Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

GAMBARAN PERESEPAN OBAT KEMOTERAPI ORAL PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD SANJIWANI GIANYAR I Gede Bagus Indra Marangyana; Iwan Saka Nugraha; Ida Ayu Ketut Sri Mardyawati
Journal Pharmactive Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pharmactive April
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia Kanker payudara merupakan kanker terbanyak yang ditangani di rumah sakit. Terdata juga bahwa penderita kanker payudara mencari pengobatan pertama kali saat berada dalam stadium lanjut (stadium III/IV) yaitu sebesar 60-70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan obat kemoterapi oral pada pasien kanker payudara rawat jalan di RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan disain penelitian observasional deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan cara metode purposive sampling dengan lembar observasi yaitu mengambil, data berupa rekam medik dan arsip resep dari seluruh pasien kanker payudara rawat jalan di RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar yang mendapatkan terapi obat kemoterapi oral yang memenuhi kriteria inklusi penelitian berjumlah 100 rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan gambaran peresepan obat kemoterapi oral pada pasien kanker payudara rawat jalan di RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar responden mendapatkan kemoterapi oral sebanyak 62.0%, Mayoritas pasien menggunakan jenis obat yaitu Kapesitabin (36.0%),Sebanyak 41% mendapatkan tindakan injeksi dan 41% mendapatkan tindakan radiasi, 22% memiliki penyakit penyerta diantaranya penyakit hipertensi, anemia, diabetes mellitus (DM).
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL FITOKIMIA DARI EKSTRAK DAUN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) DENGAN VARIASI PELARUT Mahardika, Ida Bagus Putra; nugraha, iwan saka; Yuliana, ni luh Diah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.20737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun pacar air (Impatiens balsamina L.) dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan tiga jenis pelarut, yaitu etanol 96%, n-heksana, dan aquadest. Hasil rendemen menunjukkan pelarut etanol 96% memberikan hasil tertinggi sebesar 17,64%, diikuti aquadest 13,13% dan n-heksana 9,45%. Skrining fitokimia terhadap ekstrak etanol menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan pada lima konsentrasi (60, 70, 80, 90, dan 100 ppm) menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515 nm. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC₅₀ ekstrak etanol 96% sebesar 4,06 ppm (kategori sangat kuat), aquadest sebesar 6,24 ppm (sangat kuat), dan n-heksana sebesar 10,53 ppm (sangat kuat). Pemberian variasi pelarut berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun pacar air, dan pelarut etanol 96% merupakan pelarut paling efektif dalam mengekstrak senyawa antioksidan. 
Analisis Bibliometrik Formulasi Poliherbal sebagai Afrodisiak: Tinjauan Tren Penelitian Terkini Kartika, I Gusti Agung Ayu; Nugraha, Iwan Saka; Mahardika, Ida Bagus Putra; Suryani, Suryani
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Medicamento (In progress)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v11i2.11418

Abstract

In recent years, the therapeutic potential of polyherbal formulations as aphrodisiacs, particularly as natural alternatives to synthetic treatments for sexual health disorders, has garnered significant attention. Polyherbal formulations are believed to enhance efficacy through synergistic effects, making them a preferred option in both traditional and modern therapeutic practices. This review aims to provide a comprehensive analysis of research trends relating to the use of polyherbal formulations for aphrodisiac purposes. A bibliometric analysis was conducted using the Scopus database, extracting relevant articles with the keywords 'Aphrodisiac AND Polyherbal OR Combination.' From an initial pool of 88 articles, 16 were selected for in-depth analysis. VOSviewer software was used to visualize collaboration networks, co-authorship patterns, and keyword trends, highlighting the increasing research interest in polyherbal formulations for sexual health enhancement. The narrative review supplements these findings by exploring study methodologies, sources of herbal ingredients, formulation compositions, and commonly used herbs. Results indicate that while polyherbal aphrodisiac formulations show promising therapeutic potential, research in this field remains fragmented, with limited clinical trials evaluating safety and efficacy. The most frequently studied herbs include Tribulus terrestris, Mucuna pruriens, and Withania somnifera, known for their effects on testosterone levels, vascular function, and libido enhancement. Future studies should focus on clinical validation, standardization, and pharmacokinetic assessments to facilitate their integration into modern medical practice. These findings provide valuable insights for researchers and industries developing polyherbal-based nutraceutical and pharmaceutical products.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENERAPAN FEEDING RULES TERHADAP GANGGUAN TUTUP MULUT PADA ANAK USIA 6-72 BULAN DI DESA KUBU KARANGASEM BALI Darmayanti, Putu Ayu Ratna Darmayanti; Nugraha, Iwan Saka Nugraha
Journal Pharmactive Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pharmactive April
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64036/pharmactive.v2i1.53

Abstract

Gangguan Tutup Mulut dapat menyebabkan anak mengalami gizi buruk. Bila tidak ditangani dengan baik, kesulitan makan dapat berlanjut hingga usia prasekolah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penerapan feeding rules. Feeding rules merupakan panduan pemberian makan yang bertujuan menyusun jadwal makan terstruktur guna membantu anak dalam melatih regulasi makan. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan penerapan feeding rules terhadap gangguan tutup mulut pada anak usia 6-72 bulan. Metode Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari-Februari tahun 2023 di Desa Kubu Kabupaten Karangasem Provinsi Bali dengan jumlah sampel sebanyak 250 ibu yang memiliki anak usia 6-72 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Probability sampling dengan metode cluster. Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan pengetahuan ibu kurang memiliki anak yang mengalami gangguan tutup mulut sebanyak 174 orang (93,1%) dan p-value 0.002. Sedangkan, penerapan feeding rules menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang melakukan penerapan feeding rules secara tidak tepat memiliki anak yang mengalami gangguan tutup mulut sebanyak 219 orang (97.7%) p-value 0.000. Ada hubungan antara pengetahuan dan penerapan feeding rules terhadap gangguan tutup mulut pada anak usia 6-72 bulan di Desa Kubu Kabupaten Karangasem Provinsi Bali.
PENGARUH PEMBERIAN ELEKTROLIT BUAH NANAS TERHADAP DENYUT NADI SISWA SMK SAAT MELAKUKAN OLAHRAGA Nugraha, Iwan Saka; Udayani, Ni Wayan; Aditama, I Gede Agus Sindhu
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v5i1.4796

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh minuman isotonik buah nanas terhadap efektifitas denyut nadi siswa SMK di Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan randomized pretest – posttest control group design dengan satu kelompok kontrol. Kelompok kontrol mengkonsumsi air mineral, sedangkan kelompok perlakuan mengkonsumsi minuman isotonik buah nanas. Setelah itu, atlet diukur intensitas denyut nadinya, sebanyak 3 kali, masing selama 1 menit. Pengukuran denyut nadi dilakukan sebelum latihan, sesaat latihan selama 60-90 menit dan setelah jeda istirahat 10 menit dari selesai latihan. Analisis data dengan menggunakan uji man-whitney. Hasil pengukuran denyut nasi pemberian minuman isotonic buah nanas terhadap denyut nadi siswa SMK baik sebelum olahraga, sesaat setelah olahraga, dan jedah 10 menit setelah latihan (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah konsumsi minuman isotonik tidak terlihat meningkatkan efektifitas denyut nadi atlet.
DETERMINAN PERILAKU TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUBU II KARANGASEM Ida Ayu Nyoman Trijayanti Ida Ayu Nyoman Trijayanti; iwan saka nugraha; Putu Melista Putri Putu Melista Putri
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/qte8sa96

Abstract

Introduction: Antibiotics are recognized as crucial therapeutic compounds in the prevention and management of infections, especially in the pediatric population. In Indonesia, infectious diseases persist as the leading contributors to both morbidity and mortality in children under five, triggering an urgent need for quick and efficient medical interventions. In clinical practice, antibiotics are often chosen as the primary response by parents and medical personnel due to their perceived instant effectiveness. However, the use of antibiotics without proper scientific and policy considerations have the capacity to induce enduring negative consequences, affecting not only individuals but also reverberating across global scale. Objective: This research’s objective is to elaborate the influence of occupation, knowledge, education level, gender, age, and perception on the behavior of Antibiotic use behavior in toddlers at Public Health Center whose working areas are in Kubu II. Method: This study used a cross-sectional quantitative study method. This study has a population of parents of toddlers aged 0 to 59 months in Tianyar Tengah Village whose working area is in Kubu II, totaling 186 participants. Results: This research reveals that some predictors such as occupation, educational attainment, knowledge, and perception play a crucial role in shaping antibiotic usage patterns among children under five. While gender and age did unsignificantly affected. The educational level emerges as the most significant predictor influencing antibiotic usage patterns in children under five. Conclusion: Education level was the most influential predictor of antibiotic use in under-fives.
ANALYSIS OF PATIENT KNOWLEDGE LEVELS IN SELF-MEDICATION FOR DIARRHEA USING ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) IN PHARMACIES IN THE SOUTH DENPASAR REGION Daskinih; Iwan Saka Nugraha; Putu Melista Putri
Journal Pharmaceutical Science and Application Vol. 7 No. 1 (2025): Journal Pharmaceutical Science and Application
Publisher : Pharmacy Department, Math and Sciences Faculty, Udayana Univerity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPSA.2025.v07.i01.p03

Abstract

Background: Diarrhea remains a significant public health issue in Indonesia, often prompting self-medication managing minor ailments without medical consultation. With advances in digital health, Artificial Intelligence (AI) offers decision support for symptom assessment and treatment guidance. However, the extent of patient understanding and use of AI in self-medication remains unclear. Objective: To evaluate patient knowledge regarding AI's role in self-medication for diarrhea in pharmacies in South Denpasar and to assess whether patients actively use AI-powered applications or simply acknowledge their potential. Methods: A cross-sectional study was conducted among 160 purposively selected respondents. Data were collected via structured questionnaires and analyzed using chi-squared tests. The questionnaire included items on knowledge and experience with AI-based health tools. Results: Most respondents were aged 17–44 (91.3%), male (50.6%), had higher education (69.4%), and worked in the private sector (85.6%). A total of 87.5% showed high self-medication knowledge, and 98.1% reported using AI-based applications. Significant associations were found between education and knowledge (p=0.002) and between occupation and knowledge (p=0.001). Conclusion: Education and employment significantly influence self-medication knowledge enhanced by AI. These findings highlight the increasing role of AI in healthcare and the need for structured patient education to support informed AI use. Keywords: Artificial Intelligence (AI); Diarrhea; Knowledge; Pharmacy; Self-Medication.