Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Educational Strategy in Preventing HIV/AIDS: Analysis of Social, Cultural, and Digital Media Influence Yastutik, Iryani Yuni; Setyowati, Risha
The Journal of Educational Development Vol. 12 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jed.v12i1.3374

Abstract

 The research investigated the influence of digital media integration and social and cultural factors on the knowledge, attitudes, and preventative behaviors regarding HIV/AIDS among adolescents. The objective was to assess how these variables correlate and contribute to enhancing HIV/AIDS prevention strategies within this demographic. Utilizing a quantitative research methodology, data were collected from 398 respondents and analyzed through descriptive statistics, correlation analysis, independent samples T-tests, ANOVA, linear regression, principal component analysis (PCA), and exploratory factor analysis (EFA). The findings revealed no significant correlations between the use of digital media, social and cultural factors, and adolescents' knowledge, attitudes, and behaviors related to HIV/AIDS prevention. Similarly, regression models indicated that these variables did not significantly predict knowledge about HIV/AIDS. The PCA and EFA did not identify significant components or factors that could explain variance in responses concerning HIV/AIDS prevention. In conclusion, the study suggests that digital media, alongside social and cultural factors, does not significantly impact adolescents' knowledge, attitudes, and preventative behaviors toward HIV/AIDS. This research contributes to the scientific understanding of HIV/AIDS prevention in adolescents, indicating a need for exploring additional factors that might influence effective prevention strategies.
Pengaruh Air Rebusan Piper Crocatum terhadap Penurunan Gejala Fluor Albus pada Wus di Desa Ketegan Yastutik, Iryani Yuni; Kurniawan, Vendi Eko
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun sirih merah terhadap penurunan gejala fluor albus pada wabita usia subur. Jenis penelitian ini dengan pra eksperimental mengunakan pendekatan one- group pra-post test design. Populasi penelitian seluruh wabita usia subur sebanyak lima puluh responden dengan sampel tujuh belas responden. Teknik sampling mengunakan simple random sampling. Variabel independent yaitu daun sirih merah dan variabel dependent yaitu penurunan gejala fluor albus. Instrumen penelitian mengunakan lembar observasi, SAK, dan SOP. Pengolahan data editing, coding, skoring, tabulating, dan uji statistik T test. Hasil penelitian didapatkan enam belas responden mengalami penurunan gejala fluor albus dan satu responden tidak mengalami penurunan gejala fluor albus. Hasil uji statistik value dapat diambil kesimpulan wabita usia subur yang mengalami fluor alus dapat mengaplikasikan air rebusan daun sirih merah sebagai obat non-farmakologis. Ada pengaruh air rebusan daun sirih merah terhadap penurunan gejala fluor albus pada wabita usia subur.
Manfaat Jus Mentimun dan Wortel untuk Mengatasi Hipertensi: Studi Kasus di Desa Ketegen Kurniawan, Vendi Eko; Yastutik, Iryani Yuni
Journal of Education Research Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia, diikuti oleh merokok dan dislipidemia. Konsumsi bahan makanan yang dimodifikasi untuk mengandung kalium dan magnesium merupakan salah satu terapi pilihan untuk menurunkan tekanan darah. Bahan makanan yang tinggi kalium dan magnesium antara lain mentimun dan wortel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian campuran jus mentimun dan wortel terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan desain pretest-posttest control group secara single blind. Subjek penelitian sebanyak 32 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kontrol yang mendapatkan plasebo (sirup melon dengan pewarna makanan jingga) dan kelompok perlakuan yang diberikan campuran jus mentimun dan wortel (100 g mentimun dan 122 g wortel dengan tambahan 200 ml air) selama 7 hari. Analisis data menggunakan uji t-test berpasangan pada data berdistribusi normal dan uji Wilcoxon pada data yang tidak berdistribusi normal untuk membedakan pretest dan posttest. Sementara itu, uji Mann Whitney digunakan untuk membedakan kelompok kontrol dan perlakuan. Campuran jus mentimun dan wortel menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 22,59 mmHg (p<0,001) dan tekanan darah diastolik sebesar 9,55 mmHg (p<0,001). Konsumsi campuran jus mentimun dan wortel secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
APLIKASI KESEHATAN DIGITAL : MEDIA PROMOTIF PERILAKU SEHAT PADA MILENIAL DI LINGKUNGAN SHJ Setyowati, Risha; Kurniawan, Vendi Eko; Yastutik, Iryani Yuni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.51287

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat membuka peluang baru dalam promosi kesehatan, khususnya bagi generasi milenial yang melek digital. Namun, tantangan utama adalah rendahnya kesadaran dan penerapan perilaku hidup sehat(PHBS) di kalangan mahasiswa, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, dan manajemen stres buruk, yang berisiko terhadap kesehatan mental serta fisik jangka panjang. Masalah ini semakin menonjol di institusi pendidikan tinggi seperti STIKes Husada Jombang (SHJ). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas aplikasi kesehatan digital sebagai media promotif untuk meningkatkan PHBS di kalangan mahasiswa. Desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan survei cross-sectional. Populasi mencakup 1.200 mahasiswa aktif SHJ dengan sampel sebanyak 300 dipilih melalui sampling purposive, dengan kriteria mahasiswa aktif menggunakan smartphone dan berakses internet. Variabel independen adalah penggunaan aplikasi seperti Halodoc dan Alodokter; variabel dependen adalah aktivitas fisik, pola makan, manajemen stres. Data dikumpul via kuesioner daring tervalidasi. Analisis menggunakan statistik deskriptif pada SPSS. 85% responden rutin menggunakan aplikasi kesehatan digital, dengan Halodoc (60%) dan Alodokter (50%) paling diminati. Penggunaan ini berkontribusi positif pada perubahan PHBS: aktivitas fisik naik dari 45% ke 72% responden berolahraga rutin; pola makan sehat meningkat (konsumsi buah-sayur hingga 68%); manajemen stres membaik (skor rata-rata +25%). Korelasi positif signifikan (r = 0,62, p < 0,05) antara frekuensi penggunaan aplikasi dan tingkat PHBS. Aplikasi kesehatan digital efektif sebagai media promotif meningkatkan PHBS mahasiswa. Integrasi teknologi ini direkomendasikan dalam strategi promosi kesehatan perguruan tinggi untuk membentuk generasi milenial lebih sehat dan sadar, mengatasi rendahnya PHBS sesuai tujuan penelitian.
ASSOCIATION BETWEEN REPRODUCTIVE HEALTH KNOWLEDGE AND EXTERNAL GENITAL HYGIENE BEHAVIOR AMONG ADOLESCENT GIRLS IN SENIOR HIGH SCHOOL Yuni Yastutik, Iryani; Ratna Aminati, Fifi; Kristiana, Ike
Literasi Kesehatan Husada: Jurnal Informasi Ilmu Kesehatan Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Issue 1, February 2026, Literasi Kesehatan Husada: Jurnal Informasi Il
Publisher : Library Unit collaborates with the Institute for Research and Community Service, College of Health Sciences Husada Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60050/lkh.v10i1.109

Abstract

Background: Adolescent reproductive health literacy plays a critical role in preventing infections and promoting healthy hygiene behaviors. However, many adolescent girls still lack adequate knowledge and appropriate external genital hygiene practices. Objectives: This study aimed to analyze the association between reproductive health knowledge and external genital hygiene behavior among adolescent girls. Methods: A cross-sectional study was conducted in 2023 among all female students at a senior high school using total sampling. Data were collected using a validated questionnaire whose content validity index (CVI) was assessed by three experts and reliability tested using Cronbach’s alpha (knowledge α = 0.82; behavior α = 0.79). Data were analyzed using Chi-square tests with a 95% confidence level. Ethical approval was obtained from the institutional ethics committee. Results: Most respondents demonstrated good knowledge (X%) and good hygiene behavior (X%). Chi-square analysis showed a statistically significant association between reproductive health knowledge and external genital hygiene behavior (p < 0.05). Conclusion: Higher reproductive health knowledge is significantly associated with better external genital hygiene behavior among adolescent girls. Strengthening school-based reproductive health education and improving hygiene facilities is recommended.