Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Edukasi

MODEL PENDEKATAN REFLECTIVE INQUIRY BERBASIS LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR PENDIDIKAN IPS Edi Susrianto Indra Putra
Jurnal Edukasi Vol 7 No 2 (2019): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v7i2.829

Abstract

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat erat kaitannya dengan isu-isu faktual yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Karena materi pembelajaran Pendidikan IPS sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai sosial dan nilai-nilai budaya bangsa. Salah satu karakteristik Pendidikan IPS adalah pengembangan nilai, analisis nilai (value) serta penerapannya pada aksi sosial (sosial action). Isu-isu sosial dapat didefinisikan sebagai masalah-masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang belum dapat diselesaikan dan mengundang perhatian masyarakat sebagai warga negara. Dalam memecahkan masalah sosial, Pendidikan IPS harus ikut berperan aktif. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah sosial ini yaitu melalui pendekatan reflective inquiry. Melalui pendekatan reflective inquiry, para siswa diajarkan bagaimana menggunakan keterampilan sosial untuk memecahkan masalah-masalah faktual yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. Pendidikan IPS harus dapat membantu siswa mengontrol diri dalam kehidupan dan menerapkan tata nilai tersebut dalam berperilaku di tengah-tengah masyarakat. Pendidikan IPS harus mampu mengembangkan masyarakat menjadi warga negara yang baik, akrab dengan semua unsur lingkungan, bersifat arif dan bijaksana dalam membina hubungan, mengeksplorasi, dan mengembangkan berbagai bentuk unsur lingkungan budaya yang ada
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN IPS DI SEKOLAH DASAR (Studi Kasus di Kabupaten Indragiri Hilir Propinsi Riau). Edi Susrianto Indra Putra
Jurnal Edukasi Vol 8 No 1 (2020): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v8i1.1107

Abstract

Tujuan Pendidikan IPS adalah membina warga negara agar menjadi warga negara yang baik, yang memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial, berjiwa demokratis, mampu menghargai perbedaan etnis, budaya dan agama, berfikir kritis, kreatif dan inovatif. Mampu memecahkan masalah-masalah sosial serta berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat lokal, nasional dan global.Dari serangkaian penelitian ini dapat diperoleh beberapa kesimpulan bahwa Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar ditujukan untuk meningkatkan penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku serta nilai-nilai yang dibutuhkan siswa untuk berpartisipasi dalam kehidupan sebagai warga negara yang baik.Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang merupakan kumpulan dari berbagai disiplin ilmu, sangat erat kaitannya dengan isu-isu faktual yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Karena materi pembelajaran Pendidikan IPS sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai sosial dan nilai-nilai budaya yang ada ditengah-tengah masyarakat.Pendidikan IPS harus mampu mengembangkan masyarakat menjadi warga negara yang baik,akrab dengan semua unsur lingkungan, budaya, serta bersifat arif dan bijaksana dalam membina hubungan, mengeksplorasi, dan mengembangkan berbagai bentuk unsur lingkungansosial. budaya dari berbagai etnis yang ada.Jenis Penelitian ini adalah d kualitatif. Model pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus. Melalui pendekatan studi kasus, diharapkan dapat mengungkapkan tentang berbagai kasus (fenomena) yang terjadi dilapangan.
NILAI-NILAI BUDAYA MELAYU DALAM TRADISI PACU SAMPAN LEPER DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Edi Susrianto Indra Putra
Jurnal Edukasi Vol 8 No 2 (2020): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v8i2.1167

Abstract

Kebudayaan memiliki pengertian yang sangat luas. Maknanya tidak hanya terbatas pada unsur-unsur yang berkaitan dengan perilaku manusi dan tradisinya, melainkan meliputi juga unsur-unsur material yang dihasilkan oleh pemikiran-pemikiran dan karya manusia serta berbagai peralatan yang digunakannya. Bahkan menurut konotasi ilmiah, pengertain kebudayaan itu juga meliputi sistem ilmu pengetahuan yang dipelajari manusia melalui komunikasi, bahasa, kelembagaan, tradisi dan kebiasaan. Tradisi pacu sampan leper adalah sebuah tradisi budaya yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Tradisi ini diwariskan secara turun temurun hingga saat ini. Tradisi pacu sampan leper bagi masyarakat Indragiri Hilir sudah merupakan sebuah festival budaya daerah. Tradisi pacu sampan leper tidak hanya sekadar adu kecepatan antara satu sampan dengan sampan yang lain, akan tetapi tradisi ini juga syarat dengan nilai-nilai budaya Melayu. Sebagai olahraga tradisional, pacu sampan leper sangat menarik perhatian masyarakat, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang sejarah lahirnya tradisi pacu sampan leper serta bentuk nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi budaya tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara dengan narasumber dan studi dokumentasi.
PENDIDIKAN IPS DI ERA GLOBALISASI : SEBUAH PENDEKATAN KURIKULUM PEMBELAJARAN. Edi Susrianto Indra Putra
Jurnal Edukasi Vol 9 No 1 (2021): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v9i1.1541

Abstract

Perubahan yang terjadi diberbagai bidang kehidupan manusia, merupakan dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan masuknya arus globalisasi, membawa pengaruh yang multidimensional diberbagai bidang kehidupan. Di bidang pendidikan, perubahan ini dituntut oleh faktor kebutuhan siswa, masyarakat, dan lapangan kerja. Salah satu bentuk perubahan yang dituntut tersebut adalah tentang kurikulum Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Kurikulum Pendidikan IPS dituntut untuk menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan global yang terjadi saat sekarang ini. Dengan ada perubahan kurikulum ini, diharapkan siswa sejak dini sudah dibiasakan melihat, memahami, menganalisis, merefleksikan, memprediksi berbagai fenomena yang terjadi di sekitar mereka dari persfektif glabal. Oleh sebab itu, melalui Pendidikan IPS, sejak dini peserta didik sudah harus sudah dibiasakan berfikir global, melihat segala sesuatu dengan perspektif multidimensional. Dengan perspektif global, siswa mampu melihat dunia beserta berbagai fenomena yang ada didalamnya. Untuk menghadapi tantangan global ini, kurikulum Pendidikan IPS memegang peranan yang sangat penting dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kurikulum sebagai suatu dokumen dan pedoman dalam proses kegiatan belajar mengajar, memuat berbagai inovasi dan kreativitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan harus harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam sebuah dokumen atau rencana tertulis. Dokumen atau rencana tertulis itu berisikan pernyataan mengenai kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik yang mengikuti kurikulum tersebut. Pengertian kualitas pendidikan di sini mengandung makna bahwa kurikulum sebagai dokumen merencanakan kualitas hasil belajar yang harus dimiliki oleh peserta didik.
PERANAN MODAL SOSIAL DALAM MEMBANGUN JARINGAN SOSIAL DAN RELASI ANTAR ETNIS (Studi Kasus pada Orang Banjar di Kabupaten Indragiri Hilir Propinsi Riau). Edi Susrianto Indra Putra
Jurnal Edukasi Vol 9 No 2 (2021): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v9i2.1730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dan peranan modal sosial (social capital) yang dimiliki oleh orang Banjar dalam membangun jaringan sosial dan relasi antar etnis yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Pendekatan yang gunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study). Melalui pendekatan studi kasus, diharapkan dapat mengungkapkan tentang peranan modal sosial dan jaringan sosial orang Banjar dalam membangun relasi antar etnis di Kabupaten Indragiri Hilir. Keberhasilan orang Banjar dalam membangun jaringan sosial, tentu tidak terlepas dari pengaruh modal sosial yang mereka miliki. Melalui kajian partisipasi etnis dalam kehidupan sosial, permasalahan penelitian ini akan dicari jawabannya dengan mengidentifikasi, memetakan dan memahami dinamika sosial pada komunitas etnis tersebut. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memegang peranan penting dalam membangun jaringan sosial dan komunikasi antar etnis bagi orang Banjar di Kabupaten Indragiri Hilir. Jaringan sosial ini berkembang seiring dengan proses adaptasi yang mereka lakukan sehingga terbentuk hubungan relasi antar etnis. Dari hasil penelitian, ternyata jaringan sosial yang dikembangkan orang Banjar di Kabupaten Indragiri Hilir dibagi dalam tiga bentuk, yaitu; (1) jaringan sosial yang didasarkan pada sistem kekerabatan dan kekeluargaan; (2) jaringan sosial yang dibentuk dan dikembangkan dalam bentuk kelompok-kelompok usaha; dan (3) jaringan sosial yang dibentuk karena kesamaan agama, budaya, dan sebagainya.
Tantangan Pendidikan IPS di Era Masyarakat Madani Edi Susrianto Indra Putra
Jurnal Edukasi Vol 10 No 1 (2022): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v10i1.1971

Abstract

In the current era of globalization, technology plays a very important role. The flow of globalization certainly has positive and negative impacts on world society. To anticipate this impact, the role of social sciences education (IPS) is required because social sciences education is very closely related to social issues that occur in society. Apart from that, social studies education learning materials are closely related to the nation's social and cultural values. In solving social problems, social studies education must play an active role. One approach that can be used to solve this social problem is the reflective inquiry approach. Through the reflective inquiry approach, students are taught how to use social skills to solve factual problems that occur in everyday life and in society. Social studies education must be able to help students control themselves in life and apply these values to their behavior in society. Social studies education must be able to develop people into good citizens, familiar with all elements of the environment, wise and prudent in building relationships, and exploring and developing various forms of elements of the existing cultural environment. Social studies education not only emphasizes developing cognitive aspects such as the ability to master social science concepts or theories, the ability to think critically and analytically, or mastering social skills, but can also develop students' affective aspects, which include developing students' attitudes, values, and morals. The reflective inquiry approach will encourage students to use more critical and creative thinking to solve social problems and participate more actively in society. Because the learning material from social sciences education is very closely related to the nation's social and cultural values.
Migrasi Orang Banjar Ke Kabupaten Indragiri Hilir (Studi Etno-Sosiologi Tentang Peranan Modal Sosial Dan Jaringan Sosial Orang Banjar) Edi Susrianto Indra Putra
Jurnal Edukasi Vol 10 No 2 (2022): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v10i2.2375

Abstract

The Banjar people who are in Indragiri Hilir district are one of the examples of ethnic groups that have good social capital and social networks. Their success in adapting and interacting with the various ethnic groups that exist makes them successful in the expedition. The success of the Banjar people in Indragiri Hilir is not only supported by a good work ethic but also because of their success in building social networks between their fellow ethnicities as well as with the various existing ethnic groups. This research will examine the role of social capital and social networks owned by Banjar people in the formation of interethnic relations that exist in Indragiri Hilir district. Banjar people in the concept of this research are people or ethnic descendants of Banjar who originated from South Kalimantan and now have long lived and settled in Indragiri Hilir district. The migration of Banjar people to Indragiri Hilir has been going on for decades. Their arrival in this region was not independent of the political and economic conditions that occurred in their area of origin at the time. Due to political and financial pressure in their region of origin, they migrated to various parts of Indonesia, in particular to Indragiri Hilir district. In order to maintain their existence in the destination area, they are required to adapt. With the social capital they have, they can adapt to the new area through the social network. Through a case study approach, it is expected to reveal various phenomena of migration, social capital, and social networks among Banjar people in Indragiri Hilir district.
Pendekatan Multikultural Dalam Pembelajaran Pendidikan IPS Edi Susrianto Indra Putra
Jurnal Edukasi Vol 11 No 2 (2023): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v11i2.2642

Abstract

A multicultural approach is an understanding of looking at the various variations that exist in Indonesian society. This diversity is described in various forms such as ethnicity, culture, language, customs and religion. By understanding these differences, it is hoped that students will understand and become a great force as a glue for the nation. The multicultural approach is a cross-border discourse. In a multicultural approach it is related to issues of social justice, democracy and human rights. It is not surprising that multicultural education is closely related to political, social, cultural, moral, social strata and religious issues. The method used in this research is a qualitative method, with the type of library research, a series of research through library data collection. The approach used in this research is a philosophical and pedagogical approach. A multicultural approach is the development of curriculum and educational activities to tap into a variety of views, histories, and concerns for other people. Meanwhile, broadly the multicultural approach covers all students without distinguishing between groups such as gender, ethnicity, race, culture, social strata and religion. Multicultural views must be reflected in social studies education learning.