Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Metode Fuzzy Time Series Logika Ruey Chyn Tsaur untuk Prediksi Pola Data Trend Naik: Studi Kasus Pengiriman Jumlah Berat Barang dengan Transportasi Kereta Api Pulau Jawa Satuan Ribu Ton Tahun 2020 - 2022 Adika Setia Brata; Alfian Anhar; Windy Lestari; Yuliana Trisanti; Fakhrun Nisa
Journal of Mathematics Education and Science Vol. 6 No. 1 (2023): Journal of Mathematics Education and Science
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/james.v6i1.887

Abstract

Transportasi kereta api berkembang dari waktu ke waktu sesuai kebutuhannya. Terutama Infrastruktur transportasi yang berperan penting dalam mendukung mobilisasi dan aksesbilitas baik orang maupun barang dari tempat lain menuju ke suatu tempat tertentu sehingga menimalisir kesenjangan pada seluruh wilayah. Perbaikan transportasi khususnya kereta api diharapkan adanya pergeseran pertumbuhan, mempercepat pengembangan suatu daerah dalam wilayah. Jumlah barang yang diangkut melalui transportasi kereta perlu diprediksi untuk merumuskan target pertumbuhan ekonomi dan menetapkan kebijakan yang tepat dalam perekonomian di suatu daerah. Nilai tersebut dapat diprediksi menggunakan metode FTS (Fuzzy Time Series) yang dikembangkan untuk pola data trend naik. Tahapan metode FTS dengan Logika Ruey Chyn Tsaur untuk pola data trend naik perbedaannya terdapat pada tahap perhitungan dan hasil prediksinya. Tujuan dari penelitian ini adalah memprediksi nilai pertumbuhan jumlah berat barang yang diangkut melalui kereta api pulau jawa di masa yang akan datang dengan metode FTS (Fuzzy Time Series) Logika Ruey Chyn Tsaur untuk pola data trend naik serta menentukan tingkat akurasi hasil peramalan menggunakan MAPE (Mean Absolute Percentage Error). Penelitian ini dapat disimpulkan dalam akurasi pendugaan sangat baik, dengan menghasilkan nilai MAPE sebesar 8,05 %.
Psychological Assistance for Elderly Communities in Toket Village, Pamekasan Yuliana Trisanti; Mohammad Nazir Arifin
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v2i1.3637

Abstract

The abstract The ultimate goal of every development boils down to improving the quality of human resources (HR). Human resources are both the subject and object of development, covering the entire human life cycle, from conception to the end of life. Therefore, the development of human quality must be an important concern. Based on the cycle above, it is necessary to make an effort to provide an alternative solution that can improve the performance of posbindu and activate sub-districts that do not yet have posbindu for the elderly, as well as increasing the happiness of the elderly group. Apart from that, activities are needed that can increase enthusiasm, skills and care for the elderly to provide comfort and happiness at the end of their lives. With technology transfer, the community provides genotyric care training for Posbindu cadres as partner communities. Therefore, accompanied by counseling activities and training on useful genotyric care, it can be effective, meaning that the training can be carried out for local elderly people who in turn can provide happiness and health for members of the elderly group as partners.
Lokakarya Penulisan Surat Resmi untuk Guru Pendidikan Anak Usia Dini di Tlanakan Yuliana Trisanti; Marsum Marsum; Matsaini Matsaini; Anang Faktchur Rachman; Imron Rosyadi NR
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): Juni
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang guru profesional sebagai landasan pendidikan diharapkan tidak hanya menguasai materi sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga mampu mengelola pembelajaran dengan baik dan memiliki keterampilan berbahasa yang berkelanjutan, salah satunya adalah menulis. Karakteristik tuturan tulis akan berbeda dengan tuturan lisan karena disampaikan tanpa berkomunikasi secara langsung dengan lawan bicara sehingga diksi, struktur kalimat, sintaksis, morfologi, ejaan, dan bentuk tulisan perlu diperhatikan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan dan praktik yang berkesinambungan untuk meningkatkan pemahaman dan pembiasaan dalam keterampilan menulis, khususnya menulis surat dinas. Metode yang digunakan dalam pelatihan penulisan surat dinas bagi guru TK adalah ceramah, demonstrasi, dan praktik. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan kemampuan guru dalam menulis surat dinas. Indikator keberhasilan pelatihan ini diidentifikasi dari dua kategori yaitu respon positif dari peserta dan adanya peningkatan kemampuan guru TK dalam menulis surat dinas.
Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Software Geogebra bagi Guru SD untuk Meningkatkan Pembelajaran Matematika Interaktif Yuliana Trisanti; Agus Subaidi; Latifatul Mamnunah; Dedy Asmaroni; Muhammad Nazir Arifin
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan software GeoGebra bagi guru sekolah dasar bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran berbasis digital, khususnya dalam mengajarkan konsep-konsep matematika secara interaktif, visual, dan menarik. Melalui pelatihan ini, para guru diperkenalkan pada fitur-fitur utama GeoGebra yang dapat digunakan untuk memvisualisasikan konsep geometri, aljabar, dan statistika secara dinamis, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa. Pendekatan pelatihan meliputi demonstrasi, praktik langsung, dan pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan GeoGebra. Guru didorong untuk berinovasi dalam mendesain aktivitas belajar yang mendorong pemahaman konseptual siswa dan meningkatkan motivasi belajar matematika. Hasil dari kegiatan ini diharapkan meningkatkan kompetensi digital guru, memperkaya variasi media pembelajaran, serta menciptakan suasana kelas yang lebih partisipatif dan berbasis teknologi dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Poetry as emotional pedagogy: Investigating the affective impact of creative writing on EFL students Fujiono Fujiono; Rahayu Puji Haryanti; Yuliana Trisanti
Concept : Community Concern for English Pedagogy and Teaching Vol. 11 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : English Language Education Study Program, Teacher Traning and Education Faculty, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jconcept.v11i2.7587

Abstract

Learning English as a foreign language (EFL) requires a pedagogical approach that addresses not only cognitive development but also affective dimensions of learning. Creative poetry writing has been widely reported to enhance emotional engagement, reduce linguistic anxiety, and support students’ self-expression; however, the specific mechanisms through which poetry functions as an affective catalyst in EFL contexts remain underexplored. This study employs a systematic review with a qualitative approach, analyzing 21 Scopus-indexed journal articles that examine the affective impact of creative poetry writing in EFL learning. Study selection followed the PRISMA 2020 protocol, with quality appraisal conducted using the Critical Appraisal Skills Programme (CASP) and the Newcastle–Ottawa Scale. Data were analyzed thematically and synthesized through meta-qualitative techniques. The findings indicate that creative poetry writing positively influences three core affective dimensions in EFL learning: emotion regulation, self-expression, and reduction of linguistic anxiety. Instructional strategies such as prosing poetry, mindfulness-based activities, and technology-mediated platforms (e.g., WhatsApp) were found to enhance intrinsic motivation and learner confidence. Additionally, cultural background and language proficiency level emerged as key moderating variables affecting the effectiveness of poetry-based interventions. The interaction among affective variables generates positive feedback that supports holistic language learning. These findings suggest that poetry can function as an effective form of emotional pedagogy in EFL classrooms. Teachers and curriculum developers are encouraged to integrate poetry-based activities while considering learners’ cultural contexts and affective needs. Future research should develop longitudinal and cross-cultural instruments to assess affective outcomes more comprehensively.   Keywords: Creative poetry; affective pedagogy; EFL learning; Linguistic anxiety; Emotional expression
Representasi Graph Fuzzy pada Pengaturan Lampu Lalu Lintas di Pamekasan Latifatul Mamnunah; Yuliana Trisanti
INTERAKSI : Jurnal Kependidikan Vol. 21 No. 1 (2026): Pembelajaran dan Terapan Matematika
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemacetan lalu lintas di wilayah perkotaan, termasuk Kabupaten Pamekasan, merupakan permasalahan yang kompleks akibat pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan serta pengaturan lampu lalu lintas yang masih bersifat statis. Kondisi lalu lintas yang dinamis dan tidak pasti menuntut adanya pendekatan pemodelan yang mampu merepresentasikan ketidakpastian tersebut secara lebih realistis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan graph fuzzy dalam merepresentasikan dan mengoptimalkan pengaturan lampu lalu lintas pada beberapa persimpangan utama di Pamekasan. Setiap simpul (vertex) pada graf merepresentasikan persimpangan, sedangkan sisi (edge) menyatakan keterhubungan antarjalan dengan bobot fuzzy yang merefleksikan tingkat kepadatan, panjang antrean, dan volume kendaraan. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data lalu lintas melalui observasi lapangan, pembentukan fungsi keanggotaan fuzzy, serta analisis graf fuzzy untuk menentukan prioritas waktu nyala lampu hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model graph fuzzy mampu memberikan representasi yang lebih adaptif terhadap kondisi lalu lintas dibandingkan sistem konvensional, dengan potensi pengurangan waktu tunggu dan antrean kendaraan pada jam sibuk. Dengan demikian, pendekatan ini dapat dijadikan alternatif solusi dalam pengembangan sistem pengaturan lampu lalu lintas cerdas (intelligent traffic light system) di Pamekasan dan wilayah perkotaan serupa.