Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

Karakteristik Biobriket Campuran Bottom Ash Batubara dengan Arang Tempurung Kelapa dan Arang Kayu Triantoro, Agus; Mustofa, Adip; Gultom, Michael Owen
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.14240

Abstract

Pemenuhan kebutuhan bahan bakar energi dalam masyarakat semakin meningkat maka diperlukan penanganan khusus. Potensi bottom ash yang melimpah berasal dari limbah penggunaan batubara pada PLTU, serta banyaknya produksi arang tempurung kelapa dan arang kayu yang dapat dibuat menjadi bahan pembuatan briket yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan sampel dengan menggunakan komposisi variasi bottom ash, arang tempurung kelapa, arang kayu, perekat dan kapur. Kemudian dilakukan uji analisis proximate, uji calorific value dan uji pembakaran pada ukuran partikel 60 mesh dan 80 mesh. Berdasarkan hasil uji laboratorium semakin banyak komposisi bottom ash maka akan semakin naik nilai kandungan air, kandungan air terbesar 10.10% terdapat pada sampel 60A, sedangkan komposisi arang tempurung kelapa dan arang  kayu semakin banyak maka kandungan airnya semakin kecil. Komposisi nilai kandungan air terkecil terdapat pada sampel 80D yaitu sebesar 5.77%. Nilai kalori yang dihasilkan berbanding lurus dengan komposisi arang tempurung kelapa dan arang kayu, semakin naik komposisi arangnya maka nilai kalorinya juga semakin naik. Nilai kalori tertinggi terdapat pada biobriket sampel 80D yaitu sebesar 6,515.89 cal/gram. pada ukuran mesh 80 mesh analisis kualitas briket dan kualitas uji pembakaran lebih baik dibandingkan dengan ukuran partikel 60 mesh.
Aplikasi Ekonometrika dalam Penentuan BESR: Studi Kasus Penahapan Penambangan PT Gunungbayan Pratamacoal Putri, Karina Shella; Triantoro, Agus; Samosir, Randy Lavianus
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.15922

Abstract

Desain penambangan merupakan bagian yang penting dalam perencanaan tambang. Wilayah yang akan ditambang dipartisi menjadi beberapa fase berbeda. Maksud dari penelitan ini adalah menentukan tahapan penambangan di PT Gunungbayan Pratamcoal yang memberikan nilai ekonomis. Penentuan tahapan penambangan menggunakan analisis Break Even Stripping Ratio (BESR). Data-data yang digunakan dalam perhitungan BESR antara lain data deret waktu harga batubara beserta variabel yang mempengaruhinya seperti produksi batubara Indonesia, konsumsi batubara Indonesia, konsumsi batubara India, konsumsi batubara Jepang, dan harga minyak mentah dunia, serta biaya penambangan seperti biaya pembongkaran dan pengangkutan overburden dan batubara. Variabel seperti harga batubara diramalkan dengan pendekatan ekonometrika, serta biaya penambangan berdasarkan perubahan jarak angkut per tahun. Data-data yang dibutuhkan untuk desain penambangan antara lain data hasil eksplorasi (singkapan, log bor, test pit), topografi situasi, geometri lereng, dan data alat gali muat dan alat angkut yang digunakan dari ketersediaan alat di perusahaan. Hasil prediksi harga batubara dari tahun 2019 sampai dengan 2021 yaitu 93,63 USD/ton, 108,16 USD/ton dan 111,35 USD/ton. SR yang digunakan dalam rancangan tahapan penambangan dari tahun 2019 sampai dengan 2021 yaitu 11,48; 12,98; dan 12,38. Volume overburden, tonase batubara, dan luas area yang menjadi target penambangan dari tahun 2019 sampai dengan 2021 berturut-turut yaitu 4.335.153 BCM, 377.492 ton, dan 16,04 ha; 4.898.514 BCM, 377.338 ton, dan 29,74 ha; 4.427.264 BCM, 357.492 ton, dan 39,40 ha.
Analisis Pemanfaatan Kulit Kayu Gelam Sebagai Bahan Campuran Pembuatan Biobriket Batubara Triantoro, Agus; Dwiatmoko, Marselinus Untung; Syarif, Dhigit Dirgantara; Prayudi, Aria
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.18975

Abstract

Permintaan energi di Indonesia terus meningkat setiap tahun, tetapi tidak seimbang dengan pasokan energi yang tersedia. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk yang terus bertambah, penggunaan energi yang tidak efisien, dan kurangnya pengelolaan dalam memanfaatkan sumber daya. Untuk mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional seperti minyak, gas, dan batubara, perlu dicari sumber energi alternatif, salah satunya biobriket batubara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan kulit kayu gelam untuk campuran biobriket batubara. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan uji sampel biobriket di laboratorium dengan beberapa komposisi campuran. Uji laboratorium yang dilakukan adalah uji proximate yaitu inherent moisture (IM), Ash Content, Volatile Matter(VM), Calorific Value(CV) dan uji pembakaran. Komposisi biobriket terdiri dari batubara, kulit kayu gelam, perekat (getah damar), kaolin dan kapur.  Berdasarkan hasil pengujian didapatkan biobriket batubara terbaik menggunakan campuran kulit kayu gelam Komposisi terbaik dari sampel G1 dengan komposisi 60% batubara, 20% kulit kayu gelam, 15% perekat, 3% kaolin, 2% Kapur, menunjukkan hasil uji IM 6,67%, Ash 14,52%, VM 52,57%, FC 26,24%, CV 6.030,6 cal/g, dan lama bakar 14.760 detik.