Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tatalaksana Malaria Berat Gigaramadan Sema; Hanna Mutiara; Tri Umiana Soleha
Medula Vol 13 No 1 (2023): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v13i1.584

Abstract

Malaria is a disease caused by the infection of Plasmodium parasite. Severe Malaria is accompanied by complications such as cerebral Malaria, seizures, acute kidney failure, hemodynamic shock, and so on. intravenous artesunate is the first-line treatment for severe Malaria caused by all Plasmodium species. Early RRT therapy is necessary to manage acute renal failure, also careful fluid resuscitation is important to prevent lethal pulmonary edema. Delayed-onset hemolysis following Artesunate administration necessitate hemoglobin checks and post-treatment monitoring. ACT treatment is the first line treatment after complications have subsided, followed by primaquine administration to treat relapse cases. G6PD testing is required before primaquine administration to prevent hemolysis.  
Hubungan Faktor Risiko dengan Angka Kejadian Infeksi Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) pada Penderita Ulkus Lazulfa Inda Lestari; Tri Umiana Soleha; Nurul Utami; Fidha Rahmayani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 4 (2022): November 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i4.1237

Abstract

Angka kejadian infeksi kulit akibat bakteri Staphylococcus aureus meningkat beberapa tahun terakhir. Dahulu, bakteri tersebut dapat diobati dengan methicillin. Namun kini ditemukan strain Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin dan disebut Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Terdapat beberapa faktor risiko dan predisposisi terhadap kejadian MRSA, yaitu, kepatuhan meminum antibiotik, ketidakmampuan pasien membeli obat, jenis operasi, gizi buruk, obesitas, terapi steroid lama, pasca radiasi, multipel trauma, penyakit komorbid (diabetes mellitus, keganasan, HIV/AIDS), teknik operasi, HA-MRSA, CA-MRSA, dan prosedur invasif. Penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Pada penelitian, alat ukur berupa kuesioner yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas menggunakan Cronbach’s alpha kuesioner dan didapatkan hasil nilai 0,691 yang memiliki arti reliabel. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher exact. Penelitian dilakukan terhadap 20 responden dengan teknik pengambilan accidental sampling, hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat diabetes mellitus dengan angka kejadian MRSA (p=0,044).
LITERATURE REVIEW : AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper Betle L.) DENGAN BERBAGAI JENIS TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus Aureus Jazaul Fariha Al Hanif; Ihsanti Dwi Rahayu; Afriyani; Tri Umiana Soleha
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/e863b469

Abstract

Infeksi bakteri merupakan penyebab utama penyakit menular yang sampai kini masih menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti penanganannya. Salah satu bakteri penyebab infeksi yang sering ditemui yaitu Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat mengembangkan kasus resistensi terhadap antibiotik. Pengobatan alternatif dibutuhkan untuk menekan kasus resistensi bakteri. Berbagai tanaman telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan salah satu tanaman yang sudah dikenal secara luas akan khasiatnya yaitu daun sirih hijau (Pipe betle L.). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi melalui telaah kajian pustaka terkait potensi aktivitas antibakteri dari daun sirih hijau (Piper betle L.) yang dikombinasikan dengan tanaman lain terhadap Staphylococcus aureus. Studi ini menggunakan metode literature review dengan memanfaatkan data sekunder berupa jurnal dan artikel yang diterbitkan pada rentang tahun 2014-2024, yang diperoleh melalui pencarian menggunakan database ResearchGate dan Google Scholar. Pencarian ini menggunakan beberapa kriteria inklusi serta kata kunci yang sesuai, sehingga diperoleh 9 artikel yang topik pembahasannya sesuai dengan kriteria Hasil review 9 artikel yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) yang dikombinasikan dengan jahe merah, lemon, daun basil, daun legundi, batang serai, daun mint, daun pepaya, daun lidah buaya, dan daun kelor, menghasilkan daya hambat yang bervariasi terhadap jenis bakteri Staphylococcus aureus dimana daya hambat terbesar yaitu 31,3 mm yang diperoleh dari pengombinasian daun sirih hijau dan daun basil. Berdasarkan literature review ini diperoleh kesimpulan bahwa konsentrasi ekstrak yang tinggi tidak selalu memberikan efek daya hambat yang tinggi pula.