Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GIZI SEIMBANG PADA BAYI DAN BALITA DI DESA SIBALAYA BARAT KECAMATAN TANAMBULAVA KABUPATEN SIGI Niluh desy purnamasari; Mutmainnah; Parmi; Ni kadek Armini
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan 165 juta anak usia dibawah lima tahun mengalami gizi buruk dan memiliki resiko meninggal dari anak gizi buruk 13 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang normal. sedangkan di indonesia jumlah balita yang mengalami kekurangan gizi sebesar 3,7 juta. Kurang gizi telah membuat ribuan anak di Negara berkembang meninggal dan menderita setiap tahun. Kurang gizi tidak hanya menyebabkan masalah dalam usia muda,tetapi dapat berlanjut hingga masa dewasa. Kurang gizi pada usia muda menyebabkan gagalnya pertumbuhan dengan karakteristik pendek dan atau kurus. Bila kondisi ini tidak diintervensi,maka diusia dewasa kondisi gizi kurang yang bersifat kronis dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit degeneratif. Gizi sangat berpengaruh terhadap kecerdasan dan produktivitas kerja. Gizi buruk pada balita dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kecerdasan. Pertumbuhan dan perkembangan otak hampir 80% terjadi dalam kandungan sampai usia 2 tahun, sehingga masalah gizi sangat berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan. Makanan dengan gizi seimbang akan lebih menyehatkan tubuh, karena zat-zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh akan terpenuhi. zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur yang  terdapat pada makanan yang bergizi  nantinya akan mensuplai ke tubuh manusia. Dengan terpenuhinya asupan makanan yang cukup secara kuantitas ataupun kualitas yang mengandung berbagai zat gizi serta dapat menyimpan zat gizi untuk mencukupi kebutuhan tubuh, maka akan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan dan produktivitas. Adanya penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang kepada ibu balita akan  sangat besar pengaruhnya karena bukan hanya faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi gizi seorang anak tetapi pengetahuan juga dapat mempengaruhi sebab seorang ibu tentunya akan lebih memperhatikan asupan gizi untuk anak-anaknya.
Penyuluhan tentang pencegahan kasus stunting dan Gizi (Nutrisi) pada anak Usia Dini di Desa Pandere Kec.Gumbasa Kab.Sigi Sulawesi Tengah Parmi
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan di dunia yang belum teratasi hingga saat ini. Diperkirakan 22,2 % atau 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting . Prevalensi di kawasan Asia berjumlah 55 % dan di kawasan Afrika 39 %, sementara sisanya tersebar di Amerika Utara, Amerika Latin dan Oceania. Di kawasan Asia Tenggara prevalensi stunting hingga tahun 2017 mencapai 25,7 %. Laporan UNICEF, WHO, & World Bank menunjukkan prevalensi stunting pada tahun 2000 mencapai 32,6% dan telah berkurang menjadi 22,2 % pada tahun 2017. Di Indonesia, prevalensi stunting menurut Riskesdas mencapai 37,2 % dantelah terjadi penurunan hingga 30,8 % Riskesdas. Penyelenggaran program intervensi gizibelummenunjukkandampakyangsignifikan dalam pencegahan stunting dan peningkatan gizi anak. Beberapa studiyang telah dilakukan pada negara dengan prevalensi stunting tinggi seperti Peru,Vietnam, Indonesia dan Bangladesh merekomendasikan pentingnya kampanye nasional untuk mendorong kesadaran publik tentang stunting.
PENGETAHUAN DAN SIKAP KEPALA KELUARGA TENTANG SANITASI DASAR DI DESA MALINO KECAMATAN BALAESANG KABUPATEN DONGGALA Parmi; Tirza
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 23 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesmas-IJ, September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi dasar adalah upaya dasar dalam meningkatkan kesehatan manusia dengan cara menyediakan lingkungan sehat yang memenuhi syarat kesehatan. Upaya sanitasi dasar pada masyarakat meliputi penyediaan air bersih, jamban sehat, pengelolaan sampah dan saluran pembuangan air limbah. Dampak dari buruknya sanitasi dasar adalah dapat menyebabkan penyakit seperti Diare, Ispa dan Dermatitis Atopik. Berdasarkan hasil wawancara awal pada 5 kepala keluarga tentang sanitasi dasar, 2 orang KK sudah mengetahui tentang sanitasi dasar dan 3 KK belum mengetahui tentang sanitasi dasar. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan dan sikap kepala keluarga tentang sanitasi dasar di Desa Malino Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala. Jenis penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap kepala keluarga tentang sanitasi dasar. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis univariat. Teknik pengambilan sampel secara proporsional random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalalah 374 kepala keluarga dengan sampel berjumlah 40 kepala keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan kepala keluarga tentang sanitasi dasar lebih banyak yang cukup sebanyak 40,0% dibandingkan pengetahuan yang kurang sebanyak 27,5% dan pengetahuan baik sebanyak 32,5%. Sikap kepala keluarga lebih banyak yang cukup sebanyak 72,5% dibandingkan sikap baik sebanyak 27,5%. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar kepala keluarga di Desa Malino mempunyai pengetahuan dan sikap yang cukup tentang sanitasi dasar. Disarankan bagi Pemerintah Desa Malino untuk lebih aktif bekerja sama dengan pihak terkait seperti UPTD Puskesmas setempat dalam mengadakan sosialisasi rutin kepada masyarakat tentang sanitasi dasar.