Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Menerjemah Teks Ambigu Dalam Al-Qur’ân (Sebuah Upaya Memahami Konsep Ambiguitas dalam Istinbâth Hukum) Iswah Adriana
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 3 No. 1 (2008)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v3i1.2592

Abstract

Bahasa Arab dan al-Qur’ân merupakan dua pokok kajian yang tidak bisa terpisahkan. Jika kita mengaji teks-teks Al-Qur’ân, mau tidak mau kita akan juga berhadapan dengan bahasa Arab sebagai bahasa al-Qur’ân. Bahasa Arab dengan berbagai macam keunikan yang menjadi ciri khasnya merupakan sAllâh satu faktor kemu’jizatan al-Qur’ân. Bentuk-bentuk mufradat yang memiliki variasi makna, uslûb, dan gaya bahasanya yang berbeda dibandingkan dengan seluruh bahasa yang ada di dunia merupakan keistimewaan tersendiri yang dimilikinya. Sebagai kitab suci bagi umat Muslim, tak pelak al-Qur’ân selalu menjadi bahan kajian bagi umatnya, dalam mana dilakukan dengan cara mentransfer bahasa Arab ke dalam beragam bahasa lainnya dengan berbagai macam metode. Dalam kaitan ini, seorang penerjemah akan berhadapan dengan berbagai macam keunikan yang dimiliki bahasa Arab, di antaranya banyaknya teks-teks yang ‘bersayap’atau dalam kajian semantik disebut dengan teks-teks yang ambigu. Karenanya, pemahaman yang komprehensif tentang konsep ambiguitas merupakan modal utama dalam menerjemah teks-teks al-Qur’ân sebagai dasar  dalam melakukan istinbâth hukum.
BAHASA DAN GENDER: ANTARA DOMINASI DAN SUBORDINASI (Sebuah Kajian Sosiolinguistik) Iswah Adriana
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2012): OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ojbs.v6i2.425

Abstract

Wacana tentang gender terkait dengan isu adanya dominasi laki-laki terhadap perempuan dalam aspek kehidupan sosial budaya adalah fenomena biasa, wajar sekaligus membumi. Namun, bagaimana bahasa sebagai salah satu media komunikasi dan sosialisasi dalam masyarakat dapat menunjukkan status sosial seseorang dan mempertegas diskriminasi tersebut. Tulisan ini mencoba mengupas perbedaan gender yang memuat isu adanya kekuasaan lakilaki terhadap perempuan dalam kajian sosiolinguistik.
ظاهرة النحت في اللغة العربية قديماً وحديثاً Iswah Adriana
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2014): OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ojbs.v8i1.453

Abstract

Setiap bahasa mempunyai hubungan yang sangat erat dengan penuturnya. Begitu pula yang terjadi dalam perkembangan bahasa Arab. Teori perkembangan bahasa menganggap bahwa perkembangan bahasa sangat terpengaruh oleh lingkungan di mana bahasa berkembang. Interaksi suatu bahasa dengan bahasa lain dapat melahirkan wujud baru yang tidak ditemukan sebelumnya. Demikian pula yang terjadi dalam An-naht ini. An-naht merupakan cabang isytiqaq dalam pembentukan kata baru untuk makna yang baru pula. Tuntutan membuat An-Naht di zaman modern semakin meningkat, khususnya setelah bangsa Arab mulai mentrasfer sejumlah ilmu pengetahuan ke dalam bahasa Arab. An-Naht merupakan langkah kreatif meringkas dan mempermudah pengucapan serangkaian kata. Bentuk an-Naht secara sepintas mempunyai kemiripan penyingkatan dalam bahasa Indonesia (Akronim). Makalah ini akan mengungkap fenomena pembentukan kata dengan menggunakan an-Naht sebagai bagian dari isytiqaq , baik itu dilihat dari definisi, tujuan, cara pembentukan, dan macam-macamnya pada masa kuno dan modern.
REPRESENTASI KEKUASAAN DALAM RAGAM SAPAAN SUAMI ISTRI DI SAMPANG MADURA (Sebuah Kajian Etnografi Berbahasa Dalam Gender) Iswah Adriana
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2014): OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ojbs.v8i2.461

Abstract

Sapaan merupakan salah satu komponen bahasa yang penting. Penggunaan ragam sapaan tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti nilai-nilai budaya dan sistem kemasyarakatan yang berlaku.Keragaman bahasa berdasarkan jenis kelamin timbul karena bahasa sebagai gejala sosial erat hubungannya dengan sikap sosial . Secara sosial pria dan wanita berbeda karena masyarakat menentukan peranan sosial yang berbeda untuk mereka. Bentuk ragam sapaan dan tingkatan bahasa antara penutur dan lawan tutur terkadang menunjukkan kekuasaan antara keduanya. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang ingin membuktikan apakah benar kekuasaan personal terrepresentasikan dalam bentuk ragam sapaan yang digunakan oleh suami istri di kabupaten Sampang dengan menggunakan pendekatan etnografi bahasa. Dari hasil penelitian didapatkan hasil , (1) berdasarkan bentuk ragam sapaan yang digunakan dalam komunikasi lisan suami istri di Sampang Madura adalah a). Kaka’-adek ; b). Kaka’-nama diri istri ; c). Mas-adek ; d). Mas-ibu ; e). Ayah-ibu ; f). Ayah-adek ; g). Bapak- adek ; h). Papa-mama ; i). Ayah-Cay; j). Abi-adek ; (2) faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah a). faktor sosial; b). faktor psikologis; dan c). faktor budaya; sedangkan 3) jenis kekuasaan yang terrepresentasikan adalah kekuasaan persuasif, yaitu apa yang oleh Gramsci disebut sebagai hegemoni, karena pada hakikatnya perbedaan antara perempuan dan laki-laki itu disebabkan oleh masalah sosialisasi.
AL-ADLDÂD: SEBUAH FENOMENA PERTENTANGAN MAKNA DALAM LINGUISTIK ARAB Iswah Adriana
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2011): OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ojbs.v5i2.509

Abstract

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa di dunia yang memiliki ciri unik dan universal. Di antara keunikan bahasa Arab adalah banyaknya mufradat (kosa kata) yang memiliki hubungan atau relasi makna, seperti tarâduf (sinonim), almusytarak al-lafdzi (homonim) dan al-adldâd (kontranim). Fenomena sinonim, homonim dan antonim dalam berbagai kajian linguistik umum bukanlah merupakan hal yang asing. Namun dalam linguistik Arab dikenal istilah aladldâd yang berbeda dengan konsep pertentangan makna yang dikenal dalam linguistik yang lain.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS KURIKULUM 2013 DI SMPN 1 PAMEKASAN Siti Azizah; Eko Ariwidodo; Iswah Adriana
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2015): OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ojbs.v9i2.688

Abstract

This article is a summary of a group research describing the implementation of scientific approach in teaching English of Curriculum 2013 at SMPN 1 Pamekasan. Scientific approach is an approach focusing on investigation techniques on  phenomena, getting new knowledge, or correcting and relating the previous knowledge. Scientific approach is a new approach in teaching English. This research has three study focuses that is: 1) How the English teachers  of the seventh grade plan English learning process by using scientific approach 2) How the implemntation of scientific approach in teaching English of Curriculum 2013 at SMPN 1 Pamekasan 3) What problems or difficulties faced by the English teachers in implementing the scientific approach. The Research result shows  the first,  English teachers of the seventh grade at SMPN 1 Pamekasan plan their English learning process by writing the lesson plan first. Second, the implementation of scientific approach in teaching English of Curriculum 2013 at SMPN 1 Pamekasan on the first year does not run well. Third, most of English teachers of the seventh grade at SMPN 1 Pamekasan get difficulties in facilitating the students to ask and answer the   questions to their friends or teacher. It means that the teachers still get difficulties in questioning step of scientific approach.
PERUBAHAN BUNYI PADA BACAAN-BACAAN GHARIB DALAM ALQURAN MENURUT TINJAUAN FONOLOGI ARAB Iswah Adriana
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2017): OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ojbs.v11i1.1238

Abstract

As the language of the Qur’an, Arabic is not only owned by speakers of the Arab nation, but also belongs to all Muslims in the world. Then it should be better for all Muslims trying to learn and study the Qur’an since the early stage of their life. Many aspects of the qur'an have been examined and learned, But it is inexhaustible and out of date, even it is getting richer and always actual. Aspect of the recitation of al-qur'an or qiraah is one of the aspects which is rarely discussed. Most of the reciters recite Qur’an as what it is contained in the written manuscripts or rasm, though there are a lot of verses (ayah) that should be read differently with the original writing, such as imalah (inclination, bending the sound of a short vowel), tashil, isymam and etc. The phenomenon of gharib reading is paid less attention by reciters. Some changes of sound in gharib reading which are viewed from Tajweed have been oftenly studied, but in this article, writer wants to study those changes of sound from Arabic phonology (al-Ashwat) perspective. From the results, it revealed that, (1) based on the form of gharib reading in the holy Qur’an according to Imam Ashim narrated by Hafs that have undergone changes of sound are imalah, isymam, tashil, naql, badal, mad & qasr, the change of fathah or dlammah of dlad; (2) from the process, the changes of sound in gharib reading seen from Al-aswat study resulted by the presence of interaction between adjacent sounds either the sound of consonant or vowel; such as assimilation, direct or indirect assimilation, regressive or progressive assimilation, assimilation of way pronunciation and also metathesis; and (3) Some factors underlying the occurrence of changes in sound on these gharib reading are the principle of power efficiency (The Low Of Least Effort) , the ease theory, and also the balance theory.
(المشترك اللفظي من لفظ "ضرب" في القرآن الكريم (دراسة تحليلية دلالية Iswah Adriana; Suci Fitria
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2018): OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ojbs.v12i1.1767

Abstract

This research article describes about musytarak words or homonym (ضرب) in the Qur’an, it means these words are continually spelled alike with their various shighat (condition) existed in different verses or letters in the Qur’an with their various meaning. This focus is related to the one of the linguistic fields namely semantics. This study is qualitative one, researcher used content analysis to analyze the data about musytarak words or homonym. The research revealed that there are some meanings of homonyms (ضرب) found in the different verses still relate between one meaning to another meaning, however, there are some homonyms that the meanings do not relate one another at all. This research article also outlines the forms of words and also why they have different meanings although they are spelled alike (homonym/ ضرب) in the Qur’an. By knowing the musytarak words or homonym in Qur’an, it is expected that readers, especially moslems understand more about the Qur’an.
Tahlîlu al-Adab al-Lughawî Ladã al-Dã’i bi Mãdûrã Wafqa li al-Dirãsah al-Baraghmãtiyyah wa al-Qurãn Iswah Adriana; Waqiatul Masruroh
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 13 No. 2 (2019): OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ojbs.v13i2.2677

Abstract

The study of politeness in the language is very important to do for a dai in terms of pragmatics and the Koran. The utterance in multicultural propaganda, as conveyed by the dai in Madura, shows the politeness of language as proclaimed by Pranowo in pragmatics and also according to the Qur'anic point of view. The research data were in the preacher form of speech from Madura during the lecture. The data source is several recorded lectures by KH. Musleh Adnan and Nyai Hj. Mufarrohah on YouTube. The data collection techniques were free listening, observation of speech and note-taking techniques. Data were analyzed by critical descriptive. The results revealed that: (1) The existence of politeness in the pragmatics of language that includes a sense of taste, adu rasa, empan papan, humble, respectful, tepa selira, and the use of diction "apologize", "thank you", and greetings. Although impoliteness of language was also found in the speech which shows an attitude of self-praise; (2) The form of politeness in the language of the Koran which includes: qaulan karima, qaulan marufa, qaulan layyina, qaulan baligha, qaulan maysura, qaulan sadida dan qaulan tsaqila.
Al morfem fi al-lughah al-arabiyyah wa al-lughah al-Indunisiyyah Iswah Adriana
Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1349.137 KB) | DOI: 10.15408/bat.v24i2.8681

Abstract

This article focuses on the comparison of morpheme in Arabic and Indonesian language by contractive approach. This research discusses the description of morpheme in both the arabic and Indonesian language; analyzes the similarities and differences between morphemes in arabic and Indonesian Language; and also prediction of problem arises in learning Arabic language especially in learning morpheme based on the similarities and differences on those languages. As an example,  based on its existence in speech, there is al- khali morpheme in arabic language such as …….(tulisan arab) contains dhamir (tulisan arab), while in Indonesian morpheme,  the morpheme is not found here. This case will cause students get difficulties in learning Arabic language---Penelitian dalam artikel ini memfokuskan pada perbandingan morfem dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia dengan pendekatan analisis kontrastif. Penelitian ini membahas tentang deskripsi dari morfem baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia, mencari sisi persamaan dan perbedaan antara morfem dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia, serta prediksi masalah yang muncul dalam pembelajaran bahasa Arab khususnya dalam pembelajaran morfem dengan berdasarkan pada persamaan dan perbedaan morfem dalam dua bahasa tersebut. Sebagai contoh, berdasarkan keberadaannya dalam tuturan, dalam bahasa Arab ada jenis morfem al-khali (morfem kosong) seperti lafazh ضَرَبَ yang di dalamnya menyimpan dhamir هُوَ , sedangkan dalam bahasa Indonesia morfem tersebut tidak ditemukan. Hal ini akan menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran bahasa Arab..