Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERAN PENTING ILMU BAYAN DALAM MEMAHAMI KEINDAHAN AL-QUR’AN: ANALISIS MAJAZ DALAM QS. AR-RAHMAN Naja, Sun Dina Sabila; Nuruddien, Muhammad
JIQTA: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 1 (2025):  Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/jiqta.v4i1.1078

Abstract

Untuk memahami keindahan Al-Qur’an dibutuhkan suatu alat bantu, salah satunya adalah ilmu bayan. Yakni ilmu yang mempelajari penyampaian satu makna kata dengan berbagai macam cara. Kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai macam-macam majaz yang terdapat dalam Surat Ar-Rahman dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan berbasis pada studi kepustakaan. Tujuan penggunaan majaz ialah memberikan kesan yang mendalam, serta memberi kemudahan pemahaman terhadap makna tersirat dalam Al-Qur’an. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis ayat per-ayat dalam Surat Ar-Rahman dari segi lafadz dan maknanya, kemudian mengelompokkannya ke dalam ayat yang mengandung majaz dan tidak. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa secara garis besar terdapat tiga macam majaz yang terkandung dalam Surat Ar-Rahman, yakni majaz ‘aqli, majaz mursal, serta majaz isti’arah. Dengan adanya penelitian mengenai macam-macam majaz yang ada dalam Surat Ar-Rahman, diharapkan memberikan manfaat berupa pendalaman pemahaman makna yang terkandung dalam ayat-ayat ini, bagi pembaca pada umumnya dan bagi peneliti pada khususnya.
Autonomy and Islamic Criminal Law Enforcement in Creating Social Order in Aceh Region Anwar, Syahrul; Ramli, Mohd Anuar; Nuruddien, Muhammad
De Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : Shariah Faculty UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j-fsh.v17i2.32771

Abstract

This study departed from the special status of Aceh as the only province in Indonesia granted specific authority to implement Islamic law through Law No. 11 of 2006 concerning the Government of Aceh. One of the manifestations of this special status is the existence of the Sharia Court, which holds the authority to adjudicate jinayah (Islamic criminal) cases, such as khalwat (close proximity between unmarried individuals), maisir (gambling), and khamar (alcohol consumption). This research aims to analyse how the Sharia Court performs its judicial function in resolving jinayah cases, the challenges it faces in practice, and the effectiveness of jinayahenforcement in fostering justice and social order. The method used is an empirical juridical approach, with data collected through interviews, document analysis, and direct observation. The findings reveal that the Sharia Court plays a significant role in enforcing Islamic criminal law in Aceh. However, the implementation of the jinayahstill faces several obstacles, particularly regarding coordination among law enforcement agencies, limited human resources, and resistance from certain segments of society toward the jinayah law. These findings suggest that the success of jinayahenforcement is not solely dependent on regulations but also on the readiness of judicial institutions, community support, and synergy among legal enforcement bodies. This study is expected to make a significant contribution to the evaluation and reinforcement of the Sharia judicial system within the framework of Aceh’s special autonomy, while offering strategic recommendations to enhance the effectiveness of Islamic law enforcement that is just and sustainable.
Metode dan Etika Mencari Ilmu dalam Perspektif Islam Nuruddien, Muhammad; Ahmad, Muhammad Ghazali; Rumaisya; Abbas, Ngatmin
Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2024): Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jak.v3i2.221

Abstract

This study discusses the methods and ethics of seeking knowledge in Islam based on the perspective of hadith. Seeking knowledge holds a crucial position in Islamic teachings, where the Prophet Muhammad emphasized the importance of knowledge and the manners associated with it. The hadiths related to seeking knowledge provide guidance on the proper way to acquire knowledge, including the ethics that must be observed by a student. This research employs a qualitative approach using literature review methods of hadiths related to the pursuit of knowledge. Primary data sources are derived from authentic hadith collections such as Sahih Bukhari and Sahih Muslim, as well as interpretations from scholars, then the data that has been collected is analyzed by thematic analysis method. The results show that the method of seeking knowledge in Islam should be based on sincere intentions, humility, and patience. Additionally, students must respect their teachers, maintain proper ethics during the learning process, and practice the knowledge they gain. This study also highlights that the ethics taught by Prophet Muhammad in seeking knowledge are relevant in the context of modern education. In conclusion, the hadiths provide comprehensive guidance for building character and manners in the pursuit of knowledge.
ANALISIS KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN SUMEDANG: PERAN AKTOR DAN KEBIJAKAN FISKAL DALAM PANDANGAN ISLAM Nuruddien, Muhammad; Rahmah, Yulia Fithriany
Prestise: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ekonomi dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/prestise.v3i2.33689

Abstract

Peran desentralisasi kebijakan fiskal dan pengelolaan daerah sangat penting dalam pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran desentralisasi fiskal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengetahui peran pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengkaji pandangan Islam tentang peran pemerintah daerah dan kebijakan fiskal di Kabupaten Sumedang. Menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena atau konteks tertentu daripada pengukuran variabel atau hubungan secara kuantitatif. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan fiskal memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumedang. Implementasi kebijakan fiskal meningkatkan kesadaran pemerintah daerah terhadap kebutuhan dan keinginan masyarakat. Pemerintah daerah memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk meningkatkan peran pemerintah daerah, mereka harus mengadopsi konsep maslahat mursalah. Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam kebijakan fiskal, pemerintah daerah di Kabupaten Sumedang harus berusaha mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam ke dalam sistem kebijakan fiskal.
PEMBERIAN KETERANGAN OLEH SAKSI ONLINE (PERSPEKTIF KAIDAH AL MASYAQQAH TAJLIBUT TASYIR) Adyawati, Viona Mentari; Nuruddien, Muhammad
Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum (JISYAKU) Vol 2 No 1 (2023): JISYAKU
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic Institute (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jisyaku.v2i1.6598

Abstract

Dalam melaksanakan proses kesaksian, seseorang mungkin saja mengalami beberapa kesulitan, entah itu dari segi kondisi, situasi, maupun wabah, hal-hal yang tidak diinginkan tersebut memerlukan beberapa metode opsi untuk mengatasinya, karena itulah diperlukan adanya peraturan yang dibuat untuk dispensasi dalam kasus tersebut sehingga proses pemeriksaan tetap bisa dilakukan meskipun saksi terkait tidak bisa menghadiri persidangan langsung secara tatap muka. Dalam hal ini, penulis melakukan analisa bagaimanakan sistem persaksian yang dilakukan secara online berdasarkan perspektif kaidah fikih
Hibah Mua’llaqah Untuk Menghindari Sengketa Waris Perspektif Fath Adz-Dzariah Hidayatulloh, Alfan; Nuruddien, Muhammad
Sakina: Journal of Family Studies Vol 7 No 4 (2023): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v7i4.3732

Abstract

Setiap manusia akan meningalkan dunia ini, jika sudah meninggal biasanya ada harta yang ditinggalkan, baik itu banyak maupun sedikit, harta itu disebut dengan harta warisan, Dalam prakteknya pembagian harta waris sering kali menimbulkan beberapa masalah diantara nya terjadinya sengketa akibat pembagian waris sampai mengakibatkan hal hal yang tidak diinginkan, untuk menghindari hal itu, maka masyarakat Arjosari mempunyai cara yang sudah turun temurun dilakukan dalam hal pembagian waris dengan tujuan supaya tidak terjadi perselisihan.Tujuan dari penelitian ini adalah melihat apakah cara yang dilakukan oleh masyarakat Arjosari tersebut sudah sesuai dengan syariat islam atau tidak, penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa cara pembagian waris yang dilakukan masyarakat Arjosari adalah dengan membagi warisan secara keseluruhan kepada ahli warisnya ketika pewaris masih hidup dan dibagi secara merata, setiap ahli waris memperoleh bagian yang sama, tetapi pembagian harta tersebut masih dalam bentuk kata kata tidak diserahkan langsung saat itu juga, dalam hal ini pembagian tersebut disebut hibah Mu’alaqah, hal ini bertujuan untuk menghindari konflik diantara ahli warisnya karena yang membagi langsung pewarisnya langsung. Jika ditinjau dari perspektif Fath Adz-Dzari’ah maka hal ini mempunyai hukum boleh
WASIAT WAJIBAH KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG MESIR DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM Nuruddien, Muhammad
Reflektika Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v17i1.615

Abstract

AbstractA will is a trust that must be conveyed, so that the trust cannot be concealed or given to another person who is not entitled. So far, many wills have been neglected and various ways have been done so that the will does not reach the rightful, because that is why the verses of the Qur'an came down to regulate the will and make people who change and falsify the will as a great sinner. This research is normative with a historical and regulatory approach to the Egyptian State Law. The obligatory will of the State of Egypt applies to a grandchild whose parents have died first in the life of the grandfather or grandmother, such a situation in the compilation of Islamic law is included in the realm of successor heirs, while the obligatory will of article 209 in KHI only to children or parents lift. If seen from the difference between the obligatory will law of the State of Egypt and KHI in Indonesia, which both have similarities in the limits of the obligatory will section, which is 1/3. KHI pays great attention to children or adoptive parents so that a mandatory will is enforced, this shows that KHI in Indonesia not only cares about the welfare of the same family, but also cares about others who have served in his life.Abstrak:Harta wasiat merupakan amanah yang harus disampaikan, sehingga amanah tersebut tidak boleh disembunyikan atau diberikan kepada orang lain yang tidak berhak. Sejauh ini banyak wasiat yang dilalaikan dan berbagai cara dilakukan agar wasiat tersebut tidak sampai kepada yang ber-hak, karena itulah ayat al-Qur’an turun mengatur tentang wasiat dan menjadikan orang yang merubah dan memalsukan wasiat sebagai pelaku dosa besar. Penelitian ini merupakan normatif dengan pendekatan sejarah dan peraturan Undang-undang Negara Mesir. Wasiat wajibah Negara Mesir berlaku bagi seorang cucu yang orang tuanya telah meninggal terlebih dahulu di masa hidupnya sang kakek ataupun nenek, keadaan seperti ini dalam kompilasi hukum Islam dimasukkan dalam ranah ahli waris pengganti, sedangkan wasiat wajibah pasal 209 dalam KHI hanya terhadap anak atau orang tua angkat. Jika dilihat dari perbedaan antara undang-undang wasiat wajibah Negara Mesir dengan KHI di Indonesia yang mana keduanya memiliki persamaan dalam batasan bagian wasiat wajibah yaitu 1/3. KHI sangat memperhatikan anak atau orang tua angkat sehingga diberlakukan wasiat wajibah, hal ini menunjukkan bahwa KHI di Indonesia tidak hanya peduli terhadap kesejahteraan keluarga senasab, melainkan juga peduli terhadap orang lain yang pernah berjasa dalam hidupnya.
Nafkah Mādliyah Istri Sebelum Perceraian Perspektif Keadilan (Studi Analisis Pandangan Fikih Islami Dalam Mazhab Hanafiyah dan Syafiiyah) Nuruddien, Muhammad
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 2 (2019): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.876 KB)

Abstract

Perceraian terus terjadi tanpa memandang status sosial baik dari kalangan artis, pejabat, tokoh dan masyarakat umum. Pasca perceraian banyak hal yang harus dipertanggung jawabkan dalam relasi suami-istri, karena problem yang sering muncul setelah perceraian adalah persoalan nafkah istri dan nafkah anak, harta bersama dan pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisa pendapat Mazhab Hanafiyah dan Syafiiyah mengenai nafkah mādliyah istri sebelum perceraian dan memahami serta menganalisa proses terpenuhinya nafkah mādliyah istri sebelum perceraian perspektif keadilan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pustaka dan dikaji dengan hermeneutika hukum, Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi istidlal hukum Islam (manhajiyatul-istidlal) dan pendekatan komparatif dan historical untuk mendeskripsikan proses dan tujuan dari nafkah mādliyah dalam bingkai keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi tidak diwajibkan pembayaran nafkah lampau kecuali melalui peradilan dan kerelaan antara keduanya sedangkan Mazhab Syafii menyatakan bahwa nafkah lampau merupakan hutang yang wajib untuk dibayarkan dan pembayaran hutang tidak memerlukan putusan peradilan.
Sosialisasi dan Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik dalam Menanamkan Kesadaran Lingkungan pada Siswa Sekolah Dasar Azizah, Annafi’ Nurul ‘Ilmi; Sugiyat, Sugiyat; Nuruddien, Muhammad; Musfirah, Atikah; Muthaharah, Rillia Marfuatim; Pangestika, Afifah Sekar; Awali, Masfufah Zayin; Walhidayah, Nanda Ayu
Marsipature Hutanabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2026): Marsipature Hutanabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Devi Tara Innovations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste management remained an environmental issue that required early awareness building, particularly at the elementary school level. This community service activity aimed to foster environmental awareness among students through socialization and education on organic and inorganic waste separation at SD Negeri Keloran 2. The activity was conducted on 19 January 2026 and involved 40 fifth-grade elementary school students as participants. The program was implemented using an educational and participatory approach, which included interactive material delivery, educational games, and practical reuse activities. The activity began with the presentation of material explaining the definition, types, and proper methods of waste separation in daily life. This was followed by educational games designed to reinforce students’ understanding of waste classification. The activity concluded with a hands-on practice of creating handicrafts from used cardboard as an application of reuse principles. The results indicated that students were able to distinguish between organic and inorganic waste and demonstrated increased awareness and concern for environmental cleanliness within the school environment. Overall, the activity contributed positively to shaping environmentally responsible behavior from an early age and showed potential for supporting sustainable waste management practices in elementary schools.