Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Obesitas Sentral dan Aktivitas Fisik dengan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien Prolanis di Klinik Iman Medan Tahun 2025 Desyka Nur Syafitri; Mila Trisna Sari; Shahrul Rahman; Fardella Lufiana
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i4.26214

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 adalah satu diantara beberapa penyakit kronik yang total kasusnya terus bertambah di Indonesia. Faktor risiko seperti obesitas sentral dan rendahnya aktivitas fisik diyakini berperan dalam peningkatan kejadian penyakit ini terutama di kalangan anggota Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS). Tujuan pada studi kali ini ialah guna menganalisis hubungan antara obesitas sentral dan aktivitas fisik dengan diabetes melitus tipe 2 pada pasien PROLANIS di Klinik Iman Medan tahun 2025. Metode: Observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sejumlah 50 responden ditetapkan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diambil dengan cara pemeriksaan lingkar pinggang dan kuesioner Global Physycal Activity Questionnaire (GPAQ). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi dan rank spearman. Hasil: Karakteristik responden paling banyak berusia 60-69 tahun sebanyak 16 orang (32%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 orang (74%). Sebanyak 37 orang (74%) responden mengalami obesitas sentral dan 27 orang (54%) dengan aktivitas fisik ringan. Terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan diabetes melitus tipe 2 (p-value 0.001 dan koefisien kontingensi 0,421). Aktivitas fisik juga menunjukkan hubungan bermakna dengan diabetes melitus tipe 2 (p-value 0.046 dan koefisien spearman 0.284). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara obesitas sentral dan aktivitas fisik dengan diabetes melitus tipe 2 pada pasien PROLANIS di Klinik Iman Medan tahun 2025. Kata Kunci: Obesitas Sentral, Aktivitas Fisik, Diabetes Melitus Tipe 2, PROLANIS
Edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada Siswa/i SD Negeri 060809 di Kelurahan Pasar Merah Barat Kota Medan Muhammad - Rizki; Shahrul Rahman
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i3.11635

Abstract

Abstrak: Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu bentuk promosi kesehatan yang bertujuan agar penduduk Indonesia tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat. Program PHBS di daerah sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam kejadian penyakit menular dan penyakit tidak menular. Selain itu berbagai indikator yang yang terdapat dalam program PHBS, terdapat faktor lain yang turut berperan yaitu perubahan-perubahan iklim yang bisa terjadi menjadi salah satu faktor risiko untuk terjadinya penyakit. Semakin tinggi nilai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, semakin rendah kejadian penyakit diare, demam berdarah dan angka bebas larva. Hasil studi ini dapat digunakan oleh para pembuat kebijakan kesehatan untuk menempatkan PHBS sebagai faktor penentu dan menjadi program utama dalam pengendalian penyakit menular dan mitigasi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat. Program PHBS ini dilakukan pada siswa/I di SDN 060809 Pasar Merah Barat Kecamatan Medan Kota pada tahun 2022.
Edukasi Kebersihan Makanan dan Minuman Sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Pencernaan Pada Masyarakat di Desa Tandam Hulu I, Dusun I Utami Syahtia bery; Shahrul Rahman
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 9 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i9.600

Abstract

Gangguan pencernaan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat terjadi akibat konsumsi makanan dan minuman yang tidak higienis. Makanan dan minuman yang tidak terjaga kebersihannya dapat terkontaminasi mikro organisme patogen yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pencernaan seperti diare, gastroenteritis, dan keracunan makanan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai higiene makanan dan minuman dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pencernaan. Oleh karena itu, edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan makanan dan minuman sebagai upaya pencegahan gangguan pencernaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2026 di Desa Tandam Hulu I, Dusun I, dengan sasaran masyarakat umum sebanyak 22 orang. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan secara langsung melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif. Materi yang diberikan meliputi pentingnya kebersihan tangan dalam mencegah penularan mikroorganisme penyebab penyakit, pemilihan bahan makanan yang aman dan bergizi, pengolahan makanan secara higienis dan matang sempurna, penyimpanan makanan yang tepat, kebersihan peralatan makan dan minum, serta penggunaan air bersih dan aman. Kegiatan berlangsung dengan baik dan masyarakat mengikuti edukasi secara antusias. Edukasi mengenai higiene makanan dan minuman diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengurangi risiko terjadinya gangguan pencernaan.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L) terhadap Tekanan Darah pada Pasien Prolanis dengan Hipertensi di Klinik Iman Ferrel Rauf Sukatendel; Shahrul Rahman
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i2.10167

Abstract

Introduction: Hypertension is the leading cause of preventable cardiovascular diseases worldwide. This condition is often reffered to as the "silent killer" because it slowly damages the heart, blood vessels, and other organs without showing obvious symptoms. Basil leaves contain flavonoids that show the capacity to inhibit angiotensin-converting enzymes, basil leaves also contain magnesium which has an antioxidant effect in preventing hypertension by reducing vascular damage due to oxidative stress. Objective: To analyze the effect of basil leaf extract (Ocimum basilicum L) on blood pressure in Prolanis patients with hypertension at IMAN Clinic.Methods: This type of study is a quantitative research using a quasi-experimental design "pre and post test without control group design". 28 samples were given capsules containing 550 mg of basil leaf extract, with a dose administered 2 times a day for 30 days.Results: Basil leaf extract could lower systolic blood pressure by 6 mmHg p=0,018 (p<0.05) while diastolic blood pressure was 6.07 mmHg p=0,000 (p<0.05). Conclusion: Consumption of basil leaf extract (Ocimum basilicum L) significantly lowered systolic blood pressure and diastolic blood pressure.