Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Rencana Startup TiketAja Erika Syafitri; Elen Bismika Azela; Ana Natasa; Feni Helisa; Firdaus Agusrianto; Tiara Fitari
UPAJIWA DEWANTARA : Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen Daulat Rakyat Vol 8 No 2 (2024): UPAJIWA DEWANTARA: JURNAL EKONOMI, BISNIS DAN MANAJEMEN DAULAT RAKYAT
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digital sekarang, perkembangan teknologi yang selalu berinovasi dan berkembang pesat yang menjadi pemicu pertumbuhan usaha online dan startup di Indonesia, khususnya di sektor layanan transportasi. Ide pembuatan start up pada sektor layanan tiket online sebagai fokus perencanaan TiketAja yang didorong oleh berbagai faktor utama di era serba digital dan kemajuan teknologi yang pesat. Yang dimana tren pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia, yang terus meningkatkan pasca pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk memudahkan kebutuhan dengan menyediakan platform pemesanan tiket yang komprehensif dan mudah digunakan, baik dalam segi transportasi, hotel, maupun wisata. Metode penelitian yang dilakukan peneliti adalah metode deskriptif kualitatif dengan objek penelitian difokuskan pada calon pengguna potensial serta pakar dalam industri yang relevan. esimpulannya, TiketAja memiliki peluang besar untuk berkembang di industri tiket online dengan syarat dapat beradaptasi dengan perubahan tren dan kebutuhan pelanggan. Kata Kunci: Startup, Pariwisata, Pengalaman Pelanggan, Segmentasi Pasar, Platform Digital
Smart Tourism Development through QRIS Adoption among MSMEs Herlissha, Novita; Tiara Fitari; Abdul Hafiz
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of smart tourism in tourism villages requires the integration of digital services that enhance efficiency, accessibility, and visitor experience. One essential component of smart tourism is the adoption of digital payment systems supported by adequate digital financial literacy among local micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Batu Belubang Tourism Village has significant tourism potential; however, most MSME actors still rely on cash-based transactions due to limited understanding of digital financial services. This community service program aims to improve digital financial literacy and support the implementation of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) among MSMEs as part of smart tourism development. The program employed a direct, door-to-door assistance method using a participatory approach, involving lecturers and students as facilitators. Activities included individual socialization, technical assistance for QRIS registration, and initial implementation guidance. The results indicate a notable improvement in MSMEs’ understanding of digital payment systems and a positive attitude toward QRIS adoption. MSME actors began to recognize QRIS as a tool that supports transaction efficiency, financial transparency, and tourist convenience. This program contributes to strengthening the digital ecosystem of tourism villages and supports the sustainable development of smart tourism at the local level
Analisis Gap antara Literasi dan Inklusi Keuangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tiara Fitari; Abdul Hafiz
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 10 No. 1 (2026): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v10i1.19158

Abstract

Tingkat literasi dan inklusi keuangan merupakan indikator penting dalam pembangunan ekonomi suatu daerah. Berdasarkan data terbaru, indeks literasi keuangan di Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2024 mencapai 62,34%, sementara indeks inklusi keuangan lebih tinggi, yaitu 79,48%. Perbedaan yang signifikan ini menunjukkan adanya gap antara pemahaman masyarakat terhadap konsep keuangan dan akses mereka terhadap layanan keuangan formal. Kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pendidikan, akses terhadap informasi keuangan, dan efektivitas program edukasi keuangan. Meskipun tingkat inklusi keuangan di Bangka Belitung cukup tinggi, rendahnya literasi keuangan masih menjadi tantangan utama. Keseimbangan antara dua indikator ini jika tidak diperhatikan maka akan berdampak pada permasalahan seperti rendahnya efektivitas program keuangan, penyalahgunaan produk keuangan, serta peningkatan risiko finansial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis GAP antara literasi dan inklusi keuangan serta mengindentifikasi faktor-faktor determinan yang mempengaruhinya seperti Pendidikan, pendapatan, usia dan akses internet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 115 responden masyarakah usia produktif si Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Data dianalisis melalui analisis deskriptif, analisis gap berbasis skor dan indeks, serta analisis linear berganda. Hasil menunjukan bahwa terdapa GAP anatara literasi dan inklusi keuangan. Hasil regresi menunjukkan bahwa Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan, variable pendapatan berpengaruh negatif dan signifikan dan variable usia dan akses internet tidak berpengaruh signifikan terhadap GAP literasi dan inklusi keuangan. Secara simultan, seluruh variable independent berpengaruh signfikan terhadap GAP literasi dna inklusi keuangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.