Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penguatan Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan melalui Pembentukan, Pelatihan dan Simulasi pada Kader Kesehatan Siaga Bencana di Wilayah Kerja Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Yeni Rimadeni; Rizki Wan Oktabina; Afdhal Muchtar; Berwi Fazri Pamudi; Erlangga Galih Zulva Nugroho; Eka Oktarina Riani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8138

Abstract

ABSTRAK Wilayah Indonesia yang terletak diantara tiga lempeng tektonik yaitu lempeng eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng hindia - australia. Kondisi indonesia rentan terhadap gempa bumi, tsunami letusan gunung api dan jenis- jenis bencana geologi lain. Kecamatan Meuraxa merupakan salah satu kecamatan di Kota Banda Aceh yang berada di ujung pulau sumatera. Wilayah ini telah terdampak langsung kejadian gempa dan tsunami tahun 2004 silam. Kecamatan tersebut sering mengalami kejadian  angin puting beliung, badai dan abrasi yang merusak beberapa bangunan infrastruktur dan mengancam jiwa masyarakat setempat dan juga kejadian wabah penyakit seperti Covid 19, demam berdarah dan beberapa penyakit lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbentuknya kader kesehatan dengan peningkatan pengetahuan dalam menghadapi krisis kesehatan serta bermanfaat bagi pemerintah daerah, masyarakat dan institusi dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Metode pengabdian ini menggunakan 3 (tiga) metode yaitu (1) ceramah dan tanya jawab, (2) demonstrasi dan (3) praktik (simulasi langsung).  dimana dilakukan pengukuran pengetahuan terhadap pelatihan yang di berikan melalui pre dan post test. Hasil pengabdian masyarakat di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh di peroleh hasil pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan kepada kader kesehatan siaga bencana. Sebelumnya memiliki nilai rata-rata 8.09  menjadi 9.88. Perbedaan nilai rata-rata saat pre dan post test bermakna secara statistik, dimana nilai p value < α (0,000<0.05). Selain itu juga kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menghasilkan sebuah komunitas baru yaitu  terbentuknya 32 orang kader kesehatan siaga bencana di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Masukan dan saran kepada pihak mitra agar kegiatan ini tetap berkelanjutan minimal adanya pelatihan setiap 3 bulan sekali dengan berkoordinasi dengan mitra kesehatan dan penangulangan bencana. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Kader Kesehatan Siaga Bencana, Krisis  ABSTRACT Indonesia is located between three tectonic plates, namely the Eurasian plate, the Pacific plate and the Indian-Australian plate. Indonesia is vulnerable to earthquakes, tsunamis, volcanic eruptions and other types of geological disasters. Meuraxa District is one of the sub-districts in Banda Aceh City which is on the tip of the island of Sumatra. This area was directly affected by the 2004 earthquake and tsunami. The sub-district often experiences tornadoes, storms and abrasions which damage several infrastructure buildings and threaten the lives of local people as well as disease outbreaks such as Covid 19, dengue fever and several other diseases. The purpose of this community service activity is to form health cadres with increased knowledge in dealing with health crises and to benefit local governments, communities and institutions in Disaster Risk Reduction (DRR). This service method uses 3 (three) methods, namely (1) lectures and questions and answers, (2) demonstrations and (3) practice (direct simulation). where the measurement of knowledge of the training provided through pre and post tests is carried out. The results of community service in Meuraxa District, Banda Aceh City, resulted in knowledge obtained before and after training for disaster preparedness health cadres. Previously it had an average value of 8.09 to 9.88. The difference in mean scores during the pre and post tests is statistically significant, where the p value <α (0.000 <0.05). In addition, this community service activity also resulted in a new community, namely the formation of 32 disaster preparedness health cadres in Meuraxa District, Banda Aceh City. Input and suggestions to partners so that this activity remains sustainable at least with training every 3 months in coordination with health and disaster management partners. Keywords: Preparedness, Health Cadre for Disaster Preparedness, Crisis
Pendidikan Kesehatan Bencana (Disaster Health Education) dan Pemetaan Wilayah Risiko Bencana dengan Metode Town Watching bagi Kader Kesehatan Siaga Bencana dan Masyarakat di Wilayah Kerja Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Yeni Rimadeni; Rizki Wan Oktabina; Afdhal Afdhal; Berwi Fazri Pamudi; Erlangga Galih Zulva Nugroho; Eka Oktarina Riani; Muhammad Ikhwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12356

Abstract

ABSTRAK Kondisi indonesia rentan terhadap gempa bumi, tsunami letusan gunung api dan jenis- jenis bencana geologi lain. Kecamatan Meuraxa merupakan salah satu kecamatan di Kota Banda Aceh yang berada di ujung pulau sumatera. Wilayah ini telah terdampak langsung kejadian gempa dan tsunami tahun 2004 silam. Kecamatan tersebut sering mengalami kejadian  angin puting beliung, badai dan abrasi yang merusak beberapa bangunan infrastruktur dan mengancam jiwa masyarakat setempat dan juga kejadian wabah penyakit seperti Covid 19, demam berdarah dan beberapa penyakit lainnya. Tujuan kegiatan meningkatkan kesadaran masyarakat yaitu kader kesehatan siaga bencana terhadap penanggulangan bencana, Mengidentifikasi kerentanan lingkungan dan sekitarnya, mengidentifikasi kapasitas/sumberdaya yang dimiliki masyarakat yang dapat digunakan ketika terjadi bencana, Mengidentifikasi permasalahan utama di lingkungan masyarakat serta menemukan solusi dari permasalahan tersebut dan adanya peta risiko bencana kecamatan meuraxa. Metode pengabdian ini menggunakan metode town watching dan juga dilakukan pengukuran pengetahuan terhadap pelatihan yang di berikan melalui pre dan post test. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah kader kesehatan siaga bencana berjumlah 34 orang. Hasil pengabdian masyarakat di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh di peroleh hasil pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan kepada kader kesehatan siaga bencana. Sebelumnya memiliki nilai rata-rata 5,7  menjadi 9.8. Perbedaan nilai rata-rata saat pre dan post test bermakna secara statistik, dimana nilai p value < α (0,000<0.05). Selain itu juga kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menghasilkan sebuah peta sarana pendukung penanggulangan bencana. Masukan dan saran kepada pihak mitra agar kegiatan ini tetap berkelanjutan minimal adanya pelatihan berkala dengan berkoordinasi dengan mitra kesehatan dan penangulangan bencana. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Disaster Education, Town Watcing  ABSTRACT Indonesia is vulnerable to earthquakes, volcanic eruptions, tsunamis and other types of geological disasters. Meuraxa District is one of the sub-districts in Banda Aceh City which is at the tip of the island of Sumatra. This area was directly affected by the 2004 earthquake and tsunami. This sub-district often experiences tornadoes, storms and abrasion which damage several building infrastructure and threaten the lives of local people as well as disease outbreaks such as Covid 19, dengue fever and several other diseases. The aim of the activity is to increase public awareness, namely disaster preparedness health cadres regarding disaster management, Identifying the vulnerability of the environment and its surroundings, identifying the capacity/resources of the community that can be used when a disaster occurs, Identifying the main problems in the environment and the community finding solutions to these problems and the existence of a map Meuraxa sub-district disaster risk. This service method uses the Town Watching method and also measures knowledge of the training provided through pre and post tests. The target audience for this service activity is 34 disaster preparedness health cadres. The results of community service in Meuraxa District, Banda Aceh City, obtained knowledge results before and after training for disaster preparedness health cadres. Previously it had an average value of 5.7 to 9.8. The difference in the average value during the pre and post test is statistically significant, where the p value < α (0.000 <0.05). Apart from that, this community service activity also produced a map of supporting facilities for disaster management. Input and suggestions to partners so that this activity remains sustainable at least with periodic training in coordination with health and disaster management partners. Keywords: Preparedness, Disaster Education, Town Watcing
Transformasi Kesehatan berbasis Kearifan Lokal di Indonesia Supriyanti Supriyanti; Suhartini Suhartini; Ritawati Ritawati; Nurhayati Nurhayati; Eka Oktarina Riani; Eka Warnidar; Lathifa Hanum
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.9426

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan kearifan lokal dalam bidang kesehatan yang beragam dan telah diwariskan secara turun-temurun oleh berbagai suku dan budaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis transformasi kesehatan berbasis kearifan lokal di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur secara sistematis. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik seperti PubMed, Scopus, dan Web of Science, serta sumber-sumber lain yang relevan, dengan menggunakan kata kunci dan kriteria inklusi/eksklusi yang spesifik. Analisis isi (content analysis) dilakukan terhadap sumber-sumber literatur yang telah dikumpulkan secara sistematis. Proses coding dan kategorisasi data dilakukan secara induktif untuk memfasilitasi analisis dan interpretasi. Triangulasi sumber data dan peer review digunakan untuk meningkatkan kredibilitas penelitian. Temuan penelitian menunjukkan adanya upaya integrasi kearifan lokal dalam bidang kesehatan ke dalam sistem kesehatan modern, meskipun terdapat tantangan seperti regulasi yang belum memadai, kurangnya standarisasi, dan kolaborasi yang terbatas dengan tenaga kesehatan konvensional. Peran pemerintah dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan seperti akademisi, organisasi masyarakat, dan praktisi kesehatan sangat penting untuk mendukung transformasi kesehatan berbasis kearifan lokal yang efektif dan berkelanjutan.
Transformasi Kesehatan berbasis Kearifan Lokal di Indonesia Supriyanti Supriyanti; Suhartini Suhartini; Ritawati Ritawati; Nurhayati Nurhayati; Eka Oktarina Riani; Eka Warnidar; Lathifa Hanum
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.9426

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan kearifan lokal dalam bidang kesehatan yang beragam dan telah diwariskan secara turun-temurun oleh berbagai suku dan budaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis transformasi kesehatan berbasis kearifan lokal di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur secara sistematis. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik seperti PubMed, Scopus, dan Web of Science, serta sumber-sumber lain yang relevan, dengan menggunakan kata kunci dan kriteria inklusi/eksklusi yang spesifik. Analisis isi (content analysis) dilakukan terhadap sumber-sumber literatur yang telah dikumpulkan secara sistematis. Proses coding dan kategorisasi data dilakukan secara induktif untuk memfasilitasi analisis dan interpretasi. Triangulasi sumber data dan peer review digunakan untuk meningkatkan kredibilitas penelitian. Temuan penelitian menunjukkan adanya upaya integrasi kearifan lokal dalam bidang kesehatan ke dalam sistem kesehatan modern, meskipun terdapat tantangan seperti regulasi yang belum memadai, kurangnya standarisasi, dan kolaborasi yang terbatas dengan tenaga kesehatan konvensional. Peran pemerintah dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan seperti akademisi, organisasi masyarakat, dan praktisi kesehatan sangat penting untuk mendukung transformasi kesehatan berbasis kearifan lokal yang efektif dan berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Siaga Bencana dalam Pengendalian Tuberkulosis Paru di Wilayah Rawan Bencana Di Desa Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Yeni Rimadeni; Wiwit Aditama; Eka Oktarina Riani; Saiful Kamal; Muahammad Ikhwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.22662

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, merupakan wilayah rawan bencana alam (gempa, tsunami, banjir) sekaligus memiliki prevalensi tuberkulosis (TB) paru yang tinggi. Hasil survei Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh tahun 2023 menunjukkan angka insidensi TB di kecamatan ini 1,5 kali lebih tinggi dari rata-rata nasional (1). Kader kesehatan siaga bencana, yang telah terbentuk sejak 2022, memiliki peran strategis namun pengetahuan mereka tentang pencegahan dan pengendalian TB secara spesifik masih sangat rendah, terutama terkait kebijakan non-farmasi seperti etika batuk, penggunaan masker, dan pentingnya kepatuhan pengobatan. Hal ini menghambat upaya pengendalian TB di tengah risiko bencana yang dapat memutus rantai layanan kesehatan (2). Meningkatkan kapasitas kader kesehatan siaga bencana dalam pengendalian TB paru melalui pelatihan intensif dan sosialisasi, sehingga mereka mampu menjadi agen edukasi yang efektif di komunitasnya, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan memperkuat ketahanan sistem kesehatan lokal (3). Metode yang digunakan yaitu ceramah, tanya jawab, simulasi dan praktek. Khalayak sasaran: kader kesehatan siaga bencana berjumlah 20 orang di Gampong Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa, dengan target peningkatan rata-rata skor pengetahuan minimal 40% dari pre-test ke post-test, serta terbentuknya jaringan kader aktif yang mampu menyebarkan informasi TB ke minimal 75% rumah tangga di wilayah kerja mereka. Kegiatan pelatihan dan sosialisasi dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 13 dan 14 September 2025. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) pelatihan. Hasil pengabdian masyarakat di Desa Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh di peroleh hasil pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan kepada kader kesehatan siaga bencana. Sebelumnya memiliki nilai rata-rata 5,7  menjadi 9.8. Perbedaan nilai rata-rata saat pre dan post test bermakna secara statistik, dimana nilai p value α (0,0000.05). Keterlibatan mitra tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan Universitas Syiah Kuala memberikan materi teknis dan mendampingi proses pelatihan, memastikan akurasi informasi dan relevansi dengan konteks lokal. Kata Kunci: Kader Kesehatan Siaga Bencana, Pengendalian TB, Resiko Bencana.  ABSTRACT Meuraxa District, Banda Aceh City, is a disaster-prone area (earthquakes, tsunamis, floods) and has a high prevalence of pulmonary tuberculosis (TB). The results of a 2023 survey by the Banda Aceh City Health Office show that the incidence of TB in this district is 1.5 times higher than the national average (1). Disaster-ready health cadres, which have been established since 2022, play a strategic role, but their knowledge of specific TB prevention and control measures remains very low, particularly regarding non-pharmaceutical policies such as cough etiquette, mask use, and the importance of treatment adherence. This hinders TB control efforts amid disaster risks that can disrupt health services (2). Improving the capacity of disaster-ready health cadres in pulmonary TB control through intensive training and outreach will enable them to become effective educational agents in their communities, raise public awareness, and strengthen the resilience of the local health system (3). The methods used were lectures, question and answer sessions, simulations, and practical exercises. Target audience: 20 disaster preparedness health cadres in Gampong Alue Deah Teungoh, Meuraxa District, with a target of increasing the average knowledge score by at least 40% from the pre-test to the post-test, as well as forming a network of active cadres capable of disseminating TB information to at least 75% of households in their working areas. The training and socialization activities were carried out over 2 days on September 13 and 14, 2025. Evaluation was conducted using questionnaires before (pre-test) and after (post-test) the training. The results of community service in Alue Deah Teungoh Village, Meuraxa District, Banda Aceh City, showed the knowledge of disaster preparedness health cadres before and after the training. Previously, the average score was 5.7, increasing to 9.8. The difference in average scores between the pre- and post-tests was statistically significant, with a p-value α (0.000 0.05). The involvement of partner teams from the Aceh Provincial Health Office and Syiah Kuala University provided technical materials and accompanied the training process, ensuring the accuracy of information and its relevance to the local context. Keywords: Disaster Preparedness Health Cadres, TB Control, Disaster Risk.