Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis efektivitas peralatan pada coal processing plant dengan metode overall equipment effectiveness di PT Adaro Indonesia Alfadhani, Muhammad Yasin; Mustofa, Adip; Riswan, Riswan; Ramadhan, Satrio
Jurnal Himasapta Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i3.14719

Abstract

PT Adaro Indonesia (Adaro Mining) merupakan perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia. Dalam melakukan kegiatan pengolahan batubara PT Adaro Indonesia dituntut untuk mencapai target yang telah ditargetkan dengan hasil efektivitas yang baik seperti mesin peralatan dapat digunakan tanpa mengalami masalah atau kerusakan dan performa mesin selalu dalam keadaan optimal. Namun, adanya permasalahan yang terdapat pada kegiatan coal processing plant dapat mengakibatkan kurangnya tingkat efektivitas peralatan. Penelitian ini mengaplikasikan metode overall equipment effectiveness untuk mengetahui seberapa efektif peralatan yang digunakan dengan menyesuaikan standar world class yaitu 85% dan menganalisis faktor dominan atau six big losses yang bisa berpengaruh pada nilai efektivitas perangkat peralatan. Dalam mendapatkan overall equipment effectiveness maka harus dilakukan analisis yang terbagi menjadi availability rate, performance rate dan quality rate. Sedangkan six big losses yaitu failure equipment, setup and adjustment, idling and minor stoppage, reduced speed, defect in process dan reduced yield. Hasil yang didapatkan dari perhitungan overall equipment effectiveness diketahui bahwa dari 7 jalur produksi, hanya 3 jalur yang nilai overall equipment effectiveness sesuai standar world class dan 4 jalur produksi lainnya masih dibawah nilai standar. Dan faktor dominan yang mempengaruhi nilai overall equipment effectiveness adalah faktor idling and minor stoppage yang tinggi.
LAMPU DIGITAL: Model Monitoring Air Berbasis Komunitas di Cempaka Syafi'i, Ahmad Ali; Triantoro, Agus; Putri, Karina Shella; Annisa, Annisa; Pillayati , Pillayati; Ramadhan, Satrio
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/3tryjv95

Abstract

Aktivitas pertambangan rakyat di kawasan Intan Cempaka, Kalimantan Selatan meninggalkan lubang-lubang tambang dan genangan air yang berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan. Kurangnya keterampilan masyarakat dalam melakukan pemantauan kualitas air menyebabkan tidak adanya basis data lingkungan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based). Program pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan pendekatan teknologi sederhana LAMPU DIGITAL (Lakmus, pH meter, dan pelaporan digital) dengan tujuan meningkatkan kapasitas warga dalam mengukur kualitas air, mendokumentasikan hasil secara digital, dan membangun sistem komunitas pemantau air yang mandiri. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, implementasi lapangan, pendampingan rutin, serta pembentukan komunitas pemantau air. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan warga dalam menggunakan alat monitoring, terbentuknya sistem pelaporan digital berbasis Google Form, serta keterlibatan aktif Pokdarwis Trisakti Pumpung dalam pengumpulan data. Program ini mendorong terciptanya sistem monitoring partisipatif yang dapat dikembangkan menuju integrasi kebijakan lingkungan daerah.
Evaluasi produktivitas alat berat dalam proses pengumpanan batubara di crushing plant PT Binuang Mitra Bersama Ramadhan, Satrio; Triantoro, Agus; Mustofa, Adip
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.14986

Abstract

PT Binuang Mitra Bersama memiliki satu unit crushing plant dalam upaya memenuhi permintaan konsumen, dan penetapan target produksi dengan batubara. Target produktivitas unit crushing plant PT Binuang Mitra Bersama sebesar 300 ton/jam. Namun pada kenyataannya pencapaian produktivitas crushing plant sebesar 270,41 ton/jam sehingga tidak mencapai target produktivitas yang ditetapkan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas alat berat yang bekerja pada proses pengumpanan crushing plant. Setelah dilakukan penelitian dan evaluasi, ketercapaian produktivitas aktual pada unit excavator yaitu 267,70 ton/jam dengan nilai physical availability sebesar 75,20% dan nilai used of availability sebesar 60,11%. Untuk memenuhi target produktivitas sebesar 300 ton/jam, dilakukan simulasi terhadap metode pengumpanan alat support (Komatsu PC 300) dan perbaikan ukuran raw material batubara. Setelah dilakukan simulasi, pola pengumpanan maka produktivitas swing angle yang memenuhi target produksi adalah swing angle 90o dengan produktivitas maksimal 313,74 ton/jam dan simulasi perbaikan ukuran raw material menghasilkan produktivitas sebesar 311,43 ton/jam.
Kajian powder factor peledakan terhadap fragmentasi hasil peledakan pada pit Aster PT Madhani Talatah Nusantara Amrullah, Risky; Santoso, Eko; Ramadhan, Satrio; Melati, Sari
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16338

Abstract

Powder Factor (PF) adalah salah satu faktor yang sangat diperhatikan dalam suatu kegiatan peledakan. Powder Factor (PF) adalah perbandingan antara jumlah bahan peledak yang digunakan terhadap volume batuan yang akan diledakkan. Pada kegiatan peledakan nilai powder factor ini dijadikan suatu acuan dalam menilai keberhasilan dari suatu kegiatan peledakan. Dari nilai powder factor ini, akan mempengaruhi beberapa faktor diantaranya fragmentasi batuan hasil peledakan dan digging time alat gali muat.Metode analisis fragmentasi batuan hasil peledakan yang digunakan adalah dengan menggunakan software split desktop 2.0 untuk mengetahui nilai persentase fragmentasi aktual peledakan. Peledakan overburden pada PT Madhani Talatah Nusantara menetapkan standar nilai powder factor yakni 0,17 – 0,24 Kg/m3 dan persentase fragmentasi ukuran boulder ≥ 117 cm yang ditargetkan tidak lebih dari 15%. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 7 hari peledakan, didapatkan nilai powder factor berada pada 0,21 – 0,24 Kg/m3. Kemudian fragmentasi aktual boulder ≥ 117 cm didapatkan persentase rata-rata sebesar 0.1% dan sudah memenuhi standar perusahaan. Ditinjau dari fragmentasi batuan aktual setelah dilakukan uji coba peledakan dengan nilai PF 0,21 sampai 0,24 didaptkan  nilai powder factor yang paling optimal adalah 0,21 Kg/m3. ABSTRACTPowder Factor (PF) is one of factors that is highly considered in blasting activities. Powder Factor (PF) is the ratio between amount of explosives used and volume of rock to be blasted. In blasting operations, Powder Factor value serves as a benchmark for assessing the success of a blasting operation. This value influences several factors, including fragmentation of the blasted rock and digging time of excavation equipment.The method used to analyze rock fragmentation resulting from blasting is to use Split Desktop 2.0 software to determine actual percentage of fragmentation from blasting. Blasting of overburden at PT Madhani Talatah Nusantara sets the standard powder factor value at 0.17–0.24 kg/m³ and targets a fragmentation percentage for boulder-sized fragments (≥117 cm) of no more than 15%.Based on the results of research in 7 days of blasting, powder factor value was found between 0.21 and 0.24 kg/m3. Then, the actual fragmentation of boulders ≥ 117 cm was found to have an average percentage of 0.1% and met Ccompany standards. Based on the actual rock fragmentation after conducting blasting tests with a powder factor (PF) of 0.21 to 0.24, the most optimal powder factor value was found to be 0.21 kg/m³. 
Estimasi biaya operasional kegiatan coal getting dan match factor Komatso PC400 pada PT Semesta Centramas Sari, Meilita; Santoso, Eko; Putri, Karina Shella; Ramadhan, Satrio
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.17962

Abstract

 ABSTRAK Pencapaian target produksi pada kegiatan penggalian batubara sangat dipengaruhi oleh produktivitas peralatan serta keseimbangan antara unit muat dan unit angkut, yang dikenal sebagai match factor. Match factor yang tidak sesuai dapat menurunkan efisiensi dan meningkatkan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai kondisi match factor terhadap produktivitas dan biaya operasi guna menentukan konfigurasi peralatan yang paling optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis match factor untuk mengevaluasi alternatif komposisi peralatan. Operasi penambangan menggunakan satu unit excavator PC400 dengan kapasitas bucket 2,2 m³ sebagai alat muat dan dump truck Hino DT500 sebagai alat angkut dengan kapasitas muatan 20 ton dan 30 ton. Tiga skenario operasi dianalisis, yaitu kondisi under-trucking (match factor = 0,8), kondisi serasi (match factor = 1,0), dan kondisi over-trucking (match factor = 1,1). Perhitungan produktivitas dan biaya operasional dilakukan untuk masing-masing skenario. Pada kondisi under-trucking, produktivitas yang dihasilkan sebesar 189,22 ton/jam atau 95% dari target produksi. Kondisi seimbang menghasilkan produktivitas sebesar 216,84 ton/jam (109% dari target), sedangkan kondisi over-trucking menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 227,64 ton/jam (115% dari target). Biaya operasional masing-masing kondisi berturut-turut adalah USD 0,03745/ton, USD 0,003357/ton, dan USD 0,00361/ton. Meskipun kondisi over-trucking menghasilkan produktivitas tertinggi, kondisi seimbang memberikan biaya operasional terendah. Biaya paling optimal sebesar USD 0,003357/ton dicapai dengan penggunaan sepuluh unit dump truck berkapasitas muatan 30 ton, yang menunjukkan bahwa match factor yang seimbang memberikan kombinasi terbaik antara produktivitas dan efisiensi biaya. Kata-kata Kunci: faktor keserasian, produktivitas, biaya operasi  ABSTRACTThe achievement of production targets in coal getting activities depends on equipment productivity and the balance between loading and hauling units, commonly expressed by the machinery match factor. An inappropriate match factor can reduce efficiency and increase operational costs. This study evaluates the influence of different match factor conditions on productivity and operating costs in order to identify the most optimal equipment configuration. This study applied quantitative match factor analysis to assess alternative equipment compositions. The mining operation utilizes a PC400 excavator with a bucket capacity of 2.2 m³ as the loading unit and Hino DT500 dump trucks as hauling units with payload capacities of 20 tons and 30 tons. Three operating scenarios were analyzed: under-trucking (match factor = 0.8), matched condition (match factor = 1.0), and over-trucking (match factor = 1.1). Productivity and operational cost calculations were performed for each scenario. Under the under-trucking condition, productivity reached 189.22 tons/hour, equivalent to 95% of the production target. The matched condition resulted in a productivity of 216.84 tons/hour (109% of target), while the over-trucking condition achieved the highest productivity of 227.637 tons/hour (115% of target). Operational costs were USD 0.03745/ton, USD 0.003357/ton, and USD 0.00361/ton for under-trucking, matched, and over-trucking conditions, respectively. Although over-trucking produced the highest productivity, the matched condition yielded the lowest operational cost. The most optimal cost of USD 0.003357/ton was achieved using ten dump trucks with a payload capacity of 30 tons, indicating that a balanced match factor provides the best trade-off between productivity and cost efficiency. Keywords: match factor, productivity, operation costs