Al-Rahmani; Luqman Hakim; Neny Kurniawati
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.471

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada 3 ruangan di ruang kuliah Fakultas MIPA Universitas Palangka Raya, yaitu pada ruang A, B, dan C untuk mengambil data sebaran taraf intensitas dalam ruangan yang dipengaruhi oleh kebisingan di dalam dan disekitar ruangan dalam kurun waktu 5 hari berturut – turut selama 3 minggu dengan interval waktu 2 jam di setiap ruangan dan data diambil setiap 3 menit pada saat berlangsungnya aktivitas perkuliahan sejak pukul 07.30 – 17.00 WIB. Dilakukan pengambilan data sebanyak 3 kali, pertama pada jam 07.30 – 09.30 WIB, kedua pada jam 10.00 – 12.00 WIB dan ketiga pada jam 13.00 – 15.00 WIB,. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebisingan pada ruang kuliah Fakultas MIPA Universitas Palangka Raya, dan mengetahui apakah ruang kuliah Fakultas MIPA Universitas Palangka Raya masih berada pada ambang batas kebisingan yang telah ditetapkan. Data tersebut berupa taraf intensitas (dB) dan kemudian digambarkan dalam bentuk grafik sehingga dapat dibandingkan dengan acuan yang digunakan yaitu 55 dB.
Islamic Ecological Justice: A Comprehensive Islamic Approach Towards Peatland Sustainability Titin Apung Atikah; Sri Mujiarti Ulfah; Neny Kurniawati; Yuli Pitriah
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i1.413

Abstract

Peatlands play a crucial role in maintaining the balance of the global ecosystem and the sustainability of local communities. However, various development policies, such as the One Million Hectare Peatland Development Project (PLG) and the Food Estate program, have demonstrated failure in sustainably managing peatlands, leading to environmental degradation, social conflict, and economic inequality. This article proposes an alternative approach based on Islamic Ecological Justice, integrating sharia principles—such as tawḥīd, khalīfah, mīzān, and maṣlaḥah—into a Khilafah-based peatland governance system. This research employs a qualitative approach through a thematic literature review covering five focuses: peatland ecological characteristics and challenges, national policies and their failures, sensor-based environmental monitoring technology, Islamic ethical principles in natural resource governance, and community-based adaptive cultivation strategies. The findings indicate that technocratic approaches have not been able to address the ecological and social complexities of peatlands. In contrast, the application of monitoring technology developed by researchers, combined with a public funding system through the Baitul Mal (Islamic Baitul Mal), and adaptive cultivation based on Islamic bioeconomics, offers a holistic solution framework. This approach is not only technically and socially relevant but also confirms that Islam provides a paradigm for natural resource governance that is just, preventative, and sustainable.
Sistem Monitoring Cerdas Lahan Gambut Berbasis Internet of Things untuk Pemantauan pH, Suhu, dan Kelembapan Tanah Daniel M. Garang; Neny Kurniawati; Wilson Jefriyanto
Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol 12 No 2 (2026): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v12i2.681

Abstract

Lahan gambut merupakan ekosistem yang rentan mengalami perubahan kondisi lingkungan sehingga diperlukan sistem monitoring yang mampu menyediakan informasi secara real time. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring lahan gambut berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan Raspberry Pi 4 Model B untuk memantau suhu, kelembapan, dan pH tanah. Sistem dikembangkan menggunakan sensor suhu DS18B20, sensor kelembapan tanah YL-69, sensor pH tanah, modul ADS1115, serta platform Blynk sebagai media monitoring. Kinerja sensor dievaluasi menggunakan analisis regresi linear, koefisien determinasi (R²), Mean Absolute Error (MAE), dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil kalibrasi menunjukkan nilai R² sensor kelembapan tanah, suhu, dan pH berturut-turut sebesar 0,9796, 0,9686, dan 0,9886 dengan nilai MAE dan RMSE yang relatif kecil. Hasil monitoring selama empat periode pengamatan menunjukkan bahwa suhu, kelembapan, dan pH tanah mengalami fluktuasi sesuai kondisi lingkungan lahan gambut. Sistem mampu melakukan akuisisi, pengolahan, pengiriman, dan visualisasi data secara real time melalui platform Blynk. Meskipun terjadi penurunan kinerja beberapa sensor pada penggunaan jangka panjang akibat karakteristik lahan gambut, sistem tetap mampu menjalankan fungsi monitoring secara berkelanjutan dan berpotensi mendukung pengelolaan lahan gambut berbasis data.
LITERASI DAN PENCEGAHAN BAHAYA LGBT UNTUK MAHASISWA DI KOTA PALANGKA RAYA Romiaty; Solikah Nurwanti; Sri Mujiarti Ulfah; Sri Lestari Hendrayati; Neny Kurniawati; Yunita Asmawati
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 8 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i8.1245

Abstract

The rise of LGBT behavior has been considered a threat. Various efforts to prevent LGBT behavior have been carried out. The aim of the Literacy and LGBT Danger Prevention service activities for students in Palangka Raya City is to prevent LGBT behavior in the campus environment. This activity was attended by 34 students from several universities in Palangka Raya City.  This activity is a presentation and discussion regarding the dangers of LGBT in the campus environment. Evaluate activities using questionnaires given before and after the activity. The results of the evaluation before the event were that 30% of participants had a good understanding of LGBT, while 67% admitted to having little experience. Regarding attitudes towards LGBT perpetrators, 93% of participants said they rejected it, while 7% were neutral. All participants (100%) agreed that LGBT is considered dangerous. The evaluation results after the activity were that 93% of students still refused and 7% were neutral. All participants (100%) still maintain the view that LGBT is considered dangerous. Apart from that, all participants also agreed that LGBT originates from secularism. The service team plans to form an LGBT Danger Awareness Movement driven by students who attend as "anti-LGBT Ambassadors on Campus".