Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Exploration of Mother’s Perception of Toddlers About Stunting: Qualitative Study Ikasari, Filia Sofiani; Pusparina, Iis; Nugraha, Fir'ad Setya; Abdillah, Ahmad Rizqo; Kirana, Cut Ika Anugrah; Wirandi, Muhammad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 3: MARCH 2025 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i3.6932

Abstract

Introduction: Stunting is a significant health issue in Southeast Asia, commonly resulting from chronic malnutrition. Mothers play a crucial role in their children’s growth, development, and stunting prevention. Perceptions shape maternal attitudes and behaviors, influencing care for toddlers. This study aims to explore mothers’ perceptions of stunting in the Martapura 1 Health Center work area Methods: A qualitative study with a descriptive phenomenological approach was conducted. Sixteen mothers of stunted toddlers were selected using purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, documentation, and audio recordings. Ethical approval was obtained from the Health Research Ethics Commission of the Stikes Intan Martapura. Results: Five themes emerged regarding mothers' perceptions of stunting: Definition of Stunting: Mothers associated stunting with genetic conditions, malnutrition, underweight, short stature, stunted growth and small body size; Causes of Stunting: Perceptions included many factors, malnutrition, cultural beliefs like "buyu" (a local term), and adequate food intake; Symptoms of Stunting: Mothers identified underweight, short stature, delayed development, small body size, and frequent illness; Prevention of Stunting: Properly fed, regular meal schedules, milk provision, attending posyandu (community health services), and provide vitamins; Handling of Stunting: Mothers mentioned consulting healthcare providers, providing nutritious food, improving dietary patterns, providing vitamins, and ensuring adequate sleep. Conclusion: The study provides insights into maternal perceptions of stunting, covering definitions, causes, symptoms, prevention, and management. The study highlights the influence of sociocultural beliefs on maternal perceptions of stunting, which may contribute to misunderstandings and ineffective prevention strategies. Findings emphasize the need for culturally tailored health education to correct misconceptions and promote evidence-based stunting prevention practices. Strengthening community engagement and healthcare interventions is crucial for enhancing maternal awareness and ensuring the successful implementation of stunting prevention programs. Future research should explore broader populations to capture diverse sociocultural perspectives and their impact on child health.
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Anak Usia Remaja tentang Pencegahan Stunting di SMP Negeri 1 Martapura: Overview of Knowledge and Attitudes of Adolescent Children on Stunting Prevention at SMP Negeri 1 Martapura Annisa, Dila Nur; Ikasari, Filia Sofiani
Journal of Intan Nursing Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v4i1.282

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupakan calon orang tua yang berperan penting dalam mencegah stunting di masa depan. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang dapat meningkatkan risiko stunting pada generasi berikutnya. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terkait pencegahan stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap siswa kelas 9 SMP Negeri 1 Martapura tentang pencegahan stunting. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan dua variabel, yaitu pengetahuan dan sikap tentang pencegahan stunting. Sampel penelitian berjumlah 82 siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Mayoritas siswa memiliki pengetahuan dalam kategori cukup (52,44%), sementara 25,61% memiliki pengetahuan baik, dan 21,95% memiliki pengetahuan kurang. Sikap siswa terhadap pencegahan stunting juga mayoritas dalam kategori cukup (60,97%), sedangkan 20,73% memiliki sikap baik, dan 18,29% memiliki sikap kurang. Kesimpulan: Sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang cukup dalam mencegah stunting.
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BAYI USIA 6-12 BULAN Ikasari, Filia Sofiani; Pertiwiwati, Endang; Rachmawati, Kurnia
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2015): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.499 KB)

Abstract

Acute respiratory tract infection (ARI) is one of health problem in the world including in Indonesia.Many factors contribute to the high incidence of ARI, one of many factors is the duration ofbreastfeeding. Breast milk contains antibodies that protected babies from diseases. This study aimsdetermined there was a relationship between exclusive breastfeeding and ARI among infants aged 6-12 months in Puskesmas Martapura’s working area. This research was quantitative researched withcase control design. The sample used simple random sampling in 77 cases and 77 control groupinfants aged 6-12 months. Case group were infants aged 6-12 months with ARI and control groupwere infants aged 6-12 months that didn’t experience ARI. Furthermore, researcher identificatedexclusive breasfeeding at respondents retrospectively. The result showed that infants who didn’texclusively breastfed have odd ratio 0.454 times (95% CI: 0.238 to 0.865) for experienced ARI thanexclusively breastfed infants, with a value of p=0.024. based on the results, it concluded that therewas a relationship between exclusive breastfeeding and ARI among infants aged 6-12 months inPuskesmas Martapura’s working area. This research useful to be reference to next research about theimportance of exclusive breastfeeding promotion to prevent ARI in infants.
Peningkatan pengetahuan ibu tentang ISPA pada balita sebagai salah satu upaya mencegah stunting Ikasari, Filia Sofiani; Pusparina, Iis; Nugraha, Fir'ad Setya; Kirana, Cut Ika Anugrah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31597

Abstract

Abstrak Stunting merupakan permasalahan kesehatan serius yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor langsung yang berkontribusi terhadap kejadian stunting adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada balita. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai pencegahan dan penatalaksanaan ISPA dapat meningkatkan risiko infeksi berulang yang berdampak pada status gizi anak. Di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1, prevalensi stunting mengalami peningkatan yang signifikan, sementara masih ditemukan rendahnya keterlibatan ibu dalam upaya pencegahan ISPA pada balita. Berdasarkan hasil observasi awal, banyak ibu belum memahami gejala dini ISPA dan langkah-langkah penanganan awal di rumah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memberdayakan ibu melalui edukasi dan pendampingan agar mampu mencegah ISPA sebagai upaya menurunkan risiko stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang ISPA sebagai salah satu upaya mencegah stunting. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah edukasi kesehatan secara interaktif dengan pendekatan door-to-door kepada 16 ibu balita selama bulan Desember 2024. Materi edukasi mencakup pengertian, penyebab, gejala, pencegahan, dan penatalaksanaan ISPA, serta hubungannya dengan stunting. Evaluasi dilakukan melalui pre test dan post test yang dilakukan pada ibu balita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu setelah intervensi. Sebelum diberikan edukasi rerata pengetahuan ibu tentang ISPA 49,48%, setelah diberikan edukasi rerata pengetahuan ibu meningkat menjadi 87,6%. Edukasi kesehatan interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang ISPA sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting pada balita. Kata kunci: edukasi kesehatan; infeksi saluran pernapasan akut; ibu balita; pencegahan; stunting. Abstract Stunting is a serious public health problem with long-term impacts on children's growth and development. One of the direct contributing factors to stunting is acute respiratory infection (ARI), particularly in children under five. Mothers' lack of knowledge regarding ARI prevention and management can increase the risk of recurrent infections, which negatively affects children's nutritional status. In the working area of Martapura 1 Public Health Center, the prevalence of stunting has significantly increased, while maternal involvement in ARI prevention efforts remains low. Initial observations revealed that many mothers do not understand the early symptoms of ARI or appropriate home-based management strategies. Therefore, this community service activity aimed to empower mothers through education and assistance to prevent ARI as part of efforts to reduce stunting risk. The goal of this program was to improve maternal knowledge of ARI as a preventive measure against stunting. The method used was interactive health education delivered through a door-to-door approach to 16 mothers of toddlers during December 2024. The educational content included definitions, causes, symptoms, prevention, and home management of ARI, as well as its link to stunting. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test design. The results showed a significant increase in maternal knowledge after the intervention. Before education, mothers' average knowledge of ARI was 49.48%. After education, the average knowledge increased to 87.6%. Interactive health education is effective in increasing mothers' knowledge of ARI as part of efforts to prevent stunting in toddlers.Interactive health education was effective in increasing maternal knowledge about acute respiratory infections (ARI) as part of efforts to prevent stunting in toddlers. Thus, interactive health education proved effective in enhancing mothers’ knowledge of ARI as part of stunting prevention efforts in young children. Keywords: acute respiratory infection; health education; mother of under five children, prevention; stunting.
Media Video Animasi Meningkatkan Sikap Remaja tentang Gizi Seimbang dalam Rangka Mencegah Stunting: Animated Video Media Improves Adolescents’ Attitudes about Balanced Nutrition in Order to Prevent Stunting Ikasari, Filia Sofiani; Pusparina, Iis; Irianti, Dewi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1: JANUARY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4407

Abstract

Latar belakang: Remaja sangat rentan terhadap masalah kekurangan gizi. Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan fisik remaja yang cepat selama masa pubertas, sehingga meningkatkan kebutuhan gizi mereka. Remaja yang kekurangan nutrisi berisiko mengalami kerusakan pada periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Pada remaja, video animasi merupakan sesuatu hal yang menarik perhatian, yang mana video animasi berisikan konten-konten yang mudah dipahami dan diperagakan oleh animasi. Saat ini belum banyak penelitian yang meneliti tentang pengaruh video animasi terhadap sikap remaja tentang gizi seimbang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan, sikap dan praktik remaja tentang gizi seimbang dalam rangka mencegah stunting di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan pre post control group. Sampel sebanyak 52 responden pada kelompok intervensi dan 64 responden pada kelompok kontrol. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa media video animasi berpengaruh terhadap sikap remaja (p value = 0,002), dan tidak berpengaruh terhadap pengetahuan (p value = 0,366) dan praktik remaja (p value = 0,231). Kesimpulan: Kesimpulan yang diperoleh adalah media video animasi berpengaruh terhadap sikap remaja tentang gizi seimbang
PENGARUH STIMULASI PERMAINAN ULAR TANGGA STUNTING TERHADAP PENINGKATAN PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH DI SDN SUNGAI TUAN ULU Pusparina, Iis; Ikasari, Filia Sofiani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37805

Abstract

Stunting masih perlu menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Stunting berdampak pada tidak optimalnya kemampuan kognitif anak yang akan berpengaruh pada masa depan anak tersebut. Stunting juga berpengaruh pada personal sosial anak yang berhubungan dengan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan masyarakat dan lingkungan. Pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini pada anak usia sekolah yang di masa depan akan menjadi orang tua. Permainan ular tangga stunting merupakan jenis permainan yang menarik dan dapat menstimulasi perkembangan kognitif dan perkembangan sosial anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stimulasi permainan ular tangga stunting terhadap perkembangan kognitif dan perkembangan psikososial anak usia sekolah di SDN Sungai Tuan Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sungai Tuan Ulu dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh stimulasi permainan ular tangga stunting pada perkembangan kognitif dan perkembangan psikososial responden dengan p value = 0,000 (p value < 0,05). Kesimpulan pada penelitian ini terdapat pengaruh stimulasi permainan ular tangga stunting terhadap perkembangan kognitif dan perkembangan psikososial anak usia sekolah di SDN Sungai Tuan Ulu.