Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PESHUM

Implementasi Teori Belajar Behaviorisme dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Keterlibatan Aktif Siswa Muhammad Muslimin; Nurul Aisyah; Besse Marjani Alwi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9965

Abstract

Keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh penyampaian materi, tetapi juga oleh motivasi dan keterlibatan aktif siswa. Motivasi belajar yang berasal dari dorongan dalam diri dan lingkungan sangat penting membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Teori belajar behaviorisme dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dengan mengubah perilaku melalui rangsangan dari lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka atau library research untuk menjelaskan definisi, tujuan, prinsip, tokoh, dan cara menerapkan teori behaviorisme dalam pembelajaran. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan penguatan positif seperti hadiah dan pujian dapat meningkatkan semangat belajar siswa. Selain itu, metode pembelajaran yang melibatkan respon langsung, seperti latihan dan permainan edukatif, membuat siswa lebih aktif dan terbiasa belajar dengan baik.
Perbedaan Individu Dalam Belajar: Telaah Atas Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya Fatimah Nurlala Iwani; Mardianah, Mardianah; Besse Marjani Alwi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.9982

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingnya memahami perbedaan individu dalam proses pembelajaran dan bagaimana berbagai faktor internal maupun eksternal berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Perbedaan individu mencakup aspek seperti inteligensi, kecakapan bahasa, keterampilan motorik, bakat, gaya belajar, serta latar belakang sosial dan emosional. Dalam konteks pendidikan, pemahaman terhadap perbedaan ini menjadi dasar penting untuk merancang strategi pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap karakteristik peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan metode kualitatif deskriptif, yang menganalisis teori-teori dan temuan empiris dari berbagai sumber relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kondisi fisiologis, psikologis, lingkungan sosial, lingkungan fisik, serta instrumen pembelajaran seperti kurikulum dan media pembelajaran sangat memengaruhi cara dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan komitmen dari pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, sehingga semua siswa dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Multiple Intelligensi: Kecerdasan Majemuk Andi Rafiqah Rahmah; Ahmad Ramadhan; Besse Marjani Alwi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10075

Abstract

Kecerdasan merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan keahlian dalam menyelesaikan berbagai masalah. Setiap individu secara alami memiliki beragam jenis kecerdasan, termasuk kecerdasan bahasa/linguistik, logis-matematis, visual-spasial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, musikal, dan naturalis. Namun, kombinasi serta proporsi dari kecerdasan yang dimiliki setiap individu tidaklah sama, dan hal ini sangat bergantung pada cara mereka mengembangkan kecerdasan yang ada. Penting untuk dipahami bahwa setiap individu dilahirkan dengan berbagai jenis kecerdasan. Oleh karena itu, diharapkan para pendidik tidak hanya memandang siswa yang cerdas dan berprestasi sebagai siswa yang unggul dalam bidang akademik saja. Terdapat banyak potensi berharga lainnya yang dimiliki siswa di luar kemampuan akademis. Kedelapan jenis kecerdasan tersebut dapat berfungsi secara independen satu sama lain, dan dengan memahami teori kecerdasan majemuk, seorang guru dapat menguasai serta menerapkan berbagai metode pembelajaran yang sesuai. Dengan demikian, peran guru sebagai pendidik, pembimbing, pelatih, penasihat, inovator, penggerak kreativitas, dan evaluator menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa setiap anak didik dapat mencapai keberhasilan secara optimal.