Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Gen-Z Melalui Ide Pembuatan Gelas Motivasi (Mug Booster) Nurhayati Nurhayati; Jessika Amanda Tasik; Dela Mahrita; Asniawati Asniawati; Bintang Pranata
Jurnal Abdimas Adpi Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas ADPI Sosial dan Humaniora (Future Issue)
Publisher : Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/jsoshum.v4i2.290

Abstract

Mug Booster is a type of small-scale craft that specifically only produces various kinds of Mugs bearing motivational words. The Booster Mug is made of paper cups & glass cups whose exterior appearance is designed with motivational words. This Mug Booster can be an encouragement. This Mug Booster can also be used as a souvenir, gift or for personal use for people who read the motivational words that have been written. The purpose of this activity is to increase knowledge and skills. The approach used is community development through training and assistance to productive economic partners, namely the Z generation group in East Banjarmasin District. The results of the dedication show an increase in knowledge, skills in product management.
Pengaruh Lingkungan dan Fasilitas Kerja Pada Kinerja Karyawan Pada PT.KSI 2 POM I di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah Habiburahman Habiburahman; Nurhayati Nurhayati; Muhammad Zainuddin; Vicky Satria Rahmadhan Lihu
eCo-Buss Vol. 8 No. 1 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i1.2973

Abstract

PT KSI POM 1, located in Seruyan Regency, Central Kalimantan, is a subsidiary of the Wilmar Group and plays a significant role in the palm oil industry. This study aims to examine the influence of the work environment and work facilities on employee performance. A quantitative approach was employed using an explanatory survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 93 employees and analyzed using SPSS version 27. The results indicate that both the work environment and work facilities have a significant effect on employee performance. The work environment has a positive influence, with a t-value of 3.330 and a significance level of less than 0.05. Meanwhile, work facilities show a stronger impact with a regression coefficient of 1.397. Simultaneously, these two variables explain 80.7% of the variation in employee performance, as indicated by the Adjusted R² value of 0.807. These findings suggest that enhancing workplace comfort and ensuring the availability of adequate facilities can improve employee productivity. Therefore, it is recommended that companies provide proper lighting, maintain optimal temperature conditions, and regularly maintain workplace infrastructure to support employee well-being and efficiency.
Dilema Likuiditas Harian: Analisis Kualitatif Hambatan Struktural Penggunaan QRIS bagi Pedagang Mikro dengan Perputaran Modal Cepat Nurhayati Nurhayati; Elma Abnaina; Yuliarti Rezeki
eCo-Fin Vol. 8 No. 1 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i1.3672

Abstract

Digitalisasi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan pilar utama resiliensi UMKM pasca-pandemi. Di Kalimantan Selatan, inisiatif ini diterapkan di Pasar Terapung Lok Baintan, namun tingkat penggunaan aktif oleh pedagang masih sangat minimal. Penelitian kualitatif ini bertujuan mengeksplorasi hambatan struktural yang membentuk resistensi pedagang terhadap QRIS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi pedagang bersumber dari "Dilema Likuiditas Harian". Dana hasil penjualan digital yang masuk ke rekening bank menciptakan jeda waktu (time lag) pencairan, sehingga menghambat siklus modal pedagang yang membutuhkan uang tunai seketika untuk membeli stok dagangan harian. Hambatan ini diperparah oleh faktor usia (35-60 tahun) dan keterbatasan infrastruktur perbankan di area sungai yang menciptakan biaya transaksi tersembunyi tinggi. Berdasarkan teori Technology Acceptance Model (TAM), kendala operasional ini mendistorsi persepsi kegunaan teknologi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya inovasi kebijakan berupa penyediaan unit perbankan terapung atau agen pencairan tunai di lokasi pasar untuk menyelaraskan kecepatan teknologi dengan karakteristik ekonomi mikro pasar tradisional.
Pengaruh Sikap Keuangan dan Literasi Keuangan terhadap Kepuasan Keuangan dengan Gender sebagai Moderasi (Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas Sari Mulia) Firda Shabrina Helmalia; Nurhayati Nurhayati; Analisa Analisa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.6497

Abstract

Kepuasan keuangan merupakan salah satu indikator penting kesejahteraan finansial mahasiswa yang dipengaruhi oleh cara individu memahami, menyikapi, dan mengelola sumber daya keuangan. Dalam praktiknya, mahasiswa masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketergantungan pada orang tua, kecenderungan konsumtif, rendahnya kebiasaan menabung, serta belum optimalnya penerapan pengetahuan keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sikap keuangan dan literasi keuangan terhadap kepuasan keuangan mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan, serta menguji peran gender sebagai variabel moderasi pada hubungan antara literasi keuangan dan kepuasan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei melalui penyebaran kuesioner. Sampel terdiri atas 95 mahasiswa aktif Universitas Sari Mulia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan keuangan, sedangkan literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, sikap keuangan dan literasi keuangan berpengaruh signifikan serta mampu menjelaskan 41% variasi kepuasan keuangan mahasiswa. Pada model awal MRA, literasi keuangan menunjukkan pengaruh signifikan, tetapi interaksi literasi keuangan dan gender tidak signifikan. Dengan demikian, gender tidak memperkuat maupun memperlemah hubungan antara literasi keuangan dan kepuasan keuangan. Penelitian menegaskan bahwa pembentukan sikap keuangan yang positif dan penerapan pengetahuan keuangan secara nyata lebih penting dalam meningkatkan kepuasan keuangan mahasiswa.
Pengaruh Persepsi Risiko, Motivasi, Pengetahuan Investasi dan Modal Minimum terhadap Keputusan Investasi (Studi pada Mahasiswa Universitas Sari Mulia) Yuliarti Rezeki; Nurhayati Nurhayati; Muhammad Adi Saputra; Julva Hazizah
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.1047

Abstract

ujuan penelitian ini untuk menguji dan menganalisis pengaruh secara parsial dan simultan terkait varibel persepsi risiko, motivasi, pengetahuan investasi, dan modal minimum terhadap keputusan investasi mahasiswa Universitas Sari Mulia Banjarmasin. Jenis penelitian kuantitatif, Pendekatan deskriptif, data penelitian diperoleh dari hasil kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 80 peserta dan Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil uji hipotesis secara parsial bahwa Variabel persepsi risiko dan pengetahuan investasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Hal ini dapat diartikan bahwa Mahasiswa yang memiliki persepsi risiko yang jelas, mampu menilai seberapa besar kemungkinan rugi/untung dalam suatu instrumen investasi, akan lebih berhati-hati dan rasional dalam mengambil keputusan investasi. Jadi, semakin baik pemahaman mahasiswa tentang risiko, semakin bijak pula keputusan yang mereka buat. Pengetahuan yang memadai tentang instrumen investasi (saham, reksa dana, obligasi, dsb.) akan membuat mahasiswa lebih percaya diri dalam berinvestasi. Pengetahuan ini membantu mereka memahami cara kerja pasar, potensi keuntungan, serta cara meminimalkan risiko, sehingga keputusan yang diambil lebih tepat. Variabel motivasi, modal minimum tidak signifikan. Hal ini dapat diartikan meskipun seseorang termotivasi atau memiliki modal, tanpa pengetahuan dan pemahaman risiko, keputusannya belum tentu tepat. Karena dengan adanya pemahaman risiko dan pengetahuan investasi membuat keputusan yang lebih rasional, menghindari spekulasi berlebihan, serta memahami risiko yang mungkin timbul dari setiap pilihan investasi. Hasil uji simultan bahwa variabel bebas secara Bersama-sama memiliki pengaruh terhadap keputusan investasi sebesar 0,495 atau 49,5% sisanya 50,5 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak di jelasan dari penelitian ini.   The purpose of this study is to examine and analyze the partial and simultaneous influence of risk perception, motivation, investment knowledge, and minimum capital variables on investment decisions of students at Sari Mulia University, Banjarmasin. This type of research is quantitative, descriptive approach, research data obtained from the results of questionnaires distributed to students. The sample was taken using a purposive sampling technique of 80 participants and the data analysis technique used was multiple linear regression analysis. The results of the partial hypothesis test that the variables of risk perception and investment knowledge have a significant effect on investment decisions. This can be interpreted that students who have a clear risk perception, being able to assess how much the possibility of loss/profit in an investment instrument, will be more careful and rational in making investment decisions. So, the better the students' understanding of risk, the wiser the decisions they make. Adequate knowledge of investment instruments (stocks, mutual funds, bonds, etc.) will make students more confident in investing. This knowledge helps them understand how the market works, potential profits, and how to minimize risk, so that decisions are taken more appropriately. The variables of motivation and minimum capital are not significant. This means that even if someone is motivated or has capital, without knowledge and understanding of risk, their decision may not be correct. Understanding risk and investment knowledge allows for more rational decisions, avoids excessive speculation, and understands the potential risks of each investment option. The results of the simultaneous test indicate that the independent variables collectively influence investment decisions by 0.495%, or 49.5%. The remaining 50.5% is influenced by other factors not explained in this study.