Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Manajemen Laktasi terhadap Pengetahuan dan Dukungan Keluarga pada Ibu Hamil Ratih Septiana Arpen; Maya Fernanda Dielsa
BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan Vol. 1 No. 2 (2026): BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/bidana.v1i2.99

Abstract

Dukungan keluarga adalah pandangan penerimaan family terhadap anggota keluarganya yangmemiliki suport informasional, suport emosional, suport instrumental, dan suport penghargaan. Dalamhal ini, dengan adanya dukungan keluarga bayi baru lahir akan memperoleh asuhan yang optimal sejakdini, untuk menunjang kesuksesan menyusui, dibutuhkan tatalaksana mengenai manajemen laktasi.Pendidikan kesehatan mengenai manajemen laktasi penting untuk diberikan pada ibu hamil untukkesiapan ibu dalam memberikan ASI. Dengan adanya edukasi manajement laktasi, ibu hamil bisamemiliki gambaran terkait manajemen laktasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruhedukasi manajemen laktasi terhadap pengetahuan dan dukungan keluarga pada ibu hamil di PuskesmasBelida Barat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pre eksperimental.Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah one group pre-post test design.Jumlah responden sebanyak 30 orang dengan menggunakan teknik nonprobality sampling dan diolahsecara statistik dengan menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil analisa dari 30 respondendidapatkan rata-rata pengetahuan manajemen laktasi sebelum diberikan edukasi masuk dalam kategoripengetahuan manajemen laktasi sedang sebanyak 12 (40,0 %) responden dan sesudah mendapatkanedukasi, pengetahuan manajemen masuk dalam kategori tinggi sebanyak 27 (90,0 %) responden. Hasiluji statistic diperoleh dengan nilai P Value 0,000 (< 0,05) yang artinya terdapat pengaruh edukasimanajemen laktasi terhadap pengetahuan dan dukungan keluarga pada ibu hamil di Puskesmas BelidaBarat. Terdapat pengaruh edukasi manajemen laktasi terhadap pengetahuan dan dukungan keluargapada ibu hamil di Puskesmas Belida Barat dengan nilai p value: 0,000 (< 0,05).
Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri Untuk Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Santriwati MAS Madinatul Munawwaroh Bukittinggi Nur Hidayah Afnas; Ratih Septiana Arpen; Desri Nova
Ahmad Dahlan Mengabdi Vol 3 No 1 (2024): ABADI : Jurnal Ahmad Dahlan Mengabdi Edisi Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/abadi.v3i1.124

Abstract

Kanker payudara adalah ancaman serius bagi kesehatan wanita, termasuk di Indonesia, dengan angka kematian yang tinggi. GLOBOCAN mencatat kanker payudara mencakup 11,6% dari seluruh kasus kanker, dengan kematian 6,6%. Di Indonesia, prevalensi tertinggi ada di Yogyakarta. Banyak kasus terdeteksi pada stadium lanjut akibat keterlambatan penanganan. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) penting dilakukan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja, khususnya santriwati MAS Madinatul Munawwaroh Bukittinggi, tentang SADARI melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi efektif dalam membangun kesadaran remaja akan pentingnya pencegahan kanker sejak dini.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI CENDANA TERHADAP KUALITAS TIDUR IBU MENOPAUSE USIA 60–70 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK ALUNG Yohana Suganda; Ratih Septiana Arpen; Elwitri Silvia; Maysa Parantiska Anggrayni
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 2 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3682

Abstract

Menopause adalah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut diakibatkan oleh ovarium secara progresif yang telah gagal dalam memproduksi hormon estrogen. Kualitas tidur merupakan kepuasan seseorang terhadap tidur, sehingga seseorang tersebut tidak memperlihatkan tanda-tanda kurang tidur dan tidak mengalami masalah dalam tidurnya. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui adanya pengaruh pemberian aromat erapi cendana terhadap kualitas tidur ibu menopause usia 60-70 tahun. Jenis penelitian ini ialah kuantitatif dengan pre eksperimen dan menggunakan rancangan penelitian one grup pretest and posttest. Teknik pengambilan sempel menggunakan teknik non-probability berupa purposive sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 22 ibu menopause dengan usia 60-70 tahun. Menggunakan alat ukur kuisioner dengan kualitas tidur. Peneliti ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian diketahui kualitas tidur ibu menopause sebelum di berikan Adalah mean 23.41dan setelah diberikan diberikan nilai mean 8.91. Berdasarkan uji statistic terdapat pengaruh sebelum di berikan dan sesudah di berikan aromaterapi Cendana adalah p value-=0,00(p=0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian aromaterapi cendana terhadap Kualitas Tidur Ibu Menopause Usia 60-70 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Alung. Disarankan bagi ibu menopause dapat menerapkan terapi non farmakologi menggunakan aroma erapi cendana. Hal ini karena pemberian aromatterapi cendana terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur ibu menopause. Keywords: Ibu Menopause, Kualitas Tidur, Aromaterapi Cendana
The Effect of Education on the “Four Too’s” (4T) on the Knowledge Level of Pregnant Women in Preventing High-Risk Pregnancies in Simpang and Pauh Kurai Taji Villages, Pariaman City Yohana Suganda; Ratih Septiana Arpen; Roza Ismarni
Journal of Nursing Palliative Care Vol. 2 No. 1 (2026): March
Publisher : Journal of Nursing Palliative Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jnpac.v2i1.4614

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia remains relatively high, recorded at 189 per 100,000 live births in 2022 (Ministry of Health RI, 2023). One of the main contributing factors is high-risk pregnancy, which is influenced by pregnant women’s limited knowledge of risk factors, particularly the concept of the Four Too (too young, too old, too frequent, and too many). This study aims to determine the effect of education about the Four Too on the knowledge level of pregnant women in preventing high-risk pregnancies in Simpang Village and Pauh Kurai Taji Village, Pariaman City. This research used a quantitative method with a pre-experimental approach and a one group pre-test and post-test design. The population included all pregnant women in Simpang and Pauh Kurai Taji Villages, with a sample of 15 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire on knowledge of the Four Too and analyzed using the Paired Sample t-Test. The results showed that before the educational intervention, most pregnant women had a moderate level of knowledge (53.3%), and only 26.7% had a high level of knowledge. After the intervention, a significant improvement was observed, with 73.3% of respondents having high knowledge and none remaining in the low category. The paired t-test produced a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of the education on improving knowledge levels. It can be concluded that education about the Four Too is effective in increasing pregnant women's knowledge regarding the prevention of high-risk pregnancies. Therefore, educational interventions such as counseling and reinforcement through digital media are recommended to be routinely implemented by healthcare providers.