Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DETEKSI JAMUR DERMATOFIT DAN NON DERMATOFIT PADA TINEA UNGUIUM MENGGUNAKAN MEDIA ALTERNATIF SUKUN DEKSTROSA AGAR Erpi Nurdin; Mukhtasyam Zuchrullah; Nurul Izza M Achiruddin
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v4i1.1451

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan negara dengan cuaca lembab dan panas, menggambarkan daerah ideal untuk perkembangan aneka mikroorganisme antara lain jamur. Jamur merupakan tumbuhan yang memerlukan kondisi habitat dan kelembaban yang tinggi. Sehingga merupakan salah satu penyebab masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kelompok yang berisiko tinggi terkena infeksi jamur yaitu para petani karena selalu berkontak langsung dengan daerah yang hangat dan lembab saat bekerja. Onikomikosis merupakan penyakit kuku yang paling umum dan menyebabkan hampir 50% dari seluruh kelainan kuku. Onikomikosis hanya digunakan untuk infeksi nondermatofita, sedangkan yang disebabkan jamur dermatofita disebut tinea ungunium. Untuk melihat pertumbuhan jamur pada infeksi kuku dengan menggunakan media alternatif sukun dekstrosa agar. Jenis penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Identifikasi sampel menggunakan Metode KOH 10% dengan jumlah sampel 20 kuku kaki petani. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa dari 20 sampel kuku pada petani ditemukan jamur non dermatofit sebanyak 9 sampel (45%) Candida albicans, 4 sampel (20%) Aspergillus niger , dan jamur dermatofit 7 sampel (35%) Trichophyton rubrum. Berdasarkan hasil penelitian deteksi jamur dermatofit dan non dermatofit pada tinea unguium menggunakan media alternatif sukun dekstrosa agar ditemukan spesies jamur non dermatofit berupa Candida albicans dan Aspergillus niger , serta jamur dermatofit Trichophyton rubrum. Kata Kunci : Tinea unguium, jamur, media alternatif
BACTERIAL CULTURE PROFILE ON THROAT SWAP OF PATIENTS WITH ACUTE RESPIRATORY TRACT INFECTION AT KALUMPANG HEALTH CENTER TERNATE CITY Erpi Nurdin; Mukhtasyam Zuchrullah; Fifi B Umagapi
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 4 No 3 (2023): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v4i3.1899

Abstract

Abstract: Respiratory tract infection is a common disease in society, and is one of the highest causes of death in children under 5 years of age (22.30%). Acute respiratory tract infections are divided into lower respiratory tract infections and upper respiratory tract infections. This infectious disease can be carried out by bacteriological examination using selective media to see the bacterial species. The aim of the research was to determine the bacterial culture profile in throat swabs of patients with acute respiratory infections at the Kalumpang Community Health Center, Ternate City using selective media, biochemical tests and gram staining. Research conducted using descriptive methods. Based on data on the characteristics of the Acute Respiratory Infection (ARI) patients studied, there were 17 men (57%) and 13 women (43%), while the age group with the most sufferers was in the 1-10 year age range, namely 9 people (30%) and then in the age range >50 years, namely 8 people (27%). Meanwhile, the percentage of culture profile findings from the bacterial species Stapylococcus aureus was 50%, Streptococcus pygones 33%, Pseudomonas aeruginosa 7%, Corynebacterium diphtheriae 10%. Found 98% gram positive bacteria and 2% gram negative bacteria. From the research results, it can be concluded that the most common bacterial culture profile in the throat swabs of upper respiratory tract infection patients is gram-positive bacteria consisting of the species Stapylococcus aureus, Streptococcus pygones, and Corynebacterium diphtheriae. The gram negative bacterial profile obtained was Pseudomonas aeruginosa. Keywords : Acute Respiratory Infections, throat swab, culture, bacteria
Studi Pertumbuhan Jamur pada Media Alternatif Kacang Merah (Phaeseolus vulgaris) Erpi Nurdin; Windi Alicya Samantha; Miranda A. Abd Karim; Adetya Ardheva Septyana; Gevanda Adnilla Rizkika Putri; Mukhtasyam Zuchrullah
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 5 No 3 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v5i3.2339

Abstract

Media PDA (Potato Dextrose Agar) dan SGA (Sabouraud Glukosa Agar) yang memiliki pH rendah (4,5–5,6) sering digunakan untuk mendukung pertumbuhan jamur. Namun, ketersediaan media ini terbatas karena hanya tersedia dalam bentuk instan dari pabrik tertentu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media alternatif dari sumber nutrisi kacang merah (Phaseolus vulgaris) untuk menumbuhkan jamur. Penelitian menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan sampel kuku penderita tinea unguium pada petani. Hasil menunjukkan bahwa rerata diameter koloni jamur pada media alternatif ekstrak kacang merah adalah 4,49 mm, media alternatif powder kacang merah 4,35 mm, dan media PDA 2,2 mm. Jumlah koloni jamur pada media ekstrak kacang merah mencapai 32 koloni, sementara media powder kacang merah dan PDA masing-masing menghasilkan 7 koloni. Kesimpulannya, media alternatif berbasis kacang merah, baik dalam bentuk ekstrak maupun powder, dapat digunakan sebagai pengganti media PDA dengan efektivitas yang sangat baik untuk pertumbuhan jamur