Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Healthy Islamic Boarding School Through Healthy House Services at the Baitul Arqom Islamic Boarding School in Jember Regency Hidayat, Cahya Tribagus; Elmaghfuroh, Dian Ratna; Cahyanto, Triawan Adi; Dewi, Sofia Rhosma
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 23, No 2 (2023): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.04650

Abstract

Pondok Pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh dan berkembang dari, oleh, dan untuk masyarakat yang berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang tidak saja mahir dalam aspek pembangunan moral dan spiritual dengan intelektual yang bernuansa agamis, namun dapat pula menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, serta menjadi teladan bagi masyarakat sekitar. Kondisi kesehatan di pondok pesantren pada umumnya masih memerlukan perhatian khususnya meliputi tiga aspek, yaitu akses pelayanan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat serta kesehatan lingkungan. wujud pemberdayaan masyarakat dikenal dengan istilah UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) salah satunya yaitu dengan Gerakan Pesantren Sehat (GPS) melalui Healthy House Service. Layanan yang diberikan meliputi layanan edukasi PHBS, pelatihan kader PHBS, layanan Kesehatan santri, dan layanan telenursing serta SIM-RS (Sistem Informasi Manajemen-Rumah Sehat) yang memfasilitasi layanan Kesehatan berbasis online dan juga mengakomodir database yang merekam data jumlah penyakit di pondok pesantren. Hasil kegiatan didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan tentang PHBS sebesar 82,67% dan peningkatan keterampilan sebesar 40%. Healthy House Service ini diharapkan dapat membawa pesantren menuju Kesehatan yang optimal.’
SELF EFFICACY KELUARGA PANDHALUNGAN BERBASIS PSYCOLOGICAL WELL BEING TERHADAP KESIAPSIAGAAN LANSIA MENGHADAPI BENCANA BANJIR Elmaghfuroh, Dian Ratna; Asih, Susi Wahyuning; Putri, Nanda Ika; Prameswari, Lady
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.917

Abstract

Latar Belakang: Keluarga merupakan tempat yang sangat penting untuk kehidupan lansia. Kesiapan keluarga sebagai faktor kunci kesiapsiagaan kesejahteraan psikologis lansia. Keluarga yang memiliki kesiapsiagaan tinggi bisa membantu lansia mengurangi risiko dan merespon bencana dengan cepat. Namun, tingkat kesiapsiagaan ini sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan pemahaman keluarga akan kemampuan mereka menghadapi situasi darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Self Efficacy Keluarga Pandhalungan Berbasis Psycological Well Being Terhadap Kesiapsiagaan Lansia Menghadapi Bencana Banjir. Self-Efficacy keluarga sebagai pendorong tindakan kesiapsiagaan. Dalam konteks kesiapsiagaan bencana, keluarga dengan self-efficacy nya yang tinggi lebih mampu dalam merencanakan evakuasi, komunikasi saat bencana, menyediakan perlengkapan darurat, dan melindungi lansia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Pra Eksperimen design dengan one group pre test post test. Analisis menggunakan uji spearman’s rho. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan terlebih dahulu dilakukan uji validitas reliabilitas. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari keluarga berjumlah 58 orang menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner self efficacy keluarga dan kuesioner kesiapsiagaan kesejahteraan psikologis lansia menghadapi bencana.Hasil Penelitian: Hasil uji Spearman's rho menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara self efficacy keluarga terutama berbasis Psycological Well Being terhadap kesiapsiagaan lansia pada bencana dengan nilai (r= 0,623).Kesimpulan: self efficacy keluarga berpengaruh terhadap kesiapsiagaan lansia pada bencana banjir. Dengan penguatan ini, diharapkan keluarga dapat menguatkan kembali self efficacy nya sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan lansia terhadap bencana terutama kesejahteraan psikologis lansia di desa Klungkung. Kata Kunci: self efficacy Keluarga, lansia, physycological well being , kesiapsiagaan.
Peningkatan Kemampuan Melalui Pelatihan Pertolongan Pertama Kasus Dekompresi Pada Nelayan Di Dusun Watu Ulo Ely Rahmatika Nugrahani; Dian Ratna Elmaghfuroh; Desinta Putri Ambarsari; Rijal Maulana Juan Alkautsar; M. Nofrizal Fajri Muktamar; Vinda Anayu Aprilia; Anisatus Syamsil Arifin
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v2i1.3406

Abstract

Permasalahan kesehatan mitra antara lain meningkatnya kejadian dekomprsi pada nelayan dan belum adanya program pelatihan pertolongan pertama pada kejadian dekompresi. Program ini bekerja sama dengan perangkat Desa Sumberejo yang terdiri dari Kepala Dusun Watu Ulo dan Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Payangan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah 1) analisis situasi, 2) persiapan, 3) pelatihan, 4) evaluasi dan pendampingan pada nelayan untuk melihat kesesuaian masalah dengan alternatif solusi yang diberikan. Hasil pelatihan didapatkan bahwa 85% mengalami peningkatan keterampilan antara pre dan post pelatihan, serta menyatakan kepuasan dengan diadakannya kegiatan pelatihan pertolongan pertama kasus dekompresi dengan metode roleplay.
Penguatan Literasi Emergency First Respone (EFR) untuk Mencegah Fatalitas Kasus Geriatri di PCA Patrang Dian Ratna Elmaghfuroh; Siti Kholifah; Putri Salwa Ayu Rengganis; Zherina Zherina; Synthya Septy Ramadhany; Eka Nur Andini
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 7, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v7i1.22636970

Abstract

Peningkatan populasi lansia di Indonesia berimplikasi pada meningkatnya risiko kejadian kegawatdaruratan geriatri di lingkungan rumah. Keterlambatan respons pada fase golden period 5–10 menit pertama sering menjadi faktor penyebab fatalitas, terutama akibat rendahnya literasi Emergency First Response (EFR) di tingkat keluarga dan komunitas. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi EFR kader dan keluarga lansia di Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Patrang melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Metode yang digunakan meliputi edukasi partisipatif, diskusi kasus, distribusi media edukasi (booklet, poster, kartu saku darurat), serta evaluasi pre–post test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Jumlah peserta sebanyak 35 orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan Rerata skor yang literasinya baik meningkat dari 15,4 menjadi 84,6, dengan persentase peningkatan sebesar 69,2%. Selain peningkatan pengetahuan, terjadi perubahan sikap dan kesiapsiagaan, termasuk penyimpanan nomor darurat dan perbaikan sederhana keamanan rumah lansia. Program ini menghasilkan model pemberdayaan “Aisyiyah Siaga Lansia” yang berpotensi direplikasi pada komunitas lain. Dapat disimpulkan bahwa edukasi literasi EFR berbasis organisasi perempuan efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan komunitas dan berkontribusi pada upaya pencegahan fatalitas kasus geriatri di tingkat rumah tangga.
Pendekatan Spiritual Care Model terhadap Self-Perceived Health pada Lansia Dian Ratna Elmaghfuroh; Susi Wahyuning Asih
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i2.4558

Abstract

The elderly face various physical, psychological, social, and spiritual challenges affecting their self-perceived health. The Spiritual Care Model approach is a holistic strategy that can improve the spiritual well-being and quality of life of older adults. This study aims to analyze the effect of the spiritual care approach on self-perceived health in the elderly at PSTW Bondowoso. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 58 elderly people with normal cognitive function criteria, who were selected using a purposive sampling technique. The intervention was conducted with structured spiritual activities. Data was collected using the self-perceived health questionnaire and analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant improvement in the Self-Perceived Health (SPH) of the elderly after implementing the spiritual care model. Before the intervention, the majority of respondents 72.4% were in the low SPH category, and after the intervention, it increased to 79.3% in the good SPH category. The Wilcoxon test resulted in a p-value = 0.0001, indicating a significant effect between the spiritual care intervention and improved self-perceived health. The spiritual care approach proved effective in improving the self-perceived health of older adults through the provision of spiritual, emotional, and social support. The findings emphasize the importance of integrating spiritual aspects in gerontological nursing care to improve the holistic quality of life of older adults.
Efektivitas Intervensi Balance Exercise terhadap Masalah Keperawatan Risiko Jatuh pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember Moch Arif Sholehudin; Dian Ratna Elmaghfuroh
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.24

Abstract

Proses penuaan yang dialami lansia seperti perubahan atau penurunan fungsi fisiologis akan meninmbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satu dampak yang muncul pada lansia adalah penurunan fungsi otot dan tulang, hal ini akan menyebabkan lansia mengalami ketidakseimbangan tubuh yang mengakibatkan risiko jatuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni melakukan latihan balance exercise. Tujuan dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini melakukan asuhan keperawatan pada lansia dengan risiko jatuh di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus dengan 2 partisipan yang dilakukan selama 6 hari pada periode 13 – 21 Desember 2022 di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember dengan intervensi balance exercise. Berdasarkan data yang didapat setelah diberikan intervensi balance exercise pada kedua klien tersebut selama 6 hari perawatan sangat efektif, dibuktikan dengan hasil Timed Up and Go test (TUG) dari kedua klien turun dalam interpretasi fungsi keseimbangan normal dan tidak ada kejadian jatuh berulang pada kedua klien tersebut. Kesimpulan dari penulian Karya Tulis Ilmiah ini menunjukkan bahwa latihan balance exercise sangat efektif untuk meningkatkan kekuatan otot ekstermitas bawah terutama pada lansia yang mengalami gangguan keseimbangan
Implementasi Kegel Execercise pada Lansia dengan Masalah Keperawatan Inkontinensia Urine di UPT PSTW Jember Vian Indriana Rustanti; Dian Ratna Elmaghfuroh
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.40

Abstract

Pendahuluan : Inkontinensial uine aldallalh tidak malmpunyal seseoralg untuk menalhaln ingin kelualrnyal urine talnpal disaldalri dengaln pengelualraln urin dallalm jumlah yalng balnyalk daln frekuensi yalng cukup. Kegel exercise aldallalh laltihaln otot dalsalr pal-nggul yang bertujualn untuk memperkualt otot periuretral algalr lalnsial bisal mengontrol pengelualraln urin secalral malksimal. Tujuan: Tujuan peelitian ini untuk mengetahui pengaruh kegel exercise dalam menguragi masalah inkontinensia urine. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pendeketan case study dalam bentu asuhan keperawatan. Hasil: Hasil penelitian setelah dilakukan latihan legel exercise selama 6 hari, lansia sudah mampu merasakan sensasi akan berkemih dan mampu untuk menahan saat akan berkemih. Lansia mampu untuk melakukan latihan kegel exercise dengan baik, meskipun pada hasilnya salah satu lansia masih merasa tidak untas saat berkemih.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Combustio dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di RSD Balung Jember dan RSD Kalisat Jember Vani Violita; Dian Ratna Elmaghfuroh
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.54

Abstract

Combustio adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan oleh paparan sumber panas. Kedalaman combustio berhubungan dengan lamanya waktu ketika kulit terpapar. Gejala yang dialami pasien combustio yaitu melepuh, pembengkakan dan kulit mengelupas, gejala ini sering memburuk selama beberapa jam atau hari pertama setelah cedera. Combustio grade satu, jenis luka ringan yang memengaruhi lapisan luar kulit dapat menyebabkan kemerahan. Combustio grade dua, jenis luka yang dapat memengaruhi lapisan kedua kulit (Dermis). Kondisi pasien combustio ini menyebabkan kulit bengkak dan memerah, dan melepuh. Combustio grade tiga, jenis luka ini mencapai lapisan lemak bawah kulit luka grade tiga ini dapat merusak saraf dan menyebabkan mati rasa. Kesimpulan : Dalam studi kasus ini melibatkan kedua pasien combustio dengan masalah keperawatan nyeri akut. Pasien yang pertama berumur 22 tahun mengalami nyeri yang dialami skala nyeri 5, luka yang dialami pasien tersebut sampai 27% daerah luka yang dialami pasien yaitu dari punggung bawah sampai paha belakang . Sedangkan pasien yang kedua berumur 50 tahun skala nyeri yang dialami pasien tersebut yaitu skala nyeri 5, luka yang dialami pasien tersebut 18% daerah luka yang dialami pasien perut dan paha kiri. Bedasarkan permasalahan diatas penulis tertarik untuk mengelola pasien dengan masalah keperawatan nyeri akut di RSD Balung Jember dan RSUD Kalisat Jember sebagai asuhan keperawatan dan dijadikan sebagai karya tulis ilmiah dengan judul “ Asuhan Keperawatan pada Pasien Combustio dengan Masalah keperawatan Nyeri Akut di RSD Balung Jember dan RSUD Kalisat Jember.
Implementasi Range Of Motion (ROM) Pasif pada Klien CVA Infrak dengan Masalah Keperawatan Intoleransi Aktivitas di Ruang Bedah Saraf RSD Kalisat Jember Carissima Virna Alisia; Dian Ratna Elmaghfuroh
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.60

Abstract

CVA Infark ialah gejala sindrom klinis yang disebabkan oleh penyempitan atau jaringan nekrotik otak, sehingga mengurangi ketersediaan oksigen dan darah ke otak berkurang yang mungkin berakhir dengan infark jika aliran darah tidak dipulihkan dengan cepat. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan fase study. Hasil: Tujuan studi kasus ini yaitu untuk meningkatkan kekuatan otot pada klien CVA dengan penerapan Range Of Motion (ROM) di RSD Kalisat. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan mengambil 2 klien CVA infark dengan intoleransi aktivitas. Latihan Range Of Motion (ROM) dilakukan dalam 1 kali sehari selama 5-8 kali . Temuannya yaitu meningkatan kekuatan otot ekstremitas baik pada klien 1 dan klien 2. Kesimpulan: berdasarkan pelakasanan asuhan keperawatan yang telah dilakukan penulis pada Tn. S dan Tn. S dengan masalah keperawatan Intoleransi Aktivitas d ruang bangau RSD Kalisat Jember pada tanggal 06-08 Februari 2022 dan 13- 15 Februari 2023 tindakan Range Of Motion (ROM) meningkatkan mobilitas fisik klien dengan masalah keperawatan intoleransi aktivitas dapat dilakukan dengan baik dan benar.
Implementasi Teknik Relaksasi Benson pada Pasien HNP (Hernia Nucleus Pulposus) dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso Ardia Regita Cahyaningrum; Dian Ratna Elmaghfuroh
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.61

Abstract

Hernia Nucleus Pulposus yaitu terdorongnya Nucleus Pulposus yang berada diantara ruas-ruas tulang belakang, ke arah belakang baik lurus maupun ke arah kanan atau kiri menekan sumsum tulang belakang atau serabut - serabut sarafnya, hal ini dapat memicu masalah keperawatan nyeri akut. Tujuan dari penulis Karya Tulis Ilmiah ini melakukan asuhan keperawatan pada klien HNP dengan nyeri akut di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan study kasus, dengan 2 partisipan yang dilakukan selama 3 hari pada periode 13 Februari - 15 Februari 2023 dan 20 Februari - 22 Februari 2023 di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso dengan implementasi Teknik relaksasi benson. Berdasarkan masalah keperawatan nyeri akut pada klien HNP menggunakan implementasi teknik relaksasi benson, dilakukan latihan sehari sekali dibantu perawat ataupun keluarga klien. Hal itu memperoleh hasil yang efektif dibuktikan dengan skala nyeri kedua klien menurun. Penulis karya tulis ilmiah menunjukkan bahwa implementasi Teknik relaksasi benson sangat efektif untuk mengatasi nyeri akut terutama pada klien Hernia Nucleus Pulposus