Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis heat loss dan pemetaan sebaran suhu permukaan manifestasi di lapangan panas bumi Way Ratai Karyanto; M Sarkowi; F Ukhti; A Hidayatika; N Haerudin; I G B Darmawan*
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.765 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v3i.6

Abstract

Penelitian heat loss dan pemetaan sebaran suhu permukaan manifestasi panas bumi di Way Ratai dilakukan untuk menghitung sumber daya spekulatif. Pemetaan sebaran suhu permukaan manifestasi serta analisis potensi sumber daya spekulatif pada sistem panas bumi Way Ratai dilakukan dengan metode heat loss. Pengukuran heat loss dilakukan sebanyak 33 titik, menghasilkan suhu manifestasi berada pada rentang 46°C sampai  ?100°C. Hasil perhitungan nilai heat loss total di seluruh manifestasi terukur di wilayah panas bumi Way Ratai mencapai 6414 kWe atau setara dengan 6.4 MWe. Hasil ini menunjukkan pola yang cukup berbeda dengan sebaran suhu manifestasi. Suhu manifestasi tinggi didominasi oleh manifestasi Margodadi, Way Asin dan Bambu Kuning, sedangkan nilai heat loss total didominasi oleh manifetasi Padok, Kalitiga, Way Hurang dan Cangkuang. Kemungkinan karena area terukur sangat kecil sehingga heat loss total rendah, maka diperlukan perbandingan dengan metode lainnya seperti metode volumetrik.
ANALISIS USAHATANI JERUK SIAM MADU (CITRUS NOBILIS) DI KELOMPOK TANI SRI GADING DESA GADINGKULON KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Adyla Mita Lestari; Karyanto; Djohar Noeriati; Erika Novisari
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 2 (2024): JSRD, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i2.530

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk menganalisis Usahatani Jeruk Siam Madu di Kelompok Tani Sri Gading, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Serta untuk mengetahui biaya penerimaan petani jeruk Siam Madu di Kelompok Tani Sri Gading, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2024, di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Metode penentuan sampel petani dilakukan dengan metode sensus (seluruh populasi petani yang menanam jeruk Siam Madu berjumlah 16 orang di Kelompok Tani Sri Gading).
Studi Konstruksi Bagan Apung Milik Nelayan Kelurahan Batu Putih Atas Kota Bitung: Study of the Construction of Floating Fish Aggregating Devices Owned by Fishermen in the Batu Putih Atas Subdistrict, Bitung City Karyanto; Manohas, Jul; Santoso, Heru; Darondo, Franky Adrian; Katili, Lidya; Putri, Elsari Tanjung
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 10 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.10.1.2025.59770

Abstract

Bitung City is one of the centers for fisheries production, with the main commodity being capture fisheries, specifically small pelagic fish (mackerel scad (decapterus), mackerel fish (Rastrelliger), tuna (Euthynnus affinis) , and anchovy (Stolephorus indicus)). The purpose of this research is to describe the construction of a floating net cage to support the successful capture of small pelagic fish. The study was conducted from October to December 2024. The data collection methods used were observation and direct interviews with fishermen, and the data were analyzed using qualitative descriptive analysis. The results of the study show that the construction of the lift net includes: a wooden frame measuring 9.5 x 8.5 meters, wooden and net enclosures measuring 3x3 meters, 24 LED lights, a polyethylene net (Cang) measuring 9.5x8.5 meters, a guard house made of wood measuring 2x2 meters, 15 river stones as weights, 4 sand-filled anchors in bags, 12 brass rings, 1 wooden reel, and 24 styrofoam buoy floats.
Analysis of Environmental-Friendly Aspects of Floating Nets in Batu Putih Atas Village, Bitung City Based on Responsible Fisheries Principles Elsari Tanjung Putri; Katili, Lidya; Heru Santoso; Manengkey, Jenny I.; Saeful A. Tauladani; Franky Adrian Darondo; Karyanto
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 6, Number 1, March 2025 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v6i1.43059

Abstract

To conserve fish resources, especially pelagic species, it is necessary to use environmentally friendly fishing gear according to the principles of responsible fisheries management. Bagan is a fishing gear that catches small pelagic fish as the primary target fish and is commonly found in Batu Putih Atas Village, Bitung City. This study analyzes the environmentally friendly aspects of Bagan, operated by local fishermen, based on CCRF principles. The research was conducted using a survey method using a questionnaire containing nine criteria with a weighted score of 1-4 for each criterion. Data analysis used descriptive quantitative. The results show that the type of Bagan used is floating Bagan, considered very environmentally friendly, with a weighted score of 30.2. This gear has a reasonably low selectivity but does not damage the habitat, is safe for fishers and consumers, and has minimal impact on biodiversity, low bycatch, and no protected fish. It is also socially acceptable and profitable for fishers.
Studi Awal Rancang Bangun Geophone Menggunakan Koil Magnetik Sebagai Massa Inersia dan Pegas Tipe Static Balancing Stiffness Darmawan, IGB; Mahli, RAK; Matondang, PH; Maharani, M; Mahmudah, S; Dani, I; Zaenudin, A; Karyanto
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geophone merupakan sensor utama yang digunakan untuk merekam gelombang seismik bumi yang banyak digunakan di Indonesia khususnya dalam sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan sensor geophone di Indonesia sangat tinggi dan penting, namun hingga saat ini, belum ada produsen geophone di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi awal untuk membuat rancang bangun sensor geophone dengan prinsip koil magnetik dengan massa inersia bergerak menggunakan pegas yang menerapkan static balancing stiffness. Metode perancangan dilakukan menggunakan pemodelan dan pencetakan 3D sedangkan pengujian dilakukan dengan geophone pembanding tipe GD45 dengan frekuensi 4,5 Hz. Enam dari sepuluh rancang bangun koil geophone berhasil mendekati nilai induktansi geophone pembanding sebesar ±23 mH, dengan diameter 10 – 15 mm, jumlah lilitan 640 – 750 kali dan massa 8 – 9 gram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa koil tanpa pegas memiliki noise lebih tinggi dibandingkan geophone pembanding, yang berdampak pada rasio signal to noise (S/N) yang lebih rendah. Namun, koil dengan pegas dan diameter lebih besar (15 mm) menunjukkan rasio noise yang lebih rendah dan mendekati geophone pembanding. Sensitivitas koil terhadap getaran meningkat seiring dengan bertambahnya diameter koil, terutama pada diameter 15 mm. Selain itu, efek dumping dari pegas pada semua koil lebih tinggi dibandingkan geophone pembanding, menunjukkan kemampuan peredaman yang lebih baik pada desain pegas static balancing stiffness.
Pemetaan Sebaran Spasial Potensi Panas Bumi Daerah Suoh Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Astri Niken Saputri; I Gede Boy Darmawan; Karyanto; Nandi Haerudin; Ordas Dewanto
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i2.940

Abstract

Panas bumi adalah salah satu bentuk energi terbarukan dengan besar potensi sebesar 28.5 GW di Indonesia. Suoh diduga sebagai salah satu daerah dengan potensi panas bumi di Indonesia yang dicirikan dengan kemunculan manifestasi panas bumi berupa fumarola dan mata air panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi parameter input penelitian dan menganalisis daerah berpotensi panas bumi tinggi. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) menjadi salah satu metode yang telah digunakan penelitian terdahulu dalam menganalisis potensi panas bumi suatu daerah. Pada penelitian ini digunakan parameter geosains berupa geologi, manifestasi, alterasi hidrotermal, suhu permukaan, kerapatan kelurusan, dan anomali gaya berat. Bobot tiap parameter ditentukan dari metode AHP dan hasilnya dilakukan pembobotan overlay. Peta potensi panas bumi daerah Suoh diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu potensi panas bumi rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Daerah dengan potensi panas bumi tinggi tersebut berada pada daerah didekat manifestasi dengan jenis batuan vulkanik, memiliki densitas kelurusan yang cenderung tinggi, merupakan daerah dengan alterasi, suhu permukaannya tinggi, anomali residual cenderung sedang hingga sangat tinggi. Daerah berpotensi panas bumi tinggi berkorelasi dengan 8 titik manifestasi panas bumi di daerah penelitian. Kata Kunci:  panas bumi, potensi, analytical hierarchy process (AHP), analisis spasial Abstract- Geothermal heat is one of the forms of renewable energy with a substantial potential of 28.5 GW in Indonesia. Suoh is suspected to be one of the areas with geothermal potential in Indonesia, characterized by the occurrence of geothermal manifestations in the form of fumaroles and hot springs. This study aims to classify the research input parameters and analyze areas with high geothermal potential. The Analytical Hierarchy Process (AHP) method is one of the techniques previously used in analyzing the geothermal potential of an area. In this study, geological parameters such as geology, manifestations, hydrothermal alteration, surface temperature, lineament density, and gravity anomalies were used. The weight of each parameter was determined using the AHP method, and the results were subjected to overlay weighting. The geothermal potential map of the Suoh area was classified into 4 classes: low, moderate, high, and very high geothermal potential. Regions with high geothermal potential are located near manifestations, characterized by volcanic rock types, a tendency for high lineament density, areas with alteration, high surface temperatures, and moderate to very high residual anomalies. High geothermal potential areas correlate with 8 geothermal manifestation points in the research area. Keywords: geothermal, potential, Analytical Hierarchy Process (AHP), spatial analysis