Articles
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI GARAM MELALUI HOME INDUSTRY GARAM BERYODIUM DI DESA SANOLO
agrippina wiraningtyas;
ruslan r;
sry agustina
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.839 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v1i1.235
Community empowerment program has been carried for salt farmers in the Sanolo village through iodized salt home industry. The goal of this programe to improve the quality of the salt harvest salt farmers in the Sanolo village Bima regency through the creation of iodized salt. To standarized food needs by improving the quality of local salt accordance with the Indonesian National Standard (SNI). Promoting and marketing of iodized salt. Establish a local institution in the salt farming community. The method used in this activity is done through several steps including socialization, training iodized salt production, management training and marketing and publication of products. This programe was produced several conclusions including the salt harvest of farmers in the village of Sanolo can improve the quality and resale value through the production of iodized salt. Iodized salt produced by home industry in the Sanolo village meet the Indonesian National Standard (SNI) as the salt consumption. Community organizations have formed for the management of iodized salt by organization is "Bina Karya Sanolo or (BKS)" equipped with the structure of organization. The group had agreed cooperation between Bina Karya Sanolo (BKS) with the government of Sanolo village in terms of the distribution and marketing of iodized salt.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK TONGKOL JAGUNG TERHADAP NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF)
agrippina wiraningtyas;
ruslan r;
sry agustina
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (557.892 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v1i1.236
Tongkol jagung merupakan salah satu tanaman yang diduga memiliki aktifitas sebagai tabir surya sehingga dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi ekstrak tongkol jagung terhadap nilai sun protection factor (SPF). Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan tongkol jagung sebagai sunscreen, menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari tongkol jagung dan menentukan konsentrasi optimum dari ekstrak tongkol jagung yang dapat digunakan sebagai sunscreen. Ekstrak tongkol jagung didapat dengan cara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 50%, kemudian filtrat yang di dapat dipanaskan sampai mendapatkan ekstrak kental. ekstrak kental tongkol jagung kemudian dibuat variasi konsentrasi 4 ppm, 8 ppm, 12 ppm dan 16 ppm. larutan tersebut selanjutnya diukur absorbansinya dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm yaitu panjang gelombang untuk sinar UV B, untuk menentukan nilai SPF. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol tongkol jagung memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Nilai SPF yang diperoleh dari variasi konsentrasi 4 ppm, 8 ppm, 12 ppm dan 16 ppm dengan nilai SPF berturut-turut yaitu 8,36; 12,13; 18,55; 20,81. Sebagai konsentrasi optimum pada tongkol jagung terdapat pada konsentrasi 16 ppm dengan nilai SPF 20,81.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA IPA TERPADU PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 AMBALAWI TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Putri ayu mutmainnah;
sry agustina;
Ruslan R
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.698 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v1i1.238
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah ada pengaruh model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA terpadu bagi siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Ambalawi tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan desain one shot case study dimana variabel X sebagai kelompok eksperimen dan variabel Y untuk melakukan observasi atau melakukan evaluasi. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ambalawi yang beralamat di Jalan Lintas Ambalawi Kabupaten Bima dan penelitian ini akan dilaksanakan selama ± satu bulan, dari bulan Agustus sampai dengan bulan September 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ambalawi tahun pelajaran 2018/2019 yang berjmlah 60 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII1 sebagai kelas eksperimen dan VII2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 40 orang siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada 3 yaitu lembar penilaian antar teman, lembar observasi dan tes. Uji instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas data dan uji reliabilitas data. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu uji prasyarat dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA terpadu bagi siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Ambalawi tahun pelajaran 2018/2019. Hal ini dapat dari hasil pengujian yang diperoleh menunjukan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0.008 itu lebih kecil dari 0.05 maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam Uji Mann-Whitney U, maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima pada taraf signifikansi 5%. hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pengaruh model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar IPA terpadu pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ambalawi tahun Ajaran 2018/2019.
Biosintesis Nanopartikel Fe dari Pasir Besi Menggunakan Ekstrak Kulit Bawang Merah
Susi dianti;
Ruslan R;
agrippina wiraningtyas;
Sry agustina
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 2 No 2 (2019): JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (586.619 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v2i2.301
Penelitian bertujuan untuk melakukan sintesis nanopartikel Fe (Besi) dari pasir besi menggunakan ekstrak kulit bawang merah. Kulit bawang merah segar dicuci dan dikeringkan, setelah itu kulit bawang merah yang sudah kering kemudian dihaluskan (diblender) terbentuk serbuk kulit bawang merah dan dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96% selama 1 jam, selanjutnya di saring dengan menggunakan kertas saring untuk mendapatkan ekstrak kulit bawang merah. sintesis besi Oksida dengan metode pelarutan bubuk pasir besi dalam larutan HCl pekat. Larutan yang dihasilkan selanjutnya dicampur dengan ekstrak kulit bawang merah sebagai bioreduktor disintesis selama 10, 20, 30, 40 menit kemudian diamati perubahan warnanya dan terbentuknya nanopartikel Fe jika terjadi perubahan warna. sampel dilakukan uji menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian Nanopartikel Fe dapat dibuat dari pasir besi menggunakan ekstrak kulit bawang merah, ditunjukan dengan adanya perubahan warna dari larutan tersebut dan adanya perbedaan nilai absorbansi. Waktu optimum biosintesis nanopartikel Fe dari pasir besi menggunakan ekstrak kulit bawang merah dengan spektrofotometer UV-Vis yaitu pada saat pengadukan 10 menit dengan nilai absorbansi tertinggi 4.532 pada panjang gelombang 215 nm.Penelitian bertujuan untuk melakukan sintesis nanopartikel Fe (Besi) dari pasir besi menggunakan ekstrak kulit bawang merah. Kulit bawang merah segar dicuci dan dikeringkan, setelah itu kulit bawang merah yang sudah kering kemudian dihaluskan (diblender) terbentuk serbuk kulit bawang merah dan dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96% selama 1 jam, selanjutnya di saring dengan menggunakan kertas saring untuk mendapatkan ekstrak kulit bawang merah. sintesis besi Oksida dengan metode pelarutan bubuk pasir besi dalam larutan HCl pekat. Larutan yang dihasilkan selanjutnya dicampur dengan ekstrak kulit bawang merah sebagai bioreduktor disintesis selama 10, 20, 30, 40 menit kemudian diamati perubahan warnanya dan terbentuknya nanopartikel Fe jika terjadi perubahan warna. sampel dilakukan uji menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian Nanopartikel Fe dapat dibuat dari pasir besi menggunakan ekstrak kulit bawang merah, ditunjukan dengan adanya perubahan warna dari larutan tersebut dan adanya perbedaan nilai absorbansi. Waktu optimum biosintesis nanopartikel Fe dari pasir besi menggunakan ekstrak kulit bawang merah dengan spektrofotometer UV-Vis yaitu pada saat pengadukan 10 menit dengan nilai absorbansi tertinggi 4.532 pada panjang gelombang 215 nm.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS XI PADA MATERI TERMOKIMIA DI MAN 2 KOTA BIMA
Yanti Ramadani;
Putri Ayu mutmainnah;
Sry Agustina;
Ruslan R
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (472.443 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v3i1.420
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap pemahaman konsep siswa kelas XI IPA pada materi termokimia di MAN 2 Kota Bima. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA MAN 2 Kota Bima yang terbagi atas 5 kelas dan terdiri dari 191 orang siswa dengan Kelas XI IPA 3 (kelas kontrol) dan XI IPA 4 (kelas eksperimen, yang menerapkan perlakuan berupa model pembelajaran discovery learning) sebagai sampel setelah sebelumnya pemilihan sampel ini menggunakan teknik non probabillity sampling dengan jenis purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah quaisi experiment dengan posttest only control group design sebagai rancangannya. Pengaruh model pembelajaran discovery learning ditunjukkan oleh nilai Asym Sig. (2-tailed) dari uji Mann Whitney berdasarkan nilai posttest pemahaman konsep siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Asym Sig. (2-tailed) > 0,05 yakni sebesar 0,096, hal ini berarti tidak terdapat perbedaan rata-rata pemahaman konsep siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol pada materi termokimia. Artinya, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap pemahaman konsep siswa kelas XI pada materi termokimia di MAN 2 Kota Bima.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Sebagai Zat Pewarna Alami (ZPA) Tekstil Dan Aplikasinya pada Benang Tenun
Muhamad Afan;
agrippina wiraningtyas;
Sry Agustina;
Ruslan R
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640.677 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v3i2.423
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun Sirih (Piper Betle L.) sebagai zat warna alam pada tekstil. Tahap pengolahan Pemanfaatan Ekstrak Warna Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) ZPA (Zat Pewarna Alami) Tekstil Pada Aplikasi Benang Tenun Bima dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya ekstraksi zat pewarna alam, mordanting, pewarnaan dan proses fiksasi. Hasil pewarnaan benang dapat dilihat perubahan warna yang dihasilkan, benang yang awalnya berwarna putih tetapi mengalami perubahan warna setelah direndam dalam zat warna ekstrak daun sirih hijau. Warna yang dihasilkan yaitu untuk variasi maserasi 1, 3, 4 dan 5 jam berwarna putih kecoklatan sedangkan untuk variasi maserasi 2 jam benang berwarna putih keemasan. Sedangkan dari hasil pengujian yang dilakukan pengaruh dari zat fiksator tawas menghasilkan warna seperti warna asli sebelum melalui proses fiksasi warna yang dihasilkan dalam penelitian ini secara indera penglihatan berwarna putih, pada zat fiksator tunjung menghasilkan warna kearah yang lebih gelap warna yang dihasilkan dalam penelitian ini secara indera penglihatan berwarna kuning keemasan sedangkan dengan fiksasi kapur tohor menghasilkan warna yang berseberangan dari warna asli dan warna yang dihasilkan adalah warna putih kecoklatan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KREATIVITAS SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA
Susanti S;
Putri Ayu mutmainnah;
Sry Agustina;
Ruslan R
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (510.019 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v3i2.424
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kreativitas siswa pada materi larutan penyangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dan menggunakan desain posttest-only control design. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kota Bima. Populasi penelitian terdiri dari enam kelas dengan jumlah 142 siswa dan sampel diambil dari dua kelas yang utuh yaitu 23 siswa dari kelas XI MIA 5 sebagai kelas eksperimen dengan model inkuiri terbimbing dan 23 siswa dari kelas XI MIA 6 sebagai kelas kontrol dengan model penusan langsung, Pengambilan data menggunakan instrumen tes kreativitas siswa pada materi larutan penyangga. Data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS versi 21 dengan hasil analisis yaitu persentase nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 7,3% dan hipotesis Sig. 0,001 < 0,05. Model inkuiri terbimbing tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kreativitas siswa pada materi larutan penyangga.
EKSTRAKSI ZAT WARNA DARI KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia Mangostana L) DAN APLIKASINYA PADA BENANG TENUN BIMA
Sri Rahma Wati;
Ruslan R;
agrippina wiraningtyas;
Sry Agustina
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (615.809 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v4i1.513
Kulit buah manggis sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal dan masih dianggap sebagai limbah oleh masyarakat maupun penjual masih kurang dan bahkan dibuang begitu saja. Salah satu bahan yang dapat di gunakan untuk pembuatan zat warna alami yaitu dari kulit buah manggis (Garcinia mangostana L). Kandungan yang terdapat pada buah manggis antasionin yang menghasilkan warna merah, ungu, dan biru (Indra 2009). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh waktu pelarut terhadap ekstrak zat warna dari kulit buah manggis, mengetahui waktu optimum pada ekstrak zat warna kulit buah manggis dengan menggunakan metode maserasi, dan mengetahui pengaruh variasi waktu pelarut terhadap zat warna dari kulit buah manggis pada pewarnaan benabg bahan baku kain tenunan Bima. Ekstrak kulit buah manggis didapat dengan cara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam. Ekstrak yang diperoleh kemudian diukur nilai absorbansinya menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis pada rentang panjang gelombang 190-600 nm, serta digunakan untuk mewarnai benang tenunan. Hasil penelitian ini adalah variasi waktu pelarut etanol berperngaruh terhadap ekstrak zat warna dari kulit buah manggis dengan metode maserasi. Waktu optimum pelarut etanol untuk ekstrak zat warna dari kulit buah manggis dengan metode maserasi adalah waktu 4 jam yang menghasilkan nialai absorbansi 4.459. Dan variasi waktu pelarut etanol berpengaruh terhadap hasil warna pada bahan baku benang tenunan Bima.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA SISWA DI MAN 2 KOTA BIMA TAHUNPELAJARAN 2019/2020
Nurfidianti Annafy;
Magfirah Perkasa;
Sry Agustina;
Putri Ayu mutmainnah;
Ela Purnama Sari
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.134 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v4i1.542
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh model pembelajaran inquiry terbimbing terhadap pemahaman konsep kimia siswa di MAN 2 Kota Bima tahun pelajaran 2019/2020. Tujuan utama penelitian adalah apakah ada pengaruh model pembelajaran inquiry terbimbing terhadap pemahaman konsep kimia siswa di MAN 2 Kota Bima tahun pelajaran 2019/2020. Popoulasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X IPA . sedangkan sampelnya kelas X IPA1 sebagai kelas kontrol dan X IPA2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 45 orang dan X IPA2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 45 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes (pretest dan posttest ). Untuk mengetahui tingkat kemampuan pemahaman konsep siswa dilakukan dengan menggunakan uji Mann Whitney U dengan bantuan SPSS versi 16. Berdasarkan hasil analisis data bahwa nilai rata-rata siswa kelas eksperimen adalah 89,67 sedangkan kelas kontrol sebesar 84,51. Perbandingan antara kedua nilai rata-rata tersebut terlihat jelas bahwa nillai rata-rata tersebut terlihat jelas bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen jauh lebih besar dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan hasil data yang dihitung dengan menggunakan uji Mann Whitney U dengan bantuan SPSS versi 16 dengan taraf signifikasi < 0,05 H0 ditolak sebaliknya jika nilai Asymp. Sig. > 0,05, maka Ha diterima dengan nilai signifikan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar -,557. Maka dapat disimpulkan dalam penelitian ini terdapat pengaruh model pembelajaran inquiry terbimbing terhadap pemahaman konsep kimia siswa di MAN 2 Kota Bima.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MODEL PROBLEM BASSED LEARNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMAN 2 LAMBU MATERI LAJU REAKSI
nurfidianty annafi;
Sry Agustina
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (282.995 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v4i2.689
Penelitian ini didasarkann pada permasalahan peserta didik yang kurang minat terhadap pembelajaran kimia menyebabkan peserta didik kurang mencari tahu informasi tentang kimia. Modul dibuat berdasarkan kebutuhan peserta didik. Tujuan penelitianini yaitu untuk menghasilkan modul kimia berbasis model Problem Bassed Learning Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA SMAN 2 Lambu Materi Laju Reaksi. Metode yang digunakan dalam penelitiam ini adalah model Bog and Gall yang dimodifikasi dari tahap 1 hingga tahap 10 menjadi 1 hingga tahap 3. Penyusunan modul dimulai dari bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup. Hasil uji ciba kualitas modul yang dikembangkan pada penelitian ini didasarkan pada penilaian dari tiga validator ahli, dari validator pertama dengan presentse 99,31 %, validator kedua mencapai 93,10%, dan validasi pada validator ketiga yaitu mencapai presentase 62,75 %.