Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Waiting Time for Doctor's Services on Patient Satisfaction in the Outpatient Department of RSUD Toto Kabila Fuji Fauzia H. Yakop; Titin Dunggio; Serly Daud
Journal of Health, Technology and Science (JHTS) Vol. 2 No. 1 (2021): Journal of Health, Technology and Science (JHTS)
Publisher : LPPM Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.754 KB) | DOI: 10.47918/jhts.v2i2.325

Abstract

This study aims to determine the effect of waiting time for doctor's services on patient satisfaction in the Outpatient Department of RSUD Toto Kabila. This study aims to determine whether there is an effect of waiting time for doctor's services on patient satisfaction in the outpatient department of RSUD Toto Kabila which is seen from the waiting time and the five "RATER" dimensions of reliability, assurance, tangibles, empathy and responsiveness. This type of research uses a quantitative approach. The type of data used is cross-sectional which aims to analyze the relationship between the independent variable (Waiting Time) and the dependent variable consisting of (Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, Responsiveness) IN Outpatient Hospital Tototo Kabila. The sample of this study amounted to 52 people consisting of surgical polyclinic patients in the outpatient installation of RSUD Toto Kabila. Collecting data using a questionnaire (questionnaire) which is then analyzed using the chi-square test. The results showed that the effect of waiting time for doctor's services on patient satisfaction at Toto Kabila Hospital, the results of the Hypothesis Test that had been carried out showed that there was an effect of waiting time for doctor's services on patient satisfaction with the sign value. 0.00 < 0.05, then H0 is rejected and H1 is accepted. So the researchers concluded that there was an effect of waiting time on patient satisfaction in the outpatient installation of RSUD Toto Kabila.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI Andi Alika Azzahra; Zuhriana K. Yusuf; Serly Daud; Sitti Rahma; Vickry Wahidji
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i2.11335

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang, termasuk kepatuhan dalam pengobatan. Pengetahuan yang dimiliki oleh pasien mengenai hipertensi dan pengobatannya dapat memberikan perubahan perilaku terutama dalam melakukan pengobatan yang dianjurkan. Kepatuhan minum obat merupakan salah satu cara dalam mengurangi risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Kota Selatan, Kota Gorontalo. Metode: Observasi berikut menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 58 orang diambil melalui teknik total sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner Hypertension Knowledge – Level Scale serta kuesioner MMAS-8. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan Spearman's Rank Correlation Coefficient. Hasil: Sebagian besar responden tergolong dalam tingkat pengetahuan tinggi (75,9%) dan memiliki kepatuhan minum obat rendah (43,1%). Uji korelasi Spearman menampilkan nilai signifikansi sebanyak 0,033, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan pada tingkat pengetahuan serta kepatuhan minum obat (p>0,05). Koefisien korelasi sebanyak 0,280 menyatakan hubungan yang lemah. Simpulan: Tingkat pengetahuan pasien hipertensi dengan signifikan berhubungan dengan kepatuhan minum obat. Temuan berikut menekankan pentingnya edukasi kesehatan sebagai salah satu intervensi dalam pengelolaan hipertensi di Puskesmas. Observasi berikutnya disarankan dalam mempertimbangkan variabel lain yang bisa memberi pengaruh tingkat kepatuhan minum obat.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN KOMPLIKASI PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA PESERTA PROLANIS Nazla Sabania Salsabila Attamimi; Serly Daud; Yuniarty Antu; Sri Andriani Ibrahim; Muchtar Nora Ismail Siregar
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i2.11337

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan insulin, yaitu hormon yang mengatur kadar glukosa darah dalam tubuh. Komplikasi kronis DM, seperti kerusakan pembuluh darah makrovaskuler dan mikrovaskuler serta disfungsi neurologis, dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Mencegah komplikasi diabetes memerlukan pengetahuan yang tepat, terutama bagi peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini berjumlah 207 peserta prolanis di Puskesmas Kota Gorontalo dan jumlah sampel sebanyak 136 peserta dan menggunakan teknik accidental sampling, serta tingkat pengetahuan responden tentang pencegahan komplikasi penyakit diabetes melitus diukur dengan menggunakan kuesioner DKQ-24 (Diabetes Knowledge Quesioner). Hasil: Didapatkan sebagian besar responden dalam penelitian ini yaitu (41,2%) memiliki tingkat pengetahuan cukup terkait pencegahan komplikasi penyakit diabetes melitus, dan terdapat (38,2%) jumlah responden memiliki tingkat pengetahuan kurang, serta terdapat 20,6%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Simpulan: Gambaran tingkat pengetahuan tentang pencegahan komplikasi penyakit diabetes melitus pada peserta program pengelolaan penyakit kronis di Puskesmas Kota Gorontalo sebagian besar tergolong cukup. Dari penelitian ini diharapkan pihak Puskesmas dapat meningkatkan kegiatan edukasi yang lebih interaktif, seperti pelatihan atau workshop tentang pencegahan komplikasi DM, dengan menggunakan media yang menarik agar peserta Prolanis lebih mudah memahami materi.