Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Inovasi Produk, Gaya Hidup Dan Harga Yang Berpengaruh Terhadap Putusan Membeli Alat Komunikasi Berupa Handphone Samsung Pada Mahasiswa Universitas Dharma Aub Surakarta Rika Lestari; Endang Saryanti
KELOLA Vol 9, No 2 (2022): December
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang terlaksana ini mempunyai judul Inovasi Produk, Gaya Hidup Dan Harga Yang Berpengaruh Terhadap Putusan Membeli Alat Komunikasi Berupa Handphone Samsung Pada Mahasiswa Universitas Dharma Aub Surakarta. Ini adalah penelitian yang digunakan dengan metode kuantitatif. Terdapat 100 responden sebagai sampel penelitian yang dilakukan ini dengan cara Accidental Sampling. Persamaan regresi linier berganda yang telah dilakukan menghasilkan bahwa variabel inovasi produk berpengaruh tidak signifikan, sedangkan gaya hidup dan harga secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan kepada Putusan Membeli. Inovasi produk, gaya hidup dan harga secara simultan mempunyai pengaruh kepada Putusan Membeli dari hasil uji f. uji koefisien determinasi (R2) dihasilkanlah nilai adjusted R square besaranya 67,3% . Bisa dirincikan dan dijeklaskan inovasi produk,gaya hidup dan harga besaranya 67,3% untuk sisanya 32,7% tidak dilakukan penelitian oleh peneliti
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Pada PT Matahari Departemen Store Pakuwon Mall Solo Baru Aditya Wahyu Putro; Endang Saryanti
KELOLA Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Pada PT Matahari Departemen Store Pakuwon Mall Solo Baru (Studi Kasus Pada Divisi Pakaian Pria Dan Anak-anak).Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai PT. Matahari Departement Store Pakuwon Mall Solo Baru (Studi Kasus Pada Divisi Pakaian Pria Dan Anak-anak) sejumlah 65 orang. Berdasarkan data populasi yang ada sebanyak 65 pegawai maka jumlah sampel yang akan diambil adalah sejumlah 100% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 65 responden. Teknik analisis dalam penelitian  ini terdiri dari, pengujian  instrument, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F dan uji R2Hasil penelitian ini membuktikan hasil regresi pada persamaan regresi bahwa Gaya Kepemimpinan, Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh positif  terhadap Kinerja Pegawai PT. Matahari Departement Store Pakuwon Mall Solo Baru (Studi Kasus Pada Divisi Pakaian Pria Dan Anak-anak). Hasil uji t menunjukan bahwa Gaya Kepemimpinan, Disiplin Kerja, Dan Motivasi Kerja berpengaruh positif dan siginifikan terhadap Kinerja Pegawai PT. Matahari Departement Store Pakuwon Mall Solo Baru. Hasil uji F menunjukan bahwa Gaya Kepemimpinan, Disiplin Kerja, Dan Motivasi Kerja mempengaruhi variabel Kinerja Pegawai PT. Matahari Departement Store Pakuwon Mall Solo Baru secara signifikan. Hasil uji R2 (koefisien determinasi) diketahui bahwa Gaya Kepemimpinan, Disiplin Kerja, Dan Motivasi Kerja mampu menjelaskan sebesar 54,7% terhadap variabel Kinerja Pegawai PT. Matahari Departement Store Pakuwon Mall Solo Baru, sedangkan sisanya sebesar 45,3% dijelaskan oleh variabel lain.
Peran Environmental, Social, Governance dalam Menilai Kinerja Keuangan (Studi Kasus pada Perusahaan Pertambangan Indonesia) Mulyadi Mulyadi; Endah Nawangsasi; Endang Saryanti
ProBank Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/probank.v10i1.1934

Abstract

This study aims to determine the role of Environmental, Social, and Governance in assessing the financial performance of mining companies. From a population of 55 mining companies with a purposive sampling method. The data analysis technique uses the first classical assumption, the second multiple linear regression then the t-test and the Adjusted R Squared test. The indicator used as the dependent variable is Financial Performance which is proxied by Net Profit Margin. This study uses secondary data and the type of research is quantitative. The results of the study obtained indicate that environmental has a positive but insignificant effect, social has a positive but insignificant effect, while governance has a negative and insignificant effect. The results of the Adjusted R Squared test show the contribution of the independent variable (ESG) to the dependent (Financial Performance) of 0.010 or 1%. This means that the role of Environmental, Social, and Governance in assessing financial performance is very small. This indicates that businesses that focus on environmental, social, and governance aspects do not directly impact the company's profitability in the short term. This can happen because it uses a net profit margin measure which requires a large initial investment, such as spending on environmentally friendly technology, employee welfare programs, or increasing transparency of governance. Such costs can depress short-term net income. Then the long-term benefits of ESG can be a reason that its effects can only be felt in the long term around 10-30 years. Thus, ESG efforts to improve operational cost efficiency in the short term will depress net income, so that NPM tends not to increase. However, in the long term ESG can increase efficiency, customer loyalty, reduce regulatory and litigation risks, which ultimately contribute to increasing the company's profitability.
Perizinan usaha sebagai kepastian hukum pelaku umkm di desa karang pelem kec. Masaran Kabupaten sragen Edi Suhardi; Mulyadi Mulyadi; Endah Nawangsasi; Endang Saryanti; Setyani Sri Haryanti
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1991

Abstract

Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini untuk menumbuhkan pengembangan berfikir terhadap pentingnya pelaku UMKM memiliki Legalitas Usaha jenis NIB (Nomor Induk Berusaha) agar usaha pelaku UMKM dapat lebih berkembang dan kendala-kendalanya dapat teratasi. Legalitas usaha merupakan suatu standar yang dimiliki oleh pelaku usaha dimana setiap usaha hendaklah memiliki suatu legalitas supaya dapat menjamin usahanya. Tuntutan itu yang menjadi masalah karena masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki Legalitas Usaha. Masih banyak Banyak ditemukan pelaku Usaha Kecil dan Menengah yang belum memiliki Ijin Usaha, dikarenakan ketidaktahuan proses untuk mendapatkan Ijin Usaha. Dan juga dianggap terlalu rumit dan berbiaya besar. Juga hal yang membuat pelaku UMKM mengurungkan niat untuk membuat Legalitas Usaha seperti kurangnya Sosialisasi atau takut jika terkena pajak sedangkan usahanya masih sektor mikro. Maka Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dharma AUB Surakarta dibantu mahasiswa KKN mengadakan Sosialisasi kepada pelaku UMKM di desa Karangpelem kabupaten sragen berupa  Legalitas Usaha yang bekerjasama dengan CV Rafinda. Hasil setelah diadakan sosialisasi kepada pelaku UMKM ternyata ada perubahan pola pikir dimana awalnya dianggap susah dan berbiaya besar ternyata mudah, maka sedikit demi sedikit mereka saling menyadari pentingnya Legalitas Usaha untuk mengembangkan usahanya.
Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (Nib) Pada Pelaku Umkm Makanan Ringan Di Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen Yofhi Septian Panglipurningrum; Endang Saryanti; Andri Octaviani; Agus Utomo
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2064

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha ekonomi produktif yang lahir sebagai salah satu kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Selain itu, UMKM juga menjadi penopang perekonomian masyarakat dan daerah. UMKM dituntut harus dapat bersaing di era pasar bebas. Adapun untuk dapat bersaing di era pasar bebas ini salah satu syaratnya adalah terpenuhinya legalitas usaha. Namun pengurusan legalitas usaha masih kurang diketahui oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Legalitas usaha merupakan informasi bagi masyarakat, terutama bagi pihak yang berkepentingan terhadap identitas dan hal-hal yang menyangkut dunia usaha dan perusahaan yang didirikan Usaha merupakan unsur penting sebagai penunjuk jati diri bahwa suatu badan usaha tersebut legal dan sah secara hukum sehingga diakui oleh masyarakat. Salah satu legalitas usaha dalam sebuah usaha adalah Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan tanda pengenal bagi para pelaku usaha, baik usaha perseorangan maupun non perseorangan. Dengan adanya NIB dapat membantu para pelaku usaha dalam mengajukan izin usaha dan izin komersial atau operasional.Pelaku  usaha di desa karanganyar kecamatan plipuh kabupaten karanganyar mempunyai sebanyak 46 pelaku usaha makanan ringan yang masih peru membutuhkan pendampingan usaha khusunya pendampingan pembuatan NIB bagi usahanya.