Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Communication Management

Hubungan antara Motivasi Penggunaan Aplikasi Media Sosial TikTok dengan Motif Mencari Identitas Diri di Kota Bandung Annisa Shafira Nurvadila; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.907 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.613

Abstract

Abstract. This research is entitled "The Correlation Between the Motivation of Using Social Media Applications with the Motive of Finding Self-Identity (Correlational Quantitative Study of TikTok Application Users)". The Douyin application or better known as TikTok comes from China which was launched in September 2016 by Zhang Yiming. This TikTok application is an application with a short video platform with a duration that was initially only 15 seconds until now it can be extended to 3 minutes which is socially based supported by music. This study aims to determine the relationship between the use of social media applications with the motive of seeking self-identity in TikTok application users in the city of Bandung. The theory used by researchers in this study is the theory of Uses and Gratification by McQuail, Blumler and Brown and the theory of Communication Identity by Jalaluddin Rakhmat. The scientific approach used in this study is quantitative with a correlational method that refers to the positivism paradigm. Data collection uses data collection techniques in the form of questionnaires, observations, interviews, and also literature or document studies. The results of this study indicate that there is a significant correlation between the motivation for using the TikTok social media application and the motive for seeking self-identity in Bandung City. This TikTok social media application user uses the TikTok application to find self identity. Abstrak. Penelitian ini berjudul “Hubungan Antara Motivasi Penggunaan Aplikasi Media Sosial dengan Motif Mencari Identitas Diri (Studi Kuantitatif Korelasional Pada Pengguna Aplikasi TikTok)”. Aplikasi Douyin atau yang lebih kita kenal dengan nama TikTok berasal dari negeri Cina yang diluncurkan pada bulan September 2016 oleh Zhang Yiming. Aplikasi TikTok ini adalah aplikasi dengan platform video pendek dengan durasi yang awalnya hanya 15 detik hingga sekarang bisa diperpanjang menjadi 3 menit yang berbasis sosial dengan didukung musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan aplikasi media sosial dengan motif mencari identitas diri pada pengguna aplikasi TikTok di Kota Bandung. Teori yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah teori Uses and Gratification oleh McQuail, Blumler dan Brown dan teori Identitas Komunikasi Jalaluddin Rakhmat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode korelasional yang mengacu pada paradigma positivisme. Pengumpulan data menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuisioner (angket), observasi, wawancara (interview), dan juga studi putaka atau dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan atau korelasi di antara motivasi penggunaan aplikasi media sosial TikTok dengan motif mencari identitas diri di Kota Bandung. Pengguna aplikasi media sosial TikTok ini menggunakan aplikasi TikTok untuk mencari identitas dirinya.
Hubungan Iklan "Ingat Pesan Ibu" dengan Penerapan Protokol Kesehatan Vianqa Azizah; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.379 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.644

Abstract

Abstract. In human civilization, communication becomes unimportant. Without communication, everything humans do is hampered without symbols, words, and meanings. One form of written communication that most people often use is advertising. The existence of advertising cannot be separated from verbal and visual elements. Just like public service advertisements “remember the message of mother” which presents attractive visuals and convincing verbal so that the audience who sees the advertisement will be persuaded to carry out health protocols. Advertisements here have a meaning as a reminder for public health, especially student health. Currently the world including our country Indonesia is experiencing a pandemic due to the Covid-19 Virus. This virus is already endemic and is being used as a global health emergency. The purpose of this study was to determine whether or not there is a relationship between the "Remember Mother's Message" advertisement and the application of health protocols to students of the Faculty of Communication Science, Islamic University of Bandung, class 2017. The methodology used in this study is a quantitative method with a correlation approach, while the analysis in this study uses several tests by distributing questionnaires and literature studies. The theory that supports this research is S-O-R. The results of this study, there is a relationship between the "Remember Mother's Message" advertisement and the application of health protocols to students of the Faculty of Communication Sciences, Islamic University of Bandung, class of 2017. Abstrak. Dalam peradaban manusia, komunikasi menjadi unsur penting. Tanpa komunikasi, semua yang dilakukan manusia terasa terhambat tanpa adanya simbol, kata, dan makna. Salah satu wujud komunikasi tulis yang kerap digunakan kebanyakan orang yaitu periklanan. Keberadaan iklan tidak terlepas dari unsur verbal dan visual. Sama halnya seperti iklan layanan masyarakat “ingat pesan ibu” yang menghadirkan visual menarik dan verbal yang persuasive agar khalayak yang melihat iklan tersebut menjadi terpersuasi untuk menjalankan protokol kesehatan. Iklan disini memiliki arti sebagai pengingat untuk kesehatan masyarakat terutama kesehatan Mahasiswa. Saat ini dunia termasuk negara kita Indonesia sedang mengalami pandemi akibat Virus Covid-19. Virus ini sudah mewabah dan menjadikannya sebagai darurat kesehatan global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara Iklan “Ingat Pesan Ibu” dengan Penerapan Protokol Kesehatan pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung angkatan 2017. Metodelogi yang digunakan penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional sedangkan analisis dalam penelitian ini menggunakan beberapa uji dengan penyebaran angket serta studi kepustakaan. Teori yang mendukung penelitian ini S-O-R. Hasil dari penelitian ini, adanya Hubungan antara Iklan “Ingat Pesan Ibu” dengan Penerapan Protokol Kesehatan pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung angkatan 2017.
Pengelolaan Media Sosial Instagram Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Dalam Memenuhi Informasi Publik Arli Nursiwan; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.72 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.723

Abstract

Abstract. Instagram social media management is a management strategy to fulfill a predetermined goal/target/function. Based on the embodiment of Law No. 14 of 2008 regarding public information disclosure (KIP) in facilitating relations between the government and its people, the Instagram account @kemenkumhamjabar has 14.9 thousand followers and the public satisfaction index for services (IKM) is 19.01 which is categorized as a very good index value. However, the lack of public interaction on the media account is an unfortunate concern, seeing from the success of achieving the number of followers and also the achievement of the satisfaction value that underlies the researchers wanting to know how to manage Instagram social media @kemenkumhamjabar in fulfilling public information. the subjects in the study focused on the division of Public Relations, Bureaucratic Reform, and Public Relations Information Technology which took part in managing the Instagram social media account @kemenkumhamjabar. The concept used in this research is the Circular Model of SoMe for Social communication which includes Share, Optimize, Manage, Engage to create an effective management that does not waste energy. The research uses the Qualitative Case Study method to explore data from one case in depth to reveal the reality behind the case. The results in this study at the Instagram share stage were chosen because of its popularity and millennials who are considered to gather a lot on Instagram social media. Optimize is done by optimizing the use of Instagram features even though they still look minimal, making captions, and hashtags have not been maximized. At the manage stage, it can be seen that there is no monitoring from the PR to observe the development of Instagram which makes Instagram @kemenkumhamjabar look monotonous and minimal interaction. And at the Engage stage, it is only done by collaborating with influencers but not doing research on the audience, namely followers of @kemenkumhamjabar. Abstrak. Pengelolaan media sosial instagram adalah suatu strategi pengelolaan untuk memenuhi suatu tujuan/target/fungsi yang sudah ditentukan. Berdasarkan perwujudan undang – undang nomor. 14 Tahun 2008 mengenai (KIP) keterbukaan informasi publik dalam memfasilitasi hubungan antara pemerintah dengan masyarakatnya, Akun instagram @kemenkumhamjabar memiliki followers 14,9 Ribu dan indeks kepuasan masyarakat kepada layanan (IKM) 19,01 yang dikategorikan sebagai nilai indeks yang sangat baik. akan tetapi minimnya interaksi publik di akun media tersebut menjadi perhatian yang disayangkan, melihat dari kesuksesan pencapaian jumlah followers dan juga peraihan nilai kepuasan yang mendasari peneliti ingin mengetahui bagaimana pengelolaan media sosial instagram @kemenkumhamjabar dalam memenuhi informasi publik. subjek dalam penelitian berfokus pada divisi Humas, Reformasi Birokrasi, dan Teknologi Informasi kehumasan yang ikut andil dalam mengelola akun media sosial instagram @kemenkumhamjabar. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini Circular Model of SoMe for Social communication yang meliputi Share, Optimize, Manage, Engage untuk menciptakan pengelolaan yang efektif dan tidak menghabiskan tenaga. Penelitian menggunakan metode Kualitatif Studi Kasus untuk menggali data dari satu kasus secara mendalam untuk membuka realitas di balik kasus. Hasil dalam penelitian ini pada tahap Share instagram dipilih karena kepopuleranya serta kaum milenial yang dinilai banyak berkumpul di sosial media instagram. Optimize dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan fitur-fitur instagram walaupun masih terlihat minim, pembuatan caption, dan hastag belum dimaksimalkan. Pada tahap manage terlihat bahwa tidak adanya monitoring dari pihak humas untuk mengamati perkembangan instagram yang menjadikan instagram @kemenkumhamjabar terlihat monoton dan minim interaksi. Dan pada tahapan Engage hanya dilakukan dengan berkolaborasi dengan influencer tetapi tidak dilakukannya riset mengenai audiens yaitu followers @kemenkumhamjabar.
Hubungan antara Pengunaan Media Sosial Instagram dengan Penerapan Informasi Tentang Covid-19 Robby waluya nurdiansyah; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.691 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.1014

Abstract

Abstract. In the current situation of the Covid-19 pandemic, the need for information about Covid-19 social media is very necessary in order to still be able to bring together separate parties and in the context of providing information. With the Covid-19 pandemic situation, information about Covid-19 is really needed by the community quickly and accurately. One of the media accounts that provide the latest information regarding Covid-19 in Indonesia is the Indonesian Ministry of Health's Instagram which has the username @kemenkes_ri. The Instagram social media account @kemenkes_ri provides information on the current situation related to Covid-19 in Indonesia. This study uses the S-R theory which bases the assumption that behavior change occurs depending on the quality of the stimulus (stimulus) that communicates with the organism. The researcher uses a quantitative method with a correlational study approach, wanting to know how the relationship between the use of Instagram social media can apply information about Covid-19 through the Instagram account @kemenkes_ri. The population in this study are active users in the @Kemenkes_Ri Instagram account. Sampling using Simple Random Sampling technique. With the sampling technique using the Slovin formula and the results obtained are 89 respondent. In this study, the measurement scale used in this study was the Likert scale. Test the validity and reliability test using the SPSS application, with the Cronbach test technique. The results of this study are that there is a very strong and significant relationship between the use of Instagram social media and the application of information on the @Kemenkes_Ri Instagram account on active users of the @Kemenkes_Ri Instagram account. There is a very strong relationship between Context and Application of Information on the Instagram account @Kemenkes_Ri on active users of the Instagram account @Kemenkes_Ri, there is a fairly strong relationship between Communication Application of Information on the Instagram account @Kemenkes_Ri on active users of the Instagram account @Kemenkes_Ri, there is a very strong relationship between Collaboration and Application of Information on the Instagram account @Kemenkes_Ri on active users of the Instagram account @Kemenkes_Ri, there is a very strong relationship between Connection and Application of Information on the Instagram account @Kemenkes_Ri on active users of the Instagram account @Kemenkes_Ri. Abstrak. Saat ini situasi pandemi Covid-19 kebutuhan informasi seputar Covid-19 media sosial sangat diperlukan demi tetap dapat mempertemukan pihak yang terpisah dan dalam rangka penyediaan informasi. Dengan situasi pandemi Covid-19 ini informasi tentang Covid-19 memang sangat dibutuhkan masyarakat tersebut secara cepat dan tepat. Salah satu akun media yang memberikan informasi mutakhir terkait Covid-19 di negara Indonesia adalah Instagram Kementerian Kesehatan RI yang memiliki username @kemenkes_ri. Akun media sosial Instagram @kemenkes_ri menyediakan informasi situasi terkait Covid-19 di Indonesia saat ini. Penelitian ini menggunakan teori S-R. Populasi dalam penelitian ini adalah Pengguna aktif dalam akun instagram @Kemenkes_Ri. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan hasil yang didapat sebesar 89 responden.. Pada penelitian ini menggunakan skala pengukuran dalam penelitian ini adalah skala likert. Uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan aplikasi SPSS, dengan teknik uji Cronbach. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara Penggunaan Media Sosial Instagram dengan Penerapan Informasi pada akun Instagram @Kemenkes_Ri pada pengguna aktif akun instagram @Kemenkes_Ri. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara Context dengan Penerapan Informasi pada akun Instagram @Kemenkes_Ri pada pengguna aktif akun instagram @Kemenkes_Ri, adanya hubungan yang cukup kuat antara Communication Penerapan Informasi pada akun Instagram @Kemenkes_Ri pada pengguna aktif akun instagram @Kemenkes_Ri, adanya hubungan yang sangat kuat antara Collaboration dengan Penerapan Informasi pada akun Instagram @Kemenkes_Ri pada pengguna aktif akun instagram @Kemenkes_Ri, adanya hubungan yang sangat kuat antara Connection dengan Penerapan Informasi pada akun Instagram @Kemenkes_Ri pada pengguna aktif akun instagram @Kemenkes_Ri.
Pemanfaatan Media Sosial Tik Tok sebagai Media Promosi Brand El Pietro Putri Syifa; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.638 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4198

Abstract

Abstract. El Pietro Coffee was founded in 2019. El Pietro introduces and utilizes Tik Tok social media to develop brand awareness. The Tik Tok @pietro.coffee account itself already has 13 thousand followers. The purpose of this study was to determine the implementation of the use of Tik Tok social media as a promotional media, to find out the forms of barriers to the use of Tik Tok social media as a promotional media, and to find out the reasons for choosing Tik Tok social media as a promotional media. This study uses a qualitative research method, using a case study approach. This study uses informants consisting of marketing El Pietro Coffee, Operational El Pietro Coffee. Data collection techniques used are observation, interviews, and literature study. The results obtained show the implementation of the use of Tik Tok social media on the @pietro.coffee account as a brand promotion media, using advertising, public relations and publicity, event and experience, and online and social media marketing in its promotional activities. Utilization of Tik Tok social media as a promotional medium to create and increase brand awareness. El Pietro Coffee stated that there are obstacles in the form of peopleware and hardware, namely the uncertainty of the Tik Tok algorithm in determining prime-time in each Tik Tok user account. The reason El Pietro Coffee uses Tik Tok social media as an online business tool is because currently the world is still being hit by the Covid-19 pandemic where the mobility of community activities outside the home still has to be limited, so El Pietro Coffee decided to use Tik Tok as a platform to promote brands, create and increase brand awareness, expand product target market, and get new target market. Abstrak. El Pietro Coffee berdiri pada tahun 2019. El Pietro memperkenalkan dan memanfaatkan media sosial Tik Tok untuk mengembangkan brand awareness. Akun Tik Tok @pietro.coffee sendiri sudah memiliki 13 ribu pengikut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pemanfaatan media sosial Tik Tok sebagai media promosi, untuk mengetahui bentuk hambatan pada pemanfaatan media sosial Tik Tok sebagai media promosi, dan untuk mengetahui alasan mengapa memilih media sosial Tik Tok sebagai media promosi. Penelitian ini menggunakan penelitian metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan informan yang terdiri dari marketing El Pietro Coffee, Operational El Pietro Coffee. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil yang diperoleh menunjukkan pelaksanaan pemanfaatan media sosial Tik Tok pada akun @pietro.coffee sebagai media promosi brand, menggunakan advertising, public relations and publicity, event and experience, dan online and social media marketing dalam kegiatan promosinya. Pemanfaatan media sosial Tik Tok sebagai media promosi untuk menciptakan dan meningkatkan brand awareness. El Pietro Coffee mengemukakan adanya hambatan dalam bentuk peopleware dan hardware yaitu tidak menentunya alogaritma Tik Tok dalam penentuan prime-time di setiap akun pengguna Tik Tok. Alasan El Pietro Coffee memanfaatkan media sosial Tik Tok sebagai sarana bisnis online dikarenakan saat ini dunia masih sedang dilanda pandemic Covid-19, maka El Pietro Coffee memutuskan untuk memanfaatkan Tik Tok sebagai platform untuk mempromosikan brand, menciptakan dan meningkatkan brand awareness, memperluas target pasar produk, dan mendapatkan target pasar yang baru.
Konstruksi Makna Budaya Ngopi sebagai Sarana Komunikasi Antarpribadi Remaja Kinanti Novinka; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.982 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4459

Abstract

Abstract. The background of this research is the coffee culture that is popular with the community, especially for teenagers..Researchers want to examine more deeply about the meanings, motives, and experiences of teenagers when drinking coffee. In addition, coffee is also a means of communication, especially interpersonal communication. Communication activities themselves can be done anywhere. One of them with coffee activities. Researchers also want to know how interpersonal communication occurs when drinking coffee. This study uses a qualitative phenomenological method. The theory used in this research is social construction theory. Researchers also set eight informants as sources of information for this study with the category of adolescents aged 19 to 24 years. The results showed that the meaning of coffee for teenagers is the activity of enjoying a cup of coffee while doing certain activities. Teenagers' motives for coffee are as a means of interaction, as a medium of activity, and as entertainment. The coffee experience experienced by teenagers is divided into positive and negative experiences. Meanwhile, in terms of interpersonal communication, communication while “ngopi” are effective for communication activity. Abstrak. Latar belakang penelitian ini adalah budaya ngopi yang semakin digemari masyarakat khususnya para remaja. Saat ini, ngopi bukan hanya sebagai kegiatan untuk menikmati secangkir kopi saja. seiring dengan perkembangan zaman, ngopi kini menjadi satu rutinitas bagi penikmatnya. peneliti ingin mengkaji lebih dalam tentang pemaknaan, motif, dan pengalaman remaja ketika ngopi. Selain itu, ngopi juga menjadi suatu sarana untuk berkomunikasi, khususnya komunikasi antarpribadi. Kegiatan komunikasi sendiri dapat dilakukan dimana saja. Salah satunya dengan kegiatan ngopi. Peneliti juga ingin mengetahui bagaimana komunikasi antarpribadi yang terjadi ketika ngopi. Hasil penelitian menunjukan bahwa makna ngopi bagi remaja adalah kegiatan menikmati secangkir kopi sambil melakukan aktivitas tertentu. Motif remaja untuk ngopi yaitu sebagai sarana interaksi, sebagai medium kegiatan, dan sebagai hiburan. Pengalaman ngopi yang dialami remaja terbagi menjadi pengalaman positif dan negatif. Sedangkan dari sisi komunikasi antarpribadi, adanya interaksi yang terjadi ketika ngopi menunjukan bahwa ngopi bisa menjadi sarana dan kegiatan komunikasi yang efektif khususnya bagi individu.
Etika Komunikasi K-Popers Indonesia di Media Sosial Instagram Rizkayanti Mariva; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5390

Abstract

Abstract. There is a communication ethic in social media that its users need to apply. However, it's still often ignored by some users. Seen on the K-pop news portal @panncafe, Indonesian K-popers comment on news of bullying. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1)How is cyber culture (K-Popers commenting on bullying news on the @panncafe) produced? (2)What is the pattern of communication that occurs between Indonesian K-Popers when interacting to share comments about bullying news on the @panncafe? (3)What are the values ​​that are built for Indonesian K-Popers in submitting comments about bullying news on the @panncafe?. Researchers used a virtual ethnographic method using a qualitative approach. The population in this study were followers of @panncafe which amounted to 678,000 accounts. With the sampling technique, namely Purposive Sampling, the research informants were obtained as many as 8 people. Data collection techniques used in this study were interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used in this research is the technical analysis of the Miles & Huberman model, and the analysis of cyber media. The results of this study are: cyber culture is produced with easy requirements provided by features on Instagram, with anonymous identity k-popers produce their comments which consist of elements of understanding, opinion, word choice, form, purpose, hashtag, and contribution in comments. The communication pattern consists of 4, namely reading the news, giving comments, interacting and discussing bullying news. The values ​​built by k-popers consist of motivation and moral & personal values ​​from comments. Abstrak. Terdapat etika komunikasi dalam bermedia sosial yang perlu diterapkan penggunanya. Namun, etika komunikasi masih sering diabaikan oleh beberapa pengguna. Terlihat pada akun Instagram portal berita K-pop @panncafe, para K-popers Indonesia saling berkomentar terhadap berita bullying yang dilakukan oleh artis Korea Selatan. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1)Bagaimana budaya siber (K-Popers Indonesia menyampaikan komentar mengenai berita bullying di akun Instagram @panncafe) itu diproduksi? (2)Bagaimana pola komunikasi yang terjadi antarentitas K-Popers Indonesia ketika berinteraksi untuk saling menyampaikan komentar mengenai berita bullying di akun Instagram @panncafe? (3)Apa saja nilai-nilai yang dibangun bagi antarentitas K-Popers Indonesia dalam menyampaikan komentar mengenai berita bullying di akun Instagram @panncafe?. Peneliti menggunakan metode etnografi virtual dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah pengikut akun Instagram @panncafe yang berjumlah 678.000 akun. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling diperoleh informan penelitian sebanyak 8 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis model Miles & Huberman, dan analisis media siber. Hasil dari penelitian ini adalah: budaya siber diproduksi dengan persyaratan mudah yang disediakan oleh fitur di Instagram, dengan identitas anonim k-popers memproduksi komentarnya yang terdiri dari unsur pemahaman, opini, pemilihan kata, bentuk, tujuan, hashtag, dan kontribusinya dalam komentar. Pola komunikasi terdiri dari 4, yakni membaca berita, memberikan komentar, melakukan interaksi dan mendiskusikan kembali berita bullying. Nilai yang dibangun k-popers terdiri dari motivasi serta nilai moral & personal dari komentar.
Strategi Komunikasi Pemasaran pada Rebranding Usaha Kuliner Kopi Nayla Rachmi; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5501

Abstract

Abstract. In a rebranding there are several stages in the form of renaming, relaunching, redesigning, repositioning. At the rebranding stage carried out by a business, a marketing communication strategy is needed, one of which is to be able to maintain a business so that purchases and brand awareness occur. The purpose of this research is to find out the marketing communication strategy used by Jatinangor Coffee in relaunching Jatinangor House, to find out the inhibiting factors for Jatinangor Coffee's marketing communication strategy in rebranding and to determine the supporting factors for Jatinangor Coffee's marketing communication strategy in rebranding. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The result of this research is the existence of a marketing communication strategy that is carried out by Jatinangor House in conducting a re-launch, namely maximizing the use of several Instagram social media features, collaborating with coffee review instagram accounts, collaborating with online sales media and providing the maximum possible service on sales. direct . In the marketing strategy communication that finds, the discovery of obstacles in the form of competitors, but these obstacles are overcome by continuing to follow the competition by continuously presenting new innovations. In addition to the obstacles found, Jatinangor House also found supporting factors in the form of promotions that were obtained free of charge from the public who provided reviews in the form of product coverage on Jatinangor House's social media. Abstrak. Dalam suatu rebranding terdapat beberapa tahapan yang berupa renaming, relaunching, redesigning, repositioning. Pada tahapan rebranding yang dilakukan oleh suatu usaha, diperlukan suatu strategi komunikasi pemasaran yang salah satunya dimaksudkan untuk dapat mempertahankan suatu usaha agar terjadinya pembelian dan kesadaran merk. Tujuan penelitian Untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Jatinangor Coffe dalam melakukan relaunching menjadi Jatinangor House, untuk mengetahui faktor penghambat strategi komunikasi pemasaran Jatinangor Coffe dalam melakukan rebranding dan untuk mengetahui faktor pendukung strategi komunikasi pemasaran Jatinangor Coffe dalam melakukan rebranding. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah adanya strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Jatinangor House dalam melakukan relaunching yaitu memaksimalkan penggunaan pada beberapa fitur media sosial instagram, melakukan kerja sama dengan akun instagram ulasan kopi, melakukan kerja sama dengan media penjualan online dan melakukan pelayanan semaksimal mungkin pada penjualan langsung. Pada strategi komunikasi pemasaran yang dilakukannya, ditemukan hambatan berupa hadirnya pesaing, tetapi hambatan tersebut tentunya diatasi dengan terus mengikuti persaingan dengan teru menghadirkan inovasi baru. selain hambatan yang ditemukan, jatinangor house juga menemukan faktor pendukung berupa adanya promosi yang didapatkan secara gratis dari masyarakat yang memberikan ulasan berupa liputan produknya pada media s osial jatinangor house.
Hubungan Iklan Shopee 12.12 di Instagram dengan Perilaku Konsumtif Remaja: Studi Korelasional pada followers akun instagram @Shopee_id Ajeng Muktiwidari; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5558

Abstract

Abstract. The most widely used digital media is social media. One of the social media used by companies in advertising activities in an effort to increase brand awareness is Instagram. Shopee ads shown on Instagram are 12.12 promo ads. Birthday Sale. This advertising campaign will be held from November 15 to December 12, 2021. This advertisement can attract people's attention in terms of the message conveyed by the uniqueness of the message content. The theory used in this study is the S-O-R Theory. This S-O-R theory assumes that verbal words, nonverbal cues, certain symbols will stimulate other people to respond in a certain way. Where in this case, that the shopee 12.12 birthday sale ad on Instagram can change the behavior of followers to become consumptive. This study uses a quantitative method with a correlational study approach. The data were collected using the distribution of questionnaires. The sampling technique was carried out by non-probability sampling with the saturated sampling technique. The respondents in this study were 100 people who were followers of the @shopee_id Instagram account. The results in this study are that there is a low but definite relationship between attention to Shopee 12.12 Birthday Sale advertisements on Instagram and adolescent consumptive behavior on followers of the @Shopee_id Instagram account, a low but definite relationship between interest in Shopee 12.12 Birthday Sale advertisements on Instagram and consumptive behavior. teenagers on followers of the Instagram account @Shopee_id, a significant relationship between the desire for Shopee 12.12 Birthday Sale ads on Instagram and Consumptive Behavior of teenagers on followers of the Instagram account @Shopee_id and a significant relationship between attention to Shopee 12.12 Birthday Sale ads on Instagram and Consumptive Behavior teenagers on Instagram account followers @Shopee_id. Abstrak. Media digital yang sangat banyak dimanfaatkan yaitu media sosial. Salah satu media sosial yang dipergunakan perusahaan dalam kegiatan beriklan dalam usaha meningkatkan kesadaran merek adalah Instagram. Iklan Shopee yang ditayangkan di Instagram adalah iklan promo 12.12. Birthday Sale. Kampanye iklan ini digelar mulai 15 November-12 Desember 2021. Iklan ini dapat menarik perhatian masyarakat dari segi pesan yang disampaikan dengan keunikan dalam isi pesan tersebut. Teori digunakan pada penelitian ini Teori S-O-R. Teori S-O-R ini mengasumsikan bahwa kata-kata verbal, isyarat nonverbal, symbol-simbol tertentu akan merangsang orang lain memberikan respon dengan cara tertentu. Dimana dalam hal ini, bahwa iklan shopee 12.12 birthday sale di Instagram bisa memberikan perubahan perilaku pada followers menjadi konsumtif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional. Data yang dikumpulkan menggunakan penyebaran kuisioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Non Probability sampling dengan Teknik Sampling Jenuh. Responden pada penelitian ini sebanyak 100 orang yang merupakan followers akun Instagram @shopee_id. Pada penelitian ini juga menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang rendah tapi pasti antara perhatian pada Iklan Shopee 12.12 Birthday Sale di Instagram dengan Perilaku Konsumtif remaja pada followers akun Instagram @Shopee_id, hubungan yang rendah tapi pasti antara ketertarikan pada Iklan Shopee 12.12 Birthday Sale di Instagram dengan Perilaku Konsumtif remaja pada followers akun Instagram @Shopee_id, hubungan yang cukup berartii antara keinginan pada Iklan Shopee 12.12 Birthday Sale di Instagram dengan Perilaku Konsumtif remaja pada followers akun Instagram @Shopee_id dan hubungan yang cukup berarti antara perhatian pada Iklan Shopee 12.12 Birthday Sale di Instagram dengan Perilaku Konsumtif remaja pada followers akun Instagram @Shopee_idKata Kunci—Iklan, Perilaku Konsumtif, Kuantitatif Korelasiona.
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Brand Fashion Melalui Media Sosial Instagram Pranasakya Ananda Gilang Umbara; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6612

Abstract

Abstract. This research is entitled Digital Marketing Communication Strategy for Fashion Brands Through Instagram Social Media (Case Study on Instagram Brand @fabricthejeans). The purpose of this research is to find out the marketing communication strategy carried out by Fabric The Jeans through Instagram and the Instagram features used for marketing on Instagam. The subjects of this research are the founder and owner of Fabric The Jeans, marketing and admin of Instagram Fabric The Jeans, and followers of the Instagram account Fabric The Jeans. The data collection techniques of this research were observation and interviews. Data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, verification and conclusion drawing. The results of this study are market segmentation conducted by Fabric The Jeans based on demographics, namely among teenagers aged between 16 years to 24 years with a male-only market. Segmentation based on geography or region, namely Bandung, Jakarta, Bekasi, and Cianjur. There are also countries such as Indonesia, Malaysia, Germany, and the United States. Segmentation based on psychographics, namely people who are in style with denim. Fabric The Jeans target market in general is people who have an interest in the metal music genre and extreme sports such as skateboarding and bmx. The specific target market determined by Fabric The Jeans is motorcycle children, especially custom motorcycles. Fabric The Jeans wants to position itself as a specialist motorcycle denim brand by producing basic casual style products and carrying navy or dark blue colors in every Instagram upload that is close to indigo color as the basic color of denim fabric. The reason why Fabric The Jeans conducts digital marketing communications on Instagram is because it is free and easy to use because it only has photos and videos using the feeds and insta story features which are uploaded two to three times in one day, has many users, one of which is children. young people or teenagers, can connect with other social media such as Facebook and can display links to other platforms such as WhatsApp, Tokopedia, and Shopee. Abstrak. Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Brand Fashion Melalui Media Sosial Instagram (Studi Kasus Pada Instagram Brand @fabricthejeans). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui segmentasi pasar, target pasar, dan positioning Fabric The Jeans melalui Instagram. Subjek penelitian ini adalah pendiri sekaligus pemilik Fabric The Jeans. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah segmentasi pasar yang dilakukan Fabric The Jeans berdasarkan demografis yaitu kalangan anak remaja rentang usia antara 16 tahun hingga 24 tahun dan khusus laki-laki. Segmentasi berdasarkan geografis atau wilayah yaitu Kota Bandung, Jakarta, Bekasi, dan Cianjur. Juga ada negara Indonesia, Malaysia, Jerman, dan Amerika Serikat. Target pasar Fabric The Jeans secara umum yaitu orang yang memiliki ketertarikan di bidang musik bergenre metal dan cabang olahraga ekstrim seperti skateboard dan bmx. Target pasar khusus yang ditentukan oleh Fabric The Jeans yaitu kalangan anak motor terutama motor custom, semi trail, dan adventure. Segmentasi berdasarkan psikografis yaitu orang yang senang bergaya dengan denim. Fabric The Jeans ingin memposisikan dirinya sebagai brand denim motor specialist dengan menghasilkan produk bergaya basic casual dan menampilkan feeds dengan warna navy atau biru tua di setiap unggahan Instagramnya yang mendekati warna indigo sebagai warna dasar kain denim. Alasan mengapa Fabric The Jeans melakukan komunikasi pemasaran digital di Instagram dikarenakan pemakaiannya yang gratis dan mudah dalam penggunaannya karena hanya bermodal foto dan video menggunakan fitur feeds dan insta story yang dilakukan dua hingga tiga kali unggahan dalam satu hari, memiliki banyak pengguna yang salah satunya kalangan anak muda atau remaja, bisa terhubung dengan media sosial lainnya seperti facebook dan bisa menampilkan tautan platform lain seperti whatsapp, tokopedia, dan shopee.