Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

IMPLEMENTASI ALGORITMA KRIPTOGRAFI ONE TIME PAD (OTP) DENGAN DYNAMIC KEY LINEAR CONGRUENTIAL GENERATOR (LCG) Clawdia, Jhessica; Khairina, Nurul; Harahap, Muhammad Khoiruddin
KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Vol 1, No 1 (2017): Intelligence of Cognitive Think and Ability in Virtual Reality
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.348 KB) | DOI: 10.30865/komik.v1i1.465

Abstract

Algorithms have an important role in the era of digitalization, by understanding the concept of algorithms can keep information security protected from third parties. Securing a password can increase the security of the data so that the sender can be more comfortable when sending messages to others. This paper aims to make Keys on OTP dynamically generated using random number generator Linear Congruential Generator (LCG) Method. This discussion provides the benefit of an extension of insight that key modifications to OTP can be made and can be dynamically created. Based on the research done, with the random number generator method Linear congruential generator then the key becomes Unique. So there is no repetition of the same key. This depends on the range of random numbers.
Analisis Algoritma One Time Pad Dengan Algoritma Cipher Transposisi Sebagai Pengamanan Pesan Teks Harahap, Muhammad Khoiruddin; Khairina, Nurul
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 1 No. 2 (2017): SinkrOn Volume 1 Nomor 2 April 2017
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/sinkron.v1i2.42

Abstract

Konsep Algoritma penting dalam menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien, terutamanya bergelut di dunia computer programming untuk menyusun program dan menyelesaikan suatu persoalan. Banyak jenis algoritma kriptografi yang dihasilkan oleh para ilmuan, namun cara pengimplementasiannya beragam pula (berbeda – beda). Algoritma One Time Pad merupakan algoritma yang dipopulerkan oleh Major Josep Mourborgne pada tahun 1917. Algoritma ini merupakan salah satu algoritma kriptografi simetris dengan proses kunci enkripsi sama dengan kunci dekripsi. Algoritma ini menggunakan table ASCII (American Standart Code for Information Interchange). Algoritma Cipher Transposisi merupakan salah satu algoritma yang menggunakan teknik permutasi atau transposisi untuk mengubah plaintext menjadi ciphertext. Algoritma One Time Pad memiliki kriteria panjang teks harus sama dengan panjang key, jika tidak sama, maka karakter pesan pada key akan melakukan iterasi sehingga panjang pesan sama dengan panjang key. Algoritma One Time Pad sangat aman dipakai dalam penyandian, karena memiliki key yang berbeda di setiap penyandiannya terhadap pesan asli, namun algoritma ini memiliki kelemahan pada dekrispsinya yang terkadang ciphertext tidak dapat kembali secara utuh. Algoritma Cipher Transposisi membagi pesan ke dalam blok yang panjangnya sesuai dengan panjang key, apabila panjang pesan lebih pendek panjang blok, maka setiap blok yang bersisa akan diisi oleh dummy. Algoritma ini menerapkan pembacaan pesan secara horizontal pada proses enkripsi dan pembacaan secara vertikal pada dekripsi.
Analysis K-Nearest Neighbor Algorithm for Improving Prediction Student Graduation Time Muliono, Rizki; Lubis, Juanda Hakim; Khairina, Nurul
Sinkron : Jurnal dan Penelitian Teknik Informatika Vol 4 No 2 (2020): SinkrOn Volume 4 Number 2, April 2020
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.38 KB) | DOI: 10.33395/sinkron.v4i2.10480

Abstract

Higher education plays a major role in improving the quality of education in Indonesia. The BAN-PT institution established by the government has a standard of higher education accreditation and study program accreditation. With the 4.0-based accreditation instrument, it encourages university leaders to improve the quality and quality of their education. One indicator that determines the accreditation of study programs is the timely graduation of students. This study uses the K-Nearest Neighbor algorithm to predict student graduation times. Students' GPA at the time of the seventh semester will be used as training data, and data of students who graduate are used as sample data. K-Nearest Neighbor works in accordance with the given sample data. The results of prediction testing on 60 data for students of 2015-2016, obtained the highest level of accuracy of 98.5% can be achieved when k = 3. Prediction results depend on the pattern of data entered, the more samples and training data used, the calculation of the K-Nearest Neighbor algorithm is also more accurate.
Menjaga Kerahasiaan Data dengan Steganografi Kombinasi LSB-2 dengan LSB-3 Dan Chess Board Pattern Khairina, Nurul; Harahap, Muhammad Khoiruddin
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 3 No. 1 (2018): SinkrOn Volume 3 Nomor 1, Periode Oktober 2018
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.393 KB) | DOI: 10.33395/sinkron.v3i1.217

Abstract

Steganografi merupakan bidang keamanan dengan pola kerja yang menyisipkan data ke dalam beberapa media digital, proses penyisipan ini bertujuan untuk menyembunyikan keberadaan data tersebut dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Penelitian ini, menjabarkan kombinasi algoritma Least Significant Bit yang sudah dimodifikasi yaitu Algoritma Least Significant Bit – 2 dan algoritma Least Significant Bit – 3. Pemaparan yang dilakukan adalah dengan mengkombinasikan kedua metode tersebut yang kemudian disisipkan ke dalam citra, dalam hal ini menggunakan format JPG, bit pesan akan disisipkan ke dalam salah satu piksel warna Red, Green dan Blue. Pola penyisipan yang dilakukan dengan Chess Board Pattern. Tingkat kerusakan citra diukur dengan metode Mean Square Error untuk melihat tingkat kerusakan citra apakah citra tersebut rusak atau tidak dengan batas ambang tertentu. Hasil penelitian ini memperoleh nilai MSE sebesar 1,2 %, dimana tidak terlihat adanya perubahan nilai warna yang signifikan dari citra hasil penyisipan terhadap citra asli.
Pencarian Jalur Terpendek dengan Algoritma Dijkstra Harahap, Muhammad Khoiruddin; Khairina, Nurul
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 2 No. 1 (2017): SinkrOn Volume 2 Nomor 1 Oktober 2017
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.773 KB) | DOI: 10.33395/sinkron.v2i2.61

Abstract

Abstrak — Persoalan dalam menemukan jalur terpendek seiring dengan penghematan waktu yang tersingkat. Hal ini menjadi penting dalam kedinamisan masyarakat perkotaan. Jumlah rute yang ditempuh juga menjadi persoalan tersendiri untuk mencapai tempat tujuannya. Kita akan menentukan titik-titik manakah yang harus dilalui sehingga mendapatkan tempat tujuan dengan jarak terpendek dan penggunaan waktu yang tersingkat dengan menggunakan algoritma Dijkstra. Pencarian lintasan terpendek merupakan persoalan optimasi. Nilai pada sisi graph bisa dinyatakan sebagai jarak antar kota. Lintasan terpendek bisa diartikan sebagai proses minimalisasi bobot pada lintasan. Untuk mengatasi permasalahan itu maka diperlukan adanya suatu simulasi yang dapat membantu menentukan jalur terpendek. Algoritma Dijkstra bisa juga dikatakan sebagai algoritma Greedy yang pada pembahasan ini mampu memudahkan kita mencari jalur rute terpendek dan menjadi lebih efekfif. Kata Kunci — Dijkstra, Greedy, Jalur terpendek, Optimasi waktu.
The Comparison of Methods for Generating Prime Numbers between The Sieve of Eratosthenes, Atkins, and Sundaram Harahap, Muhammad Khoiruddin; Khairina, Nurul
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 3 No. 2 (2019): SinkrOn Volume 3 Number 2, April 2019
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.808 KB) | DOI: 10.33395/sinkron.v3i2.10129

Abstract

Prime numbers are unique numbers. Prime numbers are numbers that only have a dividing factor consisting of numbers 1 and the number itself. The prime numbers from 1 to n that are relatively small can be generated manually, but a prime number generator algorithm is needed to generate prime numbers on a large scale. This study compares three prime number generator algorithms, namely: The Sieve of Eratosthenes, The Sieve of Atkins, and The Sieve of Sundaram. These three sieve algorithms have their own differences in generating prime numbers. The Sieve of Eratosthenes uses a simpler method by crossing multiples of prime numbers and marking them as non-prime numbers. The Sieve of Atkins uses several requirements for quadratic equations and modulus in determining prime numbers. The Sieve of Sundaram has an algorithm similar to The Sieve of Atkins, but there are requirements for linear equations to determine prime numbers. This study aims to see a comparison of these three algorithms in terms of accuracy and speed in generating prime numbers on a large scale. The results of this study indicate The Sieve of Eratosthenes, Atkins and Sundaram algorithms can generate large numbers of prime numbers with good accuracy, this was tested by the Fermat Primality Test Algorithm. The conclusion that can be drawn from this study, The Sieve of Eratosthenes have a faster time to generate prime numbers on a large scale than the other two algorithms.
Analisis Fungsi Keanggotaan Fuzzy Tsukamoto Dalam Menentukan Status Kesehatan Tubuh Seseorang Khairina, Nurul
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 1 No. 1 (2016): SinkrOn Oktober Volume 1 Edisi 1 Tahun 2016
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.865 KB) | DOI: 10.33395/sinkron.v1i1.5

Abstract

Fuzzy logic sering digunakan untuk menyelesaikan masalah yang dianggap memiliki pengertian yang samar. Salah satu metode fuzzy logic adalah fuzzy Tsukamoto. Fuzzy Tsukamoto menggunakan fuzzifikasi, inferensi, aplikasi masalah ke aturan dan defuzzifikasi dalam menarik sebuah kesimpulan. Metode fuzzy Tsukamoto menggunakan operasi AND (minimum) sehingga menghasilkan α-predikat dari setiap aturan yang ada dan menghitung nilai Z sebagai hasil akhir yang berpengaruh pada kesimpulan. Pada penelitian ini terdapat variabel usia, suhu tubuh, dan status kesehatan yang terdiri dari kurang sehat, sehat dan tidak sehat yang akan menjadi faktor penentu dalam penarikan kesimpulan pada akhir penelitian. Dari hasil analisis kasus anak-anak yang berumur 12 tahun dan memiliki suhu tubuh C, menurut metode fuzzy Tsukamoto yang digunakan, dapat ditarik kesimpulan bahwa status kesehatan anak tersebut masuk ke dalam kategori ―kurang sehat‖ dan tampak bahwa hasilnya mendekati fakta yang telah diasumsikan.
Sistem Informasi Administrasi Surat Masuk Dan Surat Keluar Pada Dinas Pendidikan Kota Medan Faisal, Ahmad; Khairina, Nurul
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 4 No. 2 (2020): Remik Volume 4 Nomor 2 April 2020
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v4i2.10557

Abstract

Perkembangan saat ini sangatlah meningkat dibidang teknologi sehingga mengharuskan suatu organisasi ataupun instansi pemerintahan untuk menggunakan suatu sistem yang terkomputerisasi. Dinas Pendidikan Kota Medan, merupakan salah satu instansi pemerintahan, Dinas Pendidikan Kota Medan menangani ratusan surat setiap harinya dari sekolah-sekolah yang aktif di kota medan. Pada sekretariat badan pengurus surat di Dinas Pendidikan Kota Medan masih dilakukan secara pembukuan. Metodologi Penelitian melalui metode pengambilan data dan metode perancangan untuk membuat dan mendesain sistem informasi yang tepat guna dan efektif dengan yang diinginkan. Hasil yang dicapai adalah Sistem Informasi Administrasi Surat Masuk dan Surat Keluar Pada Dinas Pendidikan Kota Medan untuk mempermudah dan meningkat kinerja pegawai yang mengurus manajemen surat. Kesimpulannya Sistem Informasi Administrasi Surat Masuk dan Surat Keluar sangatlah penting untuk meningkatkan kinerja dan mempermudah pencarian informasi surat.
Steganography Citra dengan Metode Least Significant Bit Random Placement Harahap, Muhammad Khoiruddin; Khairina, Nurul
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 No 2
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v6i2.40620

Abstract

Steganografi memiliki keunikan tersendiri dalam menyembunyikan keberadaan sebuah pesan rahasia. Steganografi identik dengan penggunaan media tertentu dalam menjaga kerahasiaan pesan, tetap menjadi favorit para peneliti untuk tetap mengembangkan penelitian di bidang ilmu ini. Metode Least Significant Bit merupakan metode steganografi sederhana, serta memiliki perubahan relatif kecil dan tidak dapat dlihat secara visual manusia. Metode Linear Congruential Generator merupakan metode pembangkit bilangan acak. Metode ini digunakan untuk memilih koordinat piksel P(x,y) secara acak, kemudian piksel acak yang terpilih akan digunakan sebagai acuan dasar dalam penyisipan pesan. Penelitian ini mengkombinasikan metode Least Significant Bit dengan Linear Congruential Generator yang disertai dengan penggunaan operator Boolean XOR yang berfungsi untuk memproses pesan biner dengan piksel citra. Hasil operasi XOR berupa bilangan biner yang akan di replace pada citra asli dan kemudian akan menghasilkan stego image. Dari proses penelitian serta pengujian embedded dan extraction, dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian ini menghasilkan keterbaharuan sederhana dan unik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebuah piksel dapat disisipkan pesan lebih dari satu kali. Penyisipan juga dapat dilakukan pada beberapa piksel acak maupun pada delapan piksel tetangga yang berhubungan dengan piksel acak P(x,y). Di samping itu perubahan stego image terhadap gambar original juga terlihat sangat minim dan tidak dapat dilihat secara kasat mata. Kombinasi beberapa metode pada penelitian ini juga tetap mampu menjaga kualitas citra yang dibuktikan dengan nilai MSE yang mencapai 0.04 pada penyisipan 100 karakter dengan resolusi gambar 1024 x 1024 sehingga tidak menimbulkan kecurigaan pihak lain terhadap adanya penyembunyian pesan rahasia pada sebuah citra.
The Authenticity of Image using Hash MD5 and Steganography Least Significant Bit Nurul Khairina; Muhammad Khoiruddin Harahap; Juanda Hakim Lubis
IJISTECH (International Journal of Information System and Technology) Vol 2, No 1 (2018): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/ijistech.v2i1.13

Abstract

A creation can be considered as belonging to someone if they have a valid proof. An original creation that have been changed for certain purposes will definitely eliminate proof of ownership of the creation. A hash function is one method used to test the authenticity of data, while steganography is one method used to maintain the security of confidential data from outside parties. In this study, the Hash MD5 method will be combined with the Least Significant Bit method to test the authenticity of an image. The purpose of testing the authenticity is to find out the truth of ownership of a creation, in this case, we are testing the image. The results of this test are the status of an image that will be declared valid or invalid. Measurement of validity depends on whether there is a similarity between the value of the Hash that has been implanted and the value of the Hash obtained during the test. If the tested image has the same Hash value, then the image will be declared valid, but instead ai image is declared invalid if the image has been modified or ownership status has been changed. From the result of testing the authenticity with several images, it can prove that the combination of the Hash MD5 method with LSB has a good level of security and suitable to authenticity testing.