Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Communication Management

Pengaruh Komunikasi Interpersonal Guru dengan Orang Tua terhadap Pengetahuan Perkembangan Sosial Emosional Anak Sania Wahyuni; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7561

Abstract

Abstract. Research on the Influence of Interpersonal Communication between Teachers and Parents on Knowledge of the Social Emotional Development of Children Aged 5-6 This year is to find out how much influence interpersonal communication between teachers and parents has in determining the social emotional development of children aged 5-6 years in Kober, Pamulihan District. The focus of this study was to find out whether there was an influence of teacher-parent interpersonal communication on the knowledge of the social emotional development of children aged 5-6 years based on DeVito's words, namely, openness, empathy, support, positive attitude and equality. The Johari Window theory is the theory used in this study. The influence test method is the method used in this study with a quantitative approach. The Multistage Cluster Sampling technique was determined by the researcher for the number of samples taken. This study has a population of 1,602 people with a sample of 181 parents. The results of the research obtained on knowledge of the social emotional development of children aged 5-6 years in Kober in the Pamulihan Sub-District are that interpersonal communication has no effect on knowledge of the social emotional development of children aged 5-6 years in 5 Kober in the Pamulihan District. Parental knowledge is influenced by other variables, namely the use of modern technology and also group communication with parents. Abstrak. Penelitian mengenai Pengaruh Komunikasi Interpersonal Guru dengan Orangtua Terhadap Pengetahuan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi interpersonal antara guru dengan orang tua dalam mengetahui perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di Kober Wilayah Kecamatan Pamulihan. Fokus pada penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh dari komunikasi interpersonal guru dengan orang tua dalam pengetahuan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun berdasarkan ungkapan DeVito yaitu, keterbukaan, sikap empati, dukungan, sikap positif dan kesetaraan. Teori Johari Window merupakan teori yang digunakan pada penelitian ini. Metode uji pengaruh merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan Kuantitatif. Teknik Multistage Cluster Sampling ditentukan oleh peneliti untuk teknik pengambilan jumlah sampel. Penelitian ini memiliki populasi sebanyak 1.602 orang dengan sampel 181 orang tua. Hasil dari penelitian yang diperoleh terhadap pengetahuan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di Kober Wilayah Kecamatan Pamulihan ini adalah komunikasi interpersonal tidak berpengaruh terhadap pengetahuan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun pada 5 Kober di Wilayah Kecamatan Pamulihan. Pengetahuan orangtua dipengaruhi oleh variabel lain, yaitu penggunaan teknologi yang modern dan juga komunkasi kelompok pada orangtua.
Representasi Komunikasi Gender dalam Film Penyalin Cahaya Afra Cholisul Anggraini; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7881

Abstract

Abstract. This research is entitled Presentation of Communication in Photocopier movie. Photocopier is a movie that discusses sexual violence experienced by a female student named Suryani or Sur. The purpose of this study is to find out how the representation of gender communication is shown in Photocopier movie, also knowing the meaning of denotation, connotation, and myths from gender communication in the film Copying Light itself. In this study, researchers wanted to know the representation of gender communication contained in Photocopier movie. This study used qualitative research methods. This research was conducted based on Semiotic Analysis by Roland Barthes. Roland Barthes himself has three categories of analysis namely denotative meaning, connotative meaning and myth. The object of this research is Film Copying Light, with the research subject Suryani and Tariq. Data collection techniques used in this research are observation, documentation, and literature study. The results of this study are gender communication in the film Photocopier which is analyzed based on three categories from Roland Barthes, namely denotation, connotation and myth. Abstrak. Penelitian ini berjudul Peresentasi Komunikasi dalam Film Penyalin Cahaya. Penyalin Cahaya merupakan film yang membahas kekerasan seksual yang dialami seorang mahasiswi bernama Suryani atau Sur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana representasi komunikasi gender yang ditampilkan dalam film Penyalin Cahaya, serta mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos dari komunikasi gender dalam film Penyalin Cahaya sendiri. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui representasi komunikasi gender yang terdapat dalam film Penyalin Cahaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, Adapun penelitian ini dilakukan berdasarkan Analisis Semiotika oleh Roland Barthes. Roland Barthes sendiri memiliki tiga kategori analisis yaitu makna denotasi, makna konotasi dan mitos. Objek dari penelitian ini adalah Film Penyalin Cahaya, dengan subjek penelitian Suryani dan Thariq. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi gender dalam film Penyalin Cahaya yang dianalisis berdasarkan tiga kategori dari Roland Barthes yaitu denotasi, konotasi dan mitos.
The Penggunaan Akun Kedua di Media Sosial Instagram Deska Muhammad Ghifari Hermulya; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.9253

Abstract

Abtract. In this Information era internet helps us on every communication we did everyday, Internet also helps us to accssess social media to fulfil our desire in communication. In this digital era, a lot of people express themselves through photos or videos using social media and one of the biggest social media platform that people used to share their photos and videos are Instagram. In other ways instagram is short of places where people can built their images into something that they want, and it makes people used their account instagram very carefully with what they shared. This condition has affect second account phenomena to become the alternative ways of instagram users for shares their contents into the smaller group and express their emotions freely through their content post.This study is purposed to understand about the second account phenomena, starting meaning and motiveof the second account users on Instagram. This study using qualitative research with phenomenology to get to know more about how second account users delivers their messages through instagram features, and the reasons why users used second account on instagram. This study is using interview methods to the second account users and observed the Instagram as the platform. Second account users interpretation usage of the second account as a medium for shares their private life information or it can be calles as self disclosures.this puporsely to become closer with their friends in the second account. Abstrak. Di era Informasi Internet telah menunjang segala kegiatan komunikasi yang kita lalui sehari-hari, Internet juga membantu kita untuk mengakses media sosial yang dapat memenuhi Hasrat berkomunikasi. Penggunaan Media Sosial Instagram menjadi wadah untuk membagikan dan mengekspresikan diri melewati foto, video dan kata-kata kepada para followersnya, selain itu Instagram juga menjadi tempat bagi para penggunanya untuk mengkonstruksikan diri menjadi seperti yang kita inginkan. Fenomena penggunaan second account menjadi alternatif para pengguna Instagram untuk membagikan dan mengekspresikan diri mereka di dalam ruang lingkup yang lebih kecil serta dapat berkomunikasi dengan lebih jujur dalam membagikan postingan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motif dan makna bagi para Penggunaa second account di Instagram. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk dapat mengetahui lebih dalam mengenai pengguna second account menyampaikan pesan melalui fitur-fitur yang tersedia. Alasan menggunakan second account dengan Teknik peneltian wawancara melalui Informan pengguna second account serta observasi melalui media sosial Instagram. Para pengguna memaknai penggunaan second account sebagai tempat untuk berbagi keluh kesah dalam keseharaian. Selain itu second account juga dijadikan sebagai wadah untuk membagikan informasi tentang diri sendiri atau bisa dianggap sebagai melakukan self disclosure agar bisa menjadi lebih dekat dengan teman-teman di second account.
Hubungan Penggunaan Instagram dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Warga Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Ristianto; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15679

Abstract

Abstract. This research is entitled The Relationship between Instagram Use and Fulfilling the Information Needs of Dayeuhkolot Residents, Bandung Regency "Correlational Study of the Instagram Account @Infotidayeuhkolot". The purpose of this research is to find out how much influence the social media Instagram has on the information needs of the community, especially residents around the Dayeuhkolot area. This research uses the uses and gratifications theory, where this theory emphasizes that listeners, readers, viewers can choose and use various media options such as Instagram social media as a determinant of selecting messages and media for personal satisfaction. The description of this theory is that media is directly related to active audiences, such as Instagram social media as a provider of information that can be accessed by Instagram users. This research uses quantitative methods with a correlational approach. The population in this study were Instagram followers @infotidayeuhkolot with a sample of 51 respondents. Meanwhile, the data collection technique for this research was carried out through distributing questionnaires and observation. The results of this research are: (1) There is a positive relationship between aspects of the intensity of Instagram media use and fulfilling information needs. (2) There is a positive relationship between aspects of message content using Instagram media and fulfilling information needs. (3) There is a positive relationship between the attractiveness aspect of using Instagram media and fulfilling information needs. Keywords: Social Media, Instagram, Information Needs. Abstrak. Penelitian ini berjudul Hubungan Penggunaan Instagram Dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Warga Dayeuhkolot Kabupaten Bandung “Studi Korelasional Pada Akun Instagram @Infotidayeuhkolot”. Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari media sosial instagram terhadap kebutuhan informasi masyarakat, terutama warga di sekitar daerah Dayeuhkolot. Penelitian ini menggunakan teori uses and gratifications, dimana teori tersebut menekankan bahwa pendengar, pembaca, penonton dapat memilih dan menggunakan opsi berbagai media seperti halnya media sosial instagram sebagai penentu pemilihan pesan dan media untuk kepuasan pribadi. Gambaran teori ini media berkaitan langsung dengan khalayak aktif, seperti halnya media sosial instagram sebagai penyedia informasi yang dapat diakses oleh pengguna instagram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah followers instagram @infotidayeuhkolot dengan sampel sebanyak 51 responden. sedangkan Teknik pengambilan data penelitian ini dilakukan melalui penyebaran angket dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Terdapat hubungan positif antara aspek intensitas penggunaan media instagram dengan pemenuhan kebutuhan informasi. (2) Terdapat hubungan positif antara aspek isi pesan penggunaan media instagram dengan pemenuhan kebutuhan informasi. (3) Terdapat hubungan positif antara aspek daya tarik penggunaan media instagram dengan pemenuhan kebutuhan informasi. Kata Kunci: Media Sosial, Instagram, Kebutuhan Informasi.
Hubungan Komunikasi Keluarga terhadap Self-Esteem pada Usia Dewasa Awal Ionis Dui Kusumawangi; Rinawati, Rini
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v5i2.20987

Abstract

Abstract. Parent-child communication plays a significant role in shaping self-esteem, especially for individual in the emerging adulthood phase. This study aims to examine the relationship between family communication—particularly communication between parents and children—with self-esteem in at the early adulthood stage. This research employs a correlational approach using a quantitative method. The population consists of undergraduate students from the Communication Science Study Program at Universitas Islam Bandung, aged between 18 to 25 years. A total sample of 92 respondents. Data collection was carried out of questionnaires using a Likert scale, followed by data analysis through correlational techniques. The Spearman Rank correlation test was conducted using the SPSS 26.00 software. The correlation analysis revealed a very strong relationship between parent-child communication and self-esteem in early adulthood, indicated by a correlation coefficient of 0.831. This study reinforces the importance of family communication as a key factor in the development of self-confidence and self-image during early adulthood. Abstrak. Komunikasi orang tua dan anak memberikan peran penting dalam membangun self-esteem, terutama untuk individu yang sedang dalam fase dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara komunikasi keluarga, khususnya komunikasi antara orang tua dan anak, dengan self-esteem pada usia dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional dengan metode kuantitatif . Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Islam Bandung yang berada direntang usia 18-25 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner berskala likert yang selanjutnya dilakukan analisis data melalui teknis analisis data korelasional. Maka dilakukan uji korelasi Rank Spearman dengan menggunakan program SPSS 26.00. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara komunikasi orang tua dan anak dengan tingkat self-esteem pada individu dewasa awal, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,831. Penelitian ini mempertegas pentingnya komunikasi keluarga sebagai faktor utama dalam pembentukan kepercayaan diri dan citra diri individu pada tahap perkembangan dewasa awal.