Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERAN KH. DAHLAN ABDUL QOHHAR SEBAGAI PENGGERAK PARTAI NAHDLATUL ULAMA (NU) DI NGANJUK 1952-1975 Sabella Firdausi; Nurul Baiti Rohmah; Firdausi, Sabella; Baiti Rohmah, Nurul
JURNAL TAPIS Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v19i1.16245

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran KH. Dahlan Abdul Qohhar sebagai penggerak Partai Nahdlatul Ulama (NU) di Nganjuk pada tahun 1952-1975. Perannya sangat penting dalam Nahdlatul Ulama khususnya dalam bidang agama dan politik. Dalam bidang agama yakni berdakwah atas nama Nahdlatul Ulama, dan dalam bidang agama yaitu menjadi tanfidziah dan anggota konstituante. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi dan peran KH. Dahlan Abdul Qohhar dalam partai Nahdlatul Ulama. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dirumuskan oleh Kuntowijoyo. Adapun metode penelitian menurut Kuntowijoyo yaitu pengumpulan data, pengecekan data, penafsiran data, dan penulisan hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa KH. Dahlan Abdul Qohhar berperan penting pada partai Nahdlatul Ulama. Dalam bidang agama, peran KH. Dahlan Abdul Qohhar yaitu membawa Partai Nahdlatul Ulama di Nganjuk mengalami kemajuan  pesat, seperti semakin banyak masyarakat Nganjuk yang memegang paham Ahlussunah Wal Jama’ah dengan melalui dakwahnya, dimana pada awalnya Kabupaten Nganjuk didominasi oleh kaum abangan yang menunjang PKI. Kemudian dalam bidang politik, KH. Dahlan terpilih menjadi tanfidziah yang selalu aktif dalam kegiatan, selanjutnya pada pemilu 1955 KH. Dahlan terpilih menjadi anggota Dewan Konstituante. Dengan penuh semangat nasionalismenya, KH. Dahlan Abdul Qohhar dikenal tetap mengabdikan seluruh hidupnya untuk organisasi Nahdlatul Ulama di Kabupaten Nganjuk sampai menghembuskan nafas terakhir.
PERAN KH. DAHLAN ABDUL QOHHAR SEBAGAI PENGGERAK PARTAI NAHDLATUL ULAMA (NU) DI NGANJUK 1952-1975 Sabella Firdausi; Nurul Baiti Rohmah; Firdausi, Sabella; Baiti Rohmah, Nurul
JURNAL TAPIS Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v19i1.16245

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran KH. Dahlan Abdul Qohhar sebagai penggerak Partai Nahdlatul Ulama (NU) di Nganjuk pada tahun 1952-1975. Perannya sangat penting dalam Nahdlatul Ulama khususnya dalam bidang agama dan politik. Dalam bidang agama yakni berdakwah atas nama Nahdlatul Ulama, dan dalam bidang agama yaitu menjadi tanfidziah dan anggota konstituante. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi dan peran KH. Dahlan Abdul Qohhar dalam partai Nahdlatul Ulama. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dirumuskan oleh Kuntowijoyo. Adapun metode penelitian menurut Kuntowijoyo yaitu pengumpulan data, pengecekan data, penafsiran data, dan penulisan hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa KH. Dahlan Abdul Qohhar berperan penting pada partai Nahdlatul Ulama. Dalam bidang agama, peran KH. Dahlan Abdul Qohhar yaitu membawa Partai Nahdlatul Ulama di Nganjuk mengalami kemajuan  pesat, seperti semakin banyak masyarakat Nganjuk yang memegang paham Ahlussunah Wal Jama’ah dengan melalui dakwahnya, dimana pada awalnya Kabupaten Nganjuk didominasi oleh kaum abangan yang menunjang PKI. Kemudian dalam bidang politik, KH. Dahlan terpilih menjadi tanfidziah yang selalu aktif dalam kegiatan, selanjutnya pada pemilu 1955 KH. Dahlan terpilih menjadi anggota Dewan Konstituante. Dengan penuh semangat nasionalismenya, KH. Dahlan Abdul Qohhar dikenal tetap mengabdikan seluruh hidupnya untuk organisasi Nahdlatul Ulama di Kabupaten Nganjuk sampai menghembuskan nafas terakhir.
EXAMINING ISLAMIC TEXTS ON THE SLOPE OF MOUNT KAWI, MALANG, EAST JAVA Rohmah, Nurul Baiti; Awalin, Fatkur Rohman Nur; Rejo, Uman
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2023.11.1.81-108

Abstract

This research presents the philological study's findings on Islamic manuscripts discovered on the slopes of Kawi Mountain in Malang, East Java. The study employs a manuscript research method focusing on codicological aspects and the diplomatic method to preserve authenticity. Eight Islamic manuscripts were categorized into originals with identifiable titles, manuscripts without titles, and hand-copied versions by Anut Ekowiyono. These manuscripts are written in the new Javanese language, utilizing various krama-ngoko styles and the Arabic Pegon script. Inadequate philological treatment resulted in damage to Anut Ekowiyono's collection. After codicological examination, the texts were accurately identified, showing differences from their previous state. The research suggests the likelihood of more undiscovered Islamic manuscripts in the area. The study sheds light on the linguistic and historical importance of these Islamic texts, emphasizing the need for preservation and further exploration of undiscovered manuscripts in the region.
Kyai Nurjalipah: Peran dan Pengaruhnya pada Ketatanegaraan Desa Perdikan Pakuncen Kab. Nganjuk (1651-1760 M) Sazanah, Nurul Fatin; Nurcholis, Ahmad; Rohmah, Nurul Baiti
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 5(2), 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v5i2.4486

Abstract

This research is a study of the role and influence of a village leader, namely Kyai Nurjalipah. The aim of this research is to explain the origins of Kyai Nurjalipah, his role and his influence in the field of state administration of the Perdikan Pakuncen Village in 1651-1760. The method used in this research is a historical research method by utilizing oral data sources through interviews and library sources. The results of this research showed that there is a close connection between Kyai Nurjalipah and the field of state administration of the Pakuncen Village. Kyai Nurjalipah can be said to be the 'owner' of the Pakuncen land because he was the person who opened that residential land. The development of Pakuncen Village is also inseparable from the role and influence of Kyai Nurjalipah, starting from his role as a spreader of Islam in the village, making Pakuncen as an important area of the Kadipaten Posono, his agreement with Mataram Palace that resulted in the changing status of the pakuncen into a perdikan land, until making policies to regulate villagers, which greatly affected the form of government, the condition of the population and culture of the village community at that time.
PERKEMBANGAN AJARAN SAPTA DARMA DI MASYARAKAT MUSLIM KEDIRI 1952-1960 Ayu Zanuar Agum Nur Damayanti; Nurul Baiti Rohmah
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/fatdse65

Abstract

Keberagaman keyakinan di Indonesia merupakan bagian dari kekayaan budaya yang terus berkembang. Salah satu bentuk kepercayaan lokal yang muncul adalah ajaran Sapta Darma. Penelitian ini membahas tiga hal utama: awal kemunculan ajaran Sapta Darma di Kediri, perkembangan ajarannya, dan stigma masyarakat Muslim terhadap penganutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kemunculan ajaran Sapta Darma, peran Harjoesapoero sebagai tokoh penyebarnya pada tahun 1952–1960, dan mengkaji stigma masyarakat Muslim terhadap ajaran ini. Menggunakan metode sejarah, penelitian dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Sapta Darma pertama kali lahir di Kecamatan Pare, Kediri, pada 27 Desember 1952. Ajaran Sapta Darma merupakan bentuk kejawen yang menekankan hubungan spiritual dengan Tuhan melalui dua metode utama: Sabda Waras (penyembuhan spiritual) dan Peruwatan (pensucian tempat). Ajaran ini kerap mendapat stigma negatif dari masyarakat Muslim, seperti dianggap sesat, sehingga para penganutnya sering mengalami diskriminasi. Meski demikian, mereka tetap berusaha membangun pemahaman dan toleransi. Ajaran Sapta Darma mencerminkan pentingnya penghormatan terhadap keragaman spiritual dalam masyarakat Indonesia.
PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BERBASIS DIGITALISASI MANUSKRIP DI PESANTREN AL ASROR TULUNGAGUNG Hibbi Farihin; Nurul Setyawati Handayani; Rizal Zamzami; Nurul Baiti Rohmah; Intan Sari Dewi; Ahmad Fauzan
BHAKTI: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 02 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/bjppm.v3i02.6584

Abstract

The community service activity “Strengthening Religious Moderation Based on Manuscript Digitization at Pesantren Al Asror Tulungagung” was held on Friday-Saturday, November 8-9, 2024, and was attended by 50 participants from Al Asror Kedungwaru Islamic Boarding School, Tulungagung. The activity was carried out with the stages of providing material about religious moderation and its implications in everyday life providing knowledge and practicing how to process manuscripts for digitization. In implementing this service, it is packaged with lecture, discussion, and question and answer methods and provides skills on manuscript digitization. This activity deepened participants' understanding and attitudes regarding religious moderation in everyday life and manuscript digitization skills as a solution to processing and transferring manuscripts in Islamic boarding schools.
Silang Budaya Lokal, Hiperealitas, dan Komodifikasi Identitas Tionghoa-Jawa di Tulungagung, Kediri, dan Blitar Nurul Baiti Rohmah; Rizal Zamzami; Muhamad Khusnul Ariefin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v15i1.108981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan, mengeksplorasi, dan mendeskripsikan etnis Tionghoa-Jawa dalam membangun peradaban dan juga faktor penghambat dan pendukungnya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan interdisipliner, yakni pendekatan cultural pluralism dan dengan jenis penelitian analisis budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnis Tionghoa-Jawa di Tulungagung, Kediri, dan Blitar membentuk pola yang saling berkaitan antara silang budaya lokal, hiperealitas, dan komodifikasi. Dalam konteks silang budaya lokal, pergerakan budaya etnis Tionghoa-Jawa berlangsung melalui dua ruang yaitu ruang publik dan ruang privat. Ruang publik menjadi arena bagi ekspresi budaya yang bersifat sosial seperti ekonomi, kesenian, dan komunikasi, sedangkan praktik yang berkaitan dengan kepercayaan dan ritual keagamaan tetap dilaksanakan dalam ruang privat. Hiperealitas muncul melalui konstruksi masyarakat non-etnis terhadap identitas Tionghoa-Jawa yang sering kali tidak sepenuhnya sesuai dengan realitas keseharian. Pola hiperrealitas ini menunjukkan bahwa identitas etnis Tionghoa-Jawa tidak hanya dibangun dari dalam komunitas, tetapi juga dari persepsi sosial yang dilekatkan oleh masyarakat sekitarnya. Komodifikasi menjadikan elemen budaya Tionghoa-Jawa sebagai komoditas yang dapat dipertunjukkan, dijual, atau dikonsumsi. Faktor penghambat etnis Tionghoa-Jawa dalam membangun sebuah peradaban meliputi penyebutan mayoritas maupun minoritas dan sikap intoleransi. Sedangkan faktor pendukungnya meliputi adanya kegiatan sosial dan sikap toleransi. Implikasi penelitian yaitu menekankan pentingnya  membangun peradaban  etnis Tionghoa-Jawa  melalui penguatan silang budaya, merekonstruksi identitas untuk menghindari hiperealitas, pengelolaan komodifikasi secara bijak, dan menumbuhkan toleransi.
Kompleks Perairan Campurdarat: Dari Wisata Rawa Hingga Objek Perikanan, 1931-1941 Vigi Ilham Fernando; Nurul Baiti Rohmah
Jurnal Sejarah Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sejarah Indonesia
Publisher : Perkumpulan Program Studi Sejarah Se-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62924/jsi.v8i2.35598

Abstract

Rawa Campurdarat was initially used as a fishing site before transforming into a tourist destination under the Dutch East Indies community. Tourism activities, however, had to be suspended during the west monsoon due to rising water discharge that caused flooding in the Campurdarat District. Rawa Campurdarat also functioned as a fishery, with catches distributed beyond the region, significantly impacting the surrounding communities. This study aims to analyze the toponymy and conditions of the Rawa Campurdarat complex during the period 1931–1941, its transformation into both a tourist destination and a drainage system, and its role as a fishery within socio-economic and environmental contexts. The research employs historical methodology, consisting of four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The findings reveal that Rawa Campurdarat underwent significant transformations between 1931 and 1941, encompassing its function as a site, drainage system, and fishery activities. These transformations not only benefited the Colonial Dutch East Indies government but also had positive impacts on the local population, directly felt through the development of tourism and the local economy.
Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Berbahan Dasar Serai oleh Mahasiswa KKN UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sebagai Upaya Edukasi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kamulan: Training on Producing Lemongrass-Based Mosquito Repellent Spray by UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Community Service (KKN) Students: An Effort for Health Education and Community Empowerment in Kamulan Village Muhammad Fatkhur Rosad; Fia Akmala Dina; Mustika Dea Anggraini; Muhammad Haydar Ad-Dzikri; Nailil Maghfiroh; Nurul Baiti Rohmah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1639

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu vektor penyakit yang dapat menimbulkan permasalahan kesehatan masyarakat, termasuk demam berdarah dengue (DBD). Upaya pencegahan memerlukan keterlibatan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Kamulan dalam memanfaatkan serai (Cymbopogon citratus) sebagai bahan dasar pembuatan spray anti nyamuk sekaligus memperkenalkan potensi pemanfaatannya dalam mendukung kemandirian ekonomi rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dalam satu kali pertemuan yang meliputi penyampaian materi edukasi kesehatan, pengenalan potensi serai, demonstrasi pembuatan spray, praktik langsung oleh peserta, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami pentingnya pencegahan gigitan nyamuk dan sanitasi lingkungan serta menunjukkan penguasaan yang baik terhadap tahapan pembuatan spray, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, penyaringan, pencampuran, hingga pengemasan. Pemanfaatan serai juga memberikan peluang penghematan pengeluaran rumah tangga karena bahan baku relatif mudah diperoleh dan proses pembuatannya sederhana. Selain itu, antusiasme peserta menunjukkan adanya potensi pengembangan spray serai sebagai produk bernilai jual. Keberlanjutan program dapat diarahkan melalui standarisasi formula dan kualitas, inovasi kemasan, strategi pemasaran, serta penguatan kelembagaan melalui PKK dan BUMDes. Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, pemanfaatan potensi lokal, dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Kamulan.