Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

STUDI MIKROSTRUKTUR BETON RINGAN GEOPOLIMER DENGAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM) DAN X-RAY DIFFRACTION (XRD) Adji Sutama; Nurnilam Oemiati
Jurnal Deformasi Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v7i2.9387

Abstract

Beton ringan geopolimer merupakan salah satu beton yang ramah lingkungan karena proses pembuatannya memanfaatkan prekursor yang berasal dari alam dan/atau limbah seperti kaolin, abu terbang, dan pozzolan lainnya. Beton ringan geopolimer ini juga termasuk jenis beton inovasi yang memadukan kelebihan beton ringan dan beton geopolimer. Penelitian ini menggunakan material yang terdiri dari prekursor, larutan alkali aktivator, agregat halus, superplasticizer, dan foam dengan target berat jenis beton ≤ 1500 kg/m3. Prekursor terdiri dari kaolin dan abu terbang dengan persentase kaolin 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat abu terbang. Perbandingan larutan Na2SiO3 dan NaOH 2,5:1 dengan konsentrasi NaOH 12 M dan 14 M. Perbandingan larutan alkali aktivator dan prekursor sebesar 0,5. Perbandingan agregat halus dan prekursor sebesar 2. Untuk memproduksi foam digunakan perbandingan foaming agent dan air 1:40 dengan presentase foam 50% dari volume campuran. Perawatan benda uji dilakukan selama 24 jam pada suhu oven 60°C. Hasil pengujian kuat tekan beton menunjukkan bahwa campuran BRG-0%-14M menghasilkan kuat tekan yang paling optimum sebesar 19,20 MPa dengan berat jenis beton 1481,12 kg/m3. Hasil pengujian SEM dan XRD menunjukkan bahwa dengan peningkatan konsentrasi NaOH dan persentase kaolin 0% menghasilkan pori-pori yang sangat kecil dan matriks geopolimer yang lebih padat (C-S-H) dengan dihasilkannya struktur geopolimer yang lebih amorf, akan tetapi dengan adanya peningkatan persentase kaolin menghasilkan pori-pori yang semakin besar dan matriks geopolimer yang kurang padat (C-H) dengan dihasilkannya struktur geopolimer yang kurang amorf. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa campuran persentase kaolin 0% menghasilkan mikrostruktur beton ringan geopolimer yang jauh lebih baik.
Studi Mikrostruktur Foamed Concrete dengan Penambahan Serat Daun Nanas Menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) Teddy Irawan; Adji Sutama; Marice Agustini
Jurnal Deformasi Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v8i1.11637

Abstract

Penggunaan bahan limbah sebagai material tambahan pada beton saat ini telah menjadi poin penting dalam industri konstruksi. Hal ini terjadi karena kebutuhan akan bahan baku konstruksi yang semakin meningkat, sedangkan sumber daya alam semakin terbatas. Penggunaan bahan limbah juga dapat memberikan dampak positif baik terhadap beton dan lingkungan seperti mampu meningkatkan sifat mekanik beton dan mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan. Pada penelitian ini menggunakan bahan limbah berupa serat daun nanas yang dijadikan sebagai bahan tambahan untuk pembuatan foamed concrete. Persentase serat daun nanas yang digunakan sebesar 0% dan 0,2% dengan panjang serat 0 mm, 10 mm, 20 mm dan 30 mm. Adapun material yang digunakan untuk memproduksi foamed concrete berupa semen portland, fly ash, agregat halus, foam, dan air. Hasil pengujian kuat tekan foamed concrete menunjukkan bahwa campuran FCN0,2-30 menghasilkan kuat tekan yang optimum sebesar 4,76 MPa. Hasil pengujian SEM menunjukkan bahwa mikrostruktur foamed concrete dengan penambahan serat daun nanas menghasilkan matriks beton yang semakin padat dan serat daun nanas tersebut berkontribusi mengisi celah-celah yang terdapat pada beton. Selain itu, mikrostruktur foamed concrete dengan penambahan serat daun nanas memiliki pori-pori yang lebih sedikit dan lebih kecil dibandingkan dengan mikrostruktur foamed concrete tanpa adanya serat daun nanas
Pengaruh Tekanan Tiup Angin Maksimum Pada Rangka Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Penampang Kanal Tunggal Teddy Irawan; Adji Sutama
Jurnal Deformasi Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v8i2.13603

Abstract

Dalam pengembangan dan perancangan struktur bangunan khususnya pada konstruksi atap, pengaruh tekanan tiup angin merupakan aspek kritis yang memerlukan perhatian khusus. Tekanan tiup angin dapat memberikan dampak signifikan terhadap kinerja rangka kuda-kuda baja ringan yang merupakan elemen struktural utama dalam konstruksi atap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kapasitas rangka kuda-kuda baja ringan dengan penampang kanal tunggal dalam menahan tekanan tiup angin maksimum. Tipe rangka kuda-kuda fink dengan panjang bentang 800 cm dipilih sebagai objek penelitian. Profil penampang baja ringan yang digunakan adalah kanal tunggal C150.50.20 dengan mutu sebesar 550 MPa. Proses penelitian mencakup pemodelan struktur rangka kuda-kuda, pemberian nilai tekanan tiup angin dalam tiga pemodelan berbeda (pemodelan pertama 0 kg/m2, pemodelan kedua 40 kg/m2, dan pemodelan ketiga 4000 kg/m2), serta analisis respon struktural menggunakan perangkat lunak SAP2000 versi 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kenaikan rasio tegangan yang terjadi akibat semakin besarnya tekanan tiup angin. Tekanan tiup angin maksimum yang dapat di tahan oleh rangka kuda-kuda baja ringan tersebut kurang dari 4000 kg/m2 pada pemodelan ketiga, dengan beban angin tekan 960 kg/m dan beban angin hisap 1920 kg/m. Meskipun demikian, dalam pemodelan tersebut didapatkan salah satu nilai rasio tegangan yang terjadi sudah melebihi dari 1, menunjukkan kondisi yang tidak aman
Analisa Balok Prategang Dengan Panjang Bentang 50 Meter Pada Ruas Jembatan Di Kota Palembang Verinazul Septriansyah; Adji Sutama
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i1.14988

Abstract

Studi ini bertujuan unuk menganalisa perilaku balok prategang dengan panjang bentang 50 meter pada ruas jembatan di kota Palembang. Penelitian dilakukan untuk memahami respons struktural balok prategang terhadap beban-beban yang mungkin terjadi selama masa operasional jembatan. Metode analisa menggunakan pendekatan numerik dengan mempertimbangkan berbagai parameter seperti beban lalu lintas, kondisi lingkungan, dan karakteristik material. Hasil analisa diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang keandalan dan keamanan struktural balok prategang dalam menghadapi berbagai beban, serta membantu dalam mengidentifikasi potensi kegagalan atau deformasi yang perlu diperhatikan. Diharapkan kesimpulan dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting bagi perancangan, pemeliharaan, dan manajemen jembatan di kota Palembang, dengan tujuan meningkatkan keamanan dan efisiensi penggunaan infrastruktur tersebut.
Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi Sebagai Material Substitusi Sebagian Semen Terhadap Workabilitas, Densitas, dan Kekuatan Tekan Beton Adji Sutama; Verinazul Septriansyah; Teddy Irawan
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/1mvrd625

Abstract

Peningkatan kebutuhan material konstruksi untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia mengakibatkan konsumsi semen yang tinggi, mencapai 70 juta ton per tahun, yang berdampak pada tingginya emisi CO2. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan abu sekam padi (ASP) sebagai material substitusi sebagian semen terhadap workabilitas, densitas, dan kekuatan tekan beton. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan variasi persentase ASP sebagai substitusi semen sebesar 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen, dengan target kuat tekan rencana 30 MPa. Material yang digunakan meliputi Semen Portland Tipe I, abu sekam padi yang dibakar pada suhu 700°C selama 2 jam dan mengandung silika tinggi (91,42%), agregat kasar, agregat halus, air, dan superplasticizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi semen dengan ASP menyebabkan penurunan workabilitas yang terukur melalui penurunan nilai slump dari 10 cm (ASP0%) menjadi 9 cm (ASP20%). Peningkatan persentase substitusi ASP berbanding lurus dengan peningkatan densitas beton pada semua umur pengujian. Kekuatan tekan beton tertinggi dicapai pada substitusi 20% ASP sebesar 35,27 MPa pada umur 28 hari, meningkat 12,65% dibandingkan beton normal (31,31 MPa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu sekam padi berpotensi tinggi sebagai material substitusi sebagian semen dalam produksi beton, tidak hanya memberikan manfaat teknis berupa peningkatan performa beton, tetapi juga berkontribusi pada aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah pertanian dan pengurangan emisi karbon dari produksi semen.
Studi Eksperimental Mortar Polimer Nanokomposit Berpenguat Nanosilika dan Serat Fiberglass Untuk Aplikasi Struktural Verinazul Septriansyah; Adji Sutama; Zuul Fitriana Umari
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v10i2.20282

Abstract

Perkembangan material konstruksi dengan karakteristik ringan namun tetap memiliki kekuatan tinggi menjadi salah satu fokus penting dalam penelitian teknik sipil modern. Salah satu inovasi yang potensial adalah penggunaan mortar polimer nanokomposit dengan penguatan serat fiberglass serta penambahan nanosilika. Kombinasi ini diyakini mampu menghasilkan material dengan sifat mekanik lebih unggul dibandingkan mortar konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi kadar nanosilika terhadap kuat tekan serta berat jenis mortar polimer nanokomposit yang diperkuat serat fiberglass. Metodologi penelitian dilakukan melalui pembuatan sampel mortar menggunakan pasir halus sebagai agregat, resin epoksi dan hardener dengan rasio 1:1, serat fiberglass sepanjang 1 cm, serta nanosilika sebagai bahan tambahan. Proporsi pasir ditetapkan sebesar 40% dari volume total, sedangkan nanosilika divariasikan pada kadar 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% dari berat resin. Pengujian kuat tekan dilakukan terhadap benda uji berbentuk kubus berukuran 5×5×5 cm pada umur 7 dan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa penambahan nanosilika sebesar 2% menghasilkan performa paling optimal dengan kuat tekan mencapai 58,75 MPa pada umur 7 hari dan 58,90 MPa pada umur 28 hari. Berat jenis tertinggi terdapat pada sampel kontrol tanpa nanosilika, yakni 1631,04 kg/m³ (7 hari) dan 1645,92 kg/m³ (28 hari). Peningkatan kadar nanosilika justru menurunkan berat jenis, dengan penurunan signifikan terjadi pada kadar 4%. Kesimpulannya, nanosilika 2% terbukti mampu meningkatkan kuat tekan sekaligus mengurangi berat mortar secara signifikan. Namun, penambahan nanosilika melebihi kadar tersebut menyebabkan penurunan performa, sehingga diperlukan optimasi komposisi untuk memperoleh sifat terbaik
Simulasi dan Pemetaan Banjir 1D dan 2D di Wilayah Hilir Sub-Das Lambidaro Menggunakan HEC-RAS Ade Tricia Miranda; Hartini Hartini; Adji Sutama; Marice Agustini
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i2.1351

Abstract

Flooding is one of the most destructive natural disasters and frequently occurs in densely populated residential areas located in lowland regions. Lowland areas with high population density generally have low infiltration capacity and high surface runoff, causing flooding to occur repeatedly during rainfall events. Palembang City is predominantly situated in lowland areas and has a relatively high population density. The downstream area of the Lambidaro sub-watershed is one of the densely populated lowland regions in Palembang City, making it highly vulnerable to flooding during rainfall events with certain intensities. This study aims to simulate and map flooding in the downstream area of the Lambidaro sub-watershed using the HEC-RAS program, in which flood discharge was first analyzed using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (HSS) method. Based on the flood analysis using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (HSS) method, a simulated peak flood discharge of 57.17 m³/s was obtained from the maximum effective rainfall during the observation period from January 1, 2026 to April 9, 2026, with an effective rainfall value of 43.376 mm. In this study, rainfall data were obtained from NASA POWER Data Access Viewer (DAV) satellite data, which were utilized as satellite-based rainfall estimation data for daily hydrological analysis while considering the limitations of the data and the need for verification using local observational records. Based on the 1D and 2D simulations using the HEC-RAS program, flooding in the downstream area of the Lambidaro sub-watershed was predominantly concentrated in areas surrounding the Lambidaro River, with floodwater depths reaching up to 0.73 meters.
Evaluasi Kapasitas Drainase di Jalan Mayjen HM Ryacudu Kota Palembang Menggunakan Pemodelan EPA SWMM Ade Tricia Miranda; Hartini Hartini; Adji Sutama; Marice Agustini
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i2.1352

Abstract

Flooding is a natural disaster that significantly disrupts human activities. The occurrence of flooding is closely related to drainage problems, as rainwater runoff requires a drainage system capable of collecting and conveying runoff water to drainage outlets. Jalan Mayjen HM Ryacudu in Palembang City frequently experiences flooding, even though the existing drainage system has an outlet that directly discharges into the Musi River. This study evaluated the drainage capacity along Jalan Mayjen HM Ryacudu due to the persistent flooding occurring in the area. The purpose of this evaluation was to determine an appropriate drainage capacity within the study area as a mitigation measure against flooding. The evaluation was conducted by simulating rainfall runoff using the EPA SWMM program. The results of the EPA SWMM modeling indicate that the existing drainage capacity is still unable to optimally accommodate and convey rainwater runoff, resulting in inundation at several locations along Jalan Mayjen HM Ryacudu. The mitigation scenario through drainage dimension optimization showed that modifying the drainage channels to a uniform size of 1.2 × 1.2 meters was able to eliminate flooding indications in the EPA SWMM simulation results.