Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Campuran Lapis Tipis Beton Aspal (LTBA) Menggunakan Bahan Tambahan Karet Alam SIR 20 Terhadap Karakteristik Marshall Intan Safitri
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.856 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v20i2.9441

Abstract

Karet alam SIR 20 merupakan hasil produksi bahan setengah jadi dari perusahaan karet. Saat ini, volume karet alam SIR 20 hasil produksi perusahaan karet cukup melimpah dengan menurunnya harga karet di pasar global. Pemanfaatan material karet alam SIR 20 dalam campuran Lapis Tipis Beton Aspal (LTBA) pada lapis permukaan (surface) pada struktur perkerasan jalan raya diharapkan mampu membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Penambahan bahan karet alam dalam campuran aspal ini menggunakan metode kering dengan persentase penambahan karet sebanyak 0%, 6%, 8% dan 10% terhadap berat aspal. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variasi persentase penambahan karet SIR20 dalam campuran LTBA meningkatkan nilai karaktersitik marshall pada campuran aspal. Hasil optimum yang terbaik dari setiap kadar persentase ditunjukkan pada penambahan kadar karet 8% dan kadar aspal 5,8% dengan nilai stabilitas 2121,09 kg; nilai flow 3,80 mm; nilai VIM 3,82%; nilai VMA 17,25%; nilai VFA 77,91%; MQ 558,18 kg/mm.
Effect of The Addition of Acacia Powder Ash and Carbide Welding Ash to Increase the Production of Brick Craftsmen Marlia Adriana; Norminawati Dewi; Budi Kurniawan; Intan Safitri
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 2 No. 4 (2023): IJRVOCAS - Special Issues - International Conference on Science, Technology and
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijrvocas.v2i4.155

Abstract

Many bricks are produced by small business and industries as construction materials. As the population increases, there is also more demand for bricks in construction construction. The materials used in this study are waste from the acacia wood burning process and carbide welding ash waste. These two materials will be tested into additives from making bricks. The research method was carried out using testing of moisture content, specific gravity, Atterberg limit testing (Liquid limit) as well as a visual description of bricks with an outside temperature without a combustion process. Of the three samples, the average moisture content obtained, the lowest moisture content value was 69.41% in a mixture of clay soil plus acacia ash which showed that the soil category was a soft organic clay category with the characteristic that the soil could be pressed with the tip of the thumb so that the soil was suitable to be used as additional raw material in making stone stones without burning. The results of the average soil specific gravity test of 2 samples showed a Gs value of 2.64 at a temperature of t0 C, this shows that the soil with the organic clay category is in accordance with the test results on the moisture content that the clay soil is the basic raw material. The liquid limit test in this study showed the average value of water content in bricks without additives as much as 120.36%: the average value of water content in bricks with additives from the values of the three samples can be known that the mineral clay material is of the montmorillonite type with a liquid limit value of 100-900. Visual observations showed that bricks printed using clay soil raw materials without additives showed a break (split) in half during the drying process for 2 days with a temperature of 30oC; the mixture of clay soil and welded ash of the brick carbide experienced small cracks / crak on the surface with the drying process at the same temperature while the mixture of clay soil with acacia ash showed intact bricks without intact bricks without fractures or cracks on the surface in the drying process using the same temperature.
Analisis Kuat Tekan Beton Geopolimer Menggunakan Fly Ash dan Serbuk Kulit Kayu Galam Budi Kurniawan; Ines Saraswati Machfiroh; Intan Safitri
Buletin Profesi Insinyur Vol 7, No 1 (2024): Buletin Profesi Insinyur (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v7i1.240

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Provinsi Kalimantan Selatan akan terus meningkat khususnya pada Kabupaten Tanah Laut. Hal ini terjadi mengingat Kabupaten Tanah Laut merupakan Kabupaten yang direncanakan memiliki Kawasan Industri Strategis Nasional yang terletak di Kecamatan Jorong. Maka diperlukannya bahan material untuk mendukung pelaksanaan pembangunan kawasan industri tersebut. Selain itu, Kabupaten Tanah Laut dikenal dengan daerah penjual kayu galam yang sebagian hanya dipergunakan berupa batangnya saja dan untuk kulit kayu galam tidak ada nilai ekonomisnya hanya menghasilkan sampah yang biasa ditumpuk atau dibakar. Di Kecamatan Jorong juga terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menghasilkan limbah B3 dalam jumlah cukup banyak sekitar 120 ton per hari setiap pengoperasian PLTU tersebut. Diharapkan dalam pemenuhan bahan material pembangunan kawasan industri tersebut dapat memanfaatkan limbah yang ada di sekitar seperti beton geopolimer. Dalam pembuatan beton geopolimer dilakukan penggantian bahan baku semen oleh Fly Ash yang dicampurkan dengan alkali aktivator dan penambahan campuran dengan serbuk kulit kayu galam dengan perbandingan 74:26 antara Fly Ash dan alkali aktivator dalam bahan pengganti semen. Dan perbandingan antara Fly Ash dan alkali aktivator dengan serbuk kulit kayu galam sebanyak 75:25. Hasil dari analisa kuat tekan beton umur 28 hari didapatkan hasil rata-rata paling tinggi adalah kuat tekan campuran beton normal tanpa ada pengganti semen dengan Fly Ash dan serbuk kulit kayu galam sebesar 21,153 MPa.Kata kunci: beton geopolimer, Fly Ash, kuat tekan, serbuk kulit kayu galam
Pendampingan Pengujian Material agregat Kelas A di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan ruang dan Pertanahan UPTD Peralatan dan Penguji Material Konstruksi Kabupaten Tanah Laut Safitri, Intan; Kurniawan, Budi; Alam Sur, Widiya Astuti
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 4 No. 01 (2025): Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v4i01.192

Abstract

This service is assistance in testing activities for class A aggregates at the Public Works, Spatial Planning and Land Services UPTD Equipment and Construction Material Testing of Tanah Laut Regency. This assistance activity will be carried out for one month starting on September 2 2024. The theme of this service is Assistance with Testing of Class A aggregate materials at the Public Works, Spatial Planning and Land Services UPTD Equipment and Construction Material Testers, Tanah Laut Regency. This activity is intended as assistance in analyzing whether the quality of the class A aggregate material used meets SNI (Standar Nasional Indonesia) and knowing whether the CBR (California Bearing Ratio) test value of the class A aggregate material used meets the requirements of the 2018 General Bina Marga Specifications (Division 5). This service method is carried out in the form of assisting UPTD employees in several aggregate tests in accordance with the required specifications. The result of this assistance activity was that testing the specific gravity and dry weight of the saturated surface revealed that it did not meet the requirements for testing the specific gravity and absorption of coarse aggregate. Meanwhile, the results of testing the specific gravity and absorption of fine aggregate showed that the specific gravity, saturated surface dry weight, apparent specific gravity and water absorption were found to meet the requirements.
Validasi Data Curah Hujan Maksimum Bulanan GPM Muhammad Chairi Munanjar; Jian Ariska; Intan Safitri
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi data curah hujan maksimum bulanan dari satelit Global Precipitation Measurement (GPM) terhadap data observasi dari tiga pos hujan di Kabupaten Tanah Laut periode 2020–2024. Data curah hujan observasi diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sedangkan data GPM diperoleh dari NASA GES DISC sesuai dengan lokasi studi. Analisa yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menghitung rata-rata aljabar data observasi, kemudian dibandingkan dengan data GPM melalui uji validasi statistik. Parameter evaluasi yang digunakan meliputi koefisien korelasi (R), Root Mean Squared Error (RMSE), Relative Bias (RB) dan Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE). Hasil penelitian menunjukan nilai R sebesar 0,86 yang mengindikasikan hubungan kuat antara data, RMSE sebesar 92,29 mm yang menunjukkan tingkat kesalahan rendah, RB sebesar –6,44 persen yang mengindikasikan kecenderungan data GPM sedikit underestimate nilai observasi, serta NSE sebesar 0,70 yang menandakan kemampuan model yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa data GPM layak digunakan sebagai sumber data alternatif untuk kajian hidrologi dan dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung perencanaan teknis infrastruktur bangunan air, khususnya perencanaan saluran drainase yang membutuhkan estimasi curah hujan akurat.
Skala Prioritas Penanganan Infrastruktur Jalan di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut : Penelitian Miftachul Huda; Heri Yanto; Amelia Rizyan Nyssa; Intan Safitri; Tekad Budiantoro
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7185

Abstract

Infrastruktur jalan merupakan komponen vital dalam mendukung aksesibilitas dan produktivitas kawasan pertanian dan permukiman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan survei kondisi lapangan, menentukan persentase kerusakan, dan menyusun skala prioritas penanganan infrastruktur jalan di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah survei kondisi jalan menggunakan Form SKJ-1a yang terstandarisasi, dilanjutkan analisis multi-kriteria berbasis enam parameter pembobotan (kondisi jalan, jenis perkerasan, tata guna lahan, fasilitas umum, potensi daerah, dan kerawanan bencana). Survei dilaksanakan pada dua ruas jalan, yaitu Gang Pelabuhan (panjang 226 m, luas 676,5 m²) dan Gang Kerokan (panjang 184 m, luas 460 m²). Hasil survei menunjukkan Gang Pelabuhan memiliki kerusakan lubang 1 m² dengan persentase kerusakan 0,15%, sedangkan Gang Kerokan memiliki total kerusakan 60,75 m² (lubang aspal 0,75 m² dan kerusakan permukaan tanah 60 m²) dengan persentase kerusakan 13,21%. Berdasarkan klasifikasi kondisi jalan, keduanya masuk dalam kategori Baik (B). Analisis multi-kriteria menghasilkan nilai prioritas yang identik untuk kedua ruas yaitu 35,63, sehingga keduanya masuk Prioritas I dengan rekomendasi Pemeliharaan Rutin (R). Kegiatan ini meningkatkan kapasitas aparatur Desa Pandahan dalam pemantauan dan perencanaan infrastruktur jalan berbasis data.
KAJIAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MONITORING LENDUTAN JEMBATAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) MENUJU SMART BRIDGE INFRASTRUCTURE Nurjanah; Intan Safitri; Agung Yoga Pranata
JURNAL DAKTILITAS Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/06v0qk56

Abstract

Monitoring kondisi jembatan merupakan aspek penting dalam menjamin keamanan, keandalan, dan umur layanan infrastruktur transportasi. Metode inspeksi konvensional yang masih banyak digunakan memiliki keterbatasan dalam menyediakan data kondisi struktur secara real-time dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan teknologi monitoring lendutan jembatan berbasis Internet of Things (IoT), mengevaluasi efektivitas teknologi yang digunakan, serta mengidentifikasi arah pengembangannya di masa depan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2021–2025 dari database Scopus, ScienceDirect, Springer, IEEE Xplore, dan MDPI. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sensor digital, Wireless Sensor Network (WSN), cloud computing, Artificial Intelligence (AI), dan digital twin mampu meningkatkan efektivitas monitoring struktur melalui pengukuran yang lebih akurat, real-time, dan berkelanjutan dibandingkan dengan metode konvensional. Selain itu, perkembangan teknologi monitoring jembatan telah bergeser dari sistem pemantauan sederhana menuju sistem prediktif yang mampu mendeteksi dan memprediksi potensi kerusakan struktur secara dini. Dengan demikian, penerapan IoT berpotensi mendukung terwujudnya konsep Smart Bridge Infrastructure yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON DENGAN PASIR DICUCI DAN TIDAK DICUCI Panca Rizki Hartanto; Intan Safitri; Tekad; Widiya Astuti Alam Sur; Rio Nugroho
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Konstruksi (Mei)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v1i2.1

Abstract

Sifat lumpur beton dapat mengurangi kekuatan. Kadar lumpur pasir dicuci turun sebesar 2,9 persen setelah diperiksa. Oleh karena itu, pasir yang telah dicuci memenuhi standar kadar lumpur yang diizinkan. Bahan yang diperlukan: Sampel silinder pasir yang dicuci dan tidak dicuci dari JMF mutu beton rencana K-250 dengan umur 21 hari. Untuk 1 m3 diperlukan 430,23 kg semen, 633,59 kg pasir, 1.151,18 kg kerikil, dan 185 liter air. Pasir dicuci memiliki kekuatan tekan 273,67 kg/cm2, sedangkan pasir tidak dicuci mengalami penurunan kekuatan tekan 208,54 kg/cm2. Pasir yang tidak dicuci dapat menurunkan kekuatan tekan beton dibandingkan dengan rencana. Diharapkan pelaksana lapangan mencuci pasir sebelum using pasir sebagai campuran untuk mencapai mutu beton yang direncanakan.
ANALISIS SHEAR CONNECTOR PADA JEMBATAN PERKUWEN BERDASARKAN SNI 03-1729-2002 Humaira Afrila; Budi Kurniawan Budi; Intan Safitri; Marlia Adriana; Bima Permadi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v1i1.5

Abstract

Shear Connector (penghubung geser) berfungsi sebagai penahan untuk menghindari terangkatnya slab beton sewaktu dibebani. Karena sedikitnya standar perencanaan khusus untuk struktur jembatan, maka standar perhitungan pada struktur jembatan baik material beton, baja ataupun lainnya merujuk pada standar bangunan Gedung yaitu SNI 03-1729-2002. Berbeda dengan perhitungan pada jurnal Desain Jembatan Sungai Perkuwen Ruas Jalan Long Ikis-Lambakan Kabupaten Paser, Tanah Paser Provinsi Kalimantan Timur”. Perhitungan penghubung geser pada jurnal tersebut membagi jembatan komposit bentang 25 meter tersebut menjadi tiga bagian perhitungan. Oleh karena itu, penulis mencoba untuk menganalisa kembali penghubung geser jembatan perkuwen berdasarkan SNI 03-1729-2002. Analisis penghubung geser yang digunakan pada penelitian ini mengikuti tata aturan yang tertuang pada SNI 03-1729-2002 tentang standar tentang Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ukuran stud yang digunakan adalah ½ “sebanyak 380 buah dengan jarak antar stud adalah 65 cm. Efisiensi yang didapat sebesar 35% jika menggunakan SNI 03-1729-2002 sebagai dasar perhitungan penghubung geser.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN AKIBAT KENDARAAN INDUSTRI ( STUDI KASUS : JALAN AHMAD YANI PELAIHARI KALIMANTAN SELATAN ) Rio Nugroho; Muhammad Nuruddin; Intan Safitri
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Konstruksi (Mei)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v1i2.14

Abstract

Pelaihari merupakan salah satu distrik di Kalimantan selatan yang berkembang dengan pesat, dikarenakan daerah ini terhubung melalui jaringan jalan yang penting untuk mobilitas penduduk dan kegiatan ekonomi. Penelitian ini mempunyai bertujuan untuk mengetahui kinerja ruas jalan Ahmad Yani akibat kendaraan industri. Metode yang digunakan untuk menganalisis kinerja ruas jalan adalah menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia ( MKJI )1997, yang meliputi Volume lalu lintas, Kapasitas, Derajat kejenuhan, dan Tingkat pelayanan. Berdasarkan penelitian dengan menggunakan metode MKJI 1997 yang membandingkan 2 kendaraan yaitu truck dan truck industri. Didapatkan output perbandingan nilai derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan. Dari hasil evaluasi kinerja ruas jalan Ahmad Yani pada kondisi eksisting, diperoleh volume lalu lintas truck sebesar 115.7 smp/jam dan tingkat pelayanan terletak pada level A dengan DS sebesar 0.019. Untuk volume lalu lintas truck industri diperoleh sebesar 118.3 smp/jam dan tingkat pelayanan terletak pada level A dengan DS sebesar 0.020. Level of Service (LOS) dari kedua jenis kendaraan terletak pada level A yang menunjukan bahwa arus bebas dan kecepatan bebas berada pada kondisi arus lalu lintas jalan Ahmad Yani dalam keadaan stabil dan kondusif.