Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia Melalui Terapi Aktivitas Kognitif Freny Ravika Mbaloto; Estelle Lilian Mua; Robi Adikari Sekeon; Denny Susanto; Ida Yanriatuti; Sabarulin Tarigan; Ni Luh Emilia
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Juli 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i4.440

Abstract

Abstract: In general, the older a person is, the more susceptible they are to experiencing a decline in function, including cognitive function. The condition that often occurs in the elderly is a decrease in the ability to remember so that they often forget easily. Reduced cognitive function in the elderly is an early manifestation of dementia. Decreasing cognitive function in the elderly causes an increase in cognitive function disorders such as dementia which affects the ability to meet daily needs and a high degree of dependence on others. The elderly can fill their declining cognitive abilities by optimizing themselves through cognitive activities. Based on this, community service has been carried out targeting the elderly at PWST Tresno Mukti Turen. Through community service it is hoped that it can improve the cognitive function of the elderly. The implementation of this community service uses the method of assessment, observation, interviews, demonstrations. During the therapy, the elderly seemed enthusiastic about participating in all the activities. Cognitive therapy is effective in improving the cognitive function of the elderly if it is carried out routinely and scheduled in the daily activities of the elderly Abstrak: Pada umumnya semakin bertambah usia seseorang maka semakin rentan mengalami penurunan fungsi termasuk fungsi kognitif. Keadaan yang kerapkali terjadi pada lansia adalah menurunnya kemampuan mengingat sehingga sering akan mudah lupa. Berkurangnya fungsi kognitif pada lansia merupakan manifestasi awal demensia. Penurunan fungsi kognitif pada lansia menyebabkan peningkatan gangguan fungsi kognitif seperti demensia yang berdampak terhadap kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap orang lain. Lansia dapat mengisi kemampuan kognitif mereka yang menurun dengan mengoptimalkan diri mereka sendiri melalui aktivitas kognisi. Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran lansia di PWST Tresno Mukti Turen. Melalui pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan fungsi kogntif lansia. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pengkajian, observasi, wawancara, demonstrasi. Saat terapi berlangsung, para lansia tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Terapi kognitif efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia jika dilaksanakan rutin dan dijadwalkan dalam aktivitas keseharian lansia
The Effectiveness of Puzzle Therapy in Improving the Cognitive Function of the Elderly Freny Ravika Mbaloto; Estelle Lilian Mua; Robi Adikari Sekeon; Denny Susanto; Ida Yanriatuti; Sabarulin Tarigan; Juliana Neng Rifka Sarman; Nova Natalia Beba
Adi Husada Nursing Journal Vol 9 No 2 (2023): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v9i2.454

Abstract

Mild cognitive impairment is a term for people who are at risk of developing dementia. Cognitive decline is an elderly perspective that is commonly a health problem because it is closely related to physical health, psychological health, and quality of life in the elderly. This study aimed to determine the effect of puzzle therapy on the cognitive function of the elderly. This type of quantitative research is pre-experimental with a one-group pretest-posttest design approach. The population in this study was 24 elderly people, using a saturated sampling technique. The intervention carried out was puzzle therapy given for 30-60 minutes over a period of 1 week. Puzzle therapy is a fragment of several images from a complete picture that is designed to stimulate the brain so that the brain's cognitive role increases. The cognitive abilities of the elderly were measured using the MMSE (Mini-Mental State Examination) questionnaire in the form of a test consisting of 30 points of cognitive function including orientation, registration, attention and calculation, remembering, and language. Score 24-30 (good cognitive function), score 1-23 (cognitive impairment). hypothesis analysis using the Wilcoxon test. The results of the study showed that the puzzle therapy variables influence the cognitive abilities of the elderly (p.value 0.01). To improve the cognitive function of the elderly, it can be done through scheduled puzzle therapy in the daily activities of the elderly.
MOTIVASI KERJA PERAWAT DALAM PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MOKOYURLI KABUPATEN BUOL Freny Ravika Mbaloto; Nursela Saputri
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 12 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesmas-IJ, November 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discharge planning adalah suatu proses dimana mulainya pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang diikuti dengan kesinambungan perawatan baik dalam proses penyembuhan maupun dalam mempertahankan derajat kesehatannya sampai pasien merasa siap untuk kembali ke lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya motivasi kerjaperawat dalam pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap RumahSakitUmum Daerah Mokoyurli KabupatenBuol. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Variabel penelitian yaitu motivasi kerja perawat dalam pelaksanaan discharge planning, jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder yang dianalisa dengan menggunakanan alisaunivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat diruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Mokoyurli Kabupaten Buol yang berjumlah sebanyak 89 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Probability Sampling dengan pendekatan Proportional Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 47 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 47 responden,sebagianbesar perawatmemilikimotivasikerjatinggisebanyak 28 responden (59,6%) sedangkanperawat yang memiliki motivasi kerja rendah sebanyak 19 responden (40,4%) dalam melaksanakan discharge planning di ruang rawat inap Rumah SakitUmum Daerah Mokoyurli Kabupaten Buol. Kesimpulan dari penelitian inia dalah bahwa motivasi kerja perawat di ruangan rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Mokoyurli Kabupaten Buol sebagian besar memilikimotivasikerjatinggi. Saran bagi pihak rumah sakit diharapkan mempertahankan dan lebih meningkatakan lagi motivasi kerjaperawat dalam pelaksanaan discharge planning di Rumah Sakit Umum Daerah Mokoyurli Kabupaten Buol di masa mendatang.
Parents' Anxiety During Children’s Hospitalization Mbaloto, Freny Ravika; Purwaningsih, Diah Fitri; Mamuaya, Greistinsi Filiandini; Mua, Estelle Lilian; Sekeon, Robi Adikari; Susanto, Denny Fitri
Adi Husada Nursing Journal Vol 10 No 2 (2024): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v10i2.591

Abstract

Illness and hospitalization of a child are very difficult and most often unpredictable situations in the family life cycle. The stress level of the parents of the child who is hospitalized dependson many factors, such as the psychological characteristics of children and parents, children health conditions, and support from family and medical personnel. The purpose of this study was to identify parents' anxiety in dealing with their child's hospitalization. The research design used is descriptive research with a qualitative approach. The population of this study were all parents of children aged 3-6 years who were hospitalized. The sample in this study were 43 parents of children. Sampling was carried out non-probability with a purposive sampling approach with inclusion criteria: parents were biological fathers and mothers of children who were hospitalized, preschool age 3- 6 years old who has a diagnosis of Hyperthermia, DHF, Diarrhea and Vomiting, ARI, Asthma, Traffic Accidents, parents who are willing to sign an informed consent. he results show that the anxiety of parents facing hospitalization is that the dominant child has mild anxiety (62.8%). This study hopes that parents can be involved during treatment.
Sosialisasi Tentang 3 Dosa Besar Pendidikan di SMAN 2 Mori Atas Mbaloto, Freny Ravika; Mua, Estelle Lilian; Sekeon, Robi Adikari; Kongah, Andika Pratama; Kongah, Alda Kristina; Kalengkongan, Yolivia
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Mei 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i3.712

Abstract

Pemerintah meluncurkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas kekerasan. Peraturan ini mendapat dukungan penuh dari kementerian dan lembaga terkait. Meskipun komitmen pemerintah kuat, upaya menghapus "tiga dosa besar" pendidikan, yaitu perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi, masih memerlukan intervensi dan akselarasi dari semua pihak. Transformasi ini menjadi bagian dari program Merdeka Belajar, yang mencakup regulasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan implementasi pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Latar belakang tingginya kasus perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi di lingkungan pendidikan menjadi alasan untuk melakukan sosialisasi tentang 3 dosa besar ini kepada peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didik tentang urgensi dan dampak negatif dari ketiga isu tersebut, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam mencegah dan mengatasi masalah ini di sekolah.
UPAYA MENERAPKAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN MASALAH KETIDAK STABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI KABUPATEN POSO SULAWESI TENGAH Estelle Lilian Mua; Gilda Natania Trixie Gae; Freny Ravika Mbaloto
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Meningkatnya kadar glukosa darah adalah tanda penyakit metabolik kronik yang dikenal sebagai diabetes melitus. Makan berlebihan dan gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan kadar glukosa darah tidak stabil. Untuk mempertahankan kadar gula darah tetap normal, terapi nonfarmakologi seperti diet yang tepat dapat memperlambat diabetes mellitus. Tujuan: Menggambaran asuhan keperawatan penerapan diet dengan masalah ketidakstabilan glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Metode : Menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Fokus studi kasus penerapan diet terhadap penurunan kadar glukosa darah. Pengumpulan data menggunakan format pengkajian dengan wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil: pengkajian yang didapatkan klien mudah lelah, sering merasa haus,sering buang air kecil, pusing dan pandangan kabur. Diberikan intervensi sesuai dengan SIKI dengan pemberian diet 3J sesuai dengan jadwal, jumlah, jenis makan. Setelah dilakukan implementasi selama 7 hari maka didapatkan hasil penurunan kadar glukosa darah dari 211 mg/dl menjadi 103 mg/dl. Kesimpulan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 7 hari didapatkan hasil bahwa kadar glukosa darah dapat menurun dan masalah teratasi. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan penelitian dan teknologi baru di ibidang keperawatan, khususnya pada pasien diabetes dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah.
UPAYA MENERAPKAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN MASALAH KETIDAK STABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI KABUPATEN POSO SULAWESI TENGAH Estelle Lilian Mua; Gilda Natania Trixie Gae; Freny Ravika Mbaloto
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Meningkatnya kadar glukosa darah adalah tanda penyakit metabolik kronik yang dikenal sebagai diabetes melitus. Makan berlebihan dan gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan kadar glukosa darah tidak stabil. Untuk mempertahankan kadar gula darah tetap normal, terapi nonfarmakologi seperti diet yang tepat dapat memperlambat diabetes mellitus. Tujuan: Menggambaran asuhan keperawatan penerapan diet dengan masalah ketidakstabilan glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Metode : Menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Fokus studi kasus penerapan diet terhadap penurunan kadar glukosa darah. Pengumpulan data menggunakan format pengkajian dengan wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil: pengkajian yang didapatkan klien mudah lelah, sering merasa haus,sering buang air kecil, pusing dan pandangan kabur. Diberikan intervensi sesuai dengan SIKI dengan pemberian diet 3J sesuai dengan jadwal, jumlah, jenis makan. Setelah dilakukan implementasi selama 7 hari maka didapatkan hasil penurunan kadar glukosa darah dari 211 mg/dl menjadi 103 mg/dl. Kesimpulan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 7 hari didapatkan hasil bahwa kadar glukosa darah dapat menurun dan masalah teratasi. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan penelitian dan teknologi baru di ibidang keperawatan, khususnya pada pasien diabetes dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah.