Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of Vegetables Marketing Strategy at Center of Agriculture Course and Self-Subsistent Rural Areas (P4S) Wanua Lampoko Suherman Suherman; Asrijal Asrijal; Fitry Purnamasari; Sri Hardianti Rosadi
Agribusiness Journal Vol 6, No 2 (2023): Agribusiness Journal
Publisher : UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/aj.v6i2.2077

Abstract

One of the enormous potentials in the agricultural sector is horticulture, which plays an important role in ensuring adequate nutrition for the community such as vegetables, fruit, flowers, live plants, etc. Wanua Lampoko Independent Agricultural and Rural Training Center (P4S), Lampoko Village, Barebbo District, Bone Regency is an agricultural education and training institution which is a forum for education and teaching for farmers and agricultural practitioners as well as coaching farmers in the fields of agriculture, horticulture, animal husbandry, fisheries , plantations and other social fields that are just and sustainable. The aim of this research is to analyze the Vegetables Marketing Strategy at P4S Wanua Lampoko. The method used is SWOT analysis with stages, namely problem definition, data collection, data processing, data analysis and drawing conclusions. The results of the SWOT matrix show that from several IFAS internal factors and EFAS external factors, P4S has quite large strengths with a score of 1.971 which is higher than the weakness score of 1.536. However, there is a threat to the score1,882whose value is close to the strength score and greater than the opportunity score of 1.653. The position of P4S Wanua Lampoko is in quadrant II, which means that even though it faces various threats, P4S Wanua Lampoko still has strength from an internal company perspective. The strategy that must be established is to use strengths to take advantage of long-term opportunities with a diversification strategy. P4S Wanua Lampoko, which is based on the ST (Strength and Treats) strategy, is expected to be able to control product prices to increase people's purchasing power, use quality seeds to increase production and quality of vegetables sold.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Teknologi Pembuatan Bakso Ikan Sapu- Sapu Dan Pakan Ternak Dari Tepung Ikan Sapu- Sapu Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Di Desa Assorajang Syamsiar, Syamsiar; Darwis, Darwis; Nurjaya, Nurjaya; Murmayani, Murmayani; Yusran, Yusran; Asrijal, Asrijal
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v4i1.66417

Abstract

Abstrak. Ketahanan pangan merupakan konsep yang tidak hanya menjadikan faktor produksi sebagai variabel utama pencapaian, melainkan terdapat faktor ekonomi yang juga menjadi penentu. Sedangkan nilai ekonomi bukan hanya mencakup kontribusi pangan terhadap devisa negara akan tetapi juga perihal taraf ekonomi pelaku yaitu petani dan nelayan. Selama ini jika ditinjau dari aspek kontribusi maka terlihat ketimpangan yang besar antara besarnya nilai kontribusi pangan bagi ekonomi negara sedangkan para pelaku (petani dan nelayan) rata-rata berada dalam garis kemiskinan. Oleh karena itu aksi kolaborasi kemitraan kelompok masyarakat yang diusul oleh tim peneliti menggunakan pendekatan pemberdayaan pemanfaatan sumber daya alam dengan menjadikan pelaku sebagai titik prioritas eksekutor sehingga pemberdayaan dapat menambah daya produktifitas mitra. Adapun tujuan dari pengabdian ini yaitu; 1) Diversifikasi produk olahan mitra melalui pengolahan ikan sapu-sapu menjadi produk pangan berupa bakso, 2) Pembuatan pakan alternatif bernutrisi dari limbah kulit dan tulang ikan sapu-sapu, 3) Meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir danau Tempe melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Penjabaran tujuan merupakan upaya dalam mewujudkan ketahanan pangan, menciptakan generasi cerdas melalui peningkatan konsumsi pangan bergizi dan menekan biaya produksi peternakan ayam melalui pemanfaatan bahan baku lokal. Kata Kunci: Ikan Sapu-sapu, Bakso, Tepung Ikan, Pellet
Pembuatan Pengaman Kolam Ikan di Desa Timbuseng Kecamatan Pattalasang Kabupaten Gowa Mustarin, Amirah; Akram, Andi Muhammad; Marhayati, Marhayati; Nurmila, Nurmila; Asrijal, Asrijal
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (September 2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v3i3.10801

Abstract

Kegiatan budidaya ikan nila dengan kolam terpal di Desa Timbuseng memiliki beberapa kendala, salah satunya adalah masalah keamanan. Pencurian ikan nila di kolam budidaya merupakan masalah yang sering dihadapi oleh para pembudidaya ikan ikan, khususnya di daerah pedesaan atau wilayah dengan pengawasan terbatas. Jumlah ikan yang ditebar salah pembudidaya ikan di Desa Timbuseng yang merupakan milik sekolah Tahfidz Muamalah AL Qudsiyah yaitu sebanyak 750 ekor benih di setiap kolam, tetapi setelah kasus pencurian terjadi maka jumlah ikan yang masih ada hanya sekitar 100 ekor.  Jumlah kerugian ditaksir mencapai 1,5 juta setiap kolam ikan dengan berbagai biaya yang telah dikeluarkan selama pemeliharaan ikan.  Ikan nila (Oreochromis niloticus) menjadi target utama pencurian karena memiliki nilai ekonomis tinggi, mudah dibudidayakan, dan permintaan pasar yang stabil. solusi inovatif untuk meningkatkan keamanan kolam ikan nila. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah pembuatan tutup kolam ikan dengan besi dan kawat galvanish. Tutup berbahan besi dipilih karena sifatnya yang kokoh, tahan lama, dan sulit ditembus, sehingga dapat mencegah akses langsung ke kolam oleh pihak yang tidak berwenang. Inovasi ini juga dapat dirancang dengan sistem kunci atau engsel agar tetap praktis digunakan oleh pembudidaya ikan saat pemberian pakan atau pemanenan, sekaligus memberikan perlindungan maksimal terhadap ancaman pencurian.
The Role of Public Administration in Strengthening Sustainable Rural Food Systems in Manurung Village, Bola District, Wajo Regency Asrijal Asrijal; Besse Herlina; Andi Bagas Sulungkau; Darmawan Sanusi; Ambo Upe
Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): July: Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Scien
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/educationaldynamics.v3i3.324

Abstract

This study aims to identify the supporting and inhibiting factors affecting the role of public administration in strengthening rural food systems and to formulate strategies for optimizing public administration to achieve sustainable rural food systems. The study was motivated by the strategic role of public administration in planning, organizing, coordinating, implementing policies, and monitoring food development programs. A mixed-methods approach combining qualitative and quantitative techniques was employed. Informants included village officials, farmer groups, community leaders, and community members selected through purposive sampling. Data were collected through focus group discussions (FGDs), in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Pearce and Robinson (2009) model. The findings indicate that Manurung Village possesses several supporting factors, including extensive agricultural land, available local labor, supportive village regulations, active farmer groups, and village funds allocated to the food sector. External opportunities include government food security programs, access to digital markets, agricultural empowerment initiatives, private-sector partnerships, and increasing local food consumption. Major constraints consist of limited administrative capacity, suboptimal program management, inadequate irrigation infrastructure, dependence on middlemen, limited agricultural innovation, climate change, commodity price fluctuations, land conversion, external competition, and dependence on subsidized fertilizers. IFAS analysis produced a strength score of 2.28 and a weakness score of 0.72, indicating that existing strengths can overcome internal weaknesses. The recommended strategy is the SO (Strength–Opportunity) strategy, which emphasizes maximizing internal strengths while utilizing external opportunities to support a sustainable rural food system.