Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EDUCANDY: Innovation of 21st Century Learning Media to Increase Student Learning Outcomes Agustin Kharisma Dewi; Chika Setyorini; Fatimah Zahro; Wahyono Wahyono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.621 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar siswa dengan mengkombinasikan penggunaan teknologi digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu perumusan masalah, mencari dan memilih landasan teori, menganalisis data-data yang telah didapatkan, terakhir menarik kesimpulan. Pembelajaran abad 21 banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi misalnya dalam penggunaan media pembelajaran. Salah satu inovasi media pembelajaran abad 21 adalah aplikasi Educandy. Educandy adalah aplikasi berbasis game edukasi dengan 3 fitur permainan utama, yaitu words, matching pairs dan quiz questions yang bisa digunakan karena dapat mengurangi rasa bosan ketika pembelajaran. Hasil penelitian ini sependapat dengan temuan penelitian yang menyatakan penggunaan aplikasi Educandy dalam pembelajaran, motivasi belajar siswa berada dalam kategori baik. Penggunaan Educandy mempengaruhi hasil belajar siswa karena dapat meningkatkan minat serta motivasi belajar siswa. Educandy adalah aplikasi yang tepat digunakan dalam proses pembelajaran abad 21. 
PEMBANGUNAN GEOPORTAL JARINGAN INFORMASI GEOSPASIAL DALAM MENUNJANG KETERSEDIAAN DATA DAN PENINGKATAN KINERJA SDM KABUPATEN GRESIK Fauzan Roziqin; Fatimah Zahro; Adipandang Yudono
REKSABUMI Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/Reksabumi.v2i1.4751.2023

Abstract

In the management of the regional geospatial information network, evaluation needs to be carried out as a continuous improvement effort. The assessment focuses on both internal and external aspects in the process of geospatial information management. The purpose of this study is to determine the readiness of the development of the geoportal, the availability of data and human resources in Gresik District, as well as to identify the strengths and weaknesses. The method used in this research is descriptive analytic method, which identifies, evaluates, and assesses each instrument through data scanning and interviews. The results of this study show that the Gresik District Geospatial and Geodetic Network Node has achieved an "Operational" status, compared to before when it did not exist. Gresik District is now joined by 38 other districts/cities with an "Operational" status. The evaluation value falls into class B, which means the maximum development time is 12 months. In addition to the availability of the geoportal, Gresik District also has a data forum, but there is no Spatial Data Forum, so in the future the need for this forum becomes very important to support the improvement of the network node in Gresik District.
Pengaruh Nilai Wahdatul Ulum Dalam Membangun Etika Kesehatan Berbasis Tauhid Ade Febriyanti Tambunan; Adilla fathimah azzahra; Fatimah Zahro; Kiki Anugrah; Lola Claudia; Meikesya Munthe; Nafisa Balqis Hrp; Noor Asninaeka Azzahra S Meliala; Rahma Yanti Lubis; Sartika Ramadani Srg; Syalwa Madani; Zahwa Aqila Maulida
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1402

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama dalam konteks kesehatan. Konsep Wahdatul Ulum, yang berakar pada prinsip tauhid, menekankan bahwa semua pengetahuan, termasuk ilmu kesehatan, harus dipandang sebagai kesatuan yang harmonis, di mana sains dan agama saling melengkapi dan tidak terpisahkan.Penerapan nilai Wahdatul Ulum dalam etika kesehatan bertujuan untuk menciptakan praktik kesehatan yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual dan moral. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan pendekatan yang lebih holistik dalam pelayanan kesehatan, di mana pasien tidak hanya disembuhkan secara fisik tetapi juga mendapatkan kesejahteraan spiritual. Melalui pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Wahdatul Ulum, diharapkan para profesional kesehatan dapat mengembangkan karakter yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. Ini penting untuk memastikan bahwa kemajuan dalam bidang kesehatan sejalan dengan prinsip moral dan etika yang diajarkan oleh agama Islam. Dengan demikian, Wahdatul Ulum berperan sebagai fondasi dalam membangun etika kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan umat manusia secara keseluruhan.
Urgensinya Moral Pancasila Untuk Membangun Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 di Lingkungan 6 Kota Bangun Kecamatan Medan Deli Subhan Misran; Sahil Sayri As Sani; Zahara Ramadani; Fatimah Zahro; Nadra Daulay; Cindy Sipahutar; Masrul Zuhri
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1405

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk moral dan karakter bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan zaman. Ini membahas urgensi moral Pancasila dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045. Dengan menelusuri nilai-nilai dasar Pancasila yang mengedepankan gotong royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia, penelitian ini menggali bagaimana penerapan nilai-nilai tersebut dapat memperkuat moralitas generasi muda Indonesia. Di samping itu, pembahasan ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menginternalisasi moral Pancasila serta pentingnya pendidikan karakter berbasis Pancasila dalam menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing. Dengan demikian, penguatan moral Pancasila menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang adil, makmur, dan berkemajuan.
Feminisme dalam Film Penyalin Cahaya Karya Sutradara Wregas Bhanuteja Fatimah Zahro; Nina Queena Hadi Putri
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v3i2.1360

Abstract

The film Penyalin Cahaya by Wregas Bhanuteja highlights the issues of feminism, sexual violence, and the culture of victim blaming that are still rampant in Indonesian society. This study aims to analyze the representation of feminism in the film Penyalin Cahaya using Roland Barthes' semiotic analysis method. The results of the study show that this film represents feminism through various aspects, including criticism of the patriarchal system that protects perpetrators of sexual violence, as well as how the culture of victim blaming is still a major challenge for victims. The conclusion of this study is that Penyalin Cahaya not only functions as a work of art, but also as an advocacy medium that raises public awareness about the importance of supporting victims of sexual violence and fighting patriarchal culture.
Penerapan Pembelajaran Guided Inquiry untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa SMK Kelas X ATPH Nuriatus Sholikhah; Fatimah Zahro; Dwi Haryanta
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan  Vol. 3 No. 2 (2025): April: Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pragmatik.v3i2.1606

Abstract

Guided inquiry is recognized as an effective instructional model for Vocational High Schools (SMK), as it actively engages students in systematic exploration and investigation with teacher guidance. This study aims to address the problem of low student engagement and learning outcomes by implementing the guided inquiry model in classroom instruction. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design, conducted over two cycles, each comprising the stages of planning, action, observation, and reflection.The participants consisted of 36 students from Class X of the Agribusiness for Food Crops and Horticulture (ATPH) program at SMK Negeri 1 Purwosari during the 2024/2025 academic year. Data collection instruments included student engagement observation sheets, evaluation tests, and documentation, with data analyzed using descriptive quantitative methods. The findings revealed that the guided inquiry model significantly improved both student engagement and learning outcomes in the topic of vegetative propagation. Student engagement increased from 32.81% in the pre-cycle to 70.49% in the first cycle and 84.72% in the second cycle. Similarly, the percentage of students achieving mastery in learning outcomes rose from 38.89% in the pre-cycle to 83.33% in the first cycle and reached 100% in the second cycle.