Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EDUKASI PENDIDIKAN NON FORMAL BAGI SISWA SMA NEGERI 1 PAGUYAMAN KABUPATEN BOALEMO Namrud Sukrianto; Fibriyanti Sukri Lakoro
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2246

Abstract

Pendidikan non formal menjadi salah satu bentuk pendidikan yang ada diluar pendidikan formal dengan melakukan pelaksanaan dengan berjenjang dan terstruktur berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dimana pendidikan non formal menjadi jalur pendidikan memiliki tujuan adalah menggantikan, menambah dan melengkapi pendidikan formal. Metode pengabdian yang dilaksanakan dengan melakukan edukasi pendidikan non formal bagi siswa SMA Negeri 1 Paguyaman Kabupaten Boalemo dalam memecahkan masalah yang digunakan metode survei data siswa dan mengidentifikasi masalah dan ceramah. Hasil pelaksanaan pengabdian menjelaskan bahwa pengabdian dilaksanakan sesuai jadwal, serta sudah ditetapkan dan diikuti seluruh kelas di SMA Negeri 1 Paguyaman. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan melaksanakan survei dalam mengindentifikasi masalah yang dibahas. Diskusi dilakukan dengan Kepala SMA Negeri 1 Paguyaman terkiat masalah pendidikan non formal. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada siswa dalam pelaksanaan dan pengetahuan terkait manajemen pendidikan non formal dilakukan pada siswa SMA Negeri 1 Paguyaman. Mempererat dan memperkuat kerjasama dalam dengan mitra SMA Negeri 1 Paguyaman dengan memperat hubungan antara Dosen, Siswa dan SMA Negeri 1 Paguyaman.
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Rumah Tangga Desa Bajo Kecamatan Tilamuta Sukrianto Sukrianto; Fibriyanti S. Lakoro; Syamsinah Syamsinah; Elan Rauf; Yuspita Hasan
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v4i4.6672

Abstract

This Community Service activity aims to improve household financial literacy among housewives who are members of the Family Welfare Movement Team in Bajo Village, Tilamuta District, Boalemo Regency. The main problems faced by the partners include low levels of knowledge and skills in household financial management, weak financial planning and record-keeping, and the absence of a sustainable saving culture. The activity was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach through five stages: socialization, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and program sustainability. The results show a 70% increase in financial literacy understanding, accompanied by changes in economic behavior from consumptive to more productive patterns, improved abilities in household financial planning and record-keeping, and the utilization of digital technologies such as the Money Lover application, Canva, and a household financial literacy website. In addition, a housewives’ financial literacy community was established to ensure program sustainability and to promote the strengthening of the local economy based on financial literacy and digital transformation. This model has the potential to be replicated in other villages as a form of women’s empowerment to enhance household economic resilience at the village level.
ANALYSIS OF FORMS OF SUPERVISION TO ANTICIPATE ABUSE OF AUTHORITY IN SUKAMULYA VILLAGE LUTCHVIANA FITRI VERDIANTI; Titin Dunggio; Fibriyanti S. Lakoro
Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis (JIMB)
Publisher : LP2M Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47918/jimb.v12i3.1503

Abstract

The village is the legal body authorized to regulate and carry out governmental duties, in accordance with the provisions of Act No. 6 of 2014. A village can carry out its responsibilities independently by building an effective governance system. It requires high-quality human resources for leaders and employees. It is essential to carry out effective supervision during the performance of the assigned tasks in the village to avoid abuse of authority. The village government requires the highest level of rigour from the leadership and supervisory agencies to avoid abuse of authority. This can include actions such as giving warnings, performing performance evaluations, and reviewing administrative issues. In order for the activity plan to work smoothly, certain parties can supervise and enforce the authority used in the implementation of activities through effective monitoring mechanisms. The aim of this research is to gain an understanding of how surveillance is used to avoid abuse of authority in Suka Mulya Village. This research method is qualitative descriptive with observations, interviews and documentation as a method of data collection. The results of this study show that the monitoring and communication system in Suka Mulya Village is not optimal, which leads to a lack of effective communication between subordinates and superiors in the completion of activities, in addition there is lack of emphasis on the rigour of the leadership and supervisory bodies on the performance of the apparatus.
PENGARUH LEMAHNYA AKUNTABILITAS DAN PENGAWASAN TERHADAP PENYALAHGUNAAN DANA DESA PADA PEMERINTAH DESA DI KABUPATEN BOALEMO BOALEMO Fibriyanti S. Lakoro; Wulan Sitria Paneo; Gebi Umbola
Jurnal Bisnis, Ekonomi, dan Sains Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Bisnis, Ekonomi, dan Sains
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/bes.vol6.iss1.2026.3534

Abstract

Tujuan dalam penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh lemahnya akuntabilitas dan pengawasan terhadap penyalahgunaan dana desa di Kabupaten Boalemo. Penelitian ini, dilakukan sehingga masih sangat tingginya kasus penyalahgunaan dana desa yang disebabkan rendahnya transparansi dan lemahnya sistem pengawasan dalam pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuantitatif melalui metode survei dalam melaksanakan dengan penyebaran kuesioner bagi aparat desa yang memang terlibat dalam pengelolaan dana desa seperti kepala desa, sekretaris desa, kaur keuangan serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 120 orang. Metode analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian adalah lemahnya akuntabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyalahgunaan dana desa. Rendahnya transparansi, pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa serta lemahnya pengendalian internal menyebabkan meningkatnya peluang terjadinya penyimpangan dana desa. Selain itu, lemahnya pengawasan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyalahgunaan dana desa karena pengawasan internal maupun eksternal yang belum optimal menyebabkan rendahnya kontrol terhadap penggunaan anggaran desa. Hasil pengujian SEM-PLS membuktikan bahwa lemahnya akuntabilitas berpengaruh dan signifikan terhadap penyalahgunaan dana desa, yang ditunjukkan oleh nilai t-statistics sebesar 4,873 dan p-values sebesar 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin rendah akuntabilitas pemerintah desa, maka semakin tinggi potensi penyalahgunaan dana desa. Selain itu, lemahnya pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyalahgunaan dana desa dengan nilai t-statistics sebesar 5,216 dan p-values sebesar 0,000.