Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Diversifikasi Olahan Ubur-Ubur Sebagai Produk Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal Ari Widiati; Ridwan Ridwan; Danan Muhuda AS; Samsul Hidayat; Zaenuddin Zaenuddin; Nur Atiqah; Eka Junila Saragih; Abdurrahman Abdurrahman; Raziki Waldan
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v7.i1.7266

Abstract

Indonesia, as a maritime nation, has a long coastline and vast waters with abundant marine resource potential. This potential includes capture fisheries, aquaculture, and various economically valuable marine biota scattered throughout coastal areas, including Temajuk Village, Sambas Regency, West Kalimantan. However, this vast marine resource potential has not been optimally utilized to improve community welfare. This study aims to analyze community empowerment strategies based on local potential through the development of creative economic products processed from marine products and their implications for improving community welfare. The study used a qualitative method with a case study approach. The data used consisted of primary and secondary data obtained through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that community empowerment based on local potential can encourage improvements in the welfare of coastal communities. Innovation in processing jellyfish into creative products such as satay and pecel provides added economic value by increasing the selling price of raw materials by up to 70%, reducing dependence on middlemen, increasing the average income of business actors by 40%, and strengthening the culinary identity of Temajuk Village in a sustainable manner.
Optimalisasi Manajemen Surau Darul Rahman: Meningkatkan Kegiatan Islami Melalui Kolaborasi Organisasi Hikmah Ari Widiati; Reni Helvira; Ema Elisa; Eka Junila Saragih; Heny Hidayati; Zarkasi Zarkasi; Ita Nurcholifah; Farah Zaini; Ryan Fathi Farhad; Hani Meilita Purnama Subardi
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/7zq3p554

Abstract

Surau memiliki fungsi penting dalam membentuk spiritualitas Muslim, khususnya pada komunitas mualaf minoritas. Penelitian ini berfokus pada Surau Darul Rahman di Kampung Temaga Dayak, Sarawak, Malaysia, yang dihuni mayoritas mualaf Dayak Melayu. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji strategi optimalisasi manajemen surau sebagai pusat agama, sosial, dan budaya melalui kolaborasi dengan organisasi lokal Hikmah guna meningkatkan kualitas kegiatan Islami. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis data tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surau Darul Rahman berhasil menjadi pusat pembinaan umat dengan mengintegrasikan pendidikan ibadah dasar, muamalah, kajian keislaman, dan program sosial-edukatif. Kegiatan seperti taklim, gotong royong, hingga pelatihan keterampilan praktis terbukti efektif meningkatkan literasi agama sekaligus solidaritas sosial. Kolaborasi strategis bersama organisasi Hikmah memperluas partisipasi masyarakat dan menjaga kesinambungan program keagamaan. Selain itu, keterlibatan aktif warga mentransformasi surau menjadi pusat pemberdayaan yang adaptif, di mana sinergi antara nilai Islam dan adat Dayak Melayu sukses menciptakan harmoni budaya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi manajemen surau berbasis kolaborasi partisipatif adalah kunci penguatan keislaman di komunitas minoritas. Model ini menjadikan Surau Darul Rahman sebagai percontohan praktik terbaik lembaga keagamaan yang inklusif, berdaya guna, dan berkelanjutan