Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PEDAGOGIA

PENGARUH AKTIVITAS KOLASE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA SISWA CEREBRAL PALSY TIPE SPASTIK Sutisna, Nia; Rachmawati, Yeni
PEDAGOGIA Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v16i1.10743

Abstract

Kesulitan yang dihadapi oleh anak cerebral palsy dengan tipe spastik yaitu ia memiliki kesulitan dalam menggunakan otot-ototnya untuk bergerak, disebabkan adanya kekejangan pada otot, akibatnya gerakan tubuh menjadi terbatas dan lambat. Dampak dari kekejangan atau kekakuan yang dialami anak cerebral palsy tipe spastik diantaranya adalah hambatan dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan otot, yaitu kemampuan motorik halus seperti dalam kegiatan bina diri dan belajar. Untuk mengembangkan kemampuan motorik halus pada siswa cerebral palsy tipe spastik dibutuhkan suatu metode atau aktivitas pembelajaran yang tepat agar kemampuan motorik halus yang dimiliknya dapat dikembangkan. Salah satunya dengan aktivitas kolase yang dilakukan guna melatih motorik halus anak, koordinasi mata dan tangan melalui sebuah aktivitas yang menyenangkan serta bermanfaat. Kolase merupakan teknik yang kaya akan aktivitas yang memungkinkan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus terutama kelenturan dalam menggunakan jari-jarinya seperti merobek dan menempel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah aktivitas kolase berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan motorik halus pada siswa cerebral palsy tipe spastik kelas VII di SMPLB-D YPAC Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain penelitian A-B-A. Teknik pengumpulan data melalui tes perbuatan dan teknik analisis data menggunakan persentase, dengan indikator mampu mengambil dan meletakkan benda dalam berbagai posisi, mampu memasang dan melepas resleting celana, serta mampu memasang dan melepas kancing baju. Hasil penelitian diperoleh mean level baseline 1 (A-1) sebesar 50,97%, mean level intervensi (B) sebesar 71,8% dan mean level baseline 2 (A-2) sebesar 85,29%. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa melalui aktivitas kolase dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada siswa cerebral palsy tipe spastik (MBY), terbukti dari kenaikan mean level pada setiap sesi. Hasil penelitian ini sekiranya dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pendidik dalam pemilihan aktivitas pembelajaran pada anak cerebral palsy. Difficulties arising from the child's spastic cerebral palsy type is a person who has difficulty in using his muscles to move that affects muscle spasm. The impact of spasticity or stiffness experienced by children of cerebral palsy type is an obstacle in performing activities related to muscle ability. To develop fine motor abilities in students, the type of cerebral palsy spastic technology or the proper learning activities for fine motor skills that can be developed. This study was conducted to determine whether the collage process can improve fine motor skills in grade VII cerebral palsy spastic students at SMPLB-D YPAC Bandung. The research method used is Single Subject Research (SSR) with A-B-A research design. Data processing techniques through tests and data analysis techniques using percentages, with indicators that can be used in various positions, able to load and finish pants, and able to lift and remove clothes. The result of the research obtained average level of baseline 1 (A-1) equal to 50,97%, mean intervention level (B) equal to 71,8% and mean level of baseline 2 (A-2) equal to 85,29%. The results of this study suggest that through the collage stage can improve fine motor skills in students of cerebral palsy spastic type (MBY), as evidenced by the increase in the average rate in each session.
PENGARUH METODE VAKT TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BANGUN DATAR PADA ANAK CEREBRAL PALSY Sutisna, Nia; Rahmawati, Ayi
PEDAGOGIA Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v16i2.11334

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Metode VAKT terhadap peningkatan kemampuan mengenal bangun datar pada Anak cerebral palsy. Metode VAKT merupakan singkatan dari Visual, Auditori, Kinestetik dan Taktil yang merupakan metode dengan menggunakan seluruh indera anak. Penggunaan Metode VAKT dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bangun datar pada Anak cerebral palsy. Materi bangun datar merupakan konsep paling dasar dalam pelajaran matematika. Pengetahuan akan bentuk diperlukan dalam berbagai aspek dalam kehidupan. Berdasarkan hal itu anak cerebral palsy di PAUD GaMus (Garasi Anak Muslim) mengalami masalah dalam mengenal bangun datar. Anak cerebral palsy memiliki intelegensi yang rendah (pelupa) serta memiliki rasa rendah diri. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian Subjek tunggal atau disebut Single Subject Research. Desain penelitian yang digunakan adalah Desain A-B-A yang memiliki tiga fase yaitu : A-1 (Baseline 1), B (Intervensi), A-2 (Baseline 2). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa metode VAKT dapat meningkatkan kemampuan anak cerebral palsy dalam mengenal bangun datar. Hal itu dapat dilihat dari hasil mean level pada setiap sesi terjadi peningkatan. Dari mean level A-1 dengan hasil 33,33 %, mean level Intervensi dengan hasil mean level 82,29 % dan mean level A-2 100 %. Berdasarkan hasil perolehan itu dapat disimpulkan bahwa Metode VAKT dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun datar pada Anak Cerebral Palsy.AbstractThis study was conducted to determine the effect of VACT method on increasing the ability to recognize flat waking in children with cerebral palsy. The VAKT method stands for Visual, Auditory, Kinesthetic and Tactile which is a method using all children's senses. The use of VAKT method in this study aims to improve the ability to recognize flat waking in children with cerebral palsy. Flat building material is the most basic concept in mathematics. Knowledge of forms is needed in various aspects of life. Based on this, cerebral palsy children in GaMus Early Childhood Education (Muslim Child Garage) experience problems in getting to know flat building. Cerebral palsy children have low intelligence (forgetfulness) and have a sense of inferiority. The method in this study is a single subject research or called Single Subject Research. The research design used is A-B-A Design which has three phases, namely: A-1 (Baseline 1), B (Intervention), A-2 (Baseline 2). Based on the results of the study, it is known that the VAKT method can improve the ability of cerebral palsy children to recognize flat waking. It can be seen from the results of the mean level in each session an increase. From the mean level A-1 with a result of 33.33%, the mean level of intervention with the mean level of 82.29% and the mean level of A-2 is 100%. Based on the results of the acquisition, it can be concluded that the VAKT method can improve the ability to recognize flat waking in children with cerebral palsy.
PENGARUH STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK TERGADAP PENINGKATAN MEMBACA PERMULAAN ANAK CEREBRAL PALSY Munandar, Ana; Sutisna, Nia
PEDAGOGIA Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v17i3.20299

Abstract

AbstrakMMembaca permulaan merupakan kemampuan paling dasar dan penting untuk mempelajari simbol atau kode yang memiliki makna serta dapat diterjemahkan dalam bunyi atau suara. Komponen membaca permulaan yaitu membaca huruf, suku kata, kata dan kalimat sederhana. Membaca sangat penting untuk setiap orang, begitu juga anak berkebutuhan khusus. Cerebral Palsy adalah individu yang mengalami kerusakan otak menetap yang berdampak pada mobilisasi, gerak, komunikasi, dan lain sebagainya. Metode yang digunakan oleh guru di sekolah kurang dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Oleh karena itu, subjek memerlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaannya. Salah satunya yaitu metode pembelajaran Strukrural Analitik Sintetik. Penelitian ini menggunakan metode pembelajaran ini untuk melihat pengaruh kepada kemampuan membaca permulaan pada subjek. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, eksperimen Single Subject Research dengan desain A-B-A. Jumlah sesi pada A1 tiga sesi, B tujuh sesi, dan A2 tiga sesi. Subjek penelitian ini yaitu anak cerebral palsy spastik yang mengalami hambatan kecerdasan kelas IX SMPLB. etiap sesinya anak memperoleh rata-rata nilai A1 yaitu 59,06%, B 74,80%, dan A2 84,25%. Kesimpulannya metode struktural analitik sintetik dapat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan. AbstractPre-reading is the most basic and important ability to learn symbols or codes that have meaning and can be translated in sounds or sounds. The component of pre-reading is reading letters, syllables, words and simple sentences. Reading is very important for everyone, so are children with special needs. Cerebral Palsy is an individual who has permanent brain damage that affects mobilization, movement, communication, and so forth. The method used by teachers in schools is less able to improve pre-reading skills. Therefore, the subject requires learning methods that can improve the ability to read the beginning. One of them is the synthetic analytical structural learning method. This study uses this learning method to see the effect on early reading skills on the subject. The research method uses a quantitative approach, a single subject research experiment with A-B-A design. The number of sessions at A1 is three sessions, B is seven sessions, and A2 is three sessions. The subjects of this study are spastic cerebral palsy children who have intelligence problems in class IX SMPLB. for each session the children obtained an average A1 value of 59.06%, B 74.80%, and A2 84.25%. In conclusion, synthetic analytic structural methods can have a significant effect on improving early reading skills.