Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN GENERASI MUDA\ DALAM ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI MTs TERPADU DARUL HIKMAH KOTA BANDA ACEH (SOSIALISASI PERUBAHAN IKLIM) Ani Darliani; Wirda Wirda; Hayati Hayati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42747

Abstract

Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dari distribusi pola cuaca yang terjadi dalam beberapa dekade yang ditandai peningkatan suhu global, pola hujan, cuaca ekstrem serta perubahan iklim secara umum. Perubahan iklim disebabkan karena berbagai aktifitas manusia yang disebabkan karena peningkatan emisi rumah kaca seperti karbondioksida (CO2). Perubahan iklim yang terjadi berdampak pada peningkatan suhu global pencairan es di kutub, kenaikan permukaan laut, kekeringan, banjir, juga ancaman terhadap keanekaragaman hayati dan kehidupan manusia di seluruh dunia.  Perubahan iklim yang terjadi saat ini  dan terus terjadi sudah dirasakan di kehidupan seperti  perubahan pola hujan, kenaikan muka air laut, perubahan suhu dan akibat yang ditimbulkannya seperti kemarau yang berkepanjangan dan curah hujan yang tinggi sehingga menyebankan banjir. Kesadaran tentang perubahan iklim perlu ditumbuhkan pada generasi muda generasi muda tentang perubahan iklim dan dampaknya bagi kelangsungan hidup manusia, perlu dilakukan berbagai upaya yang konstruktif dalam memberikan pengetahuan tentang isu-isu lingkungan, terutama yang terkait dengan perubahan iklim. Pengetahuan yang diberikan bagi generasi muda dapat dilakukan melalui berbagai saluran dan sumber informasi seperti website, media sosial, dan sebagainya.dengan pengetahuan yang dimiliki, akan membentuk persepsi mereka yang lebih baik tentang perubahan iklim, yang pada gilirannya akan membentuk sikap mereka. Dengan pengetahuan yang dimiliki, generasi muda akan lebih memahami tentang perubahan iklim dan berbagai isu lingkungan lainnya
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS EKO ENZIM UNTUK PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) RUMAH PENYANTUN MUHAMMADIYAH ACEH Ani Darliani; Hayati Hayati; Erly Mauvizar; Roza Ariyani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45733

Abstract

Sampah organik merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan dalam jumlah besar setiap hari, baik di rumah tangga, lembaga pendidikan, maupun lembaga sosial seperti Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Rumah Penyantun Muhammadiyah Banda Aceh. Namun, pengelolaan sampah organik sering kali belum mendapatkan perhatian yang optimal dari masyarakat dan pemerintah. Sebagian besar sampah organik masih dibuang begitu saja tanpa melalui proses pengolahan yang memadai, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan seperti pencemaran tanah dan air, serta peningkatan emisi gas rumah kaca akibat pembusukan bahan organik yang tidak terkendali. Pemanfaatan sampah, terutama sampah organik, merupakan salah satu langkah positif untuk mengurangi volume sampah rumah tangga. Ketika dikelola dengan baik, sampah organik tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai. Dengan demikian, pengelolaan sampah organik dapat membantu mengurangi pengeluaran rutin rumah tangga. Salah satu solusi yang diterapkan di LKSA Rumah Penyantun Muhammadiyah Banda Aceh adalah peningkatan kapasitas dan keterampilan dalam mengolah sampah organik menjadi produk ramah lingkungan. Kegiatan ini menyasar 25 anak perempuan yang tinggal di lembaga tersebut. Mereka diberikan pelatihan untuk mengolah sampah organik menjadi sabun cair ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan ini memberikan manfaat ganda yaitu  mengurangi volume sampah organik sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. Selain itu, hasil pengolahan berupa sabun cair juga berkontribusi dalam mengurangi pengeluaran operasional harian di LKSA Rumah Penyantun Muhammadiyah Banda Aceh.
PSIKOEDUKASI: MENINGKATKAN RESILIENSI PSIKOLOGIS PADA LANSIA Erly Mauvizar; Siti Hasanah; Siti Hajar; Roza Ariyani; Ani Darliani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.50499

Abstract

Lansia merupakan salah satu kelompok usia yang rentan mengalami berbagai tekanan psikologis akibat perubahan fisik, sosial dan emosional.  Secara keseluruhan, lansia menghadapi berbagai tantangan besar dalam menjaga kesehatan mental mereka. Rendahnya tingkat resiliensi psikologis pada lansia dapat meningkatkan risiko stres, depresi dan penurunan kualitas hidup. Kegiatan ini laksanakan untuk meningkatkan resiliensi psikologi pada lansia, sehingga lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih mandiri dan sejahtera. lansia sangat membutuhkan dukungan psikologis yang terstruktur untuk meningkatkan resiliensi psikologis mereka dalam menghadapi perubahan hidup besar dalam hidup, seperti kehilangan pasangan, isolasi sosial, atau penurunan kesehatan. Lansia juga menghadapi masalah psikologis, seperti kecemasan dalam menghadapi kematian. Salah satu aspek penting yang berperan dalam menghadapi tantangan adalah resiliensi psikologis yaitu kemampuan individu untuk beradaptasi dan pulih dari kesulitan atau perubahan hidup yang signifikan. Perawatan yang terstruktur, termasuk nutrisi, kegiatan fisik dan sosial yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental, akan menjadi hal yang menjadi prioritas. Kegiatan Psikoedukasi, senam lansia dan makanan sehat yang diadakan dapat membantu mengurani risiko depresi dan demensia sehingga dapat menjaga mental lansia tetap aktif